4 Phobia Yang Menghambat Masa Depan
Ada berbagai jenis phobia yang
terdengar tidak lazim, berikut empat phobia tidak lazim yang harus dilawan
karena dapat menghambat masa depan :
a. Ataxophobia
Ataxophobia adalah rasa takut
terhadap ketidakteraturan atau sesuatu yang tidak tertata rapi dan tidak
berjalan sesuai keinginannya. Hal ini menyebabkan penderita ataxophobia
membatasi diri terhadap lingkungan sekitarnya, tidak suka diatur dan cenderung
menyalahkan orang lain apabila terjadi kekacauan di depan matanya.
Ataxophobia sering kali
berpikiran bahwa suatu gangguan sekecil apa pun akan menyebabkan bencana yang
tidak diinginkan. Ataxophobia tidak sama seperti obsesi terhadap keteraturan
sebab penderitanya akan terlihat ketakutan, panik, histeris setiap dihadapkan
dengan sesuatu yang berjalan tidak sesuai dengan keinginannya. Ataxophobia
dapat bertahan lama dan sering muncul seketika.
Gejala ataxophobia, antara lain :
- Rasa takut yang dirasakan tidak
proporsional dengan situasi yang sedang terjadi. Bagi orang lain situasi yang
terjadi bisa dianggap wajar, tetapi tidak bagi penderita ataxophobia.
- Rasa takut yang dirasakan
bersifat irasional (tidak masuk akal), sehingga sulit dijelaskan dan
penderitanya tidak bisa memberikan alasan yang masuk akal.
- Rasa takut yang dirasakan
bersifat disadaptif (tidak bisa menyesuaikan dengan keadaan).
Gejala fisik yang terjadi pada
ataxophobia, antara lain :
- Meningkatnya laju pernafasan
dan detak jantung (takikardia). Takikardia adalah keadaan di mana detak jantung
melebihi 100 kali per menit.
Dalam keadaan normal, jantung berdetak sebanyak 60 – 100 kali per menit.
- Produksi keringat menjadi
berlebihan.
- Pupil mengalami dilatasi
(melebar).
- Otot menjadi kaku.
- Sakit perut, hingga mual.
- Sakit kepala
- Sensasi tenggelam.
- Merasa tidak nyata.
Ataxophobia dapat meningkatkan
aktivitas sistem saraf otonom karena rasa takut dan adanya sinyal dari suatu
gangguan atau yang dianggap mengganggu.
Ataxophobia cenderung menghindari
situasi dengan gangguan sekecil apa pun daripada memilih untuk menghadapinya.
Sisi baiknya, ataxophobia memiliki gaya hidup yang sangat teliti dan teratur.
Ataxophobia akan merasa apabila sesuatu
yang sudah tertata rapi diubah, akhirnya bukan mendapatkan hasil yang lebih
baik, tetapi justru akan menjadi berantakan. Oleh karena itu, mereka tidak
berani keluar dari zona nyaman atau melakukan perubahan, sehingga hidupnya sulit untuk berkembang.
b. Decidophobia
Decidophobia adalah rasa takut
dalam mengambil keputusan. Decidophobia cenderung menyerahkan keputusan kepada
orang lain, terutama orang tua atau pasangan mereka. Seolah-olah decidophobia menggantungkan
nasib mereka pada orang lain. Setiap ada permasalahan, decidophobia tidak
berani memutuskan jalan keluarnya sendiri.
Hal ini disebabkan rasa traumatis
penderita saat mengambil suatu keputusan dalam hidupnya. Selain itu,
decidophobia dapat timbul dalam diri seseorang dikarenakan sejak kecil mereka
dibiasakan harus menuruti perintah dan keputusan orangtuanya. Untuk hal ini
kesalahan ada pada kedua orangtuanya yang terlalu memaksakan kehendak pada anak
mereka. Peran orangtua adalah membimbing anaknya, bukan mengatur.
Biarkan anak mengambil
keputusannya sendiri. Apabila orangtua merasa khawatir keputusan yang diambil
sang anak salah dikarenakan mereka pernah mengalami hal serupa di masa lalu,
tidak ada salahnya orangtua untuk mengingatkan. Jika anak salah mengambil
keputusan, hingga mengakibatkan dirinya tertimpa masalah, orangtua sebaiknya
tidak menekan dan terus menyalahkan mereka. Ajari anak untuk mencoba mengambil
hikmah dari setiap kegagalan yang dialaminya.
Gejala fisik yang terjadi pada
decidophobia, antara lain :
- Mulut kering.
- Sulit bernafas.
- Pusing.
- Kejang otot.
- Detak jantung meningkat.
- Gemetar.
c. Epistemophobia
Epistemophobia disebut juga
gnosiophobia. Epistemophobia adalah rasa takut untuk mempelajari ilmu
pengetahuan atau hal - hal baru. Epistemophobia dapat disebabkan oleh faktor traumatis
atau faktor genetik. Karena tak ingin mempelajari hal – hal baru,
epistemophobia dinilai sebagai pribadi yang kolot.
Di saat semua orang di sekitarnya
telah melakukan perubahan mengikuti zaman, epistemophobia memilih bertahan
dengan hal – hal yang sejak lama mereka percaya dan selalu mereka lakukan.
Epistemophobia menyebabkan penderitanya tidak mampu bersaing untuk mencapai
kesuksesan.
Gejala fisik yang terjadi pada
epistemophobia, antara lain :
- Dekat jantung meningkat.
- Sulit berbicara atau gugup.
- Gemetar.
- Sulit bernafas.
d. Hedonophobia
Hedonophobia disebut juga
cherophobia. Hedonophobia adalah rasa takut terhadap perasaan senang. Penderita
hedonophobia selalu merasa bersalah jika suatu hal baik atau yang membahagiakan
datang kepadanya. Hal ini disebabkan karena mereka terlalu memikirkan perasaan
orang lain yang mengalami kesulitan, musibah atau bencana.
Selain itu, hedonophobia
cenderung menolak untuk melakukan suatu kegiatan yang menyenangkan, seperti
bermain atau berekreasi. Hedonophobia merasa bahwa menunjukkan kebahagiaan
adalah suatu sikap yang buruk apalagi jika di sekitarnya terdapat seseorang
yang tengah kesulitan.
Komentar
Posting Komentar