Macam-Macam Danau, Telaga Dan Rawa
Danau
Danau adalah
depresi kontinental yang terisi oleh sejumlah air di daratan. Sumber air danau
antara lain curah hujan, sungai, mata air dan air tanah. Depresi kontinental
adalah bagian dari daratan yang ketinggiannya di bawah permukaan air laut.
Adapun
ciri-ciri suatu genangan dikatakan sebagai danau antara lain sebagai berikut :
a. Genangan
air cukup dalam dan sudah menunjukkan adanya perbedaan suhu pada kedalaman
tertentu.
b. Sudah
menunjukkan adanya gelombang.
c. Tumbuhan
air yang mengapung tidak dapat menutup seluruh permukaan air dan biasanya hanya
di bagian pinggir.
Danau
terbagi menjadi 7 jenis berdasarkan proses terbentuknya, yaitu :
a. Danau
Vulkanis adalah danau yang terbentuk karena terjadinya aktivitas vulkanis,
seperti letusan gunung api. Bentuk dan luas danau vulkanis yang terjadi
tergantung pada proses vulkanis yang membentuknya.
b. Danau
Tektonik adalah danau yang terjadi karena gerak dislokasi (pergeseran/slip) di
permukaan bumi yang menimbulkan bentuk-bentuk patahan, slenk atau graben (hasil
dari patahan pada kulit bumi yang mengalami depresi dan terletak di antara dua
bagian horst (bagian yang lebih tinggi)) dan lain-lain.
c. Danau
Lembah Gletser adalah danau yang terjadi karena adanya lembah yang terisi oleh
air pada zaman es berakhir.
d. Danau
Dolina adalah danau yang terdapat di daerah karst dome (kubah kapur). Umumnya
berupa danau kecil yang bersifat temporer. Selain itu, danau ini juga dapat
terjadi karena adanya kadar air yang tinggi dalam tanah kapur.
e. Danau
Terbendung adalah danau yang terjadi karena adanya bahan-bahan lepas maupun
terikat, seperti runtuhan gunung, morena (endapan pasir dan kerikil) ujung dari
gletser dan aliran lava yang membendung lembah sungai, sehingga alirannya
tertahan.
f. Danau
Erosi Sungai adalah danau yang terjadi karena adanya erosi sungai, seperti
danau Tapal Kuda.
g. Danau
Laguna adalah danau yang terbentuk karena aktivitas ombak dan arus pantai.
Danau
terbagi menjadi dua jenis berdasarkan jenis airnya, yaitu :
a. Danau
Air Tawar adalah danau yang mendapat sumber air dari curah hujan dan selalu
mengalirkan airnya ke laut. Danau air tawar terdapat di daerah basah yang
memiliki curah hujan tinggi.
b. Danau
Air Asin adalah danau yang terdapat di daerah-daerah arid (gersang) dan
semiarid (semi gersang). Pada danau air asin, penguapan yang terjadi sangat
kuat dan tidak memiliki aliran keluaran.
Danau
terbagi menjadi dua jenis berdasarkan aliran airnya, yaitu :
a. Danau
Aliran (Running Water Lake) adalah
danau yang memperoleh air dari aliran sungai (inflow) dan memberikan air pada sungai di bawahnya (outflow).
b. Danau
Tanpa Jalan Keluar (Lake Without Outlet)
adalah danau yang hanya memperoleh air dari aliran sungai. Pengurangan air pada
danau ini terjadi melalui penguapan.
Danau
terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan kadar karbondioksida, yaitu :
a. Danau
Air Keras (Hard Water Lake) adalah danau yang mempunyai kadar karbondioksida
lebih dari 22 cc per liter.
b. Danau
Kelas Menengah (Medium Water Lake) adalah danau yang mempunyai kadar
karbondioksida antara 5-22 cc per liter.
c. Danau
Air Halus (Soft Water Lake) adalah danau yang mempunyai sedikit kandungan
kalsium dan magnesium, serta karbondioksida dan air sekitar 5 cc per liter.
Danau dapat
hilang karena pengaruh faktor-faktor sebagai berikut :
a. Gerakan
tektonik (gerakan pada kerak bumi yang menimbulkan lekukan, lipatan, retakan,
patahan, sehingga terbentuk tinggi dan rendah pada permukaan bumi) berupa
pengangkatan dasar danau.
b.
Penguapan yang kuat terutama di daerah arid.
c.
Pembentukan delta-delta (tanah datar hasil pengendapan) dan pelumpuran di
danau.
d.
Pengendapan jasad tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang yang mati akan
mempercepat proses pendangkalan dasar danau.
e.
Sungai-sungai yang meninggalkan danau menimbulkan erosi dasar pada bibir danau,
sehingga tempat tersebut makin rendah dan air danau yang keluar juga lebih
banyak.
Manfaat
danau bagi kehidupan, antara lain :
a. Pengatur
tata air untuk mengendalikan banjir.
b. Irigasi
(pengairan).
c.
Pembangkit tenaga listrik.
d.
Reboisasi (penghijauan atau penanaman kembali hutan yang gundul).
e. Sumber
air bersih.
Danau Tiberias
Danau Tiberias (Sea of Galilea) terletak di wilayah Palestina dan Suriah, di bagian utara Israel, dekat dataran tinggi Golan dan 30 km di sebelah timur kota Nazaret. Danau Tiberias memiliki luas sekitar 166 km dan kedalaman 43 meter. Danau Tiberias menjadi sumber air bersih bagi Israel dan Palestina.
Debit air danau Tiberias terus menurun dari waktu ke waktu. Sejak tahun 2018, air danau berkurang 1 cm per hari. Menurut penelitian, penyusutan debit air ini terjadi karena jumlah populasi di Israel, Palestina dan Yordania terus bertambah, sehingga penggunaan air semakin bertambah, seperti untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian.
Laut Mati
Laut Mati (The Dead Sea) berbatasan dengan Yordania di sebelah timur dan Israel dan Palestina di sebelah barat. Air Laut Mati sangat asin (mengandung kadar garam yang sangat tinggi), berlumpur dan mengandung banyak mineral. Sebenarnya, Laut Mati adalah sebuah danau karena terletak pada daratan. Danau ini disebut laut karena memiliki ukuran yang sangat luas seperti laut. Panjang Laut Mati sekitar 67 km, lebar sekitar 17 km dan luas permukaan sekitar 810 km². Laut Mati terletak pada titik terendah permukaan bumi.
Benda dan manusia yang berada di atas Laut Mati akan mengapung atau tidak akan tenggelam. Tidak ada fauna ataupun flora yang hidup di dalam danau ini.
Telaga
Proses
pembentukan telaga sama dengan proses pembentukan danau. Telaga memiliki ukuran
lebih kecil dibandingkan dengan danau. Telaga banyak dijumpai di daerah
topografi karst (daerah yang terbentuk oleh proses pelarutan lapisan batuan
gamping) yang berbentuk karena adanya dolina (lubang berbentuk corong) yang
tersumbat. Seperti halnya danau, telaga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air
bersih, hiburan dan rekreasi.
Cara melestarikan
telaga adalah sebagai berikut :
a.
Konservasi tanah di sekitar telaga.
b. Membuat
sabuk hujan di sekitar lebih telaga.
c. Tidak
membuang limbah di telaga.
Rawa
Rawa adalah
daerah di sekitar sungai atau muara sungai yang cukup besar yang merupakan
tanah lumpur dengan keadaan air yang relatif tinggi. Genangan air pada rawa
berasal dari air hujan, air tanah dan air sungai.
Rawa
terbagi menjadi dua jenis berdasarkan pergantian airnya :
a. Rawa
yang mengalami pergantian air. Hal ini terjadi karena adanya pasang surut. Air
pada rawa ini tidak begitu asam. Rawa jenis ini terletak di sekitar sungai atau
dekat pantai.
b. Rawa
yang tidak mengalami pergantian air (tidak mengalir). Pada rawa ini air
biasanya asam dan berwarna agak kemerahan. Rawa jenis ini kurang cocok untuk
perikanan.
Komentar
Posting Komentar