Jenis Dan Fungsi Dioda
Dioda adalah komponen elektronika yang
hanya dapat mengalir arus listrik dalam satu arah. Pada radio atau televisi
model lama terdapat dioda vakum (tabung) yang berukuran besar.
Saat ini banyak dijumpai dioda semikonduktor yang mana berukuran lebih kecil daripada resistor.
Dioda memiliki dua kutub, yaitu katoda
dan anoda. Kutub yang terdekat dengan pita adalah katoda.
Katoda adalah kutub elektroda dalam sel
elektrokimia yang bermuatan positif. Jika terpolarisasi (terbagi menjadi dua
bagian yang berlawanan), arus listrik akan mengalir keluar dari katoda dan
elektron akan bergerak masuk ke dalam katoda.
Anoda adalah kutub elektroda dalam sel
elektrokimia yang bermuatan negatif. Jika terpolarisasi, arus listrik akan
mengalir ke dalam anoda dan elektron akan bergerak keluar dari anoda.
Keterangan Gambar :
Gambar 1 : Dioda mengalirkan arus listrik
karena diberi tegangan maju.
Gambar 2 : Dioda tidak mengalirkan arus
listrik karena diberi tegangan mundur.
Dioda Sambungan p-n
Dioda dibuat dengan mengotori kristal
silikon murni, sehingga antara daerah tipe-p dan tipe-n terbentuk sebuah
sambungan. Dioda jenis ini disebut dioda sambungan p-n. Bahan tipe-p dan tipe-n
dipisahkan oleh sebuah lapisan yang disebut lapisan kosong (depletion layer).
Bahan dalam lapisan kosong merupakan penghantar listrik yang buruk.
Tegangan Maju
Jika kutub positif baterai dihubungkan ke
tipe-p dan kutub negatif baterai dihubungkan ke tipe-n, dioda diberi tegangan
maju dan dioda akan mengalirkan arus listrik. Hal ini dikarenakan lubang-lubang
bermuatan listrik positif dalam daerah p akan ditolak oleh ujung-ujung daerah p
yang berpolaritas tegangan positif.
Sebaliknya, elektron-elektron bermuatan
listrik negatif dalam daerah n akan ditolak oleh ujung-ujung daerah n yang
berpolaritas tegangan negatif. Jadi, lubang-lubang bergerak dari daerah p ke
daerah n, sedangkan elektron bergerak dari daerah n ke daerah p. Hal ini
menyebabkan lapisan kosong menjadi lebih sempit, sehingga hambatan listriknya
menjadi rendah dan arus listrik mengalir melalui dioda.
Tegangan Mundur
Jika kutub negatif baterai dihubungkan ke
tipe-p dan kutub positif dihubungkan ke tipe-n, dioda diberi tegangan mundur
dan dioda tidak akan mengalirkan arus listrik. Jadi, lubang-lubang bermuatan
listrik positif dalam daerah p akan ditarik oleh ujung-ujung daerah p yang
berpolaritas tegangan negatif.
Sebaliknya, elektron-elektron bermuatan
listrik negatif dalam daerah n akan ditarik oleh ujung-ujung daerah n yang
berpolaritas tegangan positif. Hal ini menyebabkan lapisan kosong menjadi lebih
lebar, sehingga hambatan listrik menjadi lebih besar dan arus listrik tidak
mengalir melalui dioda.
Fungsi Dioda
1. Dioda sebagai pelindung
Dioda digunakan untuk melindungi radio
dan komputer yang akan rusak jika baterai atau catu daya dihubungkan dengan
polaritas yang salah, sehingga tidak ada arus listrik yang mengalir melalui
dioda menuju ke rangkaian. Hal ini menyebabkan komponen dalam rangkaian tidak
rusak.
2. Dioda sebagai penyearah
Dioda hanya mengalirkan arus listrik pada
satu arah, yaitu ketika anodanya dicatu oleh tegangan berpolaritas positif dan
katodanya dicatu oleh tegangan berpolaritas negatif.
Tegangan bolak-balik terdiri dari
setengah siklus positif dan setengah siklus negatif secara bergantian.
Ketika setengah siklus positif mencatu
dioda, maka dioda diberi tegangan maju, sehingga dioda mengalirkan arus
listrik.
Ketika setengah siklus negatif mencatu dioda,
maka dioda diberi tegangan mundur, sehingga arus listrik tidak akan mengalir
melalui dioda. Jadi, arus bolak-balik pada masukan dioda berubah menjadi arus
searah pada keluaran dioda.
Dua jenis penyearah arus bolak-balik,
yaitu :
a. Penyearah Arus Setengah Gelombang
Dalam penyearah arus setengah gelombang
hanya digunakan sebuah dioda. Penyearah arus setengah gelombang hanya
menghasilkan tegangan keluaran pada setengah siklus dari bentuk tegangan
masukan.
Grafik Gelombang Masukan Dioda
Keterangan Gambar :
Grafik tersebut menunjukkan bahwa
gelombang masukan dioda memiliki setengah siklus positif (Oa) dan setengah
siklus negatif (ab) secara bergantian.
Pada setengah siklus positif, dioda diberi tegangan maju, yaitu tegangan anoda A lebih positif daripada tegangan
katoda K. Arus listrik mengalir melalui dioda dan pada resistor R dibangkitkan
tegangan yang bentuknya sama dengan tegangan masukan Oa.
Pada setengah siklus negatif, dioda diberi tegangan mundur, yaitu tegangan anoda A lebih negatif daripada tegangan
katoda K. Arus listrik tidak mengalir melalui dioda dan pada resistor R selama
siklus negatif sama dengan nol.
Bentuk tegangan searah ini hanya
digunakan pada baterai pengisi setrum mobil, sedangkan untuk memenuhi keperluan
catu daya pada radio dan perekam kaset diperlukan kapasitor elektrolit sebagai
perata.
Ketika dioda mengalirkan arus, kapasitor
C diisi muatan listrik. Ketika dioda tidak mengalirkan arus, muatan listrik
mengalir dari kapasitor C ke resistor R, sehingga arus lisrik tetap mengalir
melalui resistor R dan dihasilkan tegangan searah yang lebih rata.
Suatu kapasitor yang lebih besar akan
memberikan efek perataan yang lebih baik sebab kapasitor dapat menyimpan muatan
listrik yang lebih besar.
Grafik Gelombang Keluaran Dioda
b. Penyearah Arus Gelombang Penuh
Dalam penyearah arus gelombang penuh
digunakan dua pasang dioda A dan B yang dirangkai menyerupai jembatan. Prinsip
penyearah jembatan adalah pada selang waktu tertentu hanya sepasang dioda yang
mengalirkan arus listrik, sedangkan sepasang lagi tidak dapat mengalirkan arus
listrik.
Karena penyearah ini menghasilkan
tegangan keluaran untuk satu siklus dari bentuk tegangan masukan, maka
penyearah jembatan ini disebut penyearah arus gelombang penuh.
Grafik Gelombang Masukan Dioda
Keterangan Gambar :
Grafik tersebut menunjukkan bahwa
gelombang masukan dioda memiliki setengah siklus positif (Oa) dan setengah
siklus negatif (ab) secara bergantian.
Pada setengah siklus positif, X lebih
positif daripada Y, sehingga sepasang dioda A diberi tegangan maju dan sepasang
dioda B diberi tegangan mundur. Sepasang dioda A akan mengalirkan arus listrik,
sedangkan sepasang dioda B tidak.
Pada setengah siklus positif ini, arus
listrik mengalir dari sumber AC ke resistor R melalui sepasang dioda A. Arus
listrik yang melalui resistor R berarah dari P ke Q yang menghasilkan tegangan positif antara ujung-ujung resistor
R.
Pada setengah siklus negatif, X lebih
negatif daripada Y, sehingga sepasang dioda A diberi tegangan mundur dan
sepasang dioda B diberi tegangan maju. Sepasang dioda A tidak akan mengalirkan
arus listrik, sedangkan sepasang dioda B akan mengalirkan arus listrik.
Pada setengah siklus negatif ini, arus
lisrtik mengalir dari sumber AC ke resistor melalui sepasang dioda B. Arus
listrik yang melalui resistor R berarah dari P ke Q pada setengah siklus
positif. Hal ini menyebabkan bagian negatif tegangan masukan (ab) dibalik
menjadi positif pada tegangan keluaran.
Grafik Gelombang Keluaran Dioda






Komentar
Posting Komentar