Cara Berpikir Realistis, Rasional Dan Irasional

Setiap manusia memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda-beda. Selain itu, cara berpikir manusia juga dapat berbeda-beda. Semua hal itu tergantung dari pengalaman atau riwayat hidup masing-masing.

Adapun tiga jenis cara berpikir manusia, antara lain :

a. Realistis adalah cara berpikir penuh perhitungan dan sesuai dengan kemampuan.
b. Rasional adalah cara berpikir berdasarkan pertimbangan yang logis atau menggunakan akal.
c. Irasional adalah cara berpikir yang tidak berdasarkan akal atau logika. Suatu keputusan atau tindakan yang diambil secara irasional lebih menggunakan pendekatan batin.

Cara Berpikir Realistis, Rasional Dan Irasional

Realistis

Seseorang yang memiliki cara berpikir realistis adalah mereka yang anti dengan hal-hal yang bersifat angan-angan semata. Mereka bisa saja dianggap pesimis oleh orang-orang di sekitar mereka. Mereka dianggap tidak berani bermimpi atau lebih menyukai berada dalam zona nyaman.

Sebenarnya, bukan seperti itu. Mereka tetap mempunyai impian, tapi mungkin tidak pernah terkesan muluk-muluk. Mimpi mereka adalah mimpi-mimpi yang sederhana. Mimpi yang sekiranya mudah mereka raih karena berbekal pengalaman dan pengetahuan.

Namun, memang semua yang terjadi di dunia ini adalah atas persetujuan atau ridho Yang Maha Kuasa, sehingga bagaimanapun mereka berusaha berpikir realistis sebelum melakukan suatu hal, pada akhirnya mereka bisa saja mendapat kegagalan.

Jika sekiranya mereka mendapat firasat buruk di tengah hal yang sedang mereka jalani atau berusaha mereka capai, mereka bisa saja langsung menghentikan langkah mereka dan berbalik arah untuk meninggalkan sesuatu yang belum terlihat jelas hasilnya itu. 

Dan mereka langsung merutuki diri mereka sendiri yang sudah berani berkhayal. Padahal semua firasat buruk dan keragu-raguan datangnya dari syaitan atau iblis.

Hal ini seakan menunjukkan bahwa seseorang yang berpikir realistis sepertinya tidak bisa lepas dari kata “ Paranoid ”. 

Bukan berarti berpikir realistis itu tidak baik. Berpikir realistis sangat baik dan akan lebih baik jika dibarengi dengan keteguhan hati atau berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Jika tidak dibarengi hal tersebut, diri pribadi akan mudah mengalami stress.

Rasional

Berdasarkan pengertiannya, antara realistis dan rasional tampak tidak ada perbedaan. Perbedaannya adalah berpikir realistis bersifat akan terjadi dalam waktu dekat, sedangkan rasional bersifat jangka panjang. Maka, seseorang yang berpikir rasional dianggap memiliki cara berpikir yang panjang dan menggunakan logika atau akal sehat.

Kaum perempuan sering kali dianggap tidak rasional dan lebih bersifat emosional dalam mengambil suatu keputusan. Padahal cara berpikir manusia tidak ada hubungannya dengan genre. Sering kali kaum laki-laki juga terlihat mengambil keputusan tanpa berpikir panjang terlebih dahulu atau dengan emosi.

Terkadang melarikan diri dari komitmen dalam suatu hubungan disangkutpautkan dengan cara berpikir yang rasional dan irasional. Buruknya lagi, jika tidak ada usaha sejak dini untuk menata hidup dari masing-masing pihak yang menyebabkan perubahan ke arah yang lebih baik dalam suatu hubungan menjadi sulit dicapai, hingga akhirnya hubungan tersebut terpaksa berakhir.

Sesungguhnya, seseorang yang berpikir rasional adalah mereka yang mengedepankan masa depan dan mulai menyusun langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. Tanpa memulai menyusun langkah-langkah untuk mencapai tujuan atau sekadar praduga belaka sama halnya dengan seseorang yang sering mengumbar omong kosong.

Irasional

Cara berpikir irasional dapat disangkutpautkan dengan cara berpikir yang menggunakan emosi. Mereka yang berpikiran irasional adalah mereka yang berpikiran pendek atau picik. Jika mengalami kebuntuan, mereka dengan mudah menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

Mereka terbilang nekat. Nekat jelas berbeda dengan berani mengambil resiko. Nekat sama sekali tidak melakukan pertimbangan apa pun dalam mengambil suatu keputusan. Mungkin terkadang mereka yang berpikiran irasional dapat memaksakan kehendak pribadi pada orang lain agar semua pihak yang mereka inginkan dapat tercapai.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime