Gaya Lorentz
Gaya Lorentz dikemukakan oleh Hendrik Anton Lorentz,
seorang fisikawan yang berasal dari Belanda. Gaya Lorentz disebut juga gaya
magnetik. Gaya Lorentz adalah gaya yang ditimbulkan oleh muatan listrik .
Arah dari gaya Lorentz adalah tegak lurus dengan arah kuat
arus listrik (I) dan induksi magnetik (B). Besar dari gaya Lorentz adalah sebanding
dengan kuat medan magnet, arus listrik dan panjang kawat. Oleh karena itu,
besar dan arah gaya Lorentz tergantung dengan besar dan arah arus listrik.
Untuk menentukan arah gaya Lorentz dapat berdasarkan kaidah tangan kanan atau
kaitan pemutaran sekrup.
Rumus :
FL = I . B
atau
FL = q (V . B)
atau
FL = I . L . B
atau
FL = I . L . B . sin α
atau
FL = q/t . L . B . sin α
atau
FL = q . V . B . sin α
Keterangan :
FL adalah gaya Lorentz (N)
I adalah kuat arus listrik (Ampere/A)
B adalah kuat medan magnet (Tesla/T atau Wb/m2)
L adalah panjang kawat listrik (m)
q adalah muatan listrik (coulomb)
V adalah arah kecepatan muatan (m/s)
α adalah sudut yang dibentuk oleh B dan I
Jika sudut = 90o, maka arah arus listrik dan
medan magnet saling tegak lurus, sehingga gaya Lorentz mencapai nilai maksimum.
Jika sudut = 0o, maka arah arus lisrik dan
medan magnet saling sejajar, sehingga gaya Lorentz sama dengan nol atau kawat
tidak dipengaruhi gaya Lorentz.
Jika terdapat dua kawat yang terpasang sejajar dan
berdekatan, kedua kawat tersebut akan saling tarik-menarik apabila diberi arus
searah dan akan saling tolak-menolak apabila diberi aurs yang berlawanan arah.
Rumus besar gaya tarik atau tolak yang dialami kawat :
FL = µo . I1 .
I2
L 2.π.a
atau
FL = µo . I1 . I2 . L
2.π.a
Keterangan :
a adalah jarak antara kedua kawat (m)
µo adalah permeabilitas udara atau ruang hampa (4π
. 10-7 Wb/a.m atau 1,26. 10-6 Wb/a.m)
Jika muatan listrik positif, maka arah
gerak searah dengan arah arus. Jika muatan listrik negatif, maka arah gerak
berlawanan dengan arah arus.
Contoh 1 :
Sebuah kawat berarus listrik 3 A
membentang horizontal dengan arah arus dari utara ke selatan berada dalam medan
magnet homogen B = 10-2 T dengan arah vertikal ke atas. Apabila
panjang kawat 7 meter dan arah arus tegak lurus dengan arah medan magnet.
Berapa besar dan arah gaya Lorentz kawat tersebut?
Jawab :
Karena arah arus tegak lurus dengan arah
medan magnet, maka besar sudut = 90o
FL = I . L . B . sin α
= 3 . 7 . 10-2 . sin 90o
= 0,21 N
Arah gaya Lorentz adalah ke arah barat.
Contoh 2 :
Sebuah kawat lurus diarahkan sejajar
dengan bumi sepanjang arah timur-barat. Besar induksi magnetik di titik
horizontal 4 x 10-5 T. Jika massa per satuan panjang kawat (m/L) = 3
x 10-3 kg/m dan g = 10 m/s2, berapa besar arus yang
mengalir dalam kawat agar besar gaya dialami seimbang dengan berat kawat
tersebut?
Jawab :
FL = w
B . I . L = m . g
B . I = m/L . g
4 x 10-5 . I = 3 x 10-3
. 10
I = 3 x 10-2/4 x 10-5
= 750 A
Contoh 3 :
Jarak antara dua buah kawat sejajar 15 cm,
pada kedua kawat mengalir aurs listrik yang sama besar 6 A dengan arah arus
yang sama. Apabila panjang kawat 2 m, berapa besar dan arah gaya Lorentz dari
kedua kawat tersebut?
Jawab :
a = 15 cm = 0,15 m
FL = µo . I1 . I2 . L
2.π.a
= 4π . 10-7 . 6 . 6 . 2
2.π.
0,15
= 2 . 0,000008
. 2 = 0,000032 N

Komentar
Posting Komentar