Novel Nietvermeld Bab 15 : Berpencar
Berpencar
Ashley tak bisa duduk tenang. Ia benar-benar gelisah
memikirkan nasib Zac.
“ Danny, kau diam saja?. Kau tidak mengkhawatirkan nasib
Zac. Dia kan sepupumu! ”.
“ Salahnya sendiri!. Aku sudah menyuruhnya untuk tutup
mulut tadi, tapi dia tidak mau mendengar ”.
“ Aku rasa itu wajar!. Pasti dia tidak terima
karena biasanya dia dihormati, tapi sekarang.....Dia pasti merasa harga dirinya
diinjak-injak ”.
“ Lalu, kau mau aku melakukan apa?. Aku bingung!. Aku
tadi sudah mengusahakan agar kita bisa keluar dari sel ini. Kau sendiri ada ide, tidak? ”.
Ashley terdiam. Duduk termangu.
Ternyata
Ashley menyukai Zac!. Lissette berkata
dalam hati. Rasanya ia ingin menenangkan Ashley, tapi ia takut Ashley tak mau
mendengarnya terlalu banyak bicara.
Sementara itu di sel seberang, Ben menangkap senyum licik
terpancar di wajah Finn. Para perempuan tidak melihatnya karena Finn berdiri
membelakangi mereka.
“ Kalian tenang saja!. Karena aku masih menyimpan ini! ”,
kata Finn sambil menunjukkan seutas kelip yang bentuknya telah menjadi lurus
tadi. “ Karena sibuk mengurusi ocehan Zac tadi, mereka jadi lupa dengan benda
ini ”.
Para perempuan terperanjat melihat benda yang berada
dalam genggaman Finn.
“ Aku akan mencoba membuka gembok ini lagi! ”.
“ Bagus, Finn!. Tapi kalau kau tidak juga bisa, lebih
baik kau serahkan benda itu kepadaku! ”, kata Danny.
Finn tak merespondnya. Ia terlalu fokus untuk membuka
kunci gembok sel yang mengurungnya.
Orang
ini benar-benar mencurigakan!. Pokoknya kalau dia benar-benar menyukai Mandy.
Aku akan meminta Mandy untuk menjaga jarak. Gumam Ben dalam hati. Ia terus mengawasi Finn secara diam-diam.
♦♦
Kyle
berbelok ke sebuah jalan. Ia keluar dari jalan besar dan memasuki jalan setapak di sekitar pepohonan. Pepohonan di sebelah kanan dan kiri jalan setapak itu tidak terlalu lebat, tetapi banyak tumbuh sesemakan di sekitarnya.
Pikir Kyle tempat itu adalah taman kota. Ia berdiri menunggu Seth sambil terus mewaspadai sekitarnya.
Pikir Kyle tempat itu adalah taman kota. Ia berdiri menunggu Seth sambil terus mewaspadai sekitarnya.
Tidak
lama kemudian, Seth datang. Wajahnya terlihat bingung. Ia terkejut melihat Kyle
yang ternyata sedang menunggunya.
“
Kenapa kau malah ke sini?. Dan sekarang kau malah berhenti berjalan. Kita tidak
punya banyak waktu ”.
“
Aku ke sini karena aku merasa ada yang mengganggu pikiranmu. Aku pikir ada
sesuatu yang mau kau bicarakan ”.
“
Soal itu....aku dengar dua orang wanita menduga kalau kita datang segerombolan.
Mereka sudah mencurigai kita. Aku khawatir kedua orang wanita itu sekarang
sedang memberi tahu teman-temannya. Lalu, mereka semua akan menangkap kita ”.
“
Dua orang wanita?. Di jalan dekat jembatan tadi? ”.
Seth
mengangguk.
“
Aku justru mendengar mereka membicarakan warga kota Mandros. Mereka mencurigai
kita sebagai warga kota itu. Bukan mencurigai kita datang dari bumi ”.
“
Kau yakin? ”.
“
Iya, aku yakin!. Aku sangat jelas mendengar pembicaraan mereka.... Sebenarnya,
aku penasaran apa masalah warga kota ini dengan warga kota Mandros. Sudah
berapa kali aku mendengar nama kota itu ”.
“
Berarti itu sama saja...kita seperti keluar dari mulut buaya, lalu masuk ke
mulut harimau ”.
“
Aku sih berharap mereka takut dengan warga kota Mandros. Jadi, kita agak aman!
”.
♦♦
Wajah Zac terlihat pucat pasi. Pikirannya benar-benar
kalut. Rasanya ia ingin memberontak lagi, tapi khawatir nasibnya semakin
terancam, apalagi saat ini ia hanya seorang diri.
Zac dibawa oleh para tentara kota Welvarend dengan
menaiki mobil tahanan. Mobil itu terbuka di bagian belakang dan hanya
beratapkan kain terpal pada bagian belakang itu.
Keterlaluan!.
Tidak ada yang menolongku tadi!. Zac
merutuki satu-persatu teman-temannya yang terkurung di dalam sel. Apa aku loncat saja dari mobil ini?.
Di sebelah Zac, duduk seorang tentara. Ia baru saja
menutup telepon dari tuannya. “ Don Fortunato meminta kita membawa anak ini ke
rumahnya dulu. Beliau ada rencana lain untuk anak ini sebelum dia dieksekusi ”,
katanya berbicara pada temannya yang duduk di seberangnya.
Zac tersentak. “ Apa pun yang direncanakannya, aku tidak
takut!. Dan aku tidak akan menurutinya! ”.
“ Sudah, diam saja kau! ”, gertak tentara itu.
Mobil tahanan pun berbelok ke jalan setapak di
sekitar pepohonan dan sesemakan.
“ Ada mobil datang!. Cepat sembunyi, Seth! ”, ujar Kyle. Ia
lekas berlari ke belakang sesemakan.
Seth mengikutinya. “ Kenapa ada mobil masuk ke dalam
sini?. Apa berarti jalan ini menuju sebuah pemukiman? ”.
Kyle terkekeh. “ Mungkin jalan ini menuju ke penjara
bawah tanah itu. Sudah ku duga, penjara bawah tanah itu pasti berada di tempat
yang tersembunyi sebab sejak tadi sepanjang jalan aku hanya melihat pusat
perbelanjaan, rumah, apartemen, cafe... ”.
“ Kyle, kau lihat!. Siapa yang ada di dalam mobil itu ”,
kata Seth menghentikan pembicaraan Kyle.
Kyle pun menoleh ke dalam mobil tahanan. Ia terkejut.
Sama terkejutnya dengan Seth. “ Zac!. Kenapa dia hanya sendiri?. Di mana yang
lainnya? ”.
Seth menggelengkan kepala. Wajahnya terlihat tegang.
“ Ayo, kita ikuti mobil itu! ”. Kyle lekas bangkit
berdiri. Ia berjalan menelusuri sesemakan dan pepohononan di luar jalan
setapak. Ia sengaja memilih menelusuri sesemakan karena jika ia berjalan di
jalan setapak, ia khawatir dua orang pria yang duduk di dekat Zac melihat ia
dan Seth.
“ Kenapa kita harus lewat sini?. Kita bisa kehilangan
jejak mobil itu. Sesemakan ini menghambat jalan kita ”.
“ Kita harus tetap menjaga jarak dari mobil itu. Kau
lihat sendiri kan tadi, bagian belakang mobil itu terbuka. Kalau kita berjalan
tepat di belakangnya, mereka akan melihat kita ”.
“ Oh, iya!. Kau benar! ”.
♦♦
“ Berhasil! ”, ujar Finn.
“ Apa?. Kau berhasil? ”, tanya Ben terkejut sekaligus
senang. Ia berlari mendekati Finn.
“ Ya, seperti yang kau lihat! ”, jawab Finn sambil
menunjukkan gembok yang sudah terlepas. “ Ini sih mudah sebenarnya!. Kalau saja
tadi aku mendapat lebih banyak waktu, kita sudah keluar sejak tadi ”.
Mudah?.
Seperti dia sudah sering melakukannya. Sebenarnya, seperti apa masa lalu orang ini?. Gumam Ben dengan
tatapan mencurigai Finn.
“ Hei, kenapa kau diam saja?. Ayo, kita keluar! ”.
Ucapan Finn menyentakkan Ben dari lamunannya. “ Oh, iya!.
Ayo! ”.
“ Finn, cepat buka gembok sel ini! ”, pinta Daniela.
“ Nanti saja ya!. Kita berdua harus memastikan dulu bahwa
keadaan di depan bangunan kotor ini aman ”.
“ Apa kau bilang?. Bagaimana kalau tiba-tiba kalian
mendapat masalah di luar?. Sampai kapan kami harus berada di sini? ”.
“ Kalau memang kau berpikir kita akan mendapat masalah di
luar, berarti kau juga akan mendapat masalah. Jadi, lebih baik kau tetap berada
di dalam dulu, kan? ”.
“ Setidaknya kami bisa kabur nanti. Kau dan Ben yang
menghalau mereka ”.
“ Iya, dia benar! ”, ujar Ben.
“ Aku tetap tidak setuju! ”.
“ Kalau begitu cepat berikan kawat itu!. Biar aku yang
membuka sendiri sel ini ”, kata Daniela sambil mengulurkan tangan kanannya.
“ Nih! ”, kata Finn. Setelah memberikannya, ia pun pergi
meninggalkan mereka.
Ben tampak kebingungan. Ia bingung memilih untuk
mengikuti Finn atau membantu para perempuan membuka gembok sel mereka. Namun
akhirnya, Ben memilih untuk menyusul Finn.
“ Dasar orang aneh! ”. Daniela mengumpat Finn.
“ Ya, sama seperti sahabatnya! ”, sahut Carey ketus.
Semua tahu bahwa yang dimaksud Carey adalah Zac.
“ Hei, kau jangan asal bicara anak kecil! ”, kata Ashley.
Carey hanya diam. Ia sama sekali tak mau menatap wajah
Ashley.
♦♦
Ben dan Finn celingukan melihat seisi penjara bawah tanah
itu. Mereka sedang mencari jalan untuk bisa keluar dari tempat itu selain pintu
utama.
“ Sial!. Tempat ini tidak ada fentilasi!. Pantas saja
udaranya sangat lembab dan pengap!. Pantas saja mereka bilang kita akan
mati membusuk di sini ”, gumam Ben.
Di sekitar mereka hanya ada dinding-dinding yang kotor.
Langit-langit bangunan itu cukup jauh dari jangkauan mereka. Seluruh lampu yang
menerangi bangunan itu merupakan lampu gantung.
“ Sekarang bagaimana?. Apa kau ada ide?. Atau kita keluar
saja dari pintu utama?. Berapa pun jumlah penjaganya, kita hadapi bersama!. Kau
tenang saja!. Aku cukup mahir bela diri ”.
Finn tak menggubris Ben. Ia larut dalam pemikirannya
sendiri.
Sial!.
Dia tidak mendengarkanku bicara. Orang ini sepertinya sulit diajak kerja sama. Ben menggerutu dalam hati. Ia tersentak ketika Finn
tiba-tiba beranjak dari tempatnya tanpa mengajak Ben. Tuh kan!. Dia main pergi saja tanpa mengajakku!. Bagaimanapun juga aku
harus mengikutinya. Ben terus
menggerutu dalam hati sambil berjalan mengikuti Finn.
“ Sebaiknya kita jangan terlalu banyak
berkeliling-keliling di tempat ini!. Aku khawatir ada yang datang ”, kata Ben
sambil berjalan.
“ Iya, aku tahu!. Makanya, kau jangan bicara
kencang-kencang! ”.
♦♦
“ Bagaimana Danny?. Kau bisa tidak? ”, tanya Mandy.
“ Sulit! ”, jawab Danny sambil mendesah. Ia tampak sudah
menyerah.
“ Kenapa mereka berdua tidak juga kembali? ”, tanya
Ashley.
“ Seperti dugaanku, mereka mungkin dibawa pergi dari
tempat ini seperti Zac. Lalu, kita akan terus di sini selamanya. Semua karena
ulah mereka!. Kau ingat kan, jika salah satu dari kita berbuat onar, kita semua
kena masalah? ”, jawab Danny, kesal. Ia pun menjatuhkan dirinya duduk bersandar
di dinding sel.
“ Aku ingin mencobanya! ”. Carey secepatnya mengambil
seutas kawat yang terletak di sebelah Daniela.
“ Danny saja tidak berhasil, apalagi kau! ”, kata Ashley.
“ Kau jangan selalu meremehkan anak kecil!. Lagi pula,
aku bukan anak kecil lagi! ”.
“ Ya, sudah, Ashley!. Biarkan dia mencobanya! ”, kata
Mandy.
Ashley pun menjauh dan duduk di sebelah Daniela.
♦♦
Mobil tahanan itu berhenti di sebuah rumah megah dengan
halaman yang sangat luas. Seorang tentara turun dari dalam mobil dan berjalan
menuju pagar besi rumah itu. Ia menekan tombol yang terpasang di salah satu
sisi dinding yang mengelilingi rumah itu.
Tak lama kemudian, pintu gerbang rumah itu terbuka. Mobil
tahanan yang membawa Zac masuk ke dalam pekarangan rumah megah itu.
Selang beberapa menit kemudian, Kyle dan Seth tiba di
depan rumah megah itu. Mereka tampak takjub memperhatikan rumah megah itu.
“ Ini rumah siapa? ”, tanya Seth.
“ Mungkin rumah pemerintah kota ini. Seperti Mr.Barton!
”.
“ Untuk apa Zac dibawa ke sini?. Dia bukan dibawa ke
penjara bawah tanah. Lalu, di mana yang lainnya?. Bagaimana dengan Carey? ”.
“ Sementara ini, kita lupakan dulu yang lainnya!. Kita harus
menolong Zac dulu!. Baru kita akan tahu di mana yang lainnya berada ”.
“ Berarti kita harus masuk ke dalam rumah ini?. Bagaimana
caranya? ”.
Pandangan Kyle langsung tertuju pada tombol di dekat
pintu gerbang. “ Dengan menekan ini! ”. Tanpa pikir panjang lagi, ia langsung
menekan tombol itu.
Seth terkejut. Ia langsung menjadi panik. “ Kenapa kau
main menekannya? ”.
“ Siapa? ”, kata seseorang melalui mesin penjawab.
“ Pengantar daging! ”, jawab Kyle dengan suara yang dibuat-buat
agar terkesan lebih dewasa.
Seth menepuk dahi. Pusing melihat kelakuan Kyle.
“ Astaga!. Aku lupa!. Jangan-jangan di sekitar pagar ini terpasang
kamera CCTV! ”, ujar Kyle tiba-tiba. Ia membuat Seth semakin panik. “ Kalau begitu,
tidak perlu basa-basi lagi!. Ayo, kita masuk! ”.
Kyle langsung memanjat dinding di sekeliling rumah megah itu.
Ia memanjat dengan lihai. Tidak seperti Seth yang kesulitan karena ia tidak mendapati tempat berpijak untuknya.
Belum juga Seth berhasil memanjat, tiba-tiba terdengar suara beberapa
orang pria. Secara naluri, Seth segera bersembunyi di balik sesemakan yang terdekat.
“ Di mana pengantar daging gadungan itu?. Di mana dia bersembunyi?.
Ayo, cepat kita cari! ”, kata salah seorang pria yang mengenakan kemeja lengan panjang
berwarna hitam.
Kenapa
mereka mencari di luar rumah?. Apa berarti Kyle berhasil bersembunyi di dalam?. Tidak ada cara lain!.
Kalau aku terus bersembunyi di sini, mereka bisa menemukanku. Lebih baik aku kembali
ke jalan besar tadi dan mencari penjara bawah tanah itu sendiri.
Seth pun berjalan dengan merangkak, menelusuri sesemakan.

Komentar
Posting Komentar