Penipuan Berkedok Pembeli Barang Online

Zaman sekarang tersedia situs belanja online. Tak sedikit pula yang menggunakan situs belanja online untuk berjualan. Baik menjadi pembeli maupun penjual barang online sama-sama beresiko. Hal yang dikhawatirkan oleh pembeli barang online adalah uang melayang, tetapi barang belum sampai ke tangan. Oleh karena itu, sebaiknya kita menggunakan situs belanja online yang terpercaya dengan melihat kebijakan-kebijakan yang diberikan oleh situs tersebut kepada kita.

Sedangkan hal yang dikhawatirkan oleh para penjual adalah Pembeli Penipu. Para penjual bukan mendapat keuntungan dari barang dagangan, melainkan kerugian karena uang melayang dan masuk ke kantong Pembeli Penipu. Ditambah lagi jika penjual terlalu ceroboh sudah mengirimkan barang ke alamat yang diberikan si Pembeli Penipu.

Berikut ciri khas calon pembeli yang sebenarnya adalah praktek penipuan :


Membeli Barang Pada Hari Jumat

Maksud saya di sini, bukan mengatakan seluruh pembeli yang datang pada hari Jumat adalah Pembeli Penipu. Tetapi, saya hanya menyarankan agar para penjual berhati-hati terhadap pembeli yang datang pada hari Jumat sebab seperti kita ketahui pada hari Sabtu dan Minggu seluruh bank tutup.

Di sinilah para Pembeli Penipu berkesempatan untuk menipu para penjual dengan berpura-pura sudah mentransfer uang ke rekening penjual. Para penjual mungkin akan segera mengecek uang yang masuk ke rekening mereka. Dan ketika uang yang ditransfer pembeli belum masuk, Pembeli Penipu akan beralasan bahwa hal tersebut adalah kesalahan pada banknya dengan mereka menunjukkan bukti pembayaran yang sebenarnya adalah palsu. Pada keadaan seperti ini, penjual kesulitan menghubungi bank untuk menanyakan adanya transaksi uang yang masuk ke rekening mereka terutama pada jumat sore dikarenakan bank sudah tutup.


Pembeli Mengirimkan Foto KTP/ SIM kepada penjual

Logikanya setiap orang pasti khawatir ketika memberikan foto KTP/ SIM kepada orang lain karena bisa disalahgunakan, kecuali untuk panggilan interview. Jika ada pembeli yang berani mengambil resiko dengan mengirimkan foto KTP/ SIM mereka, dijamin foto KTP/SIM tersebut adalah palsu atau bukan milik mereka.


Pembeli Yang Langsung Deal

Logikanya, setiap pembeli asli pasti menanyakan kondisi barang yang dijual para penjual. Para pembeli asli pun pasti akan melakukan negosiasi kepada para penjual. Jika ada pembeli yang langsung deal, maka wajib diwaspadai karena dikhawatirkan pembeli tersebut bermaksud menipu penjual.


Meminta Agar Pembayaran Menggunakan E-Cash
Bank Mandiri adalah bank yang memberikan fasilitas e-cash. E-cash adalah uang elektronik berbasis server yang memanfaatkan teknologi USSD dan aplikasi di telepon seluler yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi perbankan, seperti Top up e-Money, penyetoran dan penarikan tunai, pengecekan saldo, transfer antar rekening mandiri e-cash dan fitur transaksi lainnya yang akan dikembangkan tanpa harus melakukan pembukaan rekening ke cabang Bank Mandiri.
Fitur mandiri e-cash yang dapat dinikmati oleh pemegang , sbb:
  • Informasi saldo dan histori transaksi
  • Isi ulang saldo dari e-Channel Bank Mandiri,  transfer ATM Bersama, dan tunai melalui retail store
  • Transfer ke nomor telepon seluler lainnya dan ke rekening giro/tabungan Bank Mandiri
  • Tarik Tunai di ATM Bank Mandiri tanpa menggunakan kartu ATM
Bayar/beli Tagihan maupun pada merchant-merchant yang bekerjasama
Beberapa kemudahan yang dapat dinikmati oleh pemegang, sbb:
  • Sebagai pengganti uang tunai
  • Dapat digunakan di semua jenis handphone
  • Kemudahan pendaftaran tanpa harus datang ke cabang Bank Mandiri
  • Tidak perlu repot mencari uang pas untuk pembayaran transaksi dengan nominal kecil
Kemudahan transfer ke nomor handphone tanpa harus menghapal nomor rekening Bank

Sebenarnya saya belum mengerti betul apa itu e-cash. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Bank Mandiri tersebut di atas, kemungkinan Pembeli Penipu dapat melihat informasi saldo penjual melalui telepon selulernya karena fasilitas e-cash ini berlaku di semua provider dan semua jenis handphone. Para Pembeli Penipu juga berkesempatan mendaftar tanpa harus datang ke cabang Bank Mandiri. 
Saya kurang tahu apa yang dimaksud dengan mendaftar di sini. Mungkin saja mendaftarkan nama sebagai pemegang rekening atau mendaftarkan nomor telepon seluler agar bisa mengontrol keluar masuknya uang dari rekening tersebut.
Yang perlu dikhawatirkan lagi dari fasilitas e-cash adalah Pembeli Penipu bisa melakukan penarikan tunai di ATM Bank Mandiri tanpa menggunakan kartu ATM. Pembeli Penipu biasanya berasalan bahwa transaksi e-cash hanya dapat dilakukan dalam waktu lima menit, sehingga para penjual harus segera datang ke ATM Bank Mandiri terdekat. Padahal sebenarnya mereka bermaksud menarik uang tunai dari rekening penjual di waktu yang bersamaan menggunakan fasilitas OTP.


Meminta Kode OTP

Kepanjangan dari OTP adalah One Time Password. OTP adalah password dinamis yang dikirimkan melalui telepon seluler atau pemegang e-rekening (alat khusus yang bentuknya mirip dengan kalkulator). Keuntungan bagi pemegang e-rekening adalah dapat mengetahui adanya penarikan uang dari rekeningnya yang dilakukan oleh orang lain. Perbankan biasanya akan mengirimkan notifikasi ke telepon seluler kita untuk meminta persetujuan bila hal tersebut terjadi. Keuntungan dari OTP adalah pencegahan penyalahgunaan username dan password yang biasanya statis. 
Untuk mendapatkan OTP, waktu antara client dan server harus sinkron. Dengan kombinasi user-device_id-rentang-waktu akan menghasilkan suatu PIN tertentu yang berlaku dalam jangka waktu tertentu. PIN ini kemudian dimasukkan ke server, server akan mengecek apakah PIN  tersebut  sesuai dengan user-id-device dan rentang waktu.
Dengan OTP, Pembeli Penipu dapat menarik tunai uang dari rekening penjual.


Menanyakan Jumlah Uang Terakhir Di Rekening Penjual
Jika ada pembeli yang menanyakan jumlah uang terakhir di rekening penjual dikarenakan kekhawatiran mereka apabila uang yang mereka transfer tidak masuk ke rekening penjual dan tidak dapat ditarik oleh penjual, ini jelas tidak masuk akal. Dapat dipastikan pembeli tersebut adalah penipu. Pembeli Penipu ini biasanya mengharuskan jumlah rekening terakhir penjual adalah sebesar Rp 500.000. Padahal kita sendiri tahu, walaupun uang pada rekening kita hanya berjumlah Rp 50.000, kita masih dapat menerima transferan uang dari seseorang.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime