Novel Fantasi Nietvermeld Bab 17 : Menyelamatkan Zac


Sepertinya aku bisa mendapatkan sesuatu dari gudang rumah ini. Tetapi, di mana letak gudangnya. Gumam Kyle dalam hati.
Ketika Kyle melewati sebuah lorong panjang yang sepi, ia tak sengaja mendengar teriakan seseorang dari dalam ruangan. Ia mengenal suara teriakan itu.
“ Keluarkan aku dari sini!. Seharusnya kau tidak memercayaiku untuk melakukan tugas itu karena aku justru akan membuatmu merugi ”, teriak Zac. Ia pikir tentara yang mengantarnya memasuki ruang kosong itu masih berada di depan pintu. Ia melampiaskan kekesalannya dengan menendang pintu ruangan itu karena tak ada yang menyahutinya.
“ Zac! ”, panggil Kyle sambil menepuk-tepuk pintu ruangan itu dengan kedua telapak tangannya. “ Kaukah itu?. Ini aku, Kyle! ”, sambungnya.
“ Kyle? ”.
“ Iya! ”.
“ Cepat kau keluarkan aku dari tempat ini! ”.
“ Aku berusaha melakukannya, tapi pintu ini dikunci ”.
“ Cepat cari kuncinya!. Aku yakin kunci ruangan ini berada di dalam ruangan si Tua itu ”.
“ Di mana ruangannya? ”.
“ Kau telusuri saja lorong ini ke arah kiri. Ketika ada persimpangan kau belok ke kiri. Di sana hanya ada satu pintu ”.
“ Baiklah, kau tunggu!. Aku akan mencoba mengambil kuncinya! ”.
Ketika Kyle hendak berlari ke arah yang ditunjukkan Zac, seseorang justru muncul dari arah itu. Ia adalah pria berkemaja hitam yang tadi dilihatnya. Secara tidak langsung seseorang itu membawanya menulusuri arah berlawanan dari lorong itu.

♦♦♦

Mata Zac membulat saat dilihatnya, engsel pintu ruangan itu bergerak. Ia berharap bahwa seseorang yang datang adalah Kyle. Karena khawatir dugaannya salah, ia tak langsung menyebut nama Kyle ataupun nama julukan yang selama ini digunakannya untuk Kyle.
Ketika daun pintu itu terbuka, tersirat raut wajah kecewa dari wajah Zac karena yang datang adalah pria berkemeja hitam itu.
Rupanya kunci ruangan ini ada pada orang ini. Gumam Zac yang tengah duduk di lantai ruangan sambil menatap pria itu.
“ Aku ke sini untuk mengecek keadaanmu karena aku tahu dua orang temanmu berada di dalam rumah ini ”, kata pria itu sambil berjongkok di hadapan Zac.
Dua orang?. Mungkin Seth!. Ya, pasti Kyle bersama Seth. Gumam Zac dalam hati sebelum akhirnya ia tiba-tiba berpura-pura terkejut lalu menertawakan ucapan pria itu. “ Teman?. Temanku yang mana?. Bukankah semua temanku sudah kalian penjarakan? ”.
“ Jangan mencoba membohongiku!. Aku tahu ada dua orang temanmu yang berhasil meloloskan diri dari tentara kota ini ”.
“ Aku tidak mengerti ucapanmu!. Temanku hanya mereka yang berada dalam penjara itu. Mungkin kau salah menduga ”.
Apa mungkin mereka berbeda kelompok?. Pria berkemeja hitam itu bertanya-tanya dalam hati. “ Ya, sudah kalau kau tidak mau berterus terang!. Ku beri tahu saja, semua orang di rumah ini sedang mencarinya. Dan untuk kau, tunggulah sampai persiapan untuk keberangkatanmu selesai! ”.
Pria itu pun berdiri dan pergi meninggalkan Zac. Ia tak lupa mengunci pintu ruangan itu kembali.
Zac tahu itu. Ia bisa mendengar suara pintu dikunci.
 “ Argh, sial!. Ternyata keberadaan mereka sudah diketahui di sini ”.

♦♦♦

BOOM!!
Terdengar suara sesuatu meledak dari dalam penjara bawah tanah. Suaranya tidak terlalu besar, tapi cukup dapat terdengar oleh dua orang pria yang berjaga di depan pintu utama.
Kedua pria itu pun membuka pintu utama. Dan mereka terkejut ketika mendapati penjara bawah tanah itu gelap.
“ Ada apa ini? ”, tanya yang seorang.
“ Apa bohlam lampu tempat ini meledak? ”, tanya yang seorang lagi.
“ Tidak mungkin semua bohlam lampu bisa meledak secara bersamaan ”.
“ Apa ada yang meledakkannya? ”, tanya seorang lagi yang baru datang.
“ Siapa?. Bukankah mereka semua terkurung dalam sel? ”.
“ Coba kita cek! ”.
Ketika satu-persatu penjaga telah memasuki tempat kotor dan lembab itu, Daniela dan teman-temannya keluar dari persembunyian dan berlari ke arah pintu utama yang terletak di sebelah kanan mereka.
Mereka harus berlari secepat mungkin agar silute tubuh mereka tidak tertangkap oleh para penjaga itu. Karena bagaimanapun, langit di luar penjara bawah tanah itu masih terang. Cahaya dari luar bisa membantu membentuk silute tubuh mereka.
“ Aku seperti melihat sekelebatan ”, kata seorang penjaga yang berada paling belakang.
“ Apa itu hantu? ”, kata temannya yang sudah mulai ketakutan.
“ Aaa...aku punya korek api gas. Biar kunyalakan untuk membantu penglihatan kita! ”, kata temannya yang lain sambil merogoh saku celananya.
Saat semua penjaga bawah tanah itu sibuk, Finn dan Ben mencoba mencari jalan keluar. Mereka meraba-raba ruang kosong di sekitar mereka.
Ben lebih merasa kesulitan untuk mengambil arah. Ia benar-benar tidak bisa melihat dalam gelap, hingga ia tak sengaja menabrak salah seorang penjaga bawah tanah dan ia terjatuh.
“ Ada sesuatu yang menabraku dari sebelah kiri! ”, ujar pria itu.
Temannya yang memegang korek api gas lekas mengarahkan cahaya korek itu ke arah kiri. Untunglah mereka tidak berhasil menangkap penampakan Ben karena Finn berhasil menarik Ben menjauh dari tempatnya terjatuh meskipun Ben sempat terhuyung.

♦♦♦

Sial!. Aku jadi harus berlari ke arah ini. Bagaimana caranya agar aku bisa kembali ke arah sana?. Tapi, apakah jika aku kembali, aku akan aman?. Jangan-jangan pria itu berjaga-jaga di depan pintu ruangan yang mengurung Zac!. Gumam Kyle sambil mondar-mandir di tempat. Ia terlihat kalut.
 Ketika terdengar suara langkah kaki, Kyle lekas berlari menjauh dari tempatnya. Ia mencoba membuka pintu salah satu ruangan yang didapatinya. Berharap, ia bisa bersembunyi di dalamnya.
Ia bersyukur karena pintu ruangan itu tidak terkunci. Ia masuk dan menutup kembali pintu ruangan itu. Ruangan itu gelap. Kyle mencoba mencari sakelar lampu ruangan itu sambil meraba-raba dinding di dekat pintu. Dan ia berhasil mendapatinya. Sekarang ruangan itu sudah tidak gelap. Rupanya ruangan itu adalah gudang.
“ Ini dia yang aku cari!. Coba kita cari apa saja yang bisa aku dapatkan dari sini! ”.
Kyle tak sadar bahwa tindakannya menyalakan lampu ruangan itu justru mengundang kedatangan seorang pria lain yang juga berkemeja hitam.
Pria itu datang karena mencurigai lampu gudang yang biasanya mati, kini dilihatnya menyala. Ia pun membuka pintu gudang itu. Pandangannya menyapu seisi gudang.
Ketika ia berjalan memasuki gudang untuk mengecek keadaan di sana lebih dalam, Kyle yang berhasil bersembunyi di belakang pintu sebelum pria itu membuka pintu, pun berhasil memukul bagian belakang kepala pria itu, hingga membuat pria itu tak sadarkan diri.
“ Hampir saja! ”, kata Kyle yang akhirnya bisa menghela nafas, lega.
Kyle memerhatikan pria itu beberapa menit, hingga suatu rencana terbesit di pikirannya. Ia mengangguk-angguk yakin bahwa rencananya akan berjalan lancar.

♦♦♦

“ Akhirnya kalian keluar juga!. Ayo, cepat kita pergi dari tempat ini sebelum mereka mengetahui kalau kita sudah tidak ada di dalam ”, kata Mandy.
“ Iya!. Ayo!. Tapi kita mau ke mana? ”, tanya Ben dengan nafas tak beraturan.
“ Tentu saja kita harus mencari Zac! ”, jawab Ashley cepat.
“ Memang kau yakin di masih hidup? ”, tanya Ben.
“ Jaga bicaramu!. Kau berharap Zac mati? ”, tanya Ashley.
“ Bukan begitu, tapi kau kan tahu mereka bilang akan membunuh Zac tadi ”, jawab Ben.
“ Entah kenapa aku yakin Zac masih hidup ”, sahut Finn.
“ Apa kita juga tidak mencari Kyle dan Seth? ”, tanya Ben.
“ Buat apa mencari mereka?. Mereka saja tidak berusaha menolong kita ”, jawab Danny.
“ Aku yakin mereka sedang berusaha mencari kita ”, sahut Carey kesal. Ia tak bisa menerima ucapan Daniela yang menyinggung kakaknya.
“ Ya, sudah!. Ayo, cepat kita tinggalkan tempat ini! ”, ajak Finn yang langsung membuka pintu gerbang penjara bawah tanah itu.

♦♦♦

Kyle keluar dari gudang itu dengan mengenakan pakaian yang miliki pria itu. Pada akhirnya, ia tak mengambil apapun dari dalam gudang sebab jika ia membawa sesuatu dari dalam gudang, penyamarannya tidak akan berjalan mulus. Ia menyamar menjadi pegawai di rumah itu sebab ia yakin sebagian besar penghuni rumah itu belum mengenali wajahnya. Ia bisa mengaku sebagai pegawai baru.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime