Minyak Jagung, Minyak Kedelai, Minyak Kanola, Minyak Biji Anggur, Minyak Biji Bunga Matahari, Minyak Zaitun, Minyak Wijen Dan Minyak Alpukat
Umumnya,
minyak goreng terbuat dari minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit memiliki
ikatan rangkap dan asam lemak esensial yang tidak dapat disintesis (diproduksi)
oleh tubuh.
Adapun asam
lemak esensial yang terkandung dalam minyak kelapa sawit antara lain asam
palmitat, asam stearat, asam oleat dan asam linoleat.
Berikut ini
beberapa jenis minyak goreng atau minyak nabati selain minyak sawit :
a. Minyak Jagung (Corn Oil)
Minyak
jagung terbuat dari hasil ekstraksi atau pemerasan biji jagung. Proses
ekstraksi biji jagung dilakukan melalui proses pengepresan berulir atau ekstraksi
dengan pelarut heksana.
Minyak
jagung yang dihasilkan dari lembaga penggilingan kering biasanya lebih pucat
dan lebih baik dibandingkan minyak jagung yang dihasilkan dari lembaga
penggilingan basah. Selain itu, minyak jagung yang dihasilkan dari lembaga
penggilingan kering lebih sedikit yang hilang selama proses pemurnian.
Hasil
ekstraksi disebut minyak kasar. Kemudian dilakukan proses pemurnian minyak
kasar melalui berbagai tahapan, yaitu tahap deguming untuk memisahkan fosfatida
(fosfolipid), tahap netralisasi untuk menghilangkan asam lemak bebas, tahap
pemucatan, tahap deodorisasi untuk menghilangkan bau dan rasa yang tidak enak,
serta tahap winterisasi untuk memisahkan lilin.
Tahap
deguming dilakukan dengan cara memanaskan minyak pada suhu 71 – 82 oC
dan ditambahkan tanah diatom, serta air. Setelah itu, minyak disentrifugasi dan
dikeringkan dengan alat pengering vakum.
Tahap
netralisasi dilakukan dengan cara menambahkan NaOH atau KOH, hingga terbentuk
sabun. Sabun dipisahkan melalui sentrifugasi (metode pemisahan berdasarkan gaya
sentrifugal untuk memisahkan padatan halus dengan menggunakan alat pemusing).
Semakin
tinggi suhu yang digunakan, semakin baik proses pemisahannya. Jika terdapat
sisa sabun, maka minyak dipanaskan hingga suhu 82 oC dan ditambahkan
air sebanyak 15% agar sabun larut dalam air. Kemudian minyak dipisahkan dari
air.
Tahap
pemucatan dilakukan dengan cara menambahkan aluminium silikat. Setelah itu, minyak dipanaskan
pada suhu 105 oC dalam keadaan vakum, sehingga air akan menguap dan
pigmen serta sabut akan diserap oleh clay filtrasi dan tanah diatom.
Tahap
deodorisasi dilakukan dengan cara memanaskan minyak pada suhu 232 oC
dalam keadan vakum dan menyemprotkan uap air panas. Agar tahap deodorisasi
dapat mengikat logam yang terkandung dalam minyak, maka ditambahkan asam
sitrat.
Tahap
winternisasi dilakukan dengan cara mendinginkan minyak pada suhu < 4 oC
dan disaring dengan tanah diatom. Winternisasi tidak diperlukan jika minyak
akan dihidrogenisasi.
Minyak
jagung bersifat setengah kering. Minyak jagung mengandung asam oleat, sedikit
lemak trans, asam lemak omega-3, 54% asam lemak omega-6, fosfolipid, vitamin E,
sterol, antioksidan dan ubiquinon atau coenzym Q 10 (antioksidan yang berfungsi memproduksi energi di dalam sel mitokondria dan melindungi sel tubuh dari radikal bebas). Minyak jagung memiliki titik asap yang
tinggi, yaitu sekitar 204 - 213 oC.
Lemak trans
yang berlebih dapat memicu tumbuhnya sel kanker payudara, meningkatkan potensi
serangan jantung dan menyebabkan penyakit kardiovaskular.
Minyak
jagung berfungsi mencegah penyakit jantung, mengontrol kadar kolesterol dalam
darah, mencegah penyakit kardiovaskular, mencegah stroke, menghambat penuaan
dini, menangkal radikal bebas dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
b. Minyak Kedelai (Soybean Oil)
Minyak
kedelai mengandung asam lemak omega-3, 51% asam lemak omega-6, vitamin E,
sterol, asam oleat, asam plamitat, asam stearat, asam laurat, asam arschidat
dan fosfatida (fosfolipid). Minyak kedelai tidak mudah menggumpal dalam darah
karena mengandung asam lemak tak jenuh ganda, yaitu asam lemak omega-6. Titik
asap minyak kedelai adalah 230 oC.
Proses
ekstraksi minyak kedelai terdiri dari tiga metode, yaitu :
- Pengepresan
hidraulik dilakukan dengan cara menekan biji kedelai yang telah dimasak.
Tekanan yang digunakan sekitar 140,6 kg/cm. Semakin besar tekanan, semakin
banyak minyak yang dihasilkan.
-
Pengepresan berulir adalah pengepresan biji kedelai menggunakan ulir screw.
Dengan menggunakan alat ini, minyak akan langsung terpisah dari ampasnya. Hasil
produksi dari pengepresan berulir lebih besar dari pengepresan hidraulik.
Selain itu, pengepresan berulir lebih menghemat waktu.
- Ekstraksi
dengan pelarut heksana.
Berikut ini
tahap ekstraksi minyak kedelai menggunakan pelarut :
1. Proses
ekstraksi dengan pelarut dapat dilakukan dengan alat tipe perkolasi atau
pencelupan. Tipe perkolasi lebih efektif daripada tipe pencelupan karena dapat
digunakan dalam kapasitas besar untuk daerah yang terbatas.
Alat
perkolasi berupa rotary extractor dan ditutup dengan sistem vertikal untuk
proses pemindahan ke tempat yang berlubang menggunakan gerakan rotary. Pelarut
heksana diberikan di atas serpihan biji kedelai, sehingga perkolasi akan turun
melalui cawan atau kasa berlubang.
Perkolasi
adalah proses mengalirnya cairan dari suatu permukaan ke lapisan di bawahnya.
Dalam proses ekstraksi ini, jenis perkolasi berupa heksana, air dan minyak.
2. Pemurnian
minyak kedelai kasar atau penyaringan kotoran yang terdapat dalam minyak
kedelai kasar. Tujuannya untuk menghilangkan rasa dan bau yang tidak enak.
3. Pemucatan
minyak kedelai dengan menggunakan tanah serap sekitar 1% dan karbon aktif
berupa arang. Proses pemucatan bertujuan utuk menghilangkan zat-zat warna yang
tidak diinginkan.
4. Hidrogenasi
adalah proses pengolahan minyak dengan cara menambahkan gas hidrogen pada
ikatan rangkap dari asam lemak. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tingkat ketidakjenuhan
minyak, meningkatkan titik cair, meningkatkan stabilitas minyak dari efek
oksidasi dan mencegah kerusakan rasa (mencegah minyak menjadi basi akibat
proses oksidasi) dengan cara mengubah asam lemak omega-3 menjadi asam oleat.
Setelah
hidrogenasi tercapai, campuran didinginkan dan katalis disaring. Sebagian hasil
hidrogenasi berbentuk cair dan sebagian lagi akan mengeras.
5.
Deodorisasi adalah proses pemurnian minyak untuk menghilangkan bau dan rasa
yang tidak enak. Deodorisasi dilakukan dengan cara menyuling minyak menggunakan uap panas dalam
tekanan atmosfer atau keadaan vakum. Asam lemak bebas yang terbuang akan
meningkatkan stabilitas minyak.
6.
Winterisasi adalah proses pemisahan bagian gliserida jenuh (bagian bertitik
cair tinggi) dari trigliserida (bagian bertitik cair rendah). Winterisasi
bertujuan untuk memisahkan lilin pada minyak kasar hasil ekstraksi. Proses ini
bertujuan untuk memindahkan materi padat pada suhu yang telah diatur. Selain
itu, dilakukan proses penyaringan sejumlah kecil materi kristalisasi dari
minyak untuk mencegah cairan fraksi mengeruh saat didinginkan pada suhu 60 oC
selama 24 jam.
Setelah
proses pendinginan, minyak atau campuran kristal didiamkan selama 6 – 8 jam.
Kemudian minyak disaring, hingga menghasilkan 75 – 80 % minyak dan produk
stearin (fraksi dari minyak berbentuk padatan atau keras pada suhu kamar).
Berikut ini
manfaat minyak kedelai :
-
Mengendalikan kadar kolesterol.
- Mencegah
penyakit jantung.
- Membantu
pertumbuhan rambut.
c. Minyak Kanola (Canola Oil)
Minyak
kanola terbuat dari biji bunga tanaman berwarna kuning yang telah mati. Salah
satu tanaman yang digunakan adalah bunga rapessed. Bunga rapessed mengandung zat
beracun, seperti asam erusic dan asam glukosinalate.
Setelah
proses penyerbukan, kelopak bunga akan terjatuh dan terbentuklah
kantung-kantung berisi 20 - 30 biji. Setiap biji mengandung 42 – 43 % minyak
kanola.
Minyak
kanola mengandung asam lemak tak jenuh tunggal, lemak trans yang rendah, asam
lemak omega-3, 19% asam lemak omega-6 dan titik asap yang
tinggi. Asam lemak omega-6 termasuk asam lemak tak jenuh ganda esensial. Titik
asap minyak kanola adalah 205 oC.
Asam lemak omega-6 yang berlebih akan menyebabkan peradangan,
peningkatan risiko obesitas dan peningkatan kadar kolesterol jahat.
Minyak kanola berfungsi menjaga kesehatan
jantung, mengatasi peradangan, meningkatkan energi, mencegah penyakit kanker,
menurunkan kadar gula darah, mencegah penuaan otak, menjaga kesehatan kulit dan
menjaga kesehatan rambut.
d. Minyak Biji Anggur (Grapeseed Oil)
Minyak biji
anggur terbuat dari biji anggur yang didapat dari sisa ampas pembuatan wine atau
ekstrak jus anggur.
Terdapat dua
cara untuk mengambil minyak dari biji anggur, yaitu :
- Metode
ekstrak dingin yaitu dengan menekan biji menggunakan baja modern. Metode ini
dapat mempertahankan aroma, rasa dan nutrisinya.
- Menarik
minyak agar keluar dari biji menggunakan pelarut, seperti heksana.
Minyak biji
anggur mengandung kadar OPC (Oligomere Proanthrocyanidin Complexes) yang
tinggi, asam lemak omega-3, asam lemak omega-6, vitamin C, vitamin D, vitamin E
dan antioksidan. Minyak biji anggur mengandung 70% asam lemak omega-6 yang mana
jumlah ini lebih banyak daripada minyak nabati lainnya.
Kandungan
antioksidan dalam biji anggur lebih banyak (30-50 kali) daripada kandungan
vitamin C dalam biji anggur. Titik asap minyak biji anggur adalah 216 oC.
Berikut ini
manfaat minyak biji anggur :
- Kandungan Oligomere
Proanthrocyanidin Complexes (OPC) dalam biji anggur berfungsi menghancurkan
radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh, mencegah kolesterol, merangsang fungsi
kognitif otak, meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, mencegah penyakit
Alzheimer, penyakit neurodegeneratif (penyakit yang menurunkan fungsi otak
akibat kerusakan pada sel saraf (terutama saraf motorik) di otak dan sumsum
tulang belakang terutama ) dan menurunkan tekanan darah.
- Menguatkan saraf dan otot.
- Menurunkan tekanan darah.
-
Mencerahkan kulit dan meningkatkan produksi kolagen karena biji anggur
mengandung vitamin C.
- Mempercepat perbaikan
pembuluh darah yang rusak.
-
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena biji anggur mengandung vitamin E dan
antioksidan.
- Mengurangi kerutan di sekitar
mata.
- Menurunkan kadar kolesterol
jahat.
- Mencegah
penyakit serangan jantung, stroke, jantung koroner, penyakit kardiovaskular,
kanker payudara, kanker prostat, kanker kulit dan tumor kulit.
- Memperkuat
dan melindungi paru-paru dari infeksi dan penyakit yang menyebabkan kerusakan
fungsi paru-paru.
- Mengurangi risiko masuk angin
dan infulenza.
-
Mengencangkan kulit, menghaluskan kulit dan membuat kulit tampak bersinar.
- Mengatasi jerawat.
- Mengatasi kulit terbakar
akibat sinar matahari atau sinar ultraviolet.
- Meningkatkan kadar kolesterol
baik (HDL).
- Mencegah ketombe dan
menguatkan rambut.
- Mengurangi
peradangan sendi, dermatitis, retensi cairan, sinusitis dan infeksi saluran
kemih karena biji anggur mengandung anti inflamasi dan anti bakteri yang dapat
menghambat pertumbuhan mikroba.
Keterangan :
-
Retensi cairan adalah kondisi terjadinya pembengkakan pada mata, tangan dan
kaki.
-
Sinusitis adalah peradangan pada dinding sinus yang disebabkan karena infeksi
dan penyumbatan. Sinus adalah rongga kecil yang terletak di belakang tulang
dahi, di dalam struktur tulang pipi, di kedua sisi batang hidung dan di
belakang mata.
e. Minyak Biji Bunga Matahari (Sunflower
Oil)
Setiap biji
bunga matahari mengandung 48% minyak. Untuk mendapatkan satu liter minyak
dibutuhkan 60 bunga matahari. Titik asap minyak biji bunga matahari adalah 225 oC.
Biji bunga matahari dihancurkan setelah dikeringkan. Kemudian dimasukkan ke
dalam tangki ekstraktor untuk proses ekstraksi menggunakan pelarut kimia.
Dua jenis
pelarut yang digunakan untuk mengeluarkan minyak dari biji bunga matahari
adalah heksana dan etanol. Minyak biji bunga matahari yang hasil ekstraksi
menggunakan pelarut heksana memiliki bilangan asam dan bilangan peroksida yang
lebih rendah daripada hasil ekstraksi menggunakan pelarut etanol.
Minyak biji
bunga matahari mengandung asam linoleat atau asam lemak omega-3 (salah satu
asam lemak tak jenuh) yang tinggi, 68% asam lemak omega-6 dan vitamin E. Karena
proses ekstraksi yang menggunakan pelarut kimia, minyak biji bunga matahari
mengandung sedikit racun.
Minyak biji
bunga matahari berfungsi menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah,
mencegah osteoporosis pada tulang, mengatasi kram otot, mencegah diabetes, mengatasi
kulit kering, mencegah jerawat, mengatasi kulit yang terbakar sinar matahari
dan mencegah penuaan dini.
Kandungan
magnesium yang tinggi dalam biji bunga matahari dapat menyeimbangkan kandungan
kalsium dan kalium dalam tubuh. Minyak biji bunga matahari juga dapat dijadikan
sebagai biodesel, yaitu bahan bakar kendaraan yang ramah lingkungan.
f. Minyak Zaitun (Olive Oil)
Minyak
zaitun dihasilkan dari proses penekanan pulp/pasta buah zaitun yang sudah
matang (berwarna kuning muda atau emas) maupun yang belum matang (berwarna
hijau muda). Akan tetapi, untuk mendapatkan khasiat yang lebih besar sebaiknya
memilih buah zaitun yang sudah matang. Hasil penekanan berupa jus kemudian
dipindahkan ke dalam drum plastik dan didiamkan selama 1-2 jam, hingga minyak
dan air terpisah.
Minyak
zaitun mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan titik asap yang tinggi,
sehingga minyak zaitun cenderung stabil ketika dipanaskan. Titik asap minyak
zaitun adalah 240 oC. Selain itu, minyak zaitun juga mengandung
antioksidan, zat linoleic dan vitamin E. Namun, rasa makanan yang digoreng
dengan menggunakan minyak zaitun biasanya kurang enak.
Berikut ini
manfaat minyak zaitun :
- Menebalkan alis pada bayi.
- Mengatasi bibir pecah-pecah.
- Membuat
kulit bibir lebih merah.
- Menghilangkan bekas gigitan
nyamuk.
- Mengobati gatal-gatal pada
kulit.
- Mengatasi kerutan pada kulit.
- Memperkecil pori-pori wajah
karena mengandung zat linoleic.
- Mencegah
jerawat.
- Melembapkan kulit.
- Mengurangi
tanda-tanda penuaan.
- Meregenerasi sel-sel kulit
mati.
- Mencegah rambut bercabang.
- Melindungi kulit dari sinar
matahari.
- Menghilangkan ketombe.
- Menguatkan akar rambut.
- Melembapkan rambut.
- Melancarkan sistem
pencernaan.
- Mencegah penyakit Alzheimer.
- Mengurangi
peradangan dan rasa nyeri pada penderita kanker, penyakit kardiovaskular dan
rheumatoid arthritis (peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang
jaringannya sendiri).
- Mencegah penyakit kanker
payudara dan kanker kulit.
g. Minyak Wijen (Sesame Oil)
Minyak
wijen terbuat dari ekstrak biji wijen metah atau biji wijen yang telah
disangrai. Minyak wijen yang terbuat ekstrak biji wijen mentah berwarna lebih
bening, memiliki aroma yang mentah dan dapat digunakan untuk menggoreng
masakan. Minyak wijen yang terbuat dari ekstrak biji wijen yang telah disangrai
berwarna lebih keruh, memiliki aroma yang harum, digunakan untuk tambahan
masakan dan digunakan sebagai minyak pijat.
Proses
penyangraian biji wijen sekitar 15 menit, lalu biji wijen digiling hingga
lembut. Setelah itu, dilakukan proses pengepresan atau penekanan untuk
mendapatkan minyaknya. Biji wijen yang gosong akan sulit untuk mengambil
minyaknya. Untuk memisahkan minyak dan air, minyak wijen dimasukkan ke dalam
mesin sentrifugal (sentrifus), hingga menghasilkan minyak wijen yang lebih
jernih.
Minyak
wijen mengandung vitamin E, vitamin D, vitamin B kompleks, asam folat, protein,
antioksidan, magnesium dan asam linoleat. Titik asap minyak wijen adalah 175 –
210 oC.
Berikut
ini manfaat minyak wijen :
- Menjaga
kesehatan jantung.
- Mengatasi
masalah gigi yang menyebabkan pembengkakan.
- Menjaga
kesehatan kulit dan melembabkan kulit.
- Menurunkan
tekanan darah dan kadar gula darah.
-
Mempercepat penyembuhan kulit yang terluka dan kulit yang terbakar sinar
matahari.
- Mencegah
peradangan sendi karena mengandung anti inflamasi.
- Menghaluskan
rambut dan menjaga kesehatan rambut.
-
Meningkatkan kualitas tidur.
- Meredakan
rasa nyeri.
h. Minyak Alpukat (Avocado Oil)
Minyak
alpukat dihasilkan dari proses penekanan pulp/pasta buah alpukat. Minyak
alpukat mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan titik asap yang tinggi,
sehingga minyak alpukat termasuk minyak yang stabil. Titik asap minyak alpukat
adalah 204 oC. Minyak alpukat memiliki tekstur yang lembut, rasa
yang netral dan bau yang ringan. Minyak alpukat kaya akan protein,
lemak dan antioksidan.
Minyak
alpukat berfungsi untuk mempercepat penyembuhan luka, mengurangi peradangan
psoriasis dan eksim (dermatitis), merawat kesehatan kulit kepala, meningkatkan
kadar kolesterol baik (HDL), menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), mengatasi
kulit yang terbakar sinar matahari, mengurangi tanda-tanda penuaan (seperti di
area bawah mata) dan mencegah jerawat. Selain itu, minyak alpukat dapat
melembutkan kulit karena membantu produksi kolagen pada kulit.
Keterangan :
-
Psoriasis adalah kondisi ketika sel-sel kulit menumpuk dan menghasilkan bercak
bersisik yang gatal dan kering. Psoriasis diduga sebagai masalah sistem
kekebalan tubuh. Psoriasis disebabkan karena stress dan influenza.
-
Eksim adalah kondisi kemerahan, gatal, kering, pecah-pecah dan kasar pada kulit
yang disebabkan karena peradangan.
Artikel Terkait :
Ketahanan Minyak Goreng (Cooking Oil)
Info yang sanagt bermanfaat , selain buah-buahan, tanaman atau tumbuhan juga bisa diekstrak untuk diambil manfaatnya untuk kesehatan, biasanya disebut dengan minyak atsiri / minyak esensial :)
BalasHapusAwaludin :
https://minyak-atsiri.id/blog/minyak-atsiri/