Sejarah Kedatangan Belanda Ke Indonesia

Penjelajahan samudera dipelopori oleh bangsa Portugis dan bangsa Spanyol. Adapun para pelaut Spanyol yang memelopori penjelajahan samudera adalah Christophorus Columbus (1451-1506) dan Ferdinand Magelhaens (1480-1521), sedangkan para pelaut Portugis yang memelopori penjelajahan samudera adalah Bartholomeus Diaz (1450-1500), Vasco Da Gama (1469-1524) dan Alfonso d’Albuquerque (1453-1515). Para pelaut dari dua bangsa yang berbeda ini yang telah membuka jalan ke berbagai sudut belahan dunia.

Vasco Da Gama mempunyai cara tersendiri dalam menjelajahi samudera. Ia selalu memancangkan batu padrao di setiap daerah yang ditemuinya. Batu tersebut adalah batu bertulis berlambang bola dunia. Pada tahun 1498, rombongannya berhasil mencapai Calicut, India dan mendirikan kantor dagang di Goa, India.

Setelah ekspedisi Bartholomeus Diaz dan Christophorus Columbus berakhir, timbul ketegangan antara bangsa Portugis dan Spanyol. Kedua bangsa ini sama-sama ingin menguasai dunia. Ketegangan berhasil diselesaikan dengan bantuan Paus Julius II, hingga tercapai Perjanjian Tordesillas yang berisi wilayah di sebelah Barat garis Tordesillas adalah milik Spanyol dan wilayah di sebelah Timur garis Tordesillas adalah milik Portugis. Garis Tordesillas adalah garis yang membentang dari kutub utara ke kutub selatan.

 Portugis pertama kali mengincar Malaka, Indonesia karena letaknya yang strategis dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan di Asia Tenggara. Portugis tidak cukup puas hanya menduduki Calicut dan Goa di India. Pada tahun 1511, Malaka yang saat itu dipimpin oleh Sultan Mahmud Syah berhasil direbut oleh Portugis dibawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque, padahal sebelum Sultan Mahmud Syah memimpin Malaka di bawah pimpinan Sultan Iskandar Syah adalah daerah yang dikagumi oleh bangsa-bangsa asing.

Selanjutnya, Portugis berkeinginan menguasai kerajaan Ternate yang juga terletak di Indonesia karena kekayaan rempah-rempahnya. Orang-orang Portugis tiba di Ternate pada tahun 1512 melalui Laut Cina Selatan. Orang-orang Portugis berhasil menjalin kerja sama dengan pihak kerajaan. Namun, pada saat yang bersamaan terdengar kabar bahwa Spanyol bersekutu dengan Tidore, Indonesia. Padahal menurut Portugis, Tidore terletak di wilayah sebelah Timur garis Tordesillas.

Kedua bangsa ini belum menyadari bahwa bumi itu bulat. Mereka pun saling menuding telah melanggar perjanjian Tordesillas. Paus Julius II kembali turun tangan untuk mendamaikan keduanya, hingga tahun 1528 tercapai Perjanjian Saragosa yang berisi wilayah di sebelah Utara garis Saragosa adalah milik Spanyol dan wilayah di sebelah Selatan garis Saragosa adalah milik Portugis. Dengan begitu, Spanyol tidak berhak menguasai Tidore.

Pada tahun 1568-1648, meletus perang kemerdekaan antara Belanda dan Spanyol yang disebut Perang 80 Tahun. Perang ini timbul karena Belanda tidak mau tunduk pada Spanyol. Raja Philip II yang saat itu memimpin Spanyol tidak senang melihat kemajuan Belanda kaena kapal-kapal dagang Belanda banyak memuat barang-barang yang diperoleh dari Lisabon, Portugal yang mana kota ini adalah pusat perdagangan di Eropa Barat, hingga banyak terdapat rempah-rempah yang dibawa Portugis dari Asia.

Raja Philip II pun ingin menyatukan Portugal dan Spanyol dengan cara menutup pelabuhan Lisabon bagi Belanda untuk menghancurkan perekonomian di Belanda. Penutupan Lisabon justru mendorong Belanda untuk mencari jalan sendiri ke Indonesia. Belanda mengetahui letak Indonesia dari pelautnya yang bekerja untuk Portugis di Asia.

Dengan berbekal buku Itinerario (Garis Perjalanan) karya Jan Huyghen Van Linschoten yang pernah bekerja untuk Portugis di Asia selama 14 tahun, Belanda memulai ekspedisi menuju Indonesia di bawah pimpinan Cornelis de Houtman yang pernah menjadi mualim kapal Portugis.

Pada tahun 1596, Belanda pun mendarat di pelabuhan Banten. Namun, kedatangan mereka tidak diterima oleh penduduk pesisir Banten karena sikap mereka yang kasar dan sombong. Pada tahun 1598, dimulai ekspedisi kedua yang dipimpin oleh Jacob Van Neck. Rombongan Van Neck telah belajar dari pengalaman pahit ekspedisi Cornelis de Houtman. Rombongan ini pun berlaku sopan dan hormat pada penduduk setempat, sehingga kedatangan mereka diterima baik, apalagi saat itu masyarakat Banten sedang bermusuhan dengan Portugis. Situasi ini menjadi peluang bagi Belanda untuk menjalin kerja sama di bidang perdagangan.

Setelah ekspedisi kedua selesai dan memberikan keuntungan yang banyak, kapal-kapal Belanda berbondong-bondong datang ke Indonesia. Untuk memperkuat kedudukan Belanda di Indonesia, Johan Van Oldenbarneveldt mengusulkan agar Belanda membuat kongsi dagang di Indonesia. Pada tahun 1602, Belanda pun mendirikan kongsi dagang bernama Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) atau Persekutuan Perusahaan Hindia Timur.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime