Sejarah Garuda Pancasila


Pada tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Lencana Negara yang bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara yang akan diajukan kepada pemerintah.

Untuk pelaksanaan Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat, Menteri Priyono mengadakan sayembara, hingga terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamdi II dan karya M Yamin.

Pemerintah dan DPR memutuskan untuk memilih rancangan lambang negara milik Sultan Hamid II. Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak. Beliau memiliki nama lahir Syarif Abdul Hamid Alkadrie. Sultan Hamid II lahir pada tanggal 12 Juli 1913 di Pontianak dan meninggal pada tanggal 30 Maret 1978 di Jakarta. Rancangan M Yamin ditolak karena menampakkan pengaruh Jepang, yaitu adanya bentuk sinar-sinar matahari.

Presiden Republik Indonesia Serikat Soekarno, Perdana Menteri Mohammad Hatta dan Sultan Hamid II sepakat mengganti pita merah putih yang dicengkeram Garuda menjadi pita putih yang bertuliskan semboyan “ Bhineka Tunggal Ika ”. 

Awalnyaya, burung Garuda yang dirancang oleh Sultan Hamid II memiliki tangan dan bahu seperti manusia yang memegang perisai. Bentuk rancangan ini mendapat penentangan dari Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) sebab bentuk tersebut bersifat mitologis (berkaitan dengan legenda atau cerita rakyat).  

Dalam Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950, Presiden Soekarno memperkenalkan lambang negara Indonesia di Hotel Des Indes. Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan hari kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu 17 helai bulu pada masing-masing sayapnya, 8 helai bulu pada bagian ekor, 19 helai bulu pada bagian pangkal ekor dan 45 helai bulu pada bagian leher.

Dalam cerita pewayangan, Garuda merupakan tunggangan Dewa Wisnu (Sang Pemelihara Alam Semesta). Garuda melambangkan kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan kedisiplinan.

Di dalam Ruang Kemerdekaan Monumen Nasional terdapat patung Garuda berukuran besar yang terbuat dari bahan perunggu berlapis emas. Lambang Garuda Pancasila diatur dalam peraturan Pemerintah No. 43/1958. Selain di Indonesia, burung Garuda juga menjadi lambang negara Thailand.

Pancasila berarti Lima Dasar. Pancasila melambangkan kepribadian, pandangan hidup, serta cita-cita bangsa Indonesia. Dalam kitab agama Budha dituliskan ajaran tentang Pancasila dalam bahasa Pali dan diikuti oleh para pengikut Siddharta Gautama.

Berikut ini isi dari Pancha Sila dalam kitab agama Budha :

1. Aku bertekad melatih diri untuk menghindari pembunuhan.
2. Aku bertekad melatih diri untuk tidak mengambil barang yang tidak diberikan.
3. Aku bertekad melatih diri untuk tidak melakukan perbuatan asusila.
4. Aku bertekad melatih diri untuk menghindari ucapan yang tidak benar.
5. Aku bertekad melatih diri untuk menghindari segala makanan dan minuman yang dapat melemahkan kewaspadaan.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime