Novel Fantasi Nietvermeld Bab 18 : Arti Sahabat
Awalnya,
tak ada siapa pun di sekitar lorong itu. Meskipun sudah menyamar sebagai
pekerja di kediaman pria berambut klimis itu, hati Kyle tetap tidak bisa
tenang. Terutama saat ia mendengar suara derap langkah kaki di belakangnya.
“
Hei, kau! ”, panggil pria yang berada di belakang Kyle.
Kyle
menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah pria itu dengan gugup. “ Ada
apa? ”, tanya Kyle berusaha setenang mungkin.
Pria
berkemeja hitam itu mengernyit. Kyle belum pernah melihatnya sebelumnya. Pria
ini adalah pria yang berbeda dari yang ia lihat sebelumnya.
“
Aku tidak pernah melihatmu di rumah ini ”.
“
Aku masih baru ”.
“
Ooo.....”. Pria itu tampak memercayai ucapan Kyle. “ Wajahmu tampak seperti
masih anak-anak ”.
Kyle
memaksa tertawa. “ Ya, begitulah!. Orang banyak mengatakan aku ini baby face.
Memang kita tidak pernah tepat menebak usia seseorang hanya sekadar dari wajah
atau tingkah lakunya, kan?. Ngomong-ngomong ada apa tadi memanggilku? ”.
“
Kau melihat ada penyusup di sini?. Temanku bilang ada penyusup memasuki rumah
ini untuk menyelamatkan temannya yang dikurung di dalam ruang kosong ”.
Kyle
berpura-pura terkejut dan menunjukkan rasa empati dari raut wajahnya. “ Tidak!.
Aku belum melihatnya, tapi aku akan bantu mencarinya. Ngomong-ngomong kenapa
temannya dikurung di dalam ruang kosong?. Kesalahan apa yang dia perbuat? ”.
“
Dia pencuri! ”.
Lagi-lagi
Kyle berpura-pura terkejut. “ Pintu ruang kosong itu sudah pasti terkunci, kan?.
Kita jangan sampai lengah!. Jangan sampai kita lupa mengunci pintu ruangan itu!
”.
“ Tentu
saja tidak akan! ”.
“
Dan kunci ruang kosong itu sudah pasti aman, kan?. Jangan sampai temannya
berhasil menemukannya! ”.
“
Kau tenang saja, kuncinya ada pada Rudolf. Dia adalah atasanmu. Sebenarnya, aku
malas mengakuinya sebagai atasan. Tetapi, karena ia yang paling lama bekerja di
sini, ia pun menjadi atasan kami semua. Kau sudah bertemu dengannya? ”.
“
Oh, tidak belum!. Kalau dia atasanku berarti aku harus mengenalnya, bukan? ”.
“
Kau mau aku perkenalkan dengannya? ”.
“
Tentu saja!. Ayo! ”.
Kyle
laki-laki nekat dan pemberani yang punya seribu cara untuk mengelabui lawannya.
Dia tidak mengkhawatirkan keselamatannya yang hanya seorang diri di dalam rumah
sang penguasa kota.
♦♦♦
Di
sebuah ruangan, seorang pria tengah duduk sambil memainkan selulernya.
Tiba-tiba Kyle datang bersama teman pria itu.
“
Itu orangnya! ”, kata pria itu.
Kyle
tersentak. Rupanya Rudolf adalah pria berkemeja hitam yang tadi dilihatnya. Ia berusaha
tetap tenang sebab setahunya Rudolf belum sempat melihat wajahnya.
Rudolf
menoleh ke arah temannya dan menatap tajam ke arah Kyle. “ Siapa dia?. Aku
tidak pernah melihatnya ”, tanyanya akhirnya.
“
Pekerja baru katanya ”, jawab temannya.
“
Dari mana dia masuk?. Setiap pekerja yang baru harus masuk melalui aku ”.
“
Aku masuk melalui Tuan kita ”. Kyle terpaksa hanya menyebutnya sebagai ‘Tuan’
karena ia belum mengetahui nama pemilik rumah itu.
“
Tidak mungkin! ”, kata Rudolf cepat. “ Tidak mungkin Don Fortunato merubah
prosedur perekrutan pekerja tanpa memberi tahu kepadaku ”.
“
Dia memang tidak merubah peraturan apapun di rumah ini. Dia hanya memberi
pengecualian kepadaku. Karena aku ini rekomendasi dari rekan bisnisnya ”.
“
Rekomendasi? ”. Raut wajah Rudolf tampak geram. Tampaknya ia khawatir kalau
posisinya akan digeser oleh Kyle.
“
Ya, aku datang dari ibu kota!. Baru saja sampai kemarin ”, kata Kyle kembali.
“
Kau bisa apa?. Kenapa sampai kau direkomendasikan? ”.
“
Aku bisa bertarung ”.
“
Kau coba saja kemampuannya!. Anggap untuk penyeleksian versimu! ”, kata teman
Rudolf.
Rudolf
menyunggingkan senyum angkuhnya. “ Ikut denganku!. Kita duel di luar ”.
Deg!.
Ucapan
Rudolf membuat Kyle benar-benar terkejut. Tapi, ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk
mengelak. Jika ia mengelak, ia akan dicurigai. Suatu kebohongan memang akan selalu
menciptakan kebohongan lainnya.
♦♦♦
Di hadapan
Kyle, pria yang usianya terpaut 24 tahun darinya sudah memasang kuda-kuda siap menumbangkan
Kyle. Ia tak akan pernah sudi posisinya diganti oleh siapa pun.
Mau tidak
mau, Kyle menuruti keinginannya untuk duel. Kyle berharap tangannya cukup cekatan
untuk mengambil kunci ruangan Zac dari dalam saku celana pria itu.
Rudolf
menyerang Kyle lebih dulu. Berkali-kali Kyle menangkis serangannya.
♦♦♦
Zac
tidak bisa duduk tenang. Sungguh ia tidak tahan lagi berada dalam ruangan itu.
Ia merasa seperti beruang atau singa yang sedang dikurung sebelum akhirnya
dieksekusi untuk melakukan sebuah pertunjukkan.
Tiba-tiba
ia berhenti di tempat dan memandang kaca jendela berbingkai satu yang terletak
agak tinggi dari permukaan lantai, tetapi masih bisa diraihnya.
Birunya
langit dan puncak pepohonan terlihat dari jendela itu. Pemandangan yang
ditunjukkan itu secara tidak langsung menjelaskan bahwa ia tengah berada di
lantai dua rumah ini.
Zac
mendekati jendela itu. “ Apa aku nekat saja? ”, gumamnya.
Zac
mengatupkan mulutnya rapat-rapat. Ia mengangkat kedua tangannya yang diborgol.
Dan ia menghantam dengan mata terpejam, kaca jendela itu menggunakan borgol di
tangannya.
Beberapa
pecahan kecil kaca mengenai wajahnya. Hanya sedikit yang berhasil menggores wajahnya.
Tanpa pikir panjang lagi, Zac memanjat jendela itu.
♦♦♦
“ Suara
apa itu? ”, tanya teman Rudolf ketika mendengar suara pecahan kaca dari atas.
Baik
ia, Rudolf maupun Kyle sama terkejutnya ketika melihat Zac melompat dan mendarat
mulus setelah berguling di udara.
Zac terkejut
melihat keberadaan Rudolf dan temannya yang tadi tidak dapat dilihatnya melalui
jendela ruang kosong itu. Ia pun melirik Kyle. Kyle mengisyaratkan agar Zac lekas
pergi dari tempatnya karena Kyle yang akan menghadang kedua pria itu.
Zac menuruti
Kyle. Ia berlari sekencangnya.
Kyle
menahan Rudolf yang hendak mengejar Zac. “ Tunggu!. Duel kita belum selesai ”, katanya.
Rudolf
menatap Kyle dengan geram.
“ Kau
tidak lihat?. Itu tahanan kita kabur ”, kata teman Rudolf yang langsung mengejar
Zac.
Kyle
pun mengejar pria itu dan menghadang jalannya.
“ Apa
yang kau lakukan? ”, tanya pria itu emosi.
“ Menyelamatkannya!
”, jawab Kyle yang lalu menghajar pria itu.
Pria
itu tersentak, begitupun dengan Rudolf. Rudolf lantas membantu temannya untuk menghajar
Kyle.
Tiba-tiba
segerombolan pria berkemeja hitam keluar dari dalam rumah megah milik si penguasa
kota. Mereka mengabaikan Rudolf dan temannya itu yang tengah bergelut dengan Kyle.
Mereka lebih mengutamakan untuk mengejar Zac karena jika mereka tidak berhasil menangkap
kembali Zac, Don Fortunato akan marah besar.
Kyle
menendang wajah Rudolf dengan gerakan berputar. Ia pun mendekati Rudolf yang terhuyung.
Ketika ia meninju perut Rudolf dengan tangan kanannya, tangan kirinya meraih kunci
yang sejak tadi sudah menyembul keluar dari saku celana sebelah kanan milik Rudolf
akibat gerakan perkelahian mereka sebelumnya. Dan ia berhasil mengambil kunci itu
tanpa sepengetahuan Rudolf.
Sebelum
teman Rudolf menerkamnya dari belakang, Kyle berhasil menendangnya dan kabur dari
hadapan mereka.
Rudolf
dan temannya tak begitu saja melepaskan Kyle. Mereka langsung mengejar Kyle.
Kyle
melihat Zac masih berusah berlari dan memanjat pagar besi rumah megah itu meskipun
kedua tangannya diborgol. Hingga akhirnya Zac berhasil keluar dari dalam rumah si
penguasa kota. Zac terus berlari menjauhi rumah megah itu tanpa berhenti sejenak
untuk melihat keadaan Kyle. Ia tak memikirkan bahwa Kyle bisa saja menjadi mangsa
seluruh pekerja di rumah itu. Padahal Kyle sudah berusaha untuk menyelamatkannya, hingga ia berhasil mendapatkan kunci untuk membuka borgol di tangan Zac.
Ya, kunci yang berhasil didapatnya tidak hanya satu tetapi ada beberapa kunci. Kyle yakin salah satunya adalah kunci untuk membuka borgol di tangan Zac.

Komentar
Posting Komentar