Gangguan Psikologis Alexithymia

Alexithymia adalah gangguan psikologis saat seseorang tidak mampu mendeskripsikan atau mengutarakan emosi atau perasaannya. Alexithymia juga mengalami gangguan terhadap fungsi kognitif dalam dirinya. Kognitif terdiri dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, sintesa dan evaluasi. Alexithymia lebih banyak diderita oleh pria daripada wanita.

Ciri-Ciri Alexithymia :

- Selalu berpikir menggunakan logika atau tidak pernah berpikir menggunakan perasaan.

- Tidak sentimentil atau tidak peka, kurang empati atau sulit memahami perasaan orang lain, sehingga tidak bisa merespond perasaan orang lain.

- Keterbatasan dalam berpikir secara imajinatif, sehingga tidak mampu menilai suatu karya seni.

- Senang menyendiri.

- Mudah marah. 

- Merasa gelisah atau tidak nyaman.

Beberapa penderita alexithymia mengalami gangguan psikosomatis (penyakit fisik yang disebabkan karena stress), misalnya ketika penderita alexithymia sedang marah, ia tidak bisa mengekspresikan kemarahannya, hingga berakibat sakit perut, sakit kepala atau muka memerah.

Penderita alexithymia sering memberi jawaban yang bertele-tele untuk pertanyaan yang sederhana karena mereka tidak dapat menilai atau merasakan apa yang sebenarnya dirasakan oleh lawan bicaranya. Mereka seperti menerka-terka untuk memberi jawaban yang tepat dan tentu saja dengan berdasarkan logika mereka bukan perasaan mereka.

Alexithymia terbagi menjadi dua jenis, yaitu :

a. Alexithymia State

Alexithymia state adalah alexithymia yang disebabkan karena penderitanya mengalami post traumatic stress disorder (PTSD) atau gangguan stress pascatrauma. Alexithymia state bersifat sementara.

Post traumatic stress disorder (PTSD) adalah kondisi kejiwaan karena penderita mengalami atau menyaksikan kejadian tragis yang menyebabkan trauma. Penderita biasanya akan mengalami mimpi buruk, dihantui perasaan bersalah, cenderung memiliki perasaan negatif terhadap diri sendiri maupun orang lain, sulit berkonsentrasi dan sulit tidur.

b.Alexithymia Trait

Alexithymia trait adalah alexithymia yang telah melekat dalam diri seseorang karena pengalaman menakutkan yang dialami sejak kecil, seperti penelantaran.

Bisakah alexithymia disamakan dengan mati rasa?.

Mati rasa tidak sama dengan alexithymia. Mati rasa cenderung skeptis (ragu-ragu atau sulit percaya terhadap suatu hal), tidak dapat menerima atau membuka hati kepada seseorang yang baru. Mati rasa biasanya disangkutpautkan dengan permasalahan cinta yang mengakibatkan luka hati yang mendalam.

Meskipun seseorang yang mati rasa juga mengalami trauma, tetapi ia masih bisa memahami dan merespond perasaan orang lain di sekitarnya jika tidak berurusan dengan percintaan. Bahkan, mungkin seseorang yang mati rasa cenderung lebih menggunakan perasaan dalam berpikir daripada logika. Sebagaimana dikatakan bahwa cinta tak ada logika.

Alexithymia dapat disembuhkan dengan cara rutin melakukan konsultasi untuk mengembalikan rasa percaya diri, sehingga dapat bersosialisasi dengan baik. 

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime