Jenis Dan Ciri Batuan Tanah Di Indonesia

Di Indonesia, bahan-bahan pembentuk tanah sangat beraneka ragam. Hal tersebut meyebabkan banyaknya jenis-jenis tanah. Beberapa jenis dan ciri-ciri tanah di Indonesia adalah sebagai berikut :

a. Tanah Organik

Secara umum tanah organik di Indonesia disebut tanah gambut. Karena banyak mengandung bahan organik, tanah gambut tidak mengalami profil tanah atau tidak terbentuk horizon yang berbeda-beda.

Mengenai profil tanah atau horizon dapat diketahui dalam artikel Faktor Pembentuk Tanah Dan Profil Tanah

Ciri-ciri tanah gambut, antara lain :
- Berwarna cokelat kelam sampai hujan.
- Bereaksi asam.
- Berkadar air tinggi.

Tanah organik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :
- Gambut topogen, yaitu tanah yang terbentuk karena pengaruh topografi. Tanah gambut topogen banyak dijumpai di Rawa Pening, Deli, Kalimantan dan Pangandaran.
- Gambut pegunungan, yaitu tanah yang terbentuk di daerah dataran tinggi (depresi pegunungan). Termasuk jenis tanah ini terdapat Dataran Tinggi Dieng.
- Tanah ombrogen, yaitu tanah yang terbentuk karena curah hujan yang airnya tergenang. Tanah jenis ini banyak terdapat di Kalimantan dan Sumatera.

b. Tanah Merah

Sebagian besar lahan di Indonesia merupakan tanah merah. Ciri-ciri tanah merah, antara lain :
- Terdapat mulai dari tepi pantai yang landai sampai dengan pegunungan yang tinggi.
- Terbentuk dari batuan sedimen, batuan beku dan batuan malihan.

Tanah merah terbagi atas empat golongan, yaitu :

1. Tanah Laterit

Ciri-ciri tanah laterit, antara lain :
- Ketebalan tanah dangkal (kurang dari 1 meter).
- Tekstur dan struktur tanah beraneka ragam.
- Bahan induk terdiri dari andesit.
- Beriklim basa.

Tanah laterit banyak terdapat di Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

2. Tanah Mediteran Merah-Kuning

Ciri-ciri tanah mediteran merah-kuning, antara lain :
- ketebalan tanah dangkal.
- Terbentuk pada daerah karst (kapur).
- Tekstur berat.
- Kadar bahan organik rendah.
- Konsistensi (ketetapan) lekat.
- Reaksi alkalis (basa).

Tanah mediteran merah-kuning banyak terdapat di Jawa dan Nusa Tenggara.

3. Tanah Podzolit Merah-Kuning

Ciri-ciri tanah podzolit merah kuning, antara lain :
- Tekstur lempung (liat) sampai geluh (pasir/debu).
- Struktur remah, hingga gumpal.
-  Kadar bahan organik rendah.
- pH berkisar antara 3 – 6,3.

Tanah podzolit merah kuning banyak terdapat di Jawa, Kalimantan dan Sumatera. Tanah jenis ini dapat dimanfaatkan untuk perladangan.

4. Tanah Latosol

Tanah latosol merupakan jenis tanah yang sudah mengalami perkembangan lebih lanjut. Ciri-ciri tanah latosol, antara lain :
- Berwarna merah
- Tekstur lempung sampai geluh
- Struktur remah, hingga gumpal.
- Berasal dari batuan vulkanik
- Terbentuk pada daerah yang beriklim basah.

c. Tanah Andosol

Tanah andosol biasanya terbentuk di daerah pegunungan. Ciri-ciri tanah andosol, antara lain :
- Sangat jarang (porous) mengandung bahan organik dan lempung.
- Tekstur dan struktur tanah beraneka ragam.
- Ketebalan tanah sudah dalam.
- Berwarna hitam kelam.

d. Tanah Grumusol

Ciri-ciri tanah grumusol, antara lain :
- Struktur granular (butiran-butiran kecil), hingga gumpal.
- Tekstur tanah lempung.
- Tanpa horizon pencucian dan pengendapan.
- Mengandung kapur.
- Konsistensi sangat liat.
- Bahan induk terdiri dari kapur dan lempung.
- Ketebalan tanah dangkal (kurang dari 1 m).
- Terbentuk pada ketinggian kurang dari 300 m.
- pH antara 6,5 – 8,2.

Tanah grumusol banyak terdapat di Jawa, Sumatera dan Nusa Tenggara.

e. Tanah Muda

Tanah muda adalah tanah yang belum mengalami perkembangan profil tanah atau belum terbentuk horizon tanah. Tanah muda terbagi menjadi 3 golongan, yaitu :

1. Tanah Regosol

Ciri-ciri tanah regosol, antara lain :
- Perbedaan horizon tanah yang terbentuk belum jelas.
- Tekstur tanah kasar.
- Struktur tanah keras dan remah.
- pH berkisar antara 6-7.

Tanah regosol banyak terdapat di sepanjang pantai, sekitar gunung api dan daerah pegunungan lipatan.

2. Tanah Litosol

Tanah litosol merupakan tanah yang paling muda. Pada tanah litosol, bahan induk dangkal (kurang dari 45 cm). Tanah litosol banyak terdapat di Jawa, Nusa Tenggara, Sumatera dan Maluku Selatan.

3. Tanah Aluvial

Tanah aluvial belum mengalami perkembangan horizon dan terbentuk pada lahan yang baru mengalami banjir. Asal material yang diendapkan sangat memengaruhi tingkat kesuburan jenis tanah ini. Tanah aluvial dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime