Indonesia Riwayatmu Dulu : Sejarah Kerajaan Ternate Dan Tidore

Kerajaan Ternate dan Tidore terletak di daerah Kepulauan Maluku yang merupakan penghasil rempah-rempah terbesar, sehingga dijuluki The Spicy Island. Rempah-rempah menjadi komoditi utama dalam pelayaran perdagangan saat itu.

Raja-raja yang memerintah kerajaan Ternate dan Tidore, yaitu :

-      Uli Lima Uli Siwa pemimpin kerajaan Ternate

Uli Lima berarti persekutuan lima bersaudara dengan wilayahnya mencakup pulau-pulau Ternate, Obi, Bacan, Seram dan Ambonn. Sedangkan Uli Siwa berarti persekutuan sembilan bersaudara dengan wilayahnya mencakup pulau-pulau Makayan, Jahilolo atau Halmahera dan pulau-pulau di antara daerah itu sampai dengan Irian Barat.

Ketika bangsa Portugis memasuki wilayah Maluku, Portugis langsung memihak dan membantu Ternate pada tahun 1521 M karena Portugis mengira Ternate lebih kuat. Begitu pula dengan bangsa Spanyol ketika datang ke Maluku langsung membantu Tidore karena mengira Tidore lebih kuat. 

Maka, terjadilah perselisihan antara kedua bangsa itu di Maluku. Untuk penyelesaian perselisihan kedua bangsa itu, Paus turun tangan dan menentukan garis batas di wilayah Timur melalui perjanjian Saragosa. Dalam perjanjian Saragosa dinyatakan bahwa bangsa Spanyol harus meninggalkan Maluku dan pindah ke Filipina, sedangkan Portugis tetap menguasai daerah-daerah di Maluku.

-      Sultan Hairun

Portugis mendirikan benteng yang diberi nama Benteng Santo Paulo untuk memperkuat kedudukannya di Maluku. Namun, semakin lama tindakan Portugis semakin dibenci oleh rakyat dan para pejabat kerajaan Ternate. Sultan Hairun, penguasa Ternate secara terang-terangan menentang politik monopoli dari bangsa Portugis. Untuk menyelesaikan pertentangan ini, diadakan perundingan di Benteng Santo Paulo dan perdamaian pun tercapai. Namun, ketika pesta persemian perjanjian diadakan pada tahun 1570 M, Sultan Hairun ditusuk hingga tewas oleh kaki tangan bangsa Portugis.

-      Sultan Baabullah

Sultan Baabullah adalah putra Sultan Hairun. Di bawah pemerintahannya, Maluku bangkit untuk menentang Portugis. Pada tahun 1575 M, Portugis dapat dikalahkan dan diberi kesempatan untuk meninggalkan benteng. Pada tahun 1578 M, bangsa Portugis sempat berkeinginan mendirikan benteng di Ambon, tetapi tidak lama kemudian bangsa Portugis pindah ke daerah Timor Timur dan berkuasa di sana, hingga tahun 1976 M.

Setelah tahun 1976 M, wilayah Timor Timur berintegrasi (bergabung) ke dalam wilayah Republik Indonesia. Akan tetapi, setelah melalui jajak pendapat pada tahun 1999 M, rakyat Timor Timur memilih memerdekakan diri.


Kora-kora adalah kapal dari Maluku Utara yang tidak sebesar kapal pada umumnya, sehingga dapat digunakan untuk pengawasan keamanan dalam pelayaran perdagangan oleh pasukan-pasukan kerajaan.

Tanah di Maluku subur dan diliputi oleh hutan rimba yang banyak menghasilkan cengkeh. Di daerah Maluku Selatan, khususnya Kepulauan Banda banyak menghasilkan pala. Cengkeh dan pala merupakan rempah-rempah yang diperlukan untuk ramuan obat-obatan dan bumbu masak yang banyak mengandung bahan pemanas. Oleh sebab itu, rempah-rempah banyak diperlukan di daerah-daerah dingin, seperti Eropa.

Ketika abad ke-12 M, permintaan rempah-rempah meningkat, rakyat mulai mengusahakan menanam cengkeh sebagai tanaman perkebunan di daerah-daerah, seperti Aru, Seram dan Ambon. Pedagang dari Jawa datang ke Maluku dengan membawa beras, garam, kacang-kacangan untuk ditukar dengan rempah-rempah.

Selain bertujuan untuk mendapatkan rempah-rempah, bangsa Portugis juga bertujuan untuk mengembangkan agama Katholik di Maluku atas tugas dari Fransiskus Xaverius. Pada tahun 1534 M, agama Katholik telah mempunyai pijakan kuat di Halmahera, Ternate dan Ambon. Sedangkan daerah Tidore sudah masuk Islam. Oleh karena itu, tak jarang perbedaan agama ini dimanfaatkan oleh Portugis untuk memancing pertentangan antar rakyat Maluku.

    Setelah Belanda datang ke Maluku, semua orang yang sudah memeluk agama Katholik harus berganti memeluk agama Protestan. Hal ini menimbulkan masalah-masalah sosial yang sangat besar dan semakin menekan kehidupan rakyat.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime