Serba-Serbi Bunyi

Bunyi disebabkan oleh benda yang bergetar. Di beberapa tempat, molekul-molekul udara didorong hingga lebih berdekatan pada tekanan yang lebih tinggi (rapatan) dan di beberapa tempat lain, molekul-molekul udara didorong hingga saling berjauhan pada tekanan yang lebih rendah (renggangan).

Serba-Serbi Bunyi

Akan tetapi, molekul-molekul udara hanya bergetar maju-mundur dan tidak merambat sepanjang ruangan. Oleh karena itu, gelombang bunyi di udara merupakan gelombang longitudinal yang mana terdiri dari rapatan dan renggangan.

Osiloskop merupakan alat yang dapat digunakan untuk memantau bentuk suatu gelombang. Bentuk gelombang yang ditampilkan dalam layar osiloskop terlihat seperti gelombang transversal. Namun, terdapat rapatan dan renggangan. Panjang gelombang bunyi adalah jarak antara dua renggangan atau rapatan yang berdekatan yang terdiri dari satu bukit dan satu lembah.

Bunyi yang merambat memerlukan zat antara (medium). Bunyi tidak dapat merambat melalui vakum (hampa udara). Hampir semua zat dapat menghasilkan rapatan dan renggangan. Oleh karena itu, bunyi dapat merambat melalui gas, zat cair dan zat padat.

Bunyi merambat paling baik dalam zat padat dan paling buruk dalam gas.

Bukti bunyi merambat lebih baik dalam zat cair daripada dalam gas :

Saat kita melakukan percobaan mendengar bunyi jam yang disegel dalam kaleng kedap air dan diletakkan di dasar sebuah bejana kosong, hingga kemudian bejana diisi dengan air. Fakta menunjukkan bawah bunyi detakan jam terdengar lebih jelas ketika bejana diisi air.

Bukti bunyi merambat lebih baik dalam zat padat daripada dalam gas :

Saat kita melakukan percobaan mendengar suara lawan bicara melalui dua buah kaleng logam yang mana kedua kaleng logam dihubungkan oleh seutas kawat tipis melalui lubang kecil pada kedua kaleng logam. Fakta menunjukkan bawah suara lawan bicara kita saat berbicara pelan pada jarak tertentu tidak dapat terdengar jika tanpa menggunakan kedua kaleng logam yang dikenal sebagai telepon mainan itu.

Tiga syarat terjadinya bunyi :
a. Ada benda yang bergetar (sumber bunyi).
b. Ada zat antara (medium) tempat merambatnya bunyi.
c. Ada penerima yang berada di dekat atau dalam jangkauan sumber bunyi.

Telinga merupakan indera pendengaran yang memiliki keterbatasan penerimaan bunyi. Sebaiknya jangan berada di suatu tempat yang sangat bising dalam waktu lama karena akan menyebabkan kerusakan pada indera pendengaran.

Kilat dan guntur terjadi secara serentak. Namun, kita akan lebih dulu melihat cahaya kilat sebelum beberapa detik kemudian kita mendengar suara guntur. Karena itu disimpulkan bahwa untuk merambat dari sumber bunyi ke telinga memerlukan waktu.

Mengapa bunyi petir dapat didengar setelah sesaat sebelum cahaya petir terlihat ?

Jawab :

Bunyi petir (guntur) dan cahaya petir (kilat) terjadi serentak. Kecepatan cahaya jauh lebih besar daripada kecepatan bunyi. Karena cepat rambat bunyi tidak terlalu besar nilainya, maka saat terdengar bunyi petir tidak bersamaan dengan saat terjadinya petir.

Cepat Rambat Bunyi

Cepat rambat bunyi adalah hasil bagi jarak antara sumber bunyi dan pendengar dalam selang waktu yang diperlukan untuk merambat.

Rumus :
v = s/t

Keterangan :
v adalah cepat rambat bunyi (m/s)
s adalah jarak (m)
t adalah waktu (s)

Pengukuran cepat rambat bunyi pertama kali dilakukan oleh Moll dan Van Beek, dua orang ilmuwan yang berasal dari Belanda. Mereka melakukan percobaan dengan melakukan penembakan meriam pada malam hari di puncak dua bukit yang terbentang jarak 17 km di antara kedua bukit. Salah seorang dari mereka melakukan penembakan meriam, sedangkan seorang lagi menghitung waktu menggunakan stopwatch.

Untuk menghitung pengaruh angin, mereka bekerja secara bergantian/ bertukar posisi. Hasil perhitungan kedua pengamat diambil nilai rata-ratanya. Nilai rata-rata tersebut adalah cepat rambat bunyi.

Mereka juga melakukan percobaan pada berbagai suhu dan mendapatkan bahwa cepat rambat bunyi di udara berbeda-beda di setiap suhu yang berbeda.

Semakin tinggi suhu udara, maka semakin besar cepat rambat bunyi. Semakin rendah suhu udara, maka semakin kecil cepat rambat bunyi.

Cepat rambat bunyi tidak bergantung pada tekanan udara. Cepat rambat bunyi di tempat yang lebih tinggi (pegunungan) akan lebih kecil daripada cepat rambat bunyi di tempat yang lebih rendah (dekat permukaan laut). Hal ini bukan dikarenakan tekanan udara di tempat yang lebih tinggi lebih kecil, melainkan karena suhu udara di tempat yang lebih tinggi lebih rendah daripada suhu udara di tempat yang lebih rendah.

Contoh 1 :
Pada suatu saat terlihat cahaya petir dan 20 s kemudian terdengar bunyi petirnya. Jika cepat rambat bunyi 340 m/s, hitunglah jarak antara petir dan pengamat!

Jawab :
s = v . t
 = 340 . 20 = 6800 m

Contoh 2 :
Sebuah roket berjarak 1,6 km dari seorang penjaga pantai. Jika cepat rambat bunyi di udara 320 m/s, berapa lama sejak penjaga pantai tersebut melihat roket terbakar dan akan mendengar bunyi ledakan?

Jawab :
s = 1,6 km = 1600 m
t = s/v = 1600/320 = 5 s

Audiosonik, Infrasonik Dan Ultrasonik

Telinga normal manusia hanya dapat mendengar bunyi audiosonik, yaitu bunyi dengan frekuensi 20 Hz – 20.000 Hz.

Infrasonik adalah bunyi yang memiliki frekuensi lebih rendah dari 20 Hz. Ultrasonik adalah bunyi yang memiliki frekuensi lebih tinggi dari 20.000 Hz. Telinga normal manusia tidak dapat mendengar bunyi infrasonik maupun ultrasonik. Kedua jenis bunyi ini hanya dapat didengar oleh hewan.

Mungkin terdapat beberapa orang yang dapat mendengar bunyi infrasonik maupun ultrasonik, tetapi seiring bertambahnya usia, jangkauan frekuensi pendengaran menjadi berkurang. Selain itu, infeksi dalam telinga dan kerusakan pada cochlea/koklea/rumah siput juga dapat menyebabkan pendengaran manusia menjadi berkurang.

Jangkrik dapat mendengar bunyi infrasonik.
Anjing dapat mendengar bunyi infrasonik maupun ultrasonik.

Kelelawar dapat mendengar bunyi infrasonik dan dapat memancarkan gelombang ultrasonik. Pancaran ultrasonik memungkinkan kelelawar untuk menentukan jarak suatu benda terhadap dirinya berdasarkan selang waktu kembalinya pancaran ultrasonik yang tertangkap oleh indera pendengarannya. Oleh karena itu, kelelawar tidak pernah mengalami tabrakan saat terbang pada malam hari.

Penggunaan Ultrasonik Oleh Manusia

Prinsip pengiriman dan penerimaan pulsa ultrasonik pada kelelawar dimanfaatkan untuk pembuatan kacamata tunanetra. Penerima akan menghasilkan suatu bunyi tinggi atau rendah bergantung pada jarak benda yang memantulkan pulsa ultrasonik, apakah berada dekat atau jauh dari seorang tunanetra.

Selain itu, pulsa ultrasonik juga digunakan untuk menentukan lokasi kawanan ikan di bawah kapal dan kedalaman laut. Pulsa ultrasonik dipancarkan oleh instrumen yang disebut fathometer. Ketika pulsa ultrasonik mengenai dasar laut atau kawanan ikan, pulsa tersebut dipantulkan dan diterima oleh sebuah penerima. Dengan mengukur selang waktu antara saat pulsa ultrasonik dipancarkan dan saat pulsa ultrasonik diterima, kita dapat menghitung kedalaman laut.

Jika pulsa ultrasonik yang terpancar memerlukan waktu lama untuk kembali ke penerima, maka dinyatakan bahwa laut tersebut dalam. Jika pulsa ultrasonik yang terpancar hanya memerlukan waktu singkat untuk kembali ke penerima, maka dinyatakan bahwa laut tersebut dangkal.

Dalam bidang kedokteran, pemanfaatan prinsip pulsa ultrasonik lebih dikenal dengan sebutan USG (Ultrasonografi). Pulsa ultrasonik juga digunakan oleh dokter gigi untuk mengguncang kotoran dan plak/karang gigi melalui getaran-getaran ultrasonik.

Pemeriksaan USG dapat menentukan apakah pasien menderita kanker atau tidak. Selain itu, pemeriksaan USG dapat menentukan berat, umur, jenis kelamin dan kelainan janin dalam rahim ibu.

Contoh :
Alat fathometer mencatat selang waktu 3 sekon mulai dari pulsa ultrasonik dikirim sampai diterima kembali. Jika cepat rambat bunyi dalam air 1500 m/s, tentukanlah kedalaman air laut di bawah kapal!

Jawab :
s = v . t
   = 1500 . 3 = 4500

Karena pulsa ultrasonik menempuh jarak pergi-pulang, maka :
Kedalaman laut = jarak / 2
                          = 4500/ 2 = 2250 m

Artikel Terkait :
Sistem Pendengaran Pada Manusia

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime