Pemantulan Cahaya, Pembiasan Cahaya, Sudut Bias, Sudut Deviasi Dan Indeks Bias
Berkas cahaya
adalah kelompok cahaya yang dapat dilihat. Berkas cahaya dapat bersifat
mengumpul (kovergen), menyebar (divergen) dan sejajar (paralel).
Sifat-sifat cahaya
antara lain :
c. Cermin Cembung
Pembiasan Cahaya
Syarat
sudut deviasi :
Keterangan:
Dalam persamaan Snellius berlaku rumus
sebagai berikut :
Kecepatan cahaya di udara selalu lebih besar daripada kecepatan cahaya dalam suatu zat.
b. Lensa Cembung adalah lensa yang bersifat mengumpulkan cahaya (konvergen) dan memiliki nilai fokus positif.
Rumus lensa cembung dan lensa cekung :
Contoh 1 :
Sin 60o = 3.108
- Merambat lurus
- Dapat
dipantulkan
- Dapat dibiaskan
- Dapat menembus
benda bening
- Dapat diuraikan
Cahaya dapat
dipantulkan jika mengenai suatu bahan tertentu.
Hal ini dijelaskan dalam hukum pemantulan cahaya atau hukum W. B. Snellius yang berbunyi :
Hal ini dijelaskan dalam hukum pemantulan cahaya atau hukum W. B. Snellius yang berbunyi :
- Sinar datang,
sinar pantul dan garis normal terletak pada satu bidang datar
- Sinar datang (i)
sama dengan sinar pantul (r).
Rumus :
i = 90o - r
r = 90o - i
Jika yang diketahui sudut i + r, maka untuk mencari sudut datang (i) dibagi sudut pantul dibagi dua. Dan sebaliknya.
Rumus :
i = 90o - r
r = 90o - i
Jika yang diketahui sudut i + r, maka untuk mencari sudut datang (i) dibagi sudut pantul dibagi dua. Dan sebaliknya.
Pemantulan cahaya
terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
- Pemantulan
beraturan (regular) terjadi pada benda yang berpermukaan rata.
- Pemantulan baur
(diffuse) terjadi pada benda yang berpermukaan tidak rata.
Cermin merupakan
salah satu bahan yang dapat memantulkan cahaya. Cermin terbagi menjadi tiga
jenis, yaitu :
a. Cermin Datar
Cermin datar
adalah cermin yang permukaan pantulnya rata atau datar. Adapun sifat-sifat
bayangan yang dibentuk oleh cermin datar, antara lain :
- Maya atau tidak
nyata atau semu atau tidak ditangkap oleh cahaya
- Tegak
- Simetris atau
sama besar
- Memiliki
sisi-sisi yang berkebalikan
- Jarak bayangan
sama dengan benda
Jika terdapat dua
cermin datar yang dipasang secara berhadapan akan membentuk sudut dan saling
memantulkan bayangan dari suatu benda yang terletak di antara kedua cermin
datar.
Rumus jumlah bayangan dari
dua cermin datar :
n = 360 - 1
α
Keterangan :
n adalah jumlah
bayangan yang terbentuk
α adalah sudut yang dibentuk oleh kedua cermin datar
Keterangan Gambar
:
A adalah benda
AI
adalah bayangan
s adalah jarak
benda sampai permukaan cermin
sI
adalah jarak bayangan sampai permukaan cermin
s = sI
Rumus panjang
cermin datar :
tcermin datar
= ½ x tbenda
Rumus tersebut
dapat digunakan untuk menghitung tinggi suatu benda atau tubuh manusia.
b. Cermin Cekung
Cermin cekung
adalah cermin yang permukaan pantulnya berbentuk cekung.
Karakteristik
cermin cekung, antara lain :
- Bersifat
konvergen (mengumpulkan cahaya).
- Sifat bayangan
tergantung dengan letak benda.
- Jumlah ruang
letak benda dan letak bayangan sama dengan 5.
- Memiliki fokus
yang bernilai positif.
- Jika ruang
bayangan lebih besar daripada ruang benda, maka sifat bayangan akan diperbesar.
- Jika ruang
bayangan lebih kecil daripada ruang benda, maka sifat bayangan akan diperkecil.
Keterangan Gambar
:
1. Sinar datang
sejajar dengan sumber utama dipantulkan melalui titik fokus cermin.
2. Sinar datang
melalui titik fokus dipantulkan sejajar dengan sumber utama.
3. Sinar yang
datang melalui pusat kelengkungan akan dipantulkan melalui titik pusat
tersebut.
Adapun sifat
bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung, antara lain :
- Nyata
- Terbalik
- Diperbesar
Pada cermin cekung
berlaku :
1 + 1 = 1
atau 1 +
1 = 2
s sI f s sI R
sI = hI
s h
Perbesaran benda
sebagai berikut :
M = sI/s atau
M = hI/h
Keterangan :
s adalah jarak
benda dengan permukaan cermin
sI
adalah jarak bayangan dengan permukaan cermin
f adalah jarak
fokus (titik api)
R adalah titik/pusat
kelengkungan cermin
h adalah tinggi
benda
hI
adalah tinggi bayangan
Sinar paraksial
adalah berkas cahaya yang sejajar sumbu utama cermin dan dipantulkan tepat
melalui titik api/titik fokus (f).
Garis kaustik
adalah garis lengkung yang dibentuk oleh titik potong sinar pantul pada cermin
cekung karena tidak tepat melalui titik
api dan sudut buka cermin cekung lebih besar dari 10o.
Cermin cembung
adalah cermin yang permukaan pantulnya berbentuk cembung.
Karakteristik
cermin cembung, antara lain :
- Bersifat
divergen (menyebarkan cahaya).
- Memiliki nilai
fokus yang negatif.
- Jumlah ruang
letak benda dan letak bayangan sama dengan 5
Sifat bayangan
yang dibentuk oleh cermin cembung, antara lain :
- Maya
- Tegak
- Diperkecil
Keterangan Gambar
:
1. Sinar datang
sejajar dengan sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus cermin
2. Sinar datang
melalui titik fokus dipantulkan sejajar dengan sumbu utama.
3. Sinar yang datang
melalui pusat kelengkungan akan dipantulkan seolah-olah berasal dari titik
pusat tersebut.
Pada cermin cembung berlaku :
1 + 1 = -
1 atau 1 +
1 = - 2
s sI f s sI R
sI = hI
s h
Perbesaran benda
sebagai berikut :
M = sI/s atau
M = hI/h
Keterangan :
s adalah jarak
benda dengan permukaan cermin
sI
adalah jarak bayangan dengan permukaan cermin
f adalah jarak
fokus (titik api)
R adalah
titik/pusat kelengkungan cermin
h adalah tinggi
benda
hI
adalah tinggi bayangan
Rumus
di bawah ini berlaku untuk cermin cekung dan cermin cembung.
1 + 1
= 1
s sI f
Namun,
harus memperhatikan perjanjian tanda sebagai berikut :
s
bertanda + jika benda terletak di depan cermin (benda nyata).
s
bertanda – jika benda terletak di depan cermin (bayangan nyata).
sI
bertanda + jika bayangan terletak di depan cermin (bayangan nyata).
sI
bertanda – jika bayangan terletak di belakang cermin (bayangan maya).
f
bertanda + untuk cermin cekung
f
bertanda – untuk cermin cembung.
hsemu
= n1/n2 x hasli
R
= 2 x f
Pemantulan
Sempurna
Hukum pembiasan
menyatakan bahwa jika suatu berkas cahaya datang dari medium yang lebih rapat
ke medium yang kurang rapat, maka sinar yang dibiaskan akan menjauhi garis
normal. Pada suatu sudut datang tertentu dapat dibuat sedemikian rupa, hingga
sudut bias r = 90o (sinar
dibiaskan dalam arah sejajar permukaan batas).
Besar sudut datang
dalam keadaan ini disebut sudut kritis atau sudut batas (ik). Apabila sudut
datang dibuat lebih besar dari sudut kritis, maka semua cahaya yang datang akan
dipantulkan dan tidak ada yang dibiaskan. Peristiwa ini disebut pemantulan sempurna.
Rumus besar sudut
kritis berdasarkan hukum Snellius :
sin ik
= n2/n1
Syarat : n1 >
n2
Contoh :
Seberkas cahaya
datang dari kaca yang mempunyai indeks bias 3/2 dan masuk ke dalam air yang
mempunyai indeks bias 4/3. Berapa sudut kritisnya?
Jawab :
sin ik
= n2/n1
= 4/3 = 4/3 . 2/3 = 8/9 = 0,889
3/2
ik =
arc sin 0,889 = 62,7o
Pembiasan Cahaya
Pembiasan adalah
peristiwa pembelokan cahaya di mana cahaya dibelokkan pada saat menembus bidang
batas dua medium yang berbeda.
Hukum pembiasan
cahaya adalah sebagai berikut :
- Sinar datang,
sinar bias dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
- Sinar datang
dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat dibiaskan mendekati garis
normal.
- Sinar datang
dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal.
- Sinar yang
datang tegak lurus dengan bidang datar tidak dibiaskan melainkan diteruskan.
Sudut Pembias Dan
Sudut Deviasi
Sudut pembias (β) adalah sudut yang
dibentuk oleh dua permukaan prisma yang saling berpotongan. Cahaya yang masuk
ke permukaan prisma akan dibiaskan mendekati garis normal. Ketika cahaya meninggalkan
prisma menuju ke udara, kedua cahaya akan mengalami perpotongan dan membentuk
sudut penyimpangan atau deviasi
(δ).
Sudut
deviasi adalah sudut yang dibentuk oleh perpanjangan sinar datang dan sinar
bias yang keluar dari prisma.
Jika
R2 = i1 dan jika i2 = R1
Rumus
:
β = r1 + i2
δ = i1 + r2 – β
Keterangan:
β adalah sudut pembias
δ adalah sudut penyimpangan
r1 adalah sudut bias dari sinar masuk
r2 adalah sudut bias dari sinar keluar
i1 adalah sudut datang dari sinar masuk
i2 adalah sudut datang dari sinar
keluar
Rumus
sudut deviasi minimum :
δ = 2i – β
atau
δ = 2rI
– β
n1 sin i1 =
n2 sin r1
Sin i1 = n2
Sin i2 n1
Jika
β kecil atau kurang dari sama dengan 10o,
maka berlaku rumus :
δmin = (n-1) β
Dalam medium
kelengkungan, bayangan benda akan memenuhi persamaan sebagai berikut :
n1
+ n2
=
(n2 - n1)
s sI R
Keterangan :
s adalah jarak
benda ke permukaan lengkung
sI
adalah jarak bayangan ke permukaan lengkung
R adalah
jari-jari kelengkungan
n1
dan n2 adalah indeks bias optik medium 1 dan medium 2
R bertanda +,
jika permukaan cembung.
R bertanda -,
jika permukaan cekung.
s bertanda +
jika benda nyata (di depan permukaan lengkung).
sI
bertanda + jika bayangan nyata (di belakang permukaan lengkung).
sI
bertanda -, jika bayangan maya (di depan permukaan lengkung).
Rumus
perbesaran bayangan saat terjadi pembiasaan pada bidang lekung :
M = hI/h
atau
sI . n1
s n2
Rumus fokus
benda pada bidang lengkung :
f1
= n1 . R
(n2 – n1)
Rumus fokus bayangan
pada bidang lengkung :
f2
= n2 . R
(n2 – n1)
Contoh :
Sebuah akuarium berbentuk bola dengan jari-jari 30 cm berisi air
yang indeks biasnya 4/3. Seekor ikan yang berada pada jarak 20 cm terhadap
dinding akuarium sedang diamati oleh seseorang yang berjarak 45 cm dari dinding
akuarium tersebut. Tentukanlah :
a. Jarak orang ke ikan menurut orang tersebut.
b. Jarak orang ke ikan menurut ikan.
Jawab :
a. Orang melihat ikan (sinar datang dari ikan menuju mata orang).
n1 = 4/3
n2 = 1
R = - 30 cm
s = 20 cm
n1
+ n2
=
(n2 - n1)
s sI R
4/3 + 1 = (1 – 4/3)
20 sI -30
(4/3 . ¾) + 1 = (3/3 – 4/3)
(3/4 . 20) sI -30
12/12 +1 = (-1/3)
15
sI -30
1 +1 = (-1/3 . 3/1)
15 sI 3/1 .
-30
1/15 + 1/sI = -3/3
90
1/15 + 1/sI = 1/90
1/sI = 1/90 – 1/15
1/sI = 1 – 6/90 = -5/90
sI = -90/5 =
-18 cm
Tanda negatif menunjukkan bahwa bayangan bersifat maya (bayangan
berada di depan permukaan cekung atau sepihak dengan arah datangnya sinar).
Jadi, jarak orang ke ikan menurut pengamatan orang adalah 45 + 18 = 63 cm
b. Ikan melihat orang (sinar datang dari orang menuju mata ikan)
n1 = 1
n2 = 4/3
R = 30 cm
s = 45 cm
n1
+ n2
=
(n2 - n1)
s sI R
1 + 4/3 = (4/3 – 1)
45 sI 30
1 + 4 = 4/3 – 3/3
45 3sI 90
4/3sI = 1/90 – 1/45
4/3sI = 1-2/90 = -1/90
3sI = -90 . 4
sI = -360/3 = -120 cm
Tanda negatif menunjukkan bahwa bayangan bersifat maya (bayangan
berada di depan permukaan cembung atau sepihak dengan arah datangnya sinar).
Jadi, jarak orang ke ikan menurut pengamatan ikan adalah 20 + 120 = 140 cm.
Indeks bias adalah pembelokan arah rambat cahaya karena melalui
medium yang berbeda kerapatannya dan kecepatan yang berubah, sehingga terjadi
pembiasan.
Dengan kata lain, indeks bias utama (n) adalah perbandingan dari cepat
rambat (kecepatan) cahaya di udara dan cepat rambat cahaya di medium optik.
Kecepatan cahaya di udara selalu lebih besar daripada kecepatan cahaya dalam suatu zat.
Indeks bias selain udara bernilai lebih dari 1. Indeks bias tidak
pernah lebih kecil dari 1.
Tabel indeks bias mutlak
Medium
|
Indeks Bias Mutlak
|
Hidrogen
|
1,0001
|
Udara (pada STP)
|
1,0003
|
Udara hampa
|
1,0000
|
Karbondioksida
|
1,0005
|
Air
|
1,333
|
Etil alkohol
|
1,362
|
Asam oleat
|
1,46
|
Gliserin
|
1,473
|
Gliserol
|
1,4729
|
Benzena
|
1,50
|
Es
|
1,31
|
Akrilik
|
1,49
|
Poliester
|
1,59
|
Kaca
|
1,50 – 1,62
|
Kaca flinta
|
1,58
|
Kuarsa
|
1,54
|
Intan
|
2,417
|
Garam
dapur
|
1,53
|
Berlian
|
2,42
|
Aseton
|
1,36
|
Silikon
|
4,01
|
Rumus :
n = c / v
Keterangan :
n adalah indeks bias mutlak
c adalah cepat rambat cahaya dalam ruang hampa (3.108
m/s)
v adalah cepat rambat cahaya dalam medium
Rumus kecepatan cahaya :
Sin i = V1
Sin r V2
Tabel Sin, Cos dan Tan
α
|
0o
|
30o
|
45o
|
60o
|
90o
|
180o
|
270o
|
360o
|
Sin
|
0
|
½
|
½ √2
|
½ √3
|
1
|
0
|
-1
|
0
|
Cos
|
1
|
½ √3
|
½ √2
|
½
|
0
|
-1
|
0
|
1
|
Tan
|
0
|
1/3 √3
|
1
|
√3
|
∞
|
0
|
∞
|
0
|
Kaca Planparalel
Pembiasan
cahaya pada kaca planparalel :
- Sinar yang
merambat dari udara masuk ke dalam kaca akan dibiaskan dua kali.
- Sinar
datang dan sinar keluar pada kaca.
Rumus
pergeseran cahaya antara cahaya datang dan cahaya keluar :
t = d sin
(i - r)
cos r
Contoh :
Seberkas
cahaya datang dengan sudut 40o pada sebuah kaca planparalel yang
indeks biasnya 3/2 dengan ketebalan 8 cm. Hitunglah pergeseran cahaya antara
cahaya datang dan cahaya keluar!
Jawab :
Diketahui
bahwa :
i = 40o
n1
= 1 (indeks bias udara)
n2
= 3/2 = 1,5
d = 8 cm
Sudut bias
pada kaca dihitung dengan hukum Snellius :
n1
sin i = n2 sin r
sin r = n1
sin i
n2
= 1 sin 40o
1,5
=
1 . 0,643 = 0,429
1,5
r = arc sin
0,429 = 25,4o
Maka,
t = d sin
(i - r)
cos r
= 8 . sin (40o – 25,4o)
cos 25,4o
= 8 . sin 14,6o
cos 25,4o
= 8 . 0,252 = 2,23 cm
0,903
Pembiasan Pada Lensa
Lensa adalah zat optik yang dibatasi oleh dua permukaan lengkung
atau salah satu permukaannya datar.
Dalam pembiasan cahaya pada lensa berlaku persamaan pembentukan
bayangan sebagai berikut :
n1/s + n1/sI = (n2 – n1)
(1/R1 – 1/R2)
Keterangan :
s adalah jarak
benda ke permukaan lengkung
sI
adalah jarak bayangan ke permukaan lengkung
R1
dan R2 adalah jari-jari kelengkungan
n1
dan n2 adalah indek bias optik medium 1 dan medium 2
Umumnya, n1 = 1 (udara). Dan berlaku rumus :
1/f = (n-1) (1/R1
– 1/R2)
Lensa terdiri
atas dua jenis, yaitu :
a. Lensa
Cekung adalah lensa yang bersifat menyebarkan cahaya (divergen) dan memiliki
nilai fokus negatif.
Lensa cekung
terdiri atas tiga bentuk, yaitu :
- Lensa
bikonkaf (lensa cekung dua)
- Lensa
plankonkaf ( lensa cekung datar)
- Lensa
konvekskonkaf (lensa cekung cembung)
Pembiasan
sinar istimewa pada lensa cekung :
- Sinar
datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah datang dari fokus.
- Sinar
datang menuju fokus dibiaskan sejajar sumbu utama.
- Sinar
melalui titik api diteruskan atau tidak dibiaskan.
b. Lensa Cembung adalah lensa yang bersifat mengumpulkan cahaya (konvergen) dan memiliki nilai fokus positif.
P embiasan
sinar istimewa pada lensa cembung :
- Sinar sejajar
menuju lensa akan dibiaskan melalui titik api/fokus.
- Sinar pada
fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama.
- Sinar
melalui titik pusat optik akan diteruskan atau tidak dibiaskan.
Rumus lensa cembung dan lensa cekung :
1/f = 1/s + 1/sI
1/f = (n1.2 – 1) (1/R1 – 1/R2)
Keterangan :
f adalah jarak fokus lensa
s adalah jarak benda
sI adalah jarak bayangan
R1
dan R2 adalah jari-jari kelengkungan
n1.2 adalah indek bias relatif lensa terhadap
sekitarnya
Indeks bias relatif adalah perbandingan indeks bias mutlak dari
dua buah medium.
Rumus indeks bias relatif :
n1.2 = n2/n1
n1.2 = sin i/sin r
n1.2 = v1/v2
Rumus kekuatan lensa :
P = 1/f
Keterangan :
P adalah kekuatan lensa dalam dioptri (D)
f adalah jarak fokus lensa dalam meter (m)
Rumus lensa gabungan :
1/ftot = 1/fgab = 1/f1 + 1/f2
+ ......
Atau
Ptot = Pgab = P1 + P2
+ .....
Dipersi adalah peristiwa terurainya cahaya menjadi beberapa warna.
Polikhromatis adalah sinar atau cahaya yang dapat diuraikan
menjadi berbagai warna.
Monokhromatis adalah sinar yang tidak dapat diuraikan.
Contoh 1 :
Berapa sudut
pantul dari gambar di samping?
Jawab :
i = 90o
– 30o = 60o
i = r
Maka, r = 60o
Contoh 2 :
Berdasarkan gambar
di samping, jika kecepatan cahaya di udara 3.108 m/s, √2 =1,4 dan √3 =
1,7, maka berapa kecepatan cahaya dalam zat cair ?
Jawab :
i = 90o
– 30o = 60o
Sin i = V1
Sin r V2
Sin 60o = 3.108
Sin 45o
V2
½ √3 = 3.108
½ √2 V2
√3 =
3.108
√2 V2
V2 = 3.108
x √2
√3
V2 = 3.108
x 1,4
1,7
V2 = 4,2
. 108 = 2,5.108
1,7
Contoh 3 :
Jika dua cermin
datar disusun membentuk sudut 60o, berapa jumlah bayangan yang
terjadi ?
Jawab :
n = 360 - 1
60
n = 6 – 1 = 5
bayangan
Contoh 4 :
Suatu prisma
mempunyai sudut pembias 20o dan indeks bias 1,3. Berapa besar sudut
deviasi minimum prisma tersebut ?
Jawab:
δmin = (n-1) β
= (1,3 – 1) . 20o
= 0,3 . 20o = 6o
Contoh 5 :
Suatu kolam berisi
air sedalam 4 m dan mempunyai indeks bias 4/3. Bila pada dasar kolam terdapat
sebuah batu, berapa jarak letak batu tersebut dari permukaan air yang dilihat
secara tegak lurus ?
Jawab :
hsemu =
n1/n2 x hasli
= 1/4/3
x 4
= ¾ x 4
= 0,75 x 4 = 3






Komentar
Posting Komentar