Kutub Utara (Arktik), Kutub Selatan (Antartika) Dan Sistem Traktat Antartika
Kutub
Utara (Arktik)
Arktik merupakan wilayah lautan
yang dikelilingi oleh daratan. Robert Edwin Peary dan Matthew Wilson yang
berasal dari Amerika Serikat adalah orang yang pertama kali mencapai Arktik
menggunakan kereta luncur pada tahun 1909. Dalam perjalanan keduanya ditemani
empat orang eskimo. Orang eskimo mencari makan dengan berburu dan menangkap
ikan.
Kutub utara berjarak 700 km dari
daratan. Suhu di kutub utara mencapai -40 oC pada musim dingin dan 0
oC pada musim panas. Hewan yang berhabitat di kutub utara, antara
lain beruang kutub, rusa kutub, serigala kutub, burung laut, ikan, zooplankton,
fitoplankton dan anjing laut.
Suhu udara yang hangat menyebabkan
terbentuknya awan stratosfer yang merusak lapisan ozon atau membuat lubang ozon
di langit Arktik. Lubang ozon yang terbentuk di Antartika tidak sebesar lubang
ozon yang terbentuk di Arktik karena suhu udara di Arktik lebih hangat daripada
suhu udara di Antartika. Lapisan stratosfer di langit Arktik mengalami
pendinginan setiap tahun, sehingga lubang ozon semakin besar.
Namun, sejak diberlakukannya Protokol Montreal atau Perjanjian Montreal yang telah disepakati secara internasional pada tahun 1987, lubang pada lapisan ozon mengalami penyusutan atau pemulihan. Dalam perjanjian tersebut disepakati untuk tidak menggunakan CFC pada kulkas dan botol spray. Pemulihan ozon menyebabkan perubahan sirkulasi udara di atmosfer, hingga berpengaruh pada suhu atmosfer, cuaca, tingkat curah hujan, perubahan suhu laut dan perubahan konsentrasi garam.
Antara Banerjee, seorang peneliti dari Universitas Colorado Boulder memperkirakan bahwa lapisan ozon pada belahan Bumi utara akan kembali normal pada tahun 2030, sedangkan pada belahan Bumi selatan akan kembali normal pada tahun 2050. Sementara, lapisan ozon di langit Antartika akan kembali pulih pada akhir tahun 2060.
Kutub
Selatan (Antartika)
Antartika merupakan wilayah
daratan yang dikeliilngi oleh lautan. Roald Amundsen yang berasal dari Norwegia
adalah penjelajah pertama yang sampai di Antartika pada tanggal 19 Desember
1911. James Cook yang berasal dari Inggris adalah orang yang pertama kali melintasi
lingkar Antartika pada tahun 1773 – 1774.
Antartika dibagi menjadi dua
bagian oleh pegunungan Transantartika,
hingga menjadi Antartika Barat dan Antartika Timur. Benua Antartika merupakan
benua terakhir yang ditemukan oleh manusia.
Antartika sering kali dianggap
sebagai gurun dan dikenal sebagai benua tertandus. Antartika memiliki
kelembapan udara dan suhu terendah (-89 oC), altitudo (ketinggian
dari permukaan laut) tertinggi, curah hujan sekitar 200 mm di sepanjang pantai
dan hampir seluruh wilayahnya ditutupi lapisan es setebal lebih dari 1.600 m
atau sekitar 1.900 m. Pada musim dingin, suhu di Antartika mencapai -60 oC.
Sedangkan pada musim panas, suhu di Antartika mencapai 28,2 oC.
Beberapa gunung yang terdapat di
antartika, antara lain gunung Vinson Massif (5.140 m), gunung Kirkpatrick
(4.528 m), gunung Markham (4.350 m), gunung Erebus (3.794 m) dan gunung Jackson
(4.189 m). Kelima gunung tersebut selalu ditutupi oleh salju, hingga membentuk
gletser (bongkahan es yang besar yang terbentuk di atas permukaan tanah).
Antartika merupakan tempat yang
tidak memiliki penduduk tetap atau penduduk asli. Berbeda dengan Arktik yang
mana di sekitar kawasan lingkar Arktik terdapat beberapa kota kecil dan kota
besar. Hewan yang berhabitat di kutub selatan, antara lain penguin, tumbuhan
alga, jamur, bakteri dan protista. Kutub selatan berjarak 1.300 km dari lautan.
Suhu air di bawah lapisan es di
Arktik lebih hangat daripada suhu tanah di bawah lapisan es di Antartika,
sehingga suhu udara di Arktik tidak sedingin suhu udara di Antartika. Saat
musim panas tiba, lapisan es di Arktik lebih mudah retak daripada lapisan es di
Antartika karena lapisan es di Arktik lebih tipis.
Sistem
Traktat Antartika
Wilayah Antartika telah
dikaveling atau diklaim secara teritori oleh tujuh negara, yaitu Inggris,
Perancis, Norwegia, Australia, Selandia Baru, Chili dan Argentina. Adanya
Sistem Traktat Antartika membuat klaim teritorial dari ketujuh negara tersebut
tidak diakui.
Sistem Traktat Antartika (Antarctic Treaty System) berisi
persetujuan atas benua Antartika yang dijadikan sebagai tempat penelitian ilmu
pengetahuan dan larangan untuk melakukan aktivitas militer di benua tersebut.
Sistem Traktat Antartika dikenal dengan sebutan Perjanjian Antartika. Traktat
Antartika ditandatangani pada tanggal 1 Desember 1959 oleh 12 negara dan
diresmikan pada tanggal 23 Juni 1961 oleh 46 negara. Pada tahun 2015 tercatat
53 negara yang bergabung dalam Sistem Traktat Antartika.
Sejak adanya Perjanjian Antartika
telah berdiri 66 pos penelitian atau pusat sains yang mengkaveling wilayah
tersebut. Negara Turki, India, Pakistan dan China tidak ketinggalan untuk
mengkaveling wilayah Antartika dengan tujuan melakukan penelitian.
Di wilayah Arktik dan Antartika
menyimpan banyak cadangan minyak bumi. Akan tetapi, kegiatan penambangan di
Antartika kemungkinan sangat kecil sebab adanya Perjanjian Antartika. Selain
minyak bumi, benua Antartika bagian timur banyak menyimpan cadangan batu bara,
bijih besi, mangan dan hidrokarbon.
Pada tahun 2048, peneliti memprediksikan akan menipisnya lapisan es di
benua Antartika karena iklim di bumi menjadi lebih panas. Kondisi tersebut membuka
peluang untuk aktivitas pengeboran minyak.
Arktik dan Antartika membantu
menjaga suhu di berbagai wilayah lain agar tetap normal. Suhu pada musim dingin
di Antartika lebih rendah daripada suhu pada musim dingin di Arktik. Hal itu
disebabkan bumi sedang berada pada titik terjauh dari matahari.
Pada bulan Juli terjadi fenomena aphelion, yaitu bumi berada pada titik
terjauh dari matahari. Pada bulan Januari terjadi fenomena perihelion, yaitu
bumi berada pada titik terdekat dari matahari.
Gletser di Dataran Tinggi Tibet
Awalnya, tak ada yang menyangka jika gletser yang terbentuk di dataran tinggi Tibet dapat menjadi rumah bagi virus-virus yang berbahaya. Virus-virus tersebut diperkirakan telah hidup selama lebih dari 15 ribu tahun.
Tim peneliti gabungan dari Amerika dan China menyatakan bahwa mereka telah menemukan sekitar 28 jenis virus baru. Selain virus, para peneliti juga menemukan mikroba yang hidup di dalam gletser. Organisme ini hidup di kedalaman 50 meter dari permukaan gletser. Perubahan iklim yang menyebabkan mencairnya gletser dikhawatirkan dapat melepas virus-virus dan mikroba-mikroba yang hidup di dalamnya.
Komentar
Posting Komentar