Penyebab Kepunahan Makhluk Hidup
Seperti yang kita ketahui, di
Indonesia terdapat hewan langka yang dilindungi. Namun, sebenarnya ada beberapa
jenis tumbuhan yang juga mengalami kepunahan. Kepunahan terjadi karena makhluk
hidup tidak bisa beradaptasi dengan perubahan alam. Peristiwa ini disebut
Seleksi Alam.
Makhluk hidup yang dapat bertahan
hidup dari peristiwa Seleksi Alam akan berevolusi. Salah satu teori yang
terkenal mengenai evolusi makhluk hidup adalah Teori Evolusi Darwin yang disampaikan
oleh Charles Robert Darwin (1809-1882). Menurut Charles Robert Darwin, burung
finch di Kepulauan Galapagos berasal dari spesies-spesies burung pada masa
silam yang berevolusi.
Cara beradaptasi makhluk hidup
terbagi menjadi 3, yaitu :
Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah
penyesuaian bentuk organ tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Contoh
adaptasi morfologi pada hewan dapat dilihat dari perbedaan bentuk paruh dan
kaki hewan jenis unggas, sedangkan pada tumbuhan dapat dilihat dari bentuk daun
dan akar.
Tumbuhan terbagi menjadi tiga
berdasarkan adaptasi morfologi, yaitu :
- Tumbuhan Xerofit
Tumbuhan xerofit senang hidup di
lingkungan yang kering. Bentuk daun tumbuhan xerofit sempit, hingga menyerupai
sisik, bulu atau duri. Bahkan, ada tumbuhan xerofit yang tidak berdaun. Seluruh
permukaan tumbuh tumbuhan xerofit dilapisi lilin tebal yang berfungsi mencegah
terjadinya penguapan air yang terlalu besar. Akar tumbuhan xerofit panjang,
bahkan sampai tidak terjangkau.
- Tumbuhan Hidrofit
Tumbuhan hidrofit senang hidup di
dalam air. Tumbuhan yang termasuk tumbuhan hidrofit, yaitu ganggang dan
teratai. Tumbuhan hidrofit memiliki daun yang tipis dan lebar, serta memiliki
banyak stomata pada permukaan daunnya. Stomata adalah mulut daun atau pori-pori
daun yang berfungsi untuk mengatur fotosintesis, transpirasi dan respirasi
(pernafasan).
Fotosintesis adalah pembuatan
makanan tumbuhan hijau melalui proses biokimia pada klorofil (pigmen hijau atau
zat hijau daun) dengan bantuan sinar matahari. Transpirasi adalah proses
pengeluaran air tumbuhan melalui stomata. Respirasi pada tumbuhan adalah proses
pembakaran atau pembongkaran sel-sel tubuh tumbuhan yang menyimpan energi agar
energi tersebar ke seluruh tubuh tumbuhan.
- Tumbuhan Higrofit
Tumbuhan higrofit senang hidup di
tempat yang lembap. Tumbuhan yang termasuk tumbuhan higrofit, yaitu tumbuhan
paku dan lumut. Ciri-ciri bentuk tubuh tumbuhan higrofit hampir sama dengan
tumbuhan hidrofit, yaitu berdaun tipis dan lebar, serta memiliki banyak stomata
pada permukaan daunnya.
Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah
penyesuaian fungsi organ tubuh makhluk hidup terhadap keadaan lingkungannya.
Contoh adaptasi fisiologi, yaitu pada hewan herbivora yang merupakan hewan
pemakan tumbuh-tumbuhan memiliki saluran pencernaan yang panjang dan memiliki
enzim selulase yang dapat menguraikan selulosa (zat penyusun dinding tumbuhan)
karena tumbuhan lebih sulit untuk dicerna.
Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah
penyesuaian diri terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contoh adaptasi
tingkah laku, yaitu pada cicak yang melakukan autotomi (memutuskan ekornya)
untuk melindungi diri dan pada bunglon yang melakukan mimikri (merubah warna
kulit) untuk melindungi diri.
Penyebab kepunahan lain, yaitu
sistem perkembangbiakan (reproduksi) makhluk hidup. Tingkat reproduksi antara
hewan dan tumbuhan tidak sama. Tingkat reproduksi makhluk hidup terbagi dua,
tingkat reproduksi rendah dan tingkat reproduksi tinggi. Makluk hidup yang
memiliki tingkat reproduksi rendah akan mudah mengalami kepunahan.
Makhluk hidup yang memiliki tingkat
reproduksi rendah hanya menghasilkan beberapa individu baru dengan jarak yang
cukup lama setiap masa bereproduksi, sedangkan makhluk hidup yang memiliki
tingkat reproduksi tinggi dapat menghasilkan lebih banyak individu baru dengan
jarak yang pendek setiap masa bereproduksi.
Hewan yang memiliki tingkat
reproduksi rendah, seperti sapi, kerbau dan kambing. Sapi, kerbau dan kambing
hanya bereproduksi sekali dalam setahun, tetapi kambing menghasilkan dua
individu baru dibandingkan sapi dan kerbau yang hanya menghasilkan satu
individu baru. Tetapi, baik sapi, kerbau maupun kambing bukan termasuk hewan
yang hampir punah karena ketiga jenis hewan ini mudah beradaptasi dengan
lingkungannya.
Salah satu hewan yang memiliki
tingkat reproduksi tinggi adalah ayam kampung. Ayam kampung setiap bertelur
rata-rata dapat menghasilkan 10 butir telur dengan masa mengeram 18-21 hari.
Setelah anak-anaknya berusia dua bulan, ayam kampung dapat bertelur lagi. Maka,
dalam setahun ayam kampung dapat bereproduksi 3-4 kali.
Jenis-jenis hewan yang langka di
Indonesia, antara lain :
- Badak yang dilindungi di Ujung
Kulon (Jawa Barat)
- Harimau Jawa yang dilindungi di
Meru Betiri (Jawa Timur)
- Komodo yang dilindungi di Pulau
Komodo
- Gajah yang dilindungi di Way
Kambas (Sumatera)
- Banteng yang dilindungi di hutan
Pangandaran (Jawa Barat)
Selain, faktor tingkat reproduksi
yang rendah, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan kepunahan. Faktor-faktor
tersebut, seperti rusak dan menyempitnya habitat, jenis makanan yang mulai
langka dan faktor daya guna atau nilai ekonomi.
Jenis-jenis tumbuhan yang langka di
Indonesia, antara lain :
- Tumbuhan kayu hitam di Kalimantan
- Tumbuhan Tengkawang di Kalimantan
- Tumbuhan kayu ulin di Kalimantan
- Tumbuhan Kepuh di Jawa
- Tumbuhan Kemang di Jawa
- Tumbuhan Kepel (Burahol) di Jawa
Tetapi, jenis-jenis
tumbuhan yang langka tersebut masih bisa dibudidayakan melalui bioteknologi
agar jenisnya tidak punah. Bioteknologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup, seperti bakteri, fungi (jamur),
virus, enzim, serta alkohol dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan
jasa sesuai kebutuhan manusia.
Komentar
Posting Komentar