Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Galvanometer berfungsi untuk mengukur kuat arus dan beda potensial listrik yang relatif kecil. Jika kuat arus dan beda potensial relatif besar, galvanometer tidak akan berfungsi dengan baik. Agar galvanometer berfungsi dengan baik pada rangkaian dengan kuat arus dan beda potensial relatif besar, pada galvanometer harus dipasang hambatan eksternal, seperti hambatan shunt atau hambatan depan.
 

Hambatan shunt adalah hambatan eksternal yang dipasang pada amperemeter untuk mengukur/ membatasi kuat arus dan beda potensial. Alat yang digunakan berupa resistor. Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk membatasi arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian elektronika.

 

Apabila resistor dipasang secara seri, untuk menghitung beda potensial dan kuat aurs pada satu ujung resistor, berlaku rumus :

 

V = I . R     atau     I = E/R

 
Keterangan :
R adalah resistor
I adalah kuat arus
E adalah Gaya Gerak Listrik
 

Besar hambatan shunt (Rsh) lebih kecil daripada hambatan galvanometer (Rg), sehingga arus yang menyimpang melaluinya (Ish) lebih besar daripada arus yang melalui galvanometer (ig).

 
Rumus :

Rsh = Rg/n-1

n = i/ig

 
Rumus :

Rsh = (ig/ish) . Rg

i = ish + ig

 

Jika amperemeter mempunyai hambatan dalam (RA) dan batas ukur kuat arus (i) ingin diperbesar menjadi iI = n.i, maka harus dipotong tahanan/hambatan shunt (Rsh) yang disusun paralel dalam amperemeter.


Nilai n adalah nilai perbesaran pada amperemeter, voltmeter atau galvanometer.
 
Rumus :

Rsh = RA/n-1

n = iakhir/iawal

ish = n-1 . i

RA = V/i

RA = V1 – V2 . R

              V
 
V1 adalah beda potensial yang terbaca pada amperemeter.

V2 adalah beda potensial yang terbaca pada voltmeter.

 

Pada rangkaian amperemeter arus searah (DC), kuat arus shunt (Ish) lebih besar daripada kuat arus defleksi penuh (Idp) yang mengalir pada penggerak itu sendiri.

 

Rumus :

Ish = I - Idp

Rsh = Idp . RA

           I - Idp
 

Keterangan :

RA adalah hambatan dalam amperemeter

I adalah arus skala penuh

 

Jika amperemeter disusun paralel dengan galvanometer dan resistor, berlaku rumus :

 

RA = Rg . Rsh

         Rg + Rsh
 

Jika voltmeter mempunyai hambatan dalam (RV), daya batas ukur/beda potensial (V) akan diperbesar menjadi VI = nV, maka pada voltmeter harus dipasang tahanan muka/depan (Rm) yang disusun seri dengan voltmeter.

 

Rumus :

Rm = (n-1) . RV

n = V/Vv  atau  n = Vakhir/Vawal

 

Jika voltmeter disusun seri dengan galvanometer dan resistor, berlaku rumus :

 

RV = Rsh + Rg

Rsh = (n-1) . Rg

Vsh/Vg = Rsh/Rg

Vtotal = Vsh + Vg

 

Voltmeter memiliki skala penuh atau batas ukur maksimum. Tegangan yang diukur terkadang melebihi batas ukur maksimum voltmeter. Untuk mengatasi hal tersebut, batas ukur voltmeter dapat diperbesar dengan menambah hambatan depan yang dipasang secara seri dengan voltmeter tersebut. 

 
Pada rangkaian tahanan tinggi, voltmeter bertindak sebagai hambatan shunt, sehingga dapat memperkecil tahanan ekivalen dalam rangkaian tersebut. Hal ini disebabkan oleh sensitivitas yang rendah. Kondisi ini disebut efek pembebanan. Efek pembebanan dapat diperkecil dengan sensitivitas tertinggi atau rangkuman tertinggi. Polaritas yang salah atau terbalik dapat menyebabkan voltmeter menyimpang dan dapat merusak jarum pada voltmeter.

Hambatan depan memiliki fungsi yang sama dengan hambatan shunt. Hambatan depan lebih besar daripada hambatan galvanometer (Rg). Untuk mengukur beda potensial adalah dengan menambahkan hambatan depan yang disusun seri dengan galvanometer.

 

Rumus :

Vg = ig . Rg

Rm = (n-1) . RC

n = V/Vg

 

Konversi Tahanan/Hambatan Listrik

 

1 ohm = 109 nanoohm (nΩ)

1 ohm = 106 mikroohm (µΩ)

1 ohm = 103 miliohm (mΩ)

1 ohm = 10-3 kiloohm (kΩ)

1 ohm = 10-6 megaohm (MΩ)

1 ohm = 10-9 gigaohm (GΩ)

 

Konversi Satuan Ampere

 

Nanoampere (nA)                1.000.000.000 

Microampere (μA)                      1.000.000

Miliampere (mA)                                1000

Ampere (A)                                               1

Kiloampere (kA)                 0,001 atau 10-3

Megaampere (MA)       0,000001 atau 10-6

Gigaampere (GA)   0,000000001 atau 10-9

 

A ke mA  dibagi 1000

kA ke A dikali 1000

 

Sensitivitas Galvanometer

 

Sensitivitas galvanometer terbagi menjadi

 

a. Sensitivitas Arus

Sensitivitas arus adalah perbandingan defleksi galvanometer terhadap kuat arus yang menghasilkan defleksi tersebut.

Rumus :

SI = d/I

 

Keterangan :

d adalah defleksi galvanometer (mm)

I adalah kuat arus galvanometer (μA)

 

b. Sensitivitas Tegangan

Sensitivitas tegangan adalah perbandingan defleksi galvanometer terhadap tegangan yang menghasilkan defleksi tersebut.

Rumus :

Sv = d/V

 

Keterangan :

d adalah defleksi galvanometer (mm)

V adalah kuat arus galvanometer (mV)

 

c. Sensitivitas Mega-Ohm

Sensitivitas mega-ohm adalah tahanan (dalam mega-ohm) yang dihubungkan secara seri dengan galvanometer agar menghasilkan defleksi sebesar 1 bagian skala apabila tegangan sebesar 1 volt dimasukkan ke rangkaian tersebut. Apabila tahanan ekivalen dari galvanometer yang dipasang secara paralel diabaikan terhadap tahanan (dalam mega-ohm) yang terpasang seri dengannya, maka kuat arus yang dimasukkan akan sama dengan 1/R dan menghasilkan defleksi sebesar satu bagian (divisi), maka sensitivitas mega-ohm sama dengan sensitivitas arus.

Rumus :

SR = d/I

 

Keterangan :

d adalah defleksi galvanometer (mm)

I adalah kuat arus galvanometer (μA)

 

d. Sensitivitas Balistik

Sensitivitas balistik adalah perbandingan defleksi maksimal galvanometer (dm) terhadap jumlah muatan listrik (Q) yang menghasilkan defleksi tersebut.

Rumus :

SQ = d/ Q

 

Keterangan :

d adalah defleksi galvanometer (mm)

Q adalah muatan listrik (μC)

 

Defleksi

 

Defleksi adalah besarnya jarak pergeseran atau perpindahan pada batang akibat adanya beban yang bekerja pada penampang batang tersebut.

 
Defleksi terbagi menjadi dua, yaitu :

a. Defleksi Aksial adalah defleksi yang terjadi apabila beban yang bekerja sejajar dengan penampang batang tersebut. Defleksi aksial disebut juga defleksi tarik atau tekan.

b. Defleksi Lateral adalah defleksi yang terjadi apabila beban yang bekerja tegak lurus terhadap sumbu penampang batang tersebut. Defleksi lateral disebut juga defleksi lendutan.

 

Tahanan Pengali

 
 
Tahanan pengali berfungsi untuk membatasi arus ke alat ukur agar tidak melebih arus skala penuh (Idp), sehingga besar batas ukur tegangan dapat dengan mudah ditentukan. Jika batas ukur mencapai 500 volt, tahanan pengali dipasang di dalam kotak voltmeter. Jika batas ukur melebih 500 volt, tahanan pengali dipasang pada sepasang probe kutub yang terletak di luar kotak. Hal ini dilakukan untuk mencegah kelebihan panas di bagian dalam voltmeter.
 
Sensitivitas dapat digunakan untuk menentukan tahanan pengali pada voltmeter arus searah.
 
V = Im (Rs + Rm)
Rs = V  - Rm
        Im
Rs = (S . V) - Rm
 

Keterangan :

 
Im adalah arus defleksi dari alat ukur
Rm adalah tahanan dalam alat ukur
Rs adalah tahanan pengali
V adalah tegangan maksimum atau batas ukur yang ditentukan oleh posisi saklar
S adalah sensitivitas voltmeter (Ohm/Volt)
 
 
Contoh 1 :

Sebuah amperemeter mempunyai hambatan 4,95 ohm dengan batas ukur maksimum 100 mA. Jika batas ukurnya akan dijadikan 10 A, berapa besar hambatan shunt yang harus dipasang ?

Jawab :

iawal = 100 mA = 0,1 A

n = iakhir/iawal

   = 10/0,1 = 100

 

Rsh = RA/n-1

       = 4,95/100 – 1 

       = 4,95/99 = 0,05 ohm

 

Contoh 2 :    

Suatu voltmeter mempunyai daya batas ukur/ daya ukur maksimum 25 V dan hambatan dalam 2kΩ. Untuk mempertinggi daya ukurnya dipasang tahanan depan 78 kΩ. Berapa daya ukur maksimum sekarang ?

Jawab :

RV = 2kΩ = 2000 Ω

Rm = 78 kΩ = 78000Ω

 

Rm = (n-1) . RV

78000  = (n – 1) . 2000

78000/2000 = n - 1

39 = n – 1

n = 39 + 1 = 40

 

n = vakhir/vawal

40 = Vakhir/25

Vakhir = 40 . 25 = 1000 volt

 

Contoh 3 :

Galvanometer memiliki hambatan 160 ohm dengan arus 2 mA agar menghasilkan simpangan dengan skala penuh. Berapa tahanan shunt yang harus dipakai agar menghasilkan amperemeter yang memberikan simpangan skala penuh dengan arus 2,2 A?.

Jawab :

ig = 2 mA = 0,002 A

i = 2,2 A

 

i = ish + ig

ish = i – ig

      = 2,2 – 0,002 = 2,198

Rsh = (ig/ish) . Rg

       = (0,002/2,198) . 160

       = 0,00090 . 160 = 0,144 ohm

 

Contoh 4 :

Galvanometer memiliki hambatan 120 ohm untuk arus 1 mA, sehingga memberikan simpangan skala penuh. Berapa besar hambatan shunt yang disusun seri untuk merancang sebuah voltmeter yang dapat memberikan simpangan skala penuh pada beda potensial 3 volt ?

Jawab :

i = 1 mA = 0,001 A

V = i . (Rsh + Rg)

3 = i . (Rsh + Rg

3 = 0,001 (Rsh + 120)

3/0,001 = Rsh + 120

Rsh = 3000 – 120 = 2880 ohm

 

Contoh 5 :

Galvanometer memiliki hambatan 100 ohm memberikan simpangan pada skala penuh dengan arus 1,3 mA. Untuk merancang ohmmeter, komponen tersebut dihubungkan dengan baterai 2 V. Berapa besar hambatan shunt yang harus diberikan ?

Jawab :

i = 1,3 mA = 0,0013 A

V = i . (Rsh + Rg)

2 = i . (Rsh + Rg

2 = 0,0013 (Rsh + 100)

 2/0,0013 = Rsh + 100 

Rsh = 1538,46 – 100 = 1438,46 = 1438 ohm


Contoh 6 :

Sebuah galvanometer memiliki arus skala penuh 1,6 mA dan hambatan kumparan RC = 35 ohm. Berapa hambatan shunt yang harus dipasang seri dengan kumparan galvanometer untuk menghasilkan sebuah voltmeter dengan tegangan skala penuh 300 V ?

Jawab :

ig = 1,6 mA = 0,0016 A 

RC = Rg, maka

Vg = ig . RC

     = 0,0016 . 35 = 0,056 volt

 

n = V/Vg

   = 300/0,056 = 5357,14

 

Rsh = (n-1) . Rg

     = (5357, 14 – 1) . 35

     = 5356,14 . 35 = 187464,9 = 187.465 ohm

 

Contoh 7 :

Sebuah galvanometer dengan hambatan 30 Ohm akan mengalami simpangan maksimum jika tegangannya 60 volt. Agar dapat digunakan untuk mengukur tegangan hingga 450 volt, tentukanlah besar hambatan depan yang harus dipasang secara seri! 

 

Jawab :

n = Vakhir/Vawal

    = 450/60 = 7,5

Maka,

Rm = (n-1) . Rg

Rm = (7,5 – 1) . 30

      = 195 Ohm

 

Contoh 8 :

Sebuah galvanometer yang hambatannya 60 Ohm akan mengalami simpangan maksimum jika dilalui arus 3,5 A. Agar dapat digunakan untuk mengukur tegangan hingga 400 volt, maka harus ditambahkan resistor secara seri. Berapa hambatan resistor tambahan tersebut?

 

Jawab :

V = I . R

    = 3,5 . 60 = 210 volt

n = Vakhir/Vawal

   = 400/210 = 1,9

Rm = (n – 1) . Rg

      = (1,9 – 1). 60 = 54 Ohm
 

Contoh 9 :

Sebuah amperemeter memiliki batas ukur 20 mA dengan hambatan dalam 300 Ohm. Berapa hambatan shunt yang harus dipasang agar batas ukurnya menjadi 250 mA?

 

Jawab :

Ish = I - Idp

     = 250 – 20 = 230 mA

Rsh = Idp . RA

             Ish

      = 20 . 300 = 6000/230 = 26,08 Ohm

             230

Galvanometer dapat dipasang di berbagai jenis rangkaian listrik jembatan. Salah satunya adalah jembatan Wheatstone. Tentang jembatan-jembatan tersebut terdapat dalam artikel Rangkaian Listrik Jembatan

Komentar

  1. Sebuah galvomamerter mempunyai hambatan 10 ohm dan mengalami simpangan maksimum Pad 10 mA.hitunglah hambatan rasistor shunt yang harus di pasang agar golvanometer dapat menjadi amperameter dengan batas ukuran 5 A


    Mohon bantuanan ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya hasilnya sebagai berikut ☺️

      ig = 10 mA = 0,01 A

      i = 5 A


      i = ish + ig

      ish = i – ig

            = 5 – 0,01 = 4,99 A


      Rsh = (ig/ish) . Rg

           = (0,01/4,99) . 10

          = 0,002 . 10 = 0,02 ohm

      Hapus
  2. sangat membantu kami, terima kasih yah admin

    salam hangat dari Bali

    BalasHapus
  3. Tegangan simpangan maksimum sebuah galvanometer adalah 20mV.jika hendak dibuat voltmeter dengan batas ukur 5 volt, maka harus dipasang resistor seri 19.920 ohm. Hitunglah hambatan galvanometer tersebut!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang ditanyakan adalah hambatan galvanometer (Rg)

      Diketahui :
      Vawal = 20mV = 0,02 V (dibagi 1000)
      Vakhir = 5 volt
      Rsh = 19.920 Ohm

      Rumus yang digunakan adalah
      Rsh = (n-1) . Rg

      Kita cari terlebih dahulu nilai n dengan rumus :
      n = Vakhir/Vawal
      n = 5/0,02 = 250 volt

      Jadi,
      Rsh = (n-1) . Rg
      19.920 = (250 - 1) . Rg
      19.920/249 = Rg
      80 Ohm = Rg

      Hapus
    2. Terima kasih kak, jawabannya sangat membantu

      Hapus
  4. sebuah galvanometer dengan resistansi 18 dialiri arus 0,5A galvanometer ingin dijadikan amperemeter dengan batas ukur 5A hambatan shunt yang harus dipasang sebesar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Resistansi adalah bertahan/menentang/menghambat. Satuan resistansi adalah Ohm.

      n = i/ig
      = 5/0,5 = 10 A

      Rsh = Rg/n-1
      = 18/10-1
      = 18/9 = 2 Ohm

      Hapus
  5. Mengapa galvanometer harus seri dengan hambatan R, agar dapat menjadi amperemeter?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya amperemeter memiliki resistansi internal yang rendah dibandingkan resistansi perangkat lain di sirkuit, sehingga resistansi tambahan dapat diabaikan. Resistansi tambahan yang dimaksud adalah resistor yang memiliki hambatan shunt.

      Amperemeter dipasang secara seri untuk menghindari perubahan yang signifikan dari arus yang akan diukur, sedangkan hambatan R dipasang secara paralel dengan galvanometer agar kuat arus dan beda potensial yang masuk ke dalam galvanometer tidak terlalu rendah karena fungsi hambatan tersebut untuk membatasi kuat arus dan beda potensial.

      Hambatan shunt dipasang hanya jika kuat arus listrik melebihi batas ukur maksimum amperemeter. Hambatan shunt dipasang secara paralel dengan amperemeter agar kelebihan arus dapat mengalir ke hambatan paralel tadi.
      Dengan dipasang hambatan shunt, amperemeter dapat digunakan untuk mengukur arus listrik yang lebih besar.

      Hapus
  6. Mengapa galvanometer harus di paralel dengan hambatan R agar dapat digunakan sebagai volmeter?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Galvanometer tidak dapat berfungsi pada kuat arus listrik dan beda potensial yang besar, sedangkan voltmeter dirancang untuk memiliki resistansi internal (hambatan dalam) yang tinggi agar voltmeter tidak mengambil terlalu banyak energi dari rangkaian yang sedang diukur.

      Voltmeter dihubungkan secara paralel dengan rangkaian yang akan diukur agar resistansi internal yang dimilikinya tidak memuat sirkuit. Jadi, galvanometer harus dipasang secara seri dengan hambatan R, bukan secara paralel. Hambatan ditambahkan karena terkadang tegangan yang diukur melebihi batas ukur maksimum. Adanya hambatan, batas ukur voltmeter dapat diperbesar. Semakin tinggi nilai hambatan akan semakin sensitif terhadap voltmeter.

      Hapus
  7. Sebuah alat ukur 1 mA dengan tahanan 100 ohm akan diubah menjadi 0-100 mA, tentukan nilai tahanan shunt yang diperlukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena satuan kuat arus awal dan akhir sama-sama mA, maka kita langsung saja mencari nilai n. Tetapi, jika satuan ingin dijadikan A juga tidak masalah. 1mA ke A adalah dibagi 1000.

      n = iakhir/iawal

         = 100/1 = 100mA


      Rsh = RA/n-1

             = 100/100 – 1

             = 100/99 = 1,01 Ohm

      Hapus
  8. sepotong gabus dengan berat mg dan dengan kerapatan 25% dari kerapatan air. gabus diikat dengan tali dan diikat di bagian bawah tabung yang diisi dengan air. seperti diperlihatkan pada gambar, seluruh bagian gabus berada dalam air. dinyatakan dalam berat gabus mg, tegangan tali adalah ..

    bisa bantu ini gaa😭😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diketahui :
      Wgabus = mg
      ρf = 1 g/cm3
      ρb = 25 % + ρf = 0,25 + ρf
      Kita membutuhkan volume gabus atau volume benda yang tercelup.

      Terjadi gaya melayang pada gabus yang diikat oleh tali.
      ρf x Vf x g = ρb x Vb x g
      Vf/Vb = 0,25 + ρf/ρf
      Vf/Vb = 0,25
      Vf = 0,25Vb
      Maka volume air yang dipindahkan adalah 0,25 x 100 % = 25 %
      Jadi, volume benda (Vb) adalah 100 % - 25 % = 75 % atau 0,75 m³

      Mari kita cek berapa nilai ρb sebenarnya
      Vf/Vb = ρb/ρf
      0,25Vb/Vb= ρb/1
      ρb = 0,25 x 1 = 0,25
      Ditanyakan T = ?
      Rumus T = mg
      Jadi, T = Wgabus
      T = ρb x Vb x g
      = 0,25 x 0,75 x 10 = 1,8 N

      Semoga benar ya ☺️

      Hapus
  9. Di ketahui E=3 volt
    R1=2 Ohm
    R2=3000 ohm
    R3=209 ohm pada defleksi 150 mm,dan R3'=409 ohm pada 75 mm,
    Hitung
    a. RG(Tahanan galvanimeter)
    b. S(Sensitivitas arus galvanometer)

    Mohon bantuannya kak��

    BalasHapus
    Balasan
    1. a. R3 disebut kasus pertama
      R3' disebut kasus kedua
      Arus galvanometer dalam kasus kedua adalah separuh dari galvanometer kasus pertama, sehingga berlaku

      IG1 = 2 . IG2
      R1/R1 + R3 + RG = 2 . R1/R1 + R3' + RG
      2/2+209+RG = 2 . 2/2+409+RG
      2/2+209+RG = 4/2+409+RG
      2 x (2+409+RG) = 4 x (2+209+RG)
      2 x (411+RG) = 4 x (211+RG)
      822 + 2RG = 844 + 4RG
      822 - 844 = 4RG - 2RG
      -22 = 2RG
      -22/2 = RG
      -11 = RG

      b. Hambatan total (RT)
      RT = R2 + R1 (R3 + RG)/ R1 + R3 + RG ≈ 3000 Ohm

      IT = 3 Volt/3000 = 0,001 x 1000 = 1 mA
      Untuk R3 = 209 Ohm, arus galvanometer (IG) adalah
      IG = R1/R1 + R3 + RG x IT
      = 2/2 + 209 -11 x 1 mA = 2/200 x 1 mA = 0,01 x 1000 = 10 μA
      Maka, SI = 150/10 = 15 mm/μA

      Hapus
  10. Suatu rangkaian jembatan wheatstone mempunyai nilai tegangan batere 5V dan tahanan dalamnya diabaikan sensivitas-arus galvanometer adalah 10mm/mikro ampere dan tahanan dalamnya 100 . Tentukan difleksi galvanometer yang disebabkan oleh ketidakseimbangan 5 ohm ? Mohon bantuannya kak🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jembatan wheatstone umumnya memiliki 4 tahanan. Sebelum menghitung defleksi, kita harus mencari nilai arus galvanometer (Ig).

      Ig = Em/Rm + Rg

      Diketahui :
      E = 5 Volt
      SI = 10 mm/μA
      Rg = 100 Ohm

      Cari nilai Em dengan rumus :
      Em = E x (R1/R2 + R3 - R2/R2 + R4)

      Lalu cari nilai Rm dengan rumus :
      Rm = R1.R3/R1 + R3 + R2.R4/R2 + R4

      Barulah kita dapat mencari nilai
      Ig = Em/Rm + Rg

      Langkah terakhir, yang ditanyakan adalah defleksi galvanometer (d)

      SI = d/Ig
      d = SI . Ig

      Maaf, saya hanya bisa menunjukkan rumusnya. Karena saya tidak mengetahui nilai tahanan (hambatan) lainnya. Mungkin pada soal terdapat gambar yang tercantum angkanya.

      Hapus
  11. Amperemeter dapat mengukur arus 3 kali lebih besar Dari batas ukur awal jika hambatan amperemeter 25 kΩ. Agar tidak rusak diperlukan hambatan shunt sebesar??

    Tolong please

    BalasHapus
    Balasan
    1. Angka 3 adalah nilai perbesaran (n)

      Hambatan amperemeter (RA) = 25 kΩ = 25.000 Ω

      Gunakan rumus berikut ini :
      Rsh = RA/n-1
      = 25000/3-1
      = 25000/2 = 12500 Ω

      Hapus
  12. Suatu ampere meter memiliki batas ukur 5 A dan hambatan 56 ohm. Hambatan shunt yang harus dipasang agar batas ukurnya naik menjadi 45 A adalah..
    Mohon bantuannya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diketahui :
      Apabila ada kalimat "batas ukur naik hingga sekian", maka nilai tersebut adalah nilai kuat arus akhir (iakhir). Jadi, 45 A adalah iakhir. Sementara nilai iawal adalah 5 A.

      Jawab :
      n = iakhir/iawal
         = 45/5 = 9 A
      Rsh = RA/n-1
      = 56/9-1
      = 56/8 = 7 Ohm

      Hapus
  13. Moban kak:(
    Sebuah ampermeter mempunyai hambatan dalam 10 ohm dgn batas ukur maksimum 2 MA pada ampermeter di pasang hambatan shunt sebesar 1/20 ohm. Hitunglah batas ukur maksimum alat sekarang?
    Plis mobann🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diketahui :
      RA = 10 Ohm
      iawal = 2 MA
      Rsh = 1/20 Ohm = 0,05 Ohm

      Jawab :
      Rsh = RA/n-1
      0,05 = 10/n-1
      n-1 = 10/0,05
      n-1 = 200
      n = 200 + 1 = 201

      n = iakhir/iawal
      201 = iakhir/2
      201 x 2 = iakhir
      402 MA = iakhir
      atau
      402 x 10⁶ A = iakhir

      Hapus
  14. mohon bantuannya kak mau bertanya, kalau
    "moving coil memiliki hambatan dalam 100 ohm dan defleksi penuh 50uA"
    itu maksudnya apa yaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Moving coil itu sepertinya alat berbentuk persegi yang tersusun berlapis-lapis, hingga menyerupai gulungan atau lilitan. Alat ini dapat digunakan sebagai voltmeter. Biasanya pada magnet antara kutub utara (N) dan kutub selatan (S). Atau lebih tepatnya dipasang pada magnetic core yang berbentuk tabung. Magnetic core ini juga diletakkan di antara kutub utara dan kutub selatan.

      Alat bernama moving coil itu memiliki
      hambatan dalam (R) 100 ohm dan defleksi penuh (Idp) 50 μA. Apabila ada satuan A (Ampere), maka itu merupakan nilai kuat arus.

      Hapus

  15. Sebuah amperemeter memiliki hambatan 8 ohm dengan arus maksimum yang dapat diukur 2,5 A. Jika amperemeter digunakan untuk menyusun rangkaian dengan arus 12,5 A, hambatan shunt yang diperlukan adalah …??

    BalasHapus

Posting Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime