Frekuensi Nada (Interval Nada)
Bunyi terbagi
menjadi dua, yaitu :
a. Desah adalah
bunyi yang memiliki frekuensi tidak teratur.
Contoh : Bunyi
daun ditiup angin dan bunyi gemuruh ombak.
b. Nada adalah
bunyi yang memiliki frekuensi yang teratur.
Contoh : Bunyi
berbagai alat musik.
Hal itu
dikarenakan berbagai alat musik selalu menghasilkan jumlah getaran yang sama
dalam tiap satuan waktu.
Berikut ini jarak
pada tangga nada :
Tinggi nada di
atas dapat diubah-ubah karena frekuensinya belum ditentukan. Jadi, kita dapat
menyanyikan nada do setinggi re atau setinggi mi dan seterusnya, sedangkan
nada-nada lain mengikuti jarak nada-nada di atas.
Saat menyanyikan
sebuah lagu, kita harus memerhatikan nada yang tertinggi. Hal yang perlu dilakukan
adalah mencoba nada tersebut dengan suara kita yang tinggi, kemudian ditentukan
tinggi nada permulaan berdasarkan pada nada tinggi tadi. Dengan demikian, kita
tidak akan mengalami kehilangan suara karena tidak dapat mencapai nada
tertinggi pada lagu itu.
Seorang penyanyi
memang harus bisa mengatur tinggi rendah nada lagu yang dinyanyikan agar tidak
kehilangan suara.
Nada-nada yang
digunakan dalam teori musik adalah :
C D E F G A B c
c d e f g a b c1
c1 d1
e1 f1 g1 a1 b1 c2
c2 d2
e2 f2 g2 a2 b2 c3
c1
dikatakan satu oktaf di atas c.
c2
dikatakan satu oktaf di atas c1 atau dua oktaf di atas c atau satu
oktaf di bawah c3.
Agar tinggi nada
dalam sebuah lagu sesuai dengan kehendak penciptanya, maka digunakan “kunci”,
misalnya do = c. Artinya nada do pada
lagu sama tinggi dengan nada c pada
piano atau alat musik internasional lainnya.
Perbandingan
Frekuensi Atau Interval Nada
Interval nada
adalah sebagai berikut :
c d e f g a b c1
24 27 30 32 36 40 45 48
Artinya :
c : d = 24 : 27 =
8 : 9
c : c1
= 24 : 48 = 1 : 2
Frekuensi yang
digunakan sebagai nada dasar adalah nada a
dan secara internasional telah ditetapkan sama dengan 440 getaran dalam satu
sekon atau frekuensi nada dasar a =
440 Hz.
Contoh :
Hitunglah
frekuensi nada dari :
i. c
ii. d
iii. g
Jawab :
Dalam setiap kasus
diketahui nada dasar a = 440 Hz
Dari interval
nada-nada :
i. c : a = 24 : 40
c : 440 = 24 : 40
40c = 440 x 24
c = 440 x 24 = 264
Hz
40
ii. Dari interval
nada-nada :
d : a = 27 : 40
d : 440 = 27 : 40
40d = 440 x 27
d = 440 x 27 = 297 Hz
40
iii. Dari interval
nada-nada :
g : a = 36 : 40
g : 440 = 36 : 40
40g = 440 x 36
d = 440 x 36 = 396 Hz
40
Perbandingan
frekuensi nada-nada lainnya dengan nada c diberi nama seperti di bawah ini :
c = 24 = Prime
d = 27 = Sekunde
e = 30 = Terts
f = 32 = Kuart
g = 36 = Kuint
a = 40 = Sext
b = 45 = Septime
c1 = 48 = Oktaf
d = 27 = Sekunde
e = 30 = Terts
f = 32 = Kuart
g = 36 = Kuint
a = 40 = Sext
b = 45 = Septime
c1 = 48 = Oktaf
Artinya :
d : c = 27 : 24 =
9 : 8 (sekunde)
e : c = 30 : 24 =
5 : 4 (terts)
f : c = 32 : 24 =
4 : 3 (kuart)
g : c = 36 : 24 =
3 : 2 (kuint)
a : c = 40 : 24 =
5 : 3 (sext)
b : c = 45 : 24 =
15 : 8 (septime)
c1 : c
= 48 : 24 = 2 : 1 (oktaf)
Interval-interval
yang perlu diingat adalah
Contoh :
Sebuah nada
memiliki frekuensi 396 Hz. Hitunglah frekuensi nada yang sama, tetapi :
a. Dua oktaf lebih
tinggi
b. Satu oktaf
lebih rendah
Jawab :
Frekuensi = 396 Hz
Pada gambar
interval-interval yang perlu diingat, diketahui bahwa nada oktaf memiliki
perbandingan 1 : 2.
a. Frekuensi nada
2 oktaf lebih tinggi artinya :
f1 : f
= 22 : 1 → 22 karena 2 oktaf lebih tinggi
f1 :
396 = 4 : 1
f1 x 1
= 396 x 4
f1 =
1584/1 = 1584 Hz
b. Frekuensi nada
1 oktaf lebih rendah artinya :
f1 : f
= 1 : 2
f1 :
396 = 1 : 2
f1 x 2
= 396 x 1
f1 =
396/2 = 198 Hz
Maka, frekuensi
nada f1 yang mana satu oktaf lebih rendah dari 396 adalah 198 Hz.
Hukum Marsenne
Marsenne adalah
seorang ahli Fisika yang berasal dari Prancis. Marsenne menyimpulkan mengenai
empat faktor yang memengaruhi frekuensi alami sebuah senar atau kawat, yaitu :
1. Frekuensi senar
bergantung pada panjang senar.
Senar panjang
memiliki frekuensi rendah, sedangkan senar pendek memiliki frekuensi tinggi.
2. Frekuensi senar
bergantung pada luas penampang senar.
Senar tebal
memiliki frekuensi rendah, sedangkan senar tipis memliki frekuensi tinggi.
3. Frekuensi senar
bergantung pada tegangan senar.
Senar yang
tegang/kencang memiliki frekuensi tinggi, sedangkan senar yang kendor memiliki
frekuensi rendah.
4. Frekuensi senar
bergantung pada massa jenis senar.
Senar yang ringan/massa
jenis kecil memiliki frekuensi tinggi, sedangkan senar yang berat/massa jenis
besar memiliki frekuensi rendah.


Mengapa musik bethoven mozart menggunakan frekuensi nada A 435 Hz bukan 440
BalasHapuskarena dia pengen beda sendiri
BalasHapusfrekuensi gamelan berapa hertz
BalasHapusKayak e diatasnya 440 hertz
BalasHapus