Kalor Dan Perubahan Wujud Zat
Kalor adalah
bentuk energi yang dapat berpindah.
Contoh :
a. Jika kita
menyentuh ketel yang sedang digunakan untuk memasak air, kalor yang berada
dalam ketel akan berpindah ke tangan kita.
b. Jika kita
menyentuh batu es, kalor dari dalam tubuh kita akan berpindah ke batu es karena
suhu tubuh kita lebih tinggi daripada suhu batu es.
c. Dalam sebuah
mikrowave, gelombang mikro dipancarkan ke seluruh ruang, lalu masuk ke dalam
makanan. Air yang terkandung dalam makanan akan menyerap energi dari mikrowave.
Ciri-ciri kalor :
- Kalor berpindah
dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah.
- Kalor yang
diberikan pada suatu zat sebanding dengan kalor jenis zat (c).
Kalor jenis zat
adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1oC.
- Kalor (Q) yang
diberikan pada suatu zat sebanding dengan kenaikan atau perubahan suhu (∆T).
- Kalor yang
diberikan pada suatu zat sebanding dengan massa zat (m).
Semakin banyak
massa air yang dimasak, maka semakin banyak kalor yang diperlukan.
Karena itu, rumus
kalor adalah :
Q = m . c . ∆T
∆T = suhu akhir –
suhu awal
Keterangan :
Satuan kalor (Q)
adalah J
Satuan massa zat
(m) adalah kg
Satuan perubahan
suhu (∆T) adalah oC atau K
Satuan kalor jenis
zat (c) adalah J/Kg.oC atau J/Kg.K
Berikut ini tabel
kalor Jenis beberapa zat :
Zat
|
Kalor Jenis
(J/Kg. oC)
|
Zat
|
Kalor Jenis
(J/Kg. oC)
|
Air
|
4200
|
Timbal
|
130
|
Air laut
|
3900
|
Perak
|
230
|
Es
|
2100
|
Emas
|
130
|
Uap air
|
2010
|
Kuningan
|
376
|
Alkohol
|
2400
|
Seng
|
388
|
Raksa
|
140
|
Timah hitam
|
130
|
Spiritus
|
240
|
Parafin
|
2200
|
Minyak tanah
|
2200
|
Karet
|
170
|
Gliserin
|
2400
|
Kayu
|
1700
|
Aluminium
|
900
|
Marmer
|
860
|
Tembaga
|
390
|
Kaca
|
670
|
Besi
|
450
|
Udara
|
1000
|
Baja
|
450
|
Badan manusia
|
3470
|
Azas Black
menyatakan bahwa jumlah kalor yang dilepas suatu benda sama dengan jumlah kalor
yang diterima oleh benda lain.
Faktor-faktor yang
memengaruhi besarnya transfer kalor adalah jumlah zat, kalor jenis zat,
perubahan suhu dan kapasitas kalor.
1 kalori adalah
jumlah kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 kg air sebesar 1 oC.
Kilokalori merupakan satuan yang lebih besar dari kalori.
Kini untuk
menyatakan kalor lebih sering menggunakan satuan joule. Namun, satuan
kilokalori dan kalori masih digunakan untuk menunjukkan kandungan energi dalam
makanan.
1 joule adalah
energi yang digunakan ketika gaya 1 Newton memindahkan suatu benda searah gaya
yang sejauh 1 meter. Kilojoule merupakan satuan yang lebih besar dari joule.
1 kalori = 4,2 Joule atau
4,186 Joule
1 Joule = 0,24 kalori
atau 0,2389 kalori
1 Joule = 0,000239006
kkal
1 Joule = 10 7
erg (ergon)
1 Joule = 6,242 x 1018
eV (electron volt)
1 kkal (kilokalori) =
4186 Joule
1 kJ (kilojoule) = 238,9
kalori
1 kJ = 1000 Joule
1 kJ = 1010
erg
1 kJ = 6,242 x 1021
eV
1 eV = 1,602 x 10-19
Joule
1 keV (kiloelectron volt)
= 1,602 x 10-16 Joule
1 erg = 10-7 Joule
1 erg = 6,2415 x 1011
eV
Ergon adalah jumlah usaha
yang dihasilkan oleh gaya sebesar 1 dyne pada jarak 1 cm.
Joulemeter
berfungsi untuk mengukur kalor. Alat untuk mengukur besar pemakaian energi listrik
yang dipasang oleh PLN di setiap bangunan termasuk sebuah joulemeter.
Kalorimeter
berfungsi untuk mengukur kalor jenis suatu zat.
Kalorimeter terbagi
menjadi empat jenis, yaitu :
a. Kalorimeter
reaksi untuk menghitung jumlah kalor dari semua reaksi, kecuali reaksi
pembakaran.
b. Kalorimeter Bom
untuk menghitung jumlah kalor dalam bahan makanan berdasarkan reaksi
pembakaran.
c. Kalorimeter
Thiemann untuk menghitung jumlah kalor bahan bakar berwujud gas.
d. Kalorimeter
listrik untuk menghitung jumlah kalor zat berwujud cair.
Jika kalor dari
kalorimeter diperhitungan, rumus untuk menghitung kalor menjadi :
Q = (m . c . ∆T) + (C
. ∆T)
Keterangan :
C adalah kapasitas
kalor (kJ/oC)
Kapasitas kalor
dapat dihitung dengan rumus :
C = Q / ∆T atau C = m . c
Contoh 1 :
Berapa kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 250 gram air dari 20 oC
sampai 100 oC?
Jawab :
Diketahui bahwa :
m = 250 g = 0,25 kg
∆T = 100 oC – 20 oC = 80 oC
c = 4200 J/kg. oC (berdasarkan tabel di atas)
Maka kalor air adalah,
Q = m . c . ∆T
= 0,25 . 4200 . 80 = 84.000
Joule
Contoh 2 :
Pada 0,8 kg panci aluminium yang bersuhu 20 oC diberikan kalor
sebesar 22.500 J. Berapakah suhu akhir panci aluminium tersebut?
Jawab :
Diketahui bahwa :
m panci aluminium = 0,8 kg
Suhu awal = 20 oC
Q = 22.500 J
c aluminium = 900 J/kg. oC (berdasarkan tabel di atas)
Cari terlebih dahulu nilai ∆T karena ∆T belum diketahui.
Q = m . c . ∆T
∆T = Q / m . c
= 22.500 / 0,8 . 900
= 22.500 / 720 = 31,25 = 31 oC
Maka suhu akhir panci aluminium,
∆T = suhu akhir – suhu awal
31 = x – 20
-x = -31 – 20
-x = -51
x = 51 oC
Atau
Suhu akhir = Suhu awal + perubahan suhu
Contoh 3 :
Kalor yang dilepas secangkir kopi panas yang memiliki suhu awal 120 oC,
lalu turun menjadi 70 oC adalah 90 kJ. Berapa massa kopi panas dalam
cangkir tersebut?
Jawab :
Karena kopi yang telah dimasak berwujud cair, maka kita anggap saja kalor
jenis kopi sama dengan kalor jenis air.
Diketahui bahwa :
∆T = 120 oC – 70 oC
= 50 oC
Q = 90 kJ = 90.000 J
c = 4200 J/kg. oC
Maka massa secangkir kopi panas,
Q = m . c . ∆T
m = Q / c . ∆T
= 90.000 / 4200 . 50
= 90.000 / 210.000 = 0,428 =
0,4 kg
Contoh 4 :
20 g NaOH dimasukkan ke dalam kalorimeter yang berisi air 180 g. Selisih
suhu sebelum dan sesudah reaksi berlangsung adalah 5 oC. Berapa
kalor pelarutan NaOH bila menggunakan bejana aluminium?
Jawab :
Untuk menghitung kalor jika kalor dari kalorimeter tidak diabaikan
memerlukan jumlah kapasitas kalor. Maka, kapasitas kalor dicari terlebih dahulu
karena dalam soal kapasitas kalor belum diketahui.
Karena dalam soal yang diketahui massa zat, maka digunakan rumus :
C = m . c
Samakan saja kalor jenis NaOH dengan kalor jenis air. Dan ubah satuan
gram menjadi kg untuk massa NaOH
m NaOH = 20 g = 0,02 kg
C = m . c
= 0,02 kg . 4200 J/kg.oC
= 84 J/oC = 0,084 kJ/oC
Q = (m . c . ∆T) + (C . ∆T)
= (0,02 kg . 4200 J/kg.oC
. 5 oC) + (84 J/oC . 5 oC)
= 420 J + 420 J = 840 J
Contoh 5 :
60 mL NaCl 0,3 M direaksikan dengan 40 mL NaOH 0,7 M dalam kalorimeter
yang terbuat dari aluminium. Reaksi ini mengalami kenaikan suhu 5 oC.
Massa jenis larutan (ρ) adalah 2 g/mL. Apabila kalor yang diserap aluminium diabaikan, berapa
kalor dari reaksi tersebut?
Jawab :
Untuk contoh nomor 5 ini terdapat rumus kimia
Diketahui bahwa :
V NaCl = 60 mL
Konsentrasi NaCl [NaCl] = 0,3 M
V NaOH = 40 mL
Konsentrasi NaOH [NaOH] = 0,7 M
∆T = 4 oC
c = 900 J/kg.oC = 0,9 J/g.oC
ρ = 2 g/mL (jika dalam soal massa jenis larutan
memiliki satuan kg/L, maka satuan volume diubah menjadi L)
Vtotal = 60 mL + 40 mL = 100 mL
Untuk mencari massa zat, kita menggunakan rumus :
ρ = m/V → rumus kimia
m = ρ . V = 2 .
100 = 200 g
Maka, kalor dari
reaksi adalah
Q = m . c . ∆T
= 200 . 0,9 . 4 = 720 J
Hubungan Daya Peralatan Listrik Dengan Kalor Yang Dihasilkan
Prinsip kerja
peralatan listrik adalah menarik arus listrik dari suplai listrik PLN, sehingga
menghasilkan energi listrik.
Energi listrik
yang dihasilkan oleh elemen pemanas adalah hasil kali daya ketel listrik dengan
selang waktu selama benda tersebut dipanaskan.
W = P . t
Keterangan :
W adalah energi
listrik
P = daya ketel
listrik (satuan W)
t = waktu
(satuan s)
Energi yang
dihasilkan oleh elemen pemanas akan memberikan kalor pada sejumlah massa zat
dalam ketel listrik.
W = m . c . ∆T
Sehingga
dikatakan,
P . t = m . c . ∆T
Contoh :
Pada sebuah
ketel listrik tercantum data 220 V 350 W. Ketel listrik tersebut dihubungkan ke
suplai listrik PLN 320 V dan digunakan untuk memanaskan 1 liter air, sehingga
terjadi kenaikan suhu dari 30 oC menjadi 80 oC. Berapa
lama waktu yang diperlukan, hingga air mendidih?
Jawab :
Diketahui bahwa
:
P = 350 W
Massa air = volume
air, maka 1 liter = 1 kg
∆T = 80 – 30 =
50 oC
c = 4200 J/kg.oC
Maka waktu yang diperlukan,
P . t = m . c . ∆T
t = m . c . ∆T / P
= 1 . 4200 . 50 / 350
= 210.000 / 350 = 600 s = 10
menit (dibagi 60)
Perubahan Wujud Zat
Kalor yang
diberikan oleh suatu zat dapat mengubah wujud suatu zat.
Contoh :
Besi yang pada
dasarnya berwujud padat, jika mendapat kalor pada suhu tertentu akan berubah
wujud menjadi cair. Jika kalor terus diberikan pada suhu yang sangat tinggi,
besi yang telah berwujud cair akan menjadi uap atau gas.
Namun, tidak
semua zat berwujud padat harus berubah terlebih dahulu menjadi wujud cair. Terdapat
beberapa zat tertentu yang dapat berubah wujud dari padat ke gas, seperti kapur
barus, yodium dan naftalena.
Contoh :
Sebuah kapur
barus yang disimpan dalam lemari pakaian, lambat-laun akan berubah wujud
menjadi uap. Jika uap dari kapur barus ditampung lalu didinginkan pada suhu
tertentu, uap kapur barus akan berubah wujud menjadi padat. Hal ini dikarenakan
uap kapur barus melepaskan kalor ketika didinginkan.
Berikut ini
diagram perubahan wujud zat :
Dalam peristiwa
melebur diperlukan kalor.
Dalam peristiwa
membeku terjadi pelepasan kalor.
Dalam peristiwa
menguap diperlukan kalor.
Dalam peristiwa
mengembun terjadi pelepasan kalor.
Dalam peristiwa
menyublim dari zat padat ke gas diperlukan kalor.
Dalam peristiwa
menyublim dari gas ke zat padat terjadi pelepasan kalor.
Volume cairan akan meningkat apabila cairan didinginkan.
Alkohol
merupakan salah satu zat yang dapat menguap. Tetapi, saat terjadi penguapan
alkohol, uap alkohol tidak tercium oleh kita, melainkan hanya dapat dirasakan,
seperti jari kita yang telah dicelupkan ke dalam alkohol akan terasa dingin ketika
alkohol menguap.
Zat cair tidak
dapat berubah wujud menjadi gas jika tidak diberi kalor dari luar. Jika kalor
tidak diberikan dengan pemanasan, zat cair akan mengambil kalor yang diperlukan
untuk menguap dari lingkungan sekitarnya, seperti alkohol tersebut yang
mengambil kalor dari tubuh manusia.
Jika uap air
yang terjadi karena penguapan, seperti pada laut atau sungai memasuki udara
dingin, uap air akan kembali ke wujud cair sebagai tetes-tetes air murni. Hal
ini merupakan proses pengembunan.
Awan disusun
oleh berjuta-juta tetes air yang menggantung di udara.
Lima cara untuk
mempercepat penguapan, antara lain :
- Memanaskan
suatu zat cair.
- Memperluas
permukaan zat cair.
- Meniupkan
udara di atas permukaan zat cair.
- Menyemburkan
zat cair.
- Mengurangi
tekanan pada permukaan zat cair, sehingga jarak antara molekul udara di atas
permukaan menjadi lebih renggang. Dan molekul-molekul zat cair di dekat permukaan
dapat mengisi ruang kosong di antara molekul-molekul udara tersebut.
Contoh :
- Zat cair yang
bersuhu panas dipindahkan ke tempat yang permukaannya lebih luas agar suhu
cepat turun.
- Pada pakaian
basah yang dijemur di bawah terik matahari. Penguapan air pada pakaian dapat
dipercepat dengan pemanasan dari cahaya matahari dan tiupan angin.
- Meniupkan udara
di atas permukaan teh hangat.
- Bensin
menguap saat disemprotkan ke dalam aliran udara yang bergerak. Campuran udara
dan uap bensin diserap oleh karburator mesin mobil untuk pembakaran.
- Jika makanan
disimpan dalam tempat yang dingin, seperti lemari es, maka kandungan air dalam
makanan akan sulit menguap, sehingga makanan tetap segar.

Komentar
Posting Komentar