1. Bumi
Bumi berbentuk
ellipsoid (agak lonjong) yang disebabkan karena rotasi pada Bumi. Pada arah
kutub Bumi terjadi pemampatan dan agak menggelembung di sekitar khatulistiwa.
Hal yang sama juga terlihat pada planet Jupiter dan Saturnus.
Diameter khatulistiwa
Bumi adalah 12.756,32 km, sedangkan diameter kutubnya 12.713,54 km. Perbedaan
ini menyebabkan terjadinya percepatan gravitasi di permukaan Bumi. Massa Bumi
adalah 594,9299 x 1022 kg atau ± 6 x 1024 kg.
Arah rotasi bumi
dan periode rotasi bumi
Bumi berotasi pada
sumbunya atau porosnya. Arah rotasi Bumi adalah dari barat ke timur. Hal ini
menyebabkan gerak semu benda-benda langit, seperti bulan dan matahari
seolah-olah mengelilingi Bumi dari timur ke barat yang tampak sebagai peredaran
semu harian.
Untuk menentukan
periode rotasi Bumi, kita dapat memperhatikan peredaran semu harian sebuah
bintang sejati (matahari). Waktu yang diperlukan matahari tersebut dari
kedudukan kulminasi atas sampai kedudukan yang sama hari berikutnya ternyata
memerlukan waktu 23 jam 56 menit. Karena pada kenyataannya, matahari tetap diam,
maka dinyatakan Bumi-lah yang berotasi
di sekitar porosnya dengan memakan waktu 23 jam 56 menit.
Untuk melakukan
rotasi satu putaran penuh Bumi memerlukan waktu 24 jam. Jadi, setiap jam sebuah
titik di bumi bergeser 15o. Arah rotasi Bumi dari barat ke timur
yang menyebabkan terjadinya pergantian siang malam dan gerak semu harian
matahari atau bintang-bintang yang kelihatannya terbit dari timur dan tenggelam
di barat.
Akibat Rotasi
Bumi, antara lain :
- Terjadinya
perubahan waktu.
- Terjadinya
perubahan arah angin.
- Terjadinya
perbedaan ketebalan atmosfer.
- Terjadinya
perbedaan percepatan gravitasi.
- Bentuk Bumi
menjadi ellipsoid.
- Terjadinya gerak
semu harian matahari dan benda-benda langit.
- Terjadinya gaya
Coriolis.
Kepepatan Bumi
Kepepatan Bumi
pada daerah kutub dapat dibuktikan dengan mengandaikan sebuah balon karet
berisi air yang dirotasikan. Jika balon itu mula-mula bentuknya bulat, seperti
bola jika diputar bentuknya akan pipih.
Perbedaan
percepatan gravitasi juga disebabkan karena kepepatan Bumi. Karena bentuk Bumi
pepat, maka jarak setiap titik di permukaan Bumi ke pusat massa Bumi tidak sama
yang mengakibatkan percepatan gravitasinya tidak sama.
Percepatan
Gravitasi
Arah rotasi Bumi memengaruhi
percepatan gravitasi yang mana semakin ke kutub semakin besar. Selain itu, arah
rotasi Bumi juga menyebabkan vektor percepatan gravitasi menyimpang sedikit
terhadap pusat Bumi, kecuali di ekuator dan kutub-kutub Bumi.
Benda-benda di
permukaan Bumi akan lebih ringan dibandingkan dengan gaya tarik Bumi
sesungguhnya terhadap benda-benda tersebut, sehingga terkesan seolah-olah
percepatan gravitasi Bumi berkurang.
Arah Angin
Rotasi Bumi
menyebabkan pembelokan arah angin yang mula-mula sudah mempunyai arah tertentu.
Pembelokan arah angin telah dinyatakan dalam hukum Buys Ballot.
Hukum Buys Ballot
berbunyi :
- Udara bergerak
dari daerah udara yang bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimum.
- Di belahan Bumi utara,
angin membelok ke kanan dan di belahan Bumi selatan, angin membelok ke kiri.
Gaya Coriolis
Gaya Coriolis
adalah gaya semu atau gaya lembam pada sistem putar. Gaya semu adalah gaya yang
dianggap ada untuk memenuhi hukum Newton jika yang menganggap berada di dalam
satu sistem, sedang di luar sistem tersebut gaya itu tidak ada.
Contoh : kita
sedang naik bus, tiba-tiba bus membelok ke kiri dengan cepat ternyata kita yang
duduk di dalam bus (kita berada dalam sistem) seolah-olah kita dihempaskan
suatu gaya ke arah tikungan, jadi seolah-olah ada gaya sentrifugal (gaya yang
berarah keluar dari pusat gerak) yang memengaruhi tubuh kita. Gaya sentrifugal
termasuk gaya semu pada sistem putar.
Gerak Revolusi Bumi
Revolusi Bumi
adalah pergerakan Bumi mengelilingi matahari pada bidang orbitnya, yaitu
ekliptika. Periode revolusi Bumi adalah 365 ¼ hari atau 365 hari 8 jam 9 menit
dan 10 detik. Selang waktu inilah yang disebut satu tahun siderik. Siderik
berasal dari kata sidrus yang berarti bintang.
Tahun siderik
adalah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi matahari dalam sekali
putaran bersama bintang tetap. Satu siderik sama dengan satu kali putaran Bumi
berevolusi. Tahun siderik lebih lama 20 menit 24,5128 detik daripada tahun
tropik.
Tahun tropik
adalah tahun yang berdasarkan revolusi bumi terhadap titik musim semi. Lama
tahun tropik adalah 365.2421 siang hari atau 365 hari 10 jam 48 menit dan 46
detik.
Arah revolusi Bumi
adalah negatif, artinya jika kita berada di ruang angkasa di atas kutub utara
Bumi, kita akan melihat Bumi beredar mengelilingi matahari dengan arah putaran
berlawanan arah putaran jarum jam.
Selama beredar
mengelilingi matahari sumbu selalu tetap sejajar dengan arah semula, yaitu
selalu membentuk sudut tetap sebesar 66,6o terhadap bidang
ekliptika. Gejala inilah yang menyebabkan pergantian musim di bumi.
Paralaks
Peredaran Bumi
dalam mengelilingi matahari akan menimbulkan gejala yang disebut paralaks.
Gejala tersebut menyebabkan bintang-bintang yang letaknya tidak terlalu jauh
dari Bumi dalam pengamatan selama satu tahun seolah-olah kedudukannya membentuk
lingkaran di langit.
Paralaks bintang adalah
sudut yang diapit oleh kedua garis yang ditarik dari bintang kedua ujung-ujung
jari lingkaran lintasan Bumi. Semakin jauh kedudukan bintang-bintang tersebut,
semakin kecil sudut ini.
Bintang yang
terdekat dengan Bumi adalah Centaurus yang memiliki paralaks bintang sebesar
0,76”, sehingga jarak bintang Centaurus terhadap Bumi dapat kita cari sebagai
berikut :
p = 0,76” = 0,76”
(2,4) (10-4) derajat
60
r = 1 s a (satuan
astronomi) = 150 juta km = 150 x 106 x 103 = 15 x 1010
m
Rotasi dan
revolusi Bumi menimbulkan dua gerak semu matahari, yaitu :
- Gerak Semu
Harian, seolah-olah matahari terbit dari timur ke barat karena pengaruh gerak
rotasi Bumi.
- Gerak Semu
Harian Tahunan, menurut lingkaran besar di langit yang disebut ekliptika
mengapit sudut 23,5o terhadap khatulistiwa karena pengaruh revolusi
Bumi.
Pembagian Waktu Dan Musim Di Bumi
* 23 September – 22 Desember
- Di belahan Bumi
utara mengalami musim gugur, sedangkan di belahan Bumi selatan mengalami musim
semi.
- Di belahan Bumi
utara mengalami malam lebih panjang daripada siang, sedangkan di belahan Bumi
selatan mengalami siang lebih panjang daripada malam.
* 22 Desember – 21 Maret
- Di belahan Bumi
utara mengalami musim dingin, sedangkan di belahan Bumi selatan mengalami musim
panas.
- Di belahan Bumi
utara mengalami siang lebih panjang daripada malam, sedangkan di belahan Bumi
selatan mengalami
* 21 Maret – 21 Juni
- Di belahan Bumi
utara mengalami musim semi, sedangkan di belahan Bumi selatan mengalami musim
gugur.
- Di belahan Bumi
utara mengalami siang lebih panjang daripada malam, sedangkan di belahan Bumi
selatan mengalami malam lebih panjang daripada siang.
* 21 Juni – 23 September
- Di belahan Bumi
utara mengalami musim panas, sedangkan di belahan Bumi selatan mengalami musim
dingin.
- Di belahan Bumi
utara mengalami siang lebih panjang daripada malam, sedangkan di belahan Bumi
selatan mengalami malam lebih panjang daripada siang.
Empat kedudukan
penting di atas dapat kita gambarkan sebagai berikut :

Titik Balik Musim Panas dan Titik Balik Musim Dingin
Pada bulan Juni, kutub utara Bumi berada dalam kemiringan yang dekat dengan matahari, sehingga sejumlah wilayah di belahan Bumi utara akan mengalami siang hari lebih panjang dan musim panas.
Sementara, kutub selatan Bumi berada dalam kemiringan yang menjauh dari matahari, sehingga sejumlah wilayah di belahan Bumi selatan mengalami siang hari lebih pendek dan mengalami musim dingin.
Pada tanggal 20 Juni atau 21 Juni terjadi titik balik musim panas (summer solstice) sebagai pertanda awal musim panas di belahan Bumi utara dan sejumlah wilayah di belahan Bumi utara akan mengalami siang lebih lama.
Pada bulan Desember, kutub utara Bumi berada dalam kemiringan yang menjauh dari matahari, sehingga sejumlah wilayah di belahan Bumi utara akan mengalami siang hari lebih pendek dan mengalami musim dingin.
Sementara, kutub selatan Bumi berada dalam kemiringan yang dekat dengan matahari, sehingga sejumlah wilayah di belahan Bumi selatan mengalami siang hari lebih panjang dan mengalami musim panas.
Pada tanggal 21 Desember atau 22 Desember terjadi titik balik musim dingin (winter solstice) sebagai pertanda awal musim dingin di belahan Bumi utara dan sejumlah wilayah di belahan Bumi utara akan mengalami siang lebih pendek.
Gerak Persesi Bumi
Gerak persesi Bumi
adalah gerakan Bumi mengelilingi sumbu ekliptika dengan arah positif dalam
periode 26.000 tahun. Hal ini menyebabkan pergeseran kutub langit. Sekitar 3000
tahun yang lalu, kutub utara langit terletak pada bintang Alpha Draconis
menjadi terletak pada bintang Polaris.
Tiga belas ribu
tahun yang akan datang, kutub utara langit akan terletak pada bintang Vega dan
26.000 yang akan datang, kutub utara langit akan kembali ke bintang Polaris.
Karena perpindahan ini memerlukan waktu 26.000 tahun, maka tiap tahun adalah
360o/26.000 ke arah positif.
Karena persesi
ini, tiap satu tahun hanya 0,0138o, maka periode persesi Bumi adalah
360o x 1 tahun = 26.000 tahun.
0,0138
Rotasi dan
revolusi Bumi tidak dapat dirasakan karena persesi Bumi yang sangat lambat.
Akibat Persesi
Bumi, antara lain :
- Pergeseran kutub
langit.
- Pergeseran titik
musim semi pada ekliptika.
- Pergeseran
antara tahun tropik (tahun matahari) dan siderik.
2. Bulan
Bulan merupakan
satelit Bumi. Cahaya bulan berasal dari pantulan sinar matahari seperti yang
terlihat dari Bumi. Bulan tidak memiliki atmosfer, sehingga langit bulan berwarna
hitam. Suhu permukaan bulan berkisar -173 oC sampai 110 oC.
Keadaan permukaan
bulan adalah sebagai berikut :
- Terdapat gunung
dan pegunungan.
- Terdapat ribuan
kawah.
- Terdapat daratan
yang rata-rata dan sangat luas.
- Di bulan tidak
terdapat atmosfer, hal ini mengakibatkan :
a. Perbedaan suhu
yang sangat besar antara siang dan malam (siang 100 oC dan malam 150
oC).
b. Bunyi tidak
dapat merambat di bulan.
c. Langit di bulan
hitam kelam.
d. Tidak terdapat
air.
e. Tidak terdapat
kehidupan.
Ukuran Dan Dimensi
Bulan
a. Jarak terdekat
antara bulan dan bumi, yaitu 356.410 km.
b. Jarak terjauh
antara bulan dan bumi, yaitu 406.697 km.
c. Jarak rata-rata
dari pusat bulan ke pusat bumi, yaitu 384.400 km.
d. Luas permukaan
bulan, yaitu 37.940.000 km2.
e. Massa bulan,
yaitu 7,37 x 1022 kg.
f. Gravitasi
bulan, yaitu 0,1653 gravitasi bumi.
Gerak Bulan
Pada kerangka
acuan tata surya, bulan melakukan tiga macam gerak, yaitu :
a. Gerak rotasi
pada porosnya.
b. Gerak bulan
mengelilingi Bumi.
c. Gerak bulan
mendampingi Bumi mengelilingi matahari.
Waktu yang
diperlukan bulan berotasi pada porosnya sama dengan waktu yang diperlukan untuk
melilingi Bumi, sehingga permukaan bulan yang menghadap ke Bumi selalu sama.
Lintasan bulan mengelilingi Bumi berupa ellips. Gerak bulan mengelilingi
matahari berupa liberasi (=gerak angguk).
Perubahan fase
bulan adalah perubahan bentuk semu bulan yang dipandang dari bumi yang
berubah-ubah secara periodik. Tiap periodiknya memakan waktu 29,5 hari (1 bulan
sinodik).
Gerak bulan dalam
mengelilingi Bumi jika Bumi dianggap diam adalah membentuk ellips, tetapi
karena eksentrisitasnya (kelonjongan atau kepipihan lintasan ellips yang dimiliki
setiap planet saat mengelilingi matahari) kecil, bentuk elips boleh dianggap
sebagai lingkaran.
Semakin besar
eksentrisitas yang dimiliki suatu planet, maka lintasannya menjadi semakin
pipih.
Gerhana Bulan
Gerhana bulan
terjadi jika Bumi terletak antara bulan dan matahari (aspek oposisi). Dalam hal
ini akan terjadi gerhana bulan total jika bulan seluruhnya
masuk dalam
bayangan ini Bumi (umbra), tetapi terjadi gerhana bulan sebagian jika bulan
masuknya ke dalam umbra hanya sebagian saja.
Gerhana Matahari
Gerhana matahari
terjadi jika bulan terletak antara matahari dan Bumi (aspek konjugasi) atau
bulan baru = bulan mati. Dalam hal ini dapat terjadi tiga kemungkinan gerhana
matahari, yaitu :
a. Gerhana Total terjadi
jika dipandang dari tempat-tempat Bumi yang ditempa bayang-bayang inti bulan
atau umbra (jadi puncak kerucut umbra menembus Bumi).
b. Gerhana
Sebagian (Percill) terjadi jika dipandang dari tempat-tempat Bumi yang ditempa
penumbra (bayang-bayang kabur).
c. Gerhana Cincin
terjadi jika dipandang dari tempat-tempat di Bumi yang berada di bawah puncak
kerucut umbra (jadi puncak kerucut berada di atas Bumi).
Pasang Purnama Dan
Pasang Perbani
Pengaruh gaya
gravitasi bulan dan matahari terhadap air laut akan menyebabkan timbulnya
pasang naik dan pasang surut jika Bumi, bulan dan matahari terletak segaris,
misalnya pada bulan purnama dan bulan baru, maka permukaan laut yang segaris
dengan garis hubung tersebut akan terjadi pasang naik, sehingga di tempat lain
yang jauh dari garis hubung ini tidak terjadi pasang surut.
Pasang purnama
adalah pasang yang disebabkan oleh gravitasi bulan dan matahari berada dalam
garis lurus. Pasang perbani adalah pasang yang disebabkan oleh gravitasi bulan
dan matahari membuat sudut 90o (saling tegak lurus).
Pasang purnama
jauh lebih besar dari pasang lainnya di mana Bumi, bulan dan matahari tidak
segaris. Dalam sehari (24 jam) permukaan laut mengalami 2 kali pasang naik dan
2 kali pasang surut.
Gerak Satelit
Gerak geostationer
pada satelit adalah gerak satelit dalam mengelilingi planet di mana besar dan
arah kecepatan sudut satelit tersebut sama dengan kecepatan planet, sehingga
satelit secara tetap (stationer) selalu berada di atas permukaan planet.
Hal ini hanya
dapat terjadi jika orbit satelit stabil dalam bidang datar khatulistiwa (0o
garis lintang) dan 113o bujur timur (BT) tepatnya di atas kota
Sintang (Kalimantan Barat) yang dikendalikan oleh stasiun Cibinong (Jakarta).
Komentar
Posting Komentar