Kalor Didih, Kalor Lebur Dan Kalor Beku Suatu Zat
Pengaruh kalor pada suatu zat tidak dapat
dilihat dengan kasat mata meskipun dapat merubah wujud zat. Oleh karena itu, kalor
disebut kalor laten.
Kalor Uap
Peristiwa mendidih
adalah peristiwa di mana saat suhu dinaikkan, terbentuk gelembung-gelembung uap
di dalam permukaan zat cair dan saat suhu diturunkan, gelembung-gelembung uap
akan meninggalkan permukaan zat cair.
Dalam peristiwa
mendidih, tidak akan terjadi peningkatan pada suhu zat cair. Dan peristiwa
mendidih hanya akan terjadi pada suhu tertentu yang mana disebut titik didih.
Jika kalor terus
diberikan pada suatu zat yang telah mendidih, tidak akan terjadi kenaikan suhu.
Energi kalor pada
zat yang telah mendidih akan mengubah suatu zat cair menjadi berwujud gas.
Energi kalor akan dilepaskan ketika uap air mengembun dan kembali menjadi air.
Oleh karena itu, uap air pada suhu 100 oC memiliki energi kalor
lebih besar daripada air pada suhu 100 oC.
Kalor uap adalah
banyaknya kalor (dalam satuan Joule) yang diperlukan untuk proses penguapan 1
kg zat cair pada titik didihnya.
Zat
|
Titik Didih
Normal (oC)
|
Kalor Uap (J/kg)
|
Air
|
100
|
2.260.000
|
Alkohol
|
78
|
1.100.000
|
Raksa
|
357
|
272.000
|
Timah hitam
|
1750
|
871.000
|
Tembaga
|
1187
|
5.069.000
|
Magnesium
|
1170
|
128.000
|
Perak
|
2193
|
2.336.000
|
Emas
|
2660
|
1.578.000
|
Besi
|
3032
|
6.340.000
|
Timbal
|
1620
|
735.000
|
Oksigen
|
-183
|
210.000
|
Nitrogen
|
-195,8
|
200.000
|
Amonia
|
-33,4
|
137.000
|
Tungsten
|
5900
|
4.800.000
|
Pengaruh Tekanan
Terhadap Titik Didih
Kenaikan tekanan
pada permukaan air akan menaikan titik didih air (> 100 oC).
Penurunan tekanan pada permukaan air akan menurunkan titik didih air (< 100 oC).
Contoh :
Ketika panci
presto yang tertutup rapat berisi air dipanaskan, uap akan terperangkap di atas
permukaan air. Hal ini menyebabkan tekanan pada permukaan air naik menjadi 2
kali tekanan normal (2 atm).
Kenaikkan tekanan
menyebabkan air tidak mendidih pada suhu 100 oC, melainkan pada suhu
120 oC. Titik didih yang tinggi akan menyebabkan makanan menjadi
lebih cepat matang atau tulang ikan menjadi lunak.
Untuk menjaga
tekanan uap di atas permukaan air tidak melebihi nilai tekanan yang
membahayakan, pancir presto dilengkapi dengan alat pengatur tekanan yang
disebut katup pengaman.
Katup pengaman
mengandung pemberat yang berada di atas sebuah lubang pada tutup panci. Ketika
tekanan uap berlebihan, tekanan uap akan menyebabkan pemberat tersebut
terangkat, sehingga sejumlah uap dapat keluar melalui lubang.
Di
atas permukaan laut, air mendidih pada suhu 100 oC. Semakin tinggi
suatu tempat dari permukaan laut, semakin rendah tekanan udaranya dan semakin
rendah titik didih air.
Contoh
:
-
Kota Denver, USA berada pada ketinggian 1600 m dari permukaan laut. Titik didih
air adalah 95 oC.
-
Ibu kota Meksiko, yaitu Mexico City berada pada ketinggian 2309 m dari
permukaan laut. Titik didih air berkisar 90 oC – 95 oC.
-
Kota Lhasa, Tibet berada pada ketinggian 3685 m dari permukaan laut. Titik
didih air adalah 90 oC.
-
Gunung Blanc, Swiss memiliki ketinggian 4807 m dari permukaan laut. Titik didih
air adalah 85 oC.
-
Gunung Everest, Nepal – Tibet memiliki ketinggian 8848 m dari permukaan laut.
Titik didih air adalah 70 oC.
Pengaruh
Ketidakmurnian Zat Terhadap Titik Didih
Ketidakmurnian
suatu zat dapat menaikkan titik didihnya.
Contoh :
Air yang diberi
sesendok gula atau sesendok garam memiliki titik didih di atas 100 oC.
Oleh karena itu, titik didih air laut lebih tinggi daripada titik didih air
murni/biasa.
Rumus :
Q
= m . U
U
= Q/ m
m
= Q/ U
Keterangan :
Q adalah kalor
(Joule atau J)
m adalah massa zat
(kg)
U adalah kalor uap
(J/kg)
Contoh 1 :
Hitunglah banyak
kalor yang diperlukan untuk menguapkan 2 kg air pada suhu 100 oC !
Jawab :
Diketahui bahwa :
M air = 2 kg
U air = 2.260.000
J/kg
Maka,
Q = m x U
= 2 x 2.260.000 = 4.520.000 J
Contoh 2 :
Sebanyak 920 kJ
energi diberikan pada sebuah wadah berisi 5 kg air 100 oC. Berapa
banyak air yang menguap dari wadah itu?
Jawab :
Diketahui bahwa :
Q = 920 kJ
U = 2.260.000 J/kg
= 2260 kJ
Maka,
m = Q/ U
= 920/ 2260 = 0,407 = 0,41 kg
Contoh 3 :
Hitunglah
banyaknya kalor yang diperlukan untuk menguapkan 1 kg air pada suhu 80 oC
!
Jawab :
Seperti yang telah
kita ketahui bahwa air hanya dapat mendidih pada suhu 100 oC. Oleh
karena itu, suhu 80 oC dinyatakan sebagai suhu awal.
Pada soal ini,
kita perlu mencari kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu air dari 80 oC
ke titik didih 100 oC dengan rumus :
Q1 = m
. c . ∆T
Diketahui bahwa :
m = 1 kg
c = 4200 J/kg oC
→
kalor jenis air
∆T = 100 oC
– 80 oC = 20 oC
Q1 = m
. c . ∆T
= 1 . 4200 . 20 = 84.000 J
Sedangkan kalor
yang dibutuhkan untuk menguapkan air 100 oC menjadi uap air 100 oC
adalah
Q2 = m
. U
= 1. 2.260.000 = 2.260.000 J
Maka, kalor yang diperlukan
untuk menguapkan 1 kg air dari suhu 80 oC menjadi uap air 100 oC
adalah
Q = Q1
+ Q2
= 84.000 + 2.260.000 = 2.344.000 J
Kalor Lebur Dan
Kalor Beku
Kalor lebur adalah
kalor yang dibutuhkan untuk meleburkan 1 kg zat padat menjadi 1 kg zat cair
pada titik leburnya. Sedangkan, kalor yang dilepaskan ketika 1 kg zat cair
membeku atau berubah wujud menjadi zat padat pada titik bekunya disebut kalor
beku.
Titik lebur suatu
zat sama dengan titik beku suatu zat yang sejenis.
Kalor lebur suatu
zat sama dengan kalor beku suatu zat yang sejenis.
Oleh karena itu,
rumus kalor lebur dan kalor beku adalah sama.
Pengaruh Tekanan
Terhadap Titik Lebur
Tekanan yang
diberikan pada suatu zat dapat menurunkan titik lebur zat tersebut.
Contoh :
Es melebur pada
suhu 0 oC pada tekanan normal (1 atm). Jika diberi tekanan 2 atm,
titik lebur es turun menjadi -0,007 oC. Tekanan akan kembali normal
jika suatu materi (contoh : kawat yang diberi beban) yang memberi tekanan pada
bagian es yang melebur telah lewat, sehingga air yang melebur dapat kembali
membeku atau menjadi es.
Pengaruh
Ketidakmurnian Zat Terhadap Titik Lebur
Ketidakmurnian
suatu zat padat dapat menurunkan titik lebur es (< 0 oC),
sehingga pada suhu di bawah 0 oC zat padat dapat melebur
Contoh :
Penambahan garam pada
campuran air dan es dapat menurunkan titik lebur es hingga -20 oC,
seperti pada proses pembuatan es krim. Untuk melebur diperlukan kalor. Karena
kalor tidak disuplai dari luar, maka kalor diambil dari dalam es, sehingga suhu
es akan turun lebih jauh walaupun es dalam keadaan cair.
Rumus :
Q
= m . L
L
= Q/ m
m
= Q/ L
Keterangan :
Q adalah kalor
(Joule atau J)
M adalah massa
suatu zat (kg)
L adalah kalor
lebur atau kalor beku (J/kg)
Zat
|
Titik Lebur (oC)
|
Kalor Lebur (J/kg)
|
Air
|
0
|
336.000
|
Alkohol
|
-97
|
69.000
|
Raksa
|
-39
|
120.000
|
Aluminium
|
660
|
403.000
|
Tembaga
|
1083
|
206.000
|
Platina
|
1769
|
113.000
|
Timbal
|
327
|
25.000
|
Timah hitam
|
327
|
25.000
|
Helium
|
-269,65
|
5230
|
Magnesium
|
650
|
8480
|
Besi
|
1535
|
289.000
|
Emas
|
1064
|
64.500
|
Perak
|
962
|
88.000
|
Sulfur/Belerang
|
119
|
38.100
|
Seng
|
420
|
100.000
|
Tungsten
|
3410
|
184.000
|
Amonia
|
-77,8
|
33.000
|
Oksigen
|
-218,8
|
14.000
|
Nitrogen
|
-210,0
|
26.000
|
Contoh 1 :
Sebanyak 28 gram
zat padat dipanaskan. Apabila grafik kalor zat padat tersebut adalah sebagai
berikut :
Berapa titik lebur
dan kalor lebur zat padat tersebut ?
Jawab :
m = 28 gram =
0,028 kg
Pada peristiwa
melebur, kalor yang diberikan pada suatu zat tidak dapat menaikkan suhu/tidak
terjadi kenaikkan suhu. Jadi, proses melebur ditunjukkan oleh garis BC. Maka,
titik lebur zat tersebut adalah 320 oC.
Berdasarkan grafik
tersebut kalor yang diberikan pada suatu zat untuk melebur adalah
Q = 1500 – 900 =
600 J
Maka,
L = Q/ m
= 600/0,028 = 21.429 J/kg
Contoh 2 :
Berdasarkan grafik
di bawah ini terlihat hubungan antara kenaikkan suhu dengan kalor yang diserap
oleh 50 gram es. Kalor jenis es 0,5 kal/g oC dan kalor lebur es 80
kal/g oC. Berapa nilai Q2 dalam grafik tersebut ?
Jawab :
Diketahui bahwa :
c = 0,5 kal/g oC
m = 50 gram
∆T = 100 – 0 = 100
oC
Q1 = m
. c . ∆T
= 50 . 0,5 . 100 = 2500 J
Dan
Q = m . L
= 50 . 80 = 4000 J
Maka,
Q = Q1
+ Q2
4000 = 2500 + Q2
4000 – 2500 = Q2
Q2 =
1500 J
Contoh 3 :
Hitunglah
banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk melebur 500 gram es pada suhu -4 oC
jika kalor jenis es adalah 2100 J/kg oC dan kalor lebur es adalah
340.000 J/kg !
Jawab :
Diketahui bahwa :
c = 2100 J/kg oC
m = 500 g = 0,5 kg
∆T = 0 – (-4) = 4 oC
L = 340.000 J/kg
Q1 = m
. c . ∆T
= 0,5 . 2100 . 4 = 4200 J
Q2 = m
. L
= 0,5 . 340.000 = 170.000 J
Maka,
Q = Q1
+ Q2
= 4200 + 170.000 = 174.200 J
Artikel Terkait :




Komentar
Posting Komentar