Jenis-Jenis Transaksi


Transaksi adalah kegiatan yang melibatkan dua pihak atau lebih yang dapat menimbulkan perubahan, baik itu penambahan maupun pengurangan terhadap harta atau keuangan yang dimiliki seseorang atau suatu perusahaan. Setiap aktivitas perubahan keuangan individu atau perusahaan akan dicatat untuk diinformasikan kepada pihak lain. Kegiatan pencatatan ini disebut administrasi transaksi. Setiap transaksi dibuatkan bukti tertulis untuk menghindari terjadinya sengketa atau permasalahan ke depannya.

Transaksi terbagi menjadi dua jenis, yaitu :

a. Transaksi Internal

Transaksi internal adalah transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan yang melibatkan berbagai divisi, hingga menghasilkan perubahan keuangan perusahaan tersebut. Penggunaan perlengkapan kantor oleh setiap divisi termasuk bagian dari transaksi internal. Bukti transaksi internal biasanya berupa memo dari atasan kepada pegawainya.

b. Transaksi Eksternal

Transaksi eksternal adalah transaksi yang melibatkan pihak luar perusahaan, hingga menghasilkan perubahan keuangan perusahaan tersebut. Kegiatan pembayaran utang-piutang termasuk bagian dari transaksi eksternal.

Bukti transaksi eksternal terbagi menjadi 11 jenis, yaitu :

1. Faktur

Faktur adalah bukti penghitungan penjualan barang secara kredit yang dibuat oleh pihak penjual untuk diberikan kepada pembeli. Faktur berbentuk rangkap dua yang mana faktur asli diberikan kepada pembeli sbeagai bukti pencatatan pembelian secara kredit, sedangkan faktur copy disimpan oleh penjual sebagai bukti pencatatan penjualan secara kredit.

2. Kwitansi

Kwitansi (Official Receipt) adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh kedua pihak (penerima dan penjual). Kwitansi terdiri atas dua bagian yang mana bagian pertama diberikan kepada pihak pembayar sebagai bukti pencatatan pengeluaran uang, sedangkan bagian kedua disimpan oleh penjual sebagai bukti pencatatan penerimaan uang.

3. Cek

Cek adalah surat perintah tak bersyarat yang diberikan atau dibuat oleh nasabah kepada bank agar bank tersebut membayarkan sejumlah uang sesuai dengan nominal yang tertulis kepada seseorang yang menunjukkan surat tersebut. Cek ditandatangani oleh nasabah bank yang mana nasabah tersebut memiliki simpanan dalam bentuk giro pada bank tersebut.

Cek terdiri dari dua bagian yang mana bagian pertama diserahkan kepada pihak lain sebagai alat pembayaran, sedangkan bagian kedua (bonggol/struk) digunakan sebagai bukti tambahan transaksi bersama dengan kwitansi suatu pembayaran.

4. Bilyet Giro

Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya tertulis dalam surat tersebut. Namun, penerima bilyet giro tidak bisa meminta bank untuk mencairkan sejumlah uang tersebut.

5. Rekening Koran

Rekening koran adalah bukti mutasi kas suatu bank yang disusun oleh pihak bank untuk para nasabahnya. Mutasi kas adalah pemindahan dari suatu akun ke akun lain karena adanya berbagai transaksi dalam perusahaan tersebut. Rekening koran digunakan sebagai alat untuk menyesuaikan pencatatan antara saldo kas suatu perusahaan dan saldo kas suatu bank.

6. Nota Debit

Nota debit adalah bukti pengembalian barang yang sudah dibeli (retur pembelian) yang dibuat oleh pihak pembeli.

7. Nota Kredit

Nota kredit adalah bukti penerimaan kembali barang yang sudah dijual (retur penjualan) yang dibuat oleh penjual setelah menerima pengembalian barang dari pembeli.

8. Nota Kontan

Nota kontan adalah bukti pencatatan transaksi pembelian barang secara tunai yang dibuat oleh penjual dan diberikan kepada pembeli.

9. Bukti Setoran Bank

Bukti setoran bank adalah bukti/ slip setoran uang yang disediakan oleh pihak bank setiap nasabah melakukan penyetoran uang ke suatu bank.

10. Bukti Keluar Kas dan Bukti Masuk kas

Bukti keluar kas adalah bukti transaksi pengeluaran kas suatu perusahaan. Bukti masuk kas adalah bukti transaksi penerimaan uang suatu perusahaan. Bukti keluar kas atau masuknya kas dapat berupa nota atau kwitansi.

11. Bukti Memorandum (Bukti Memorial)

Bukti memorandum adalah bukti pencatatan kejadian-kejadian yang berlangsung dalam suatu perusahaan yang dikeluarkan oleh pimpinan perusahaan atau pihak tertentu yang berwenang dalam perusahaan tersebut. Bukti memorandum dibuat pada akhir periode. Contoh bukti memorandum, yaitu memo yang mencatat gaji para pewagai yang masih dibayar.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime