Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Hangat Dan Awan Dingin
Awan hangat dan
awan dingin dapat dibedakan dari suhu lingkungan atmosfer. Awan dingin terjadi
jika seluruh bagian awan berada pada daerah dengan suhu udara yang dekat dengan
permukaan tanah. Awan hangat tidak mengandung es, sedangkan awan dingin mengandung
es dan titik-titik air yang sangat dingin.
Suhu dalam awan
hangat dan suhu di sekitar awan hangat, yaitu sekitar lebih dari 0o
C. Suhu dalam awan dingin dan suhu sekitar awan dingin, yaitu di bawah 0o
C.
Indonesia
memiliki suhu dekat dengan permukaan tanah, yaitu sekitar 20o – 300o
C. Bagian dasar awan yang berada di wilayah Indonesia memiliki suhu sekitar 180o
C.
Awan memiliki
sifat higroskopi, yaitu kemampuan suatu zat untuk menyerap molekul air dari
lingkungannya melalui proses absorbsi atau adsorbsi.
Absorbsi adalah
proses masuknya zat cair ke dalam zat padat atau zat cair lainnya. Adsorbsi
adalah peristiwa menempelnya zat, molekul, ion atau atom pada suatu permukaan.
Pada proses absorbsi terjadi penyerapan energi panas dari lingkungan ke sistem,
sedangkan pada proses adsorbsi terjadi pelepasan energi panas dari sistem ke
lingkungan. Proses absorbsi dipengaruhi oleh suhu, sedangkan proses adsorbsi
tidak dipengaruhi oleh suhu.
Pada proses
absorbsi terdapat istilah absorben, yaitu zat cair yang dapat melarutkan zat
yang akan diabsorbsi pada permukaannya. Pada proses adsorpsi terdapat istilah
adsorben, yaitu zat padat yang dapat menyerap partikel zat cair, gas, dan padat
ketika terjadi proses adsorbsi.
Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Hangat
1. Uap air
terangkat dari permukaan bumi menuju atmosfer karena cahaya matahari.
2. Uap air
mengalami pengembunan karena adanya sumber garam yang berasal dari air laut.
3. Titik-titik
air yang terbentuk dari proses pengembunan semakin banyak dan mengendap, hingga
membentuk sebuah awan.
4. Partikel
yang mengelilingi debu dan kristal garam pada permukaan awan akan menebal dan menyebabkan
awan menjadi berat. Ketika awan tidak dapat lagi menampung, partikel-partikel
tersebut akan terjatuh dari awan menjadi hujan.
Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Dingin
1. Uap air
terangkat dari permukaan bumi menuju atmosfer karena cahaya matahari.
2. Uap air
mengalami pengembunan, hingga terbentuk titik-titik air.
3. Saat udara
melebihi tinggi permukaan atmosfer, titik-titik air yang telah melalui proses
pengembunan akan berubah menjadi awan.
4. Titik-titik
air akan mengalami sublimasi menjadi kristal es ketika suhu udara dalam awan
lebih dingin dari -40o C. Titik-titik air yang besar akan membeku
lebih dulu menjadi kristal-kristal es dibandingkan titik-titik air yang lebih
kecil. Ketika suhu udara awan lebih dingin dari 0o Catau lebih panas
dari -40o C, air akan mengalami kondensasi dan menjadi air yang
super dingin.
5. Ketika udara
di sekitar awan tidak terlalu dingin, kristal-kristal es akan bertambah besar
dan jatuh menjadi butiran salju.
6. Kristal
salju yang melewati awan hangat akan mencair dan menjadi hujan, Tetapi, pada
musim dingin, kristal salju tidak akan mencair atau menjadi hujan.
Pembentukan
titik-titik air pada awan hangat disebabkan karena aksi inti kondensasi
(pengembunan), sedangkan pada awan dingin disebabkan karena aksi inti es yang
berasal dari aerosol atau pecahan kristal es.
Ketika titik
air super dingin dan partikel es berada dalam parsel udara (kolom berisi udara
dengan sifat dan karakteristik yang berbeda dengan lingkungannya) yang sama,
maka titik air akan menjaga tekanan uap menjadi lebih tinggi daripada partikel
es. Hal ini menyebabkan terbentuknya kristal es, sedangkan titik air menjadi
mengecil.
Terimakasih infonya, sukses terus..
BalasHapus