24 Cara Perkembangbiakan Hewan

Ada hal menarik tentang perkembangbiakan hewan di sekitar kita dalam artikel ini. Hewan-hewan tersebut di antaranya, cacing tanah, ikan, katak, kadal, burung, sapi, belalang, laba-laba, udang, nyamuk, ular, kupu-kupu, lumba-lumba, kecoa, kelinci, cicak, semut, tikus, kura-kura, lalat, ayam, kambing, kepiting dan bebek. Hewan mana yang ingin kamu cari tahu?. Silahkan cari tahu!.


Sama seperti tumbuhan, hewan juga dapat berkembang biak secara vegetatif (tidak kawin) dan generatif (kawin).

Perkembangbiakan Generatif

Perkembangbiakan generatif pada hewan tidak lepas dari peristiwa yang disebut fertilisasi (peleburan inti sperma (spermatozoa) dengan inti sel telur (ovum). Berdasarkan terjadinya pembuahan pada hewan dibedakan menjadi dua macam, yaitu fertilisasi eksternal (proses peleburan sel spermatozoa dengan sel telur yang berlangsung di luar tubuh betina) dan fertilisasi internal (proses peleburan sel spermatozoa dengan sel telur yang berlangsung di dalam tubuh betina).

Fertilasi eksternal biasa terjadi pada hewan yang hidup di dalam air, seperti ikan dan katak. Fertilisasi eksternal umumnya akan menghasilkan telur yang sangat banyak dalam sekali bertelur.

Karena itu, hewan yang melakukan pembuahan secara eksternal tidak termasuk ke dalam hewan yang hampir punah. Meskipun begitu, gangguan proses melahirkan individu baru kemungkinan tetap akan terjadi, seperti telur dimakan oleh hewan lain, baik masih berupa sel telur, spermatozoa ataupun sudah menjadi zigot (hasil peleburan sel spermatozoa dan sel telur) sebelum bermetamorfosis menjadi individu baru.

Fertilisasi eksternal terbagi dua, yaitu :

- Fertilisasi eksternal secara acak : Sel telur dan spermatozoa dilepaskan secara bersamaan di dalam air.

- Fertilisasi eksternal di dalam sarang : Sel telur dan spermatozoa disimpan di dalam celah atau cekungan yang dijadikan sarang.

Fertilisasi internal biasa terjadi pada hewan sejenis vertebrata (hewan bertulang belakang), yaitu reptil, aves (burung) dan mamalia.

*Avertebrata atau invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang

Perkembangbiakan Vegetatif

Perkembangbiakan vegetatif hanya terjadi pada hewan tingkat rendah. Cara perkembangbiakan vegetatif pada hewan, antara lain :

Pertunasan
Tunas pada hewan tingkat rendah berasal dari bagian tubuh induk yang selanjutnya akan memisahkan diri membentuk individu baru. Hewan yang berkembang biak dengan pertunasan adalah :

- Hydra sp.

Tunas pada hydra sp. Merupakan tonjolan keluar dinding tubuh yang setelah cukup matang akan memisahkan diri dari induknya dan tumbuh menjadi individu baru. Selain berkembang biak secara vegetatif, hydra sp. Juga dapat berkembang biak secara generatif.

- Obelia sp.

Obelia sp. Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan yang dihasilkan dari reproduksi vegetatif dan reproduksi generatif). Reproduksi vegetatif dilakukan oleh gonangium (polip untuk membentuk medusa). Pada gonangium terbentuk tunas yang setelah matang akan memisahkan diri dari induknya dan berkembang menjadi medusa muda. Medusa muda akan tumbuh menjadi medusa dewasa.

Pembelahan Sel

Pembelahan secara membelah diri umumnya dilakukan oleh hewan bersel satu. Hewan yang berkembang biak dengan pembelahan sel adalah :

- Amoeba sp.

Amoeba sp. membelah diri dari satu menjadi dua yang disebut dengan biner. Peristiwa ini dimulai dengan pembelahan inti sel, kemudian diikuti dengan pembagian sitoplasma (bagian sel yang terbungkus membran sel) menjadi dua. Masing-masing bagian sitoplasma menyelubungi inti sel yang baru. Setelah sitoplasma saling memisahkan diri, terbentuklah dua sel baru yang sama seperti induknya.

- Euglena sp.

Pembelahan biner pada Euglena sp. dilakukan secara membujur dimulai dengan membelah inti sel atau nukleus (organel pada sel eukariotik yang mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier panjang yang membentuk kromoson bersama dengan beragam jenis protein) menjadi dua. Selanjutnya, flagel (alat gerak berupa cambuk atau serabut tipis pada sel) dan sitoplasma serta selaput sel juga terbagi menjadi dua, hingga terbentuklah dua sel individu yang baru.

- Paramecium sp.

Selain dapat berkembang biak secara vegetatif yang disebut dengan pembelahan biner, Paramecium sp. juga dapat berkembang biak secara generatif yang disebut dengan konjugasi. Satu kali pembelahan biner pada Paramecium sp., memerlukan waktu ± 2 jam. Setiap hari Paramecium sp. dapat membelah diri sebanyak 1-4 kali.

Fragmentasi

Fragmentasi adalah perkembangbiakan dari sebagian sel yang memisahkan diri dari koloni induk kemudian membentuk koloni baru. Hewan yang berkembang biak secara fragmentasi adalah Volvox sp. yang hidup di air tawar. Volvox sp. sebenarnya merupakan kumpulan dari ribuan hewan bersel satu yang masing-masing mempunyai dua flagel.

Regenerasi

Regenerasi adalah terbentuknya individu baru dari potongan bagian-bagian tubuh induknya. Terbaginya tubuh induk dapat terjadi secara alami atau disengaja. Hewan yang berkembang biak secara regenerasi adalah cacing pipih Planaria sp. dan cacing tanah.

Untuk cacing tanah, perkembangbiakan juga dapat terjadi secara generatif, tetapi terbilang tingkat rendah. Dalam tubuh cacing tanah terdapat dua alat kelamin, yaitu jantan dan betina. Karena itu, cacing tanah disebut hewan hermafrodit. Meskipun memiliki dua alat kelamin, cacing tanah tidak dapat melakukan pembuahan sendiri. Pembuahan pada cacing tanah terjadi bila sel telur dibuahi oeh spermatozoa dari individu lain. Selain cacing tanah, hewan yang termasuk hewan hermafrodit adalah bekicot.

Cacing tanah bernafas menggunakan kulit. Kulit cacing tanah banyak mengandung kapiler darah serta kelenjar lendir yang selalu menghasilkan lendir yang bermanfaat untuk menjaga kulit cacing agar tetap basah, sehingga oksigen dapat dengan mudah berdifusi melalui kulit. Oksigen akan terikat dengan hemoglobin di dalam plasma darah dan membentuk oksihemoglobin. Oksihemoglobin akan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Lendir yang terdapat pada kulit cacing tanah juga berfungsi untuk memudahkan cacing tanah untuk bergerak.



Rupanya, hewan-hewan yang berada di sekitar kita sebagian besar berkembang biak secara generatif. Berikut ini penjelasan tentang perkembangbiakan hewan-hewan yang sudah disebutkan di awal sebelumnya :

Ikan

Alat kelamin jantan pada ikan terdiri atas sepasang testis berwarna putih kompak. Spermatozoa yang dihasilkan dari testis akan dialirkan ke saluran sperma atas yang disebut vas deferens. Dari vas deferens, sperma keluar melalui lubang urogenital (lubang tempat bermuaranya saluran kelamin dan saluran urine).

Alat kelamin betina pada ikan terdiri atas sepasang indung telur (ovarium) berwarna bening kecokelatan yang mirip dengan agar-agar. Sel telur yang dihasilkan oleh ovarium akan dikeluarkan melalui saluran telur (oviduk). Dari oviduk, sel telur keluar melalui lubang urogenital.

Salah satu contoh tingkah laku ikan saat akan bertelur, seperti yang terjadi pada ikan panggung adalah ikan betina akan bergerak ke sana kemari mengitari ikan jantan. Kadang kala ikan betina tidak tenang dan meloncat ke atas permukaan. Kemudian ikan betina akan mencari tempat yang terdapat tumbuhan pelindung untuk mengeluarkan telurnya. Pada saat ikan betina bertelur, ikan jantan datang dan mengeluarkan sperma di sekitar telur. Dan terjadilah pembuahan.


Katak

Alat kelamin jantan pada katak terdiri atas sepasang testis berwarna kekuningan, vas deferens dan kloaka. Spermatozoa yang dihasilkan dari testis akan menuju ginjal dan keluar melalui kloaka. Kloaka adalah muara tiga saluran, yaitu saluran pembuangan sisa pencernaan, saluran kelamin dan saluran urine.

Alat kelamin betina pada katak terdiri atas sepasang indung telur (ovarium), saluran telur dan kloaka. Sel telur yang dihasilkan dari ovarium akan keluar melalui oviduk, lalu keluar ke dalam air melalui kloaka.

Pada saat musim pembiakan, katak jantan menempelkan tubuhnya pada punggung katak betina dengan menggunakan jari-jarinya. Setelah itu, katak betina akan mengeluarkan ribuan sel telur ke dalam air. Bersamaan dengan itu, katak jantan akan mengeluarkan ribuan sperma ke dalam air. Selanjutnya, terjadilah pembuahan secara acak di dalam air, hingga menghasilkan zigot.


Kadal

Kadal jantan memiliki hemipenis yang tersimpan di bawah kulit di bagian belakang kloaka. Sel sperma akan keluar melalui hemipenis yang akan dimasukkan ke dalam alat kelamin kadal betina untuk proses perkembangbiakan. Ketika kadal jantan mengeluarkan hemipenisnya akan terlihat seperti manusia yang sedang membalikan kaos kaki.


Burung

Alat kelamin jantan pada burung terdiri atas sepasang testis. Spermatozoa yang dihasilkan dari testis akan dikeluarkan melalui saluran sperma menuju kloaka.

Alat kelamin betina terdiri atas sebuah indung telur, yaitu ovarium kiri, sedangkan ovarium kanan tidak tumbuh dengan sempurna. Sel telur yang dihasilkan dari ovarium kiri akan melalui oviduk menuju kloaka.

Tidak semua musim pembiakan burung datang secara bersamaan. Apabila musim pembiakan salah satu jenis burung telah tiba, burung jantan akan bernyanyi sambil menggerak-gerakan tubuhnya dan memamerkan keindahan bulunya untuk menarik burung betina sejenisnya.

Pada burung jantan dan betina tidak ditemukan alat kelamin luar, melainkan hanya terdapat kloaka saja. Pada musim pembiakan, burung jantan dan betina akan saling menempelkan kloakanya. Spermatozoa akan masuk ke saluran kelamin burung betina dan melalui oviduk menuju ke daerah sel telur, yaitu pada corong saluran telur. Sel telur yang terbentuk belum dibungkus oleh cangkang dari zat kapur yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar di sepanjang dinding oviduk.

Hasil pembuahan antara sel telur dan sel spermatozoa di dalam corong oviduk akan menghasilkan zigot. Zigot selanjutnya akan bergerak menuju kloaka. Dalam proses perjalanan zigot menuju kloaka, mula-mula zigot akan diliputi putih telur, lalu akan dibungkus dengan cangkang.


Sapi

Pada fase anak, sapi betina telah memiliki alat reproduksi yang lengkap, tetapi sel telur belum dapat diovulasikan. Ketika anak sapi betina berumur 10-12 bulan, folikel (struktur selular bundar di dalam ovarium yang berisi sel telur atau oosit yang matang) siap diovulasikan. Pada saat estrus atau berahi,  sapi betina akan menjadi lebih peka, sering melenguh, mengangkat ekor agak ke atas, vulva berwarna kemerahan, membengkak dan hangat bila dipegang, serta berusaha mendekati pejantan. Pada vulva akan sering keluar lendir. Pada saat inilah, sel telur dapat berovulasi (dilepaskan setelah matang). Estrus (berahi) dan ovulasi pertama disertai dengan kenaikan ukuran dan berat organ reproduksi secara cepat. Usai masa berahi, sapi betina akan mengalami intra-uteri (kehamilan seiring dengan pertumbuhan embrio). Setelah itu, sapi akan memasuki masa partus (persalinan).


Belalang

Belalang termasuk hewan ovipar (hewan yang berkembang biak dengan bertelur). Pada masa kawin, belalang jantan akan berada di atas punggung belalang betina, hingga terjadi proses kopulasi (sanggama) dan penyaluran sperma ke dalam tubuh betina. Telur-telur belalang ditaruh di dalam tanah atau di bawah tumpukan daun-daun yang berguguran. Belalang dapat menghasilkan 10-300 buah telur. Proses bertelur terjadi selama 3-4 hari. Telur-telur belalang yang menetas akan menjadi nimfa (belalang muda yang belum memiliki sayap) yang berwarna putih atau hijau.

Pada fase berikutnya tubuh nimfa akan berubah menjadi cokelat atau hijau bercorak hitam atau kuning. Pergantian warna tubuh nimfa bersamaan dengan proses instar (pergantian kulit) yang terjadi sebanyak 5-6 kali sebelum menjadi belalang dewasa (imago). Pada belalang dewasa akan tumbuh sayap dan sudah memiliki struktur tubuh yang lengkap. Tubuh belalang betina lebih besar daripada tubuh belalang jantan.


Laba-Laba

Laba-laba termasuk hewan yang melakukan pembuahan di dalam tubuh betina. Sebelum fase fertilasi (pembuahan) terjadi fase intermediet (penggabungan sifat atau gen dari parental kedua induknya, yaitu jantan dan betina). Pada musim pembiakan, laba-laba jantan akan terbentuk spermatophore sebagai alat untuk mengalirkan spermatozoa yang terbungkus benang. Selanjutnya, spermatozoa akan dialirkan menuju organ khusus pada ujung pedipalpi (alat serupa kaki yang terdapat di dekat mulut untuk menangkap mangsa) sang jantan. Laba-laba jantan akan melakukan atraksi atau tarian untuk menarik laba-laba betina sejenisnya. Laba-laba betina yang tertarik akan mengambil spermatozoa melalui epygnum yang berada pada ventral abdomen. Jumlah telur yang dihasilkan bervariasi.

Telur laba-laba disimpan dalam kantong yang berfungsi untuk melindungi telur dan menjaga kelembaban agar tetap stabil. Induk betina memiliki mekanisme berbeda-beda dalam menjaga telur, antara lain dengan menyimpan dalam sarang, membawanya dengan chelicera (capit), atau menempelkan pada abdomen (rongga besar yang dililingkupi oleh otot-otot perut) pada bagian ventral (perut) menggunakan benang. Beberapa jenis laba-laba betina akan mati setelah bertelur. Bentuk perhatian laba-laba terhadap anak-anaknya adalah dengan menggendong anak-anaknya di bagian dorsal abdomen selain memberi makan pada anak-anaknya.


Udang

Ovarium udang betina berbentuk seperti buah kantung yang terletak di bagian bawah jantung. Ovarium udang memiliki dua cabang. Kedua cabang tersebut akan mengembung setelah terjadi fertilasi. Testis udang jantan terletak di dekat jantung. Testis udang berdinding licin, bercabang dan berhubungan dengan saluran vas deferens yang bermuara pada lubang-lubang di kedua sisi pangkal kaki pada ruas keempat. Vas deferens pada udang jantan berbentuk melingkar dan berfungsi sebagai penyimpan sel-sel sperma.

Pada musim pembiakan, telur-telur yang telah dibuahi akan keluar dari ovarium melalui saluran telur (oviduk) yang berbentuk lebar dan pendek. Pada oviduk terdapat dua muara yang bermuara pada lubang-lubang di kedua sisi pangkal kaki ruas kedua. Udang betina dapat menghasilkan telur sebanyak 50.000 telur, bahkan 1 juta telur. Telur-telur udang yang berukuran sekitar 0,3-0,4 mm keluar dari tubuh induknya akan melekat pada sirip-sirip induknya. Telur-telur udang akan menetas setikar sebulan setelah proses pembuahan berlangsung. Telur-telur yang menetas akan menjadi larva yang disebut Naupilus. Naupilus berwarna jernih. Naupilus akan tetap melekat pada sirip-sirip induknya. Selanjutnya, naupilus akan berubah menjadi zoea dan kemudian menjadi mysis. Setelah 3-4 hari, mysis akan bermetamorfosis menjadi postlarva (udang muda). Secara keseluruhan proses ini berlangsung selama 12 hari.


Nyamuk

Setelah proses fertilasi akan terbentuk zigot berupa telur yang akan diletakan di atas permukaan air yang tenang dengan kelembaban yang tinggi oleh nyamuk betina. Fase telur berlangsung selama 2-3 hari. Telur yang menetas akan menjadi larva yang biasa disebut jentik. Larva nyamuk akan mengalami 4 tahap pertumbuhan (instar) selama 7-10 hari. Pada tahap instar, pada tubuh larva akan tumbuh bulu-bulu halus. Setelah tahan instar, larva akan menjadi pupa atau kepompong.

Fase pupa berlangsung selama 12 hari. Selama fase pupa akan terbentuk sayap-sayap halus. Pada fase pupa, nyamuk jantan akan lebih dulu keluar dari cangkangnya untuk menjadi nyamuk dewasa daripada nyamuk betina. Setelah nyamuk betina keluar dari cangkangnya akan langsung terjadi proses perkawinan. Setelah itu, nyamuk betina akan beristirahat selama 2 hari sebelum mulai mencaridarah.
Ketika perut nyamuk betina sudah terisi penuh, nyamuk betina akan beristirahat kembali untuk mematangkan pertumbuhan telurnya. Setelah matang, telur akan diletakkan pada permukaan air.


Ular

Pada masa pembiakan ular jantan akan menangkap ular betina dengan menabrakan dagunya ke belakang kepala ular betina, lalu merangkak di atas tubuh ular betina. Setelah itu, ular betina akan mengangkat ekornya dan ular jantan akan melilitkan ekornya pada ekor ular betina, sehingga kloaka (saluran keluarnya air seni dan cairan reproduksi) kedua ular ini akan bertemu. Ular jantan akan mengeluarkan hemipenis untuk memasuki kloaka ular betina, sehingga spermatozoa dapat masuk melalui oviduk (saluran telur). Hemipenis bercabang dua dan berduri. Ular betina memiliki kantong khusus pada saluran reproduksi untuk menyimpan spermatozoa, hingga sekitar 5 tahun atau lebih.

Dalam setahun, ular betina hanya dapat bereproduksi sekitar 1-2 kali. Namun, jumlah telur yang dihasilkan dapat bervariasi. Terkadang ular betina akan memendam telurnya di dalam perutnya, sampai menetas lalu melahirkan bayinya. Oleh karena itu, ular termasuk hewan jenis ovovivipar (bertelur-melahirkan). Pada umumnya ular betina tidak akan mengerami telur-telurnya, tetapi mereka tetap akan melindungi telur-telurnya selama beberapa hari.


Kupu-Kupu

Umumnya, kupu-kupu betina selalu memilih tanaman kesukaannya untuk dijadikan tempat menaruh telurnya. Telur kupu-kupu akan diletakkan di bagian ujung atau bagian bawah daun. Fase telur pada kupu-kupu berlangsung selama 3-5 hari. Ketika telur menetas, kupu-kupu akan memasuki fase larva. Seiring pertumbuhannya, larva akan mengalami pergantian kulit yang disebut molting. Larva akan berganti kulit sekitar 4-6 kali.

Ketika ukuran larva sudah mencapai maksimal, larva akan berhenti untuk memakan daun. Selanjutnya, larva akan mencari tempat untuk berlindung sebelum berubah menjadi pupa atau kepompong. Pupa kupu-kupu berstruktur halus berwarna cokelat dan hijau. Fase pupa berlangsung selama 7-20 hari tergantung jenisnya.

Setelah itu, pupa akan menjadi kupu-kupu (imago). Ketika keluar dari kepompong, sayap kupu-kupu akan terlihat kusut, kecil dan basah karena terdapat cairan hemolymph yang berfungsi membantu proses perkembangan sayap dan tubuh kupu-kupu. Setelah 5-6 hari, kupu-kupu betina yang baru terlahir siap untuk proses pembiakan.


Lumba-Lumba

Usia kematangan lumba-lumba betina sekitar 5-13 tahun, sedangkan lumba-lumba jantan sekitar 9-14 tahun. Pembiakan pada lumba-lumba ditentukan dengan tingkat emosinya. Ketika kekurangan makanan atau stres, lumba-lumba tidak akan melakukan pembiakan dan sebaliknya. Pada  masa pembiak, lumba-lumba jantan akan membuat suara untuk menyinggung satu sama lain. Selain itu, lumba-lumba jantan akan membenturkan tubuh mereka satu sama lain untuk menunjukkan kekuatan masing-masing. Lumba-lumba betina akan memutuskan untuk memilih lumba-lumba terkuat dan paling dominan untuk proses pembiakan.

Untuk lumba-lumba jenis Tucuxi akan melahirkan bayi sekitar 12 bulan setelah pembiakan. Sedangkan lumba-lumba jenis Orca akan melahirkan bayi sekitar 17 bulan setelah pembiakan. Lumba-lumba betina akan mencari air yang dangkal untuk melahirkan. Ketika bayi lumba-lumba dilahirkan, bagian ekor akan lebih dulu keluar dari tubuh induknya. Setiap lumba-lumba betina melahirkan, ia tidaka akan berada seorang diri. Akan ada lumba-lumba lain yang menemaninya agar terlindung predator. Lumba-lumba akan menyusui bayinya selama 1 tahun. Umumnya, lumba-lumba akan memiliki 1 anak setiap 3-6 tahun sekali.


Kecoa

Kecoa termasuk serangga yang bermetamorfosis secara tidak sempurna karena tidak melalui fase pupa. Pada fase telur, kecoa betina akan meletakkan telur pada permukaan tanah atau sampah. Kecoa betina dapat bertelur sekitar 16-32 butir. Pada permukaan telur terdapat caira berwarna hitam atau cokelat. Telur kecoa dilindungi dengan cangkang kapsul yang disebut Ootheca. Fase telur berlangsung selama 1-2 bulan tergantung jenisnya. Setelah telur menetas, kecoa akan memasuki fase nimfa. Nimfa kecoa berbentuk menyerupai kutu beras dan berwarna putih. Lambat-laun, nimfa kecoa akan berubah warna menjadi cokelat. Fase nimfa berlangsung selama 60 hari dengan proses pergantian kulit (instar) 4-7 kali. Setiap kulit nimfa yang baru akan semakin keras. Pada proses instar yang terakhir, kedua sayap kecoa baru terbentuk. Kecoa dewasa (imago) dapat berusia sekitar 200 hari. Kecoa betina dapat bertelur sebanyak 8-20 kali sebelum akhirnya mati.

Kelinci

Ketika kelinci memasuki usia 5-6 bulan, mereka sudah siap untuk pembiakan. Kelinci betina memiliki dua ovarium, sehingga masa pembiakan mereka relatif singkat. Pada masa pembiak, kelinci jantan akan terlihat agresif. Masa kehamilan kelinci adalah sekitar 30-34 hari. Ketika mendekati masa kelahiran, kelinci betina akan terlihat gelisah dan mulai mencari tempat untuk melahirkan. Kelinci betina akan menggali lubang untuk meletakkan anak-anaknya. Kelinci betina dapat melahirkan 3-10 anak. Kelinci betina akan menyusui bayinya selama seminggu.


Cicak

Cicak berkembang biak dengan dua cara, yaitu bertelur (ovipar) dan bertelur-beranak (ovovivipar). Pada masa pembiak, cicak jantan dan cicak betina akan berkopulasi (bersanggama). Cicak betina dapat mengeluarkan 2 atau lebih telur. Cicak betina dapat bertelur sekali dalam setahun. Namun, ada beberapa spesies cicak yang dapat bertelur sekitar 4-6 kali dalam setahun. Karena cicak dapat berkembang biak secara ovovivipar, maka terkadang cicak betina akan menyimpan telur dalam perutnya, hingga menetas lalu cicak betina akan melahirkan anak. Hal ini dilakukan cicak betina untuk melindungi telurnya dari predator. Jika cicak betina bertelur, mereka  akan menyembunyikan telur di belakang lemari, lubang pada kayu dan lain-lain. Setelah 30-80 hari, telur cicak akan menetas dan menjadi zigot. Pada jenis cicak tertentu, cicak betina dapat bertelur tanpa melakukan pembuahan dengan cicak jantan.


Semut

Semut termasuk hewan holometabolous yang memiliki 4 fase kehidupan setelah pembiakan. Semut betina akan bertelur dan telurnya akan menjadi larva atau jentik. Pada koloni semut terdapat sistem kasta. Ada semut betina yang berkasta ratu, ada pula yang berkasta pekerja. Di antara kasta pekerja dibedakan menjadi beberapa kelompok sesuai makanannya ketika masih berupa larva. Selain itu, terdapat pula kasta fisik di antara semut pekerja. Semut yang memiliki kepala lebih besar dan rahang yang kuat disebut Semut Tentara. Itulah sebabnya kenapa semut disebut hewan yang berkelompok.

Semut pekerja yang baru dilahirkan bertugas untuk merawat kehidupan semut dewasa, ratu dan semut muda. Semut pemulian dan ratu akan melakukan pembiakan dengan semut jantan dengan terbang. Setelah proses pembiakan, tidak lama kemudian semut jantan akan mati. Semut betina yang telah melakukan pembiakan akan melepaskan sayapnya dan mencari tempat untuk bertelur. Untuk semut pekerja, mereka tidak melakukan pembiakan. Tugas semut pekerja adalah mencari makan, melindungi telur, mengurus anak dan menjaga sarang.

Semut pekerja memberikan makanan pada larva melalui proses trophallaxis (pertukaran makanan atau cairan di antara individu) atau melakukan regurgitasi (naiknya makanan dari kerongkongan atau lambung tanpa rasa mual dan kontraksi otot perut yang sangat kuat) pada makanan, sehingga terkadang semut pekerja tidak makan.

Setelah melewati fase larva, semut akan memasuki fase pupa atau kepompong. Semut pekerja sering kali memindahkan pupa-pupanya ke tempat-tempat lain untuk mencari suhu yang tepat. Pada malam hari, semut pekerja akan memindahkan telur dan larva ke dalam sarang agar terlindung dari suhu udara yang dingin. Sedangkan pada siang hari, semut pekerja akan memindahkan telur dan larva ke bagian atas sarang untuk mendapat suhu yang lebih hangat. Jika semut pekerja menemukan sumber makanan, ia akan mengeluarkan aroma yang dapat tercium oleh semut lain dari koloninya.


Tikus

Pada usia 2-5 bulan, tikus telah siap melakukan pembiakan. Masa kehamilan tikus betina adalah sekitar 19-21 hari. Tikus betina dapat melahirkan 6-8 ekor bayi. Tikus dapat kembali melakukan pembiakan setelah 48 jam usai melahirkan. Tetapi, dalam setahun tikus hanya dapat melakukan pembiakan sekitar 4 kali.

Setiap tahun gigi depan tikus akan tumbuh sekitar 3,5-4,5 inchi. Karena itu, tikus akan terus mengerat atau menggerogoti benda-benda untuk mengikis gigi depannya. Jika tidak, gigi depan tikus akan menembus mulutnya dan tikus akan mati karena tidak bisa makan dan mengalami infeksi.

Tikus rumah adalah perenang yang buruk, sehingga mereka sering kali mati saat berenang. Tetapi, tikus rumah lebih gesit terutama saat memanjat dan mereka juga berani untuk terbang. Tikus rumah berbeda dengan tikus mencit. Tikus mencit berukuran lebih kecil. Tikus mencit mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Selain itu, terdapat jenis tikus celurut yang biasa disebut cecurut. Tikus celurut adalah tikus pemakan serangga. Tikus celurut lebih senang hidup secara individual.


Kura-kura

Setelah bertelur, kura-kura betina akan meletakkan telur-telurnya pada lubang pasir di tepi sungai atau laut. Telur kura-kura menetas dengan bantuan panas matahari. Fase telur pada kura-kura sekitar 2 bulan atau 50-70 hari. Jenis kelamin bayi kura-kura ditentukan dari suhu pasir. Jika suhu di atas rata-rata, maka bayi kura-kura tersebut adalah betina. Jika suhu di bawah rata-rata, maka bayi kura-kura tersebut adalah jantan. Kura-kura dapat bertelur sampai seratus butir telur.

Tempurung kura-kura terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggungnya disebut karapas (carapace) dan bagian bawah yang menutupi perutnya disebut plastron. Lapisan luar tempurung bersisik besar dan keras. Lapisan dalam tempurung terdiri dari lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat. Kura-kura adalah hewan pemakan segala jenis makanan (omnivora). Kura-kura tidak memiliki gigi, tetapi moncongnya yang keras dapat membantunya untuk memotong makanannya. Kura-kura dapat hidup beratus-ratus tahun.


Lalat
Pada masa pembiakan, lalat jantan akan terbang ke atas punggung lalat perempuan. Alat kelamin lalat dapat berotasi sampai 360o selama masa pembiakan. Karena itu, terkadang pada masa pembiakan, posisi lalat jantan yang berada di atas punggung lalat betina akan berlawanan arah. Setelah bertelur, lalat betina akan menaruh telur-telurnya di dekat sumber makanan agar ketika telur menetas, larva lalat dapat langsung mendapat makanan. Semakin banyak makanan yang didapat, larva akan cepat tumbuh besar menjadi dewasa. Hal ini tidak hanya terjadi pada lalat, tetapi juga pada seluruh hewan yang melalui fase larva. Terkadang lalat betina lebih memilih menyimpan telur di dalam perutnya sampai menetas. Fase telur hanya berlangsung sehari saja.

Pada fase larva, kaki lalat belum tumbuh dengan baik. Kepala, antena dan mata pun belum terlihat jelas. Larva sering disebut belatung. Larva lalat mengalami pergantian kulit (masa instar) sebanyak 3 kali dalam waktu 7-10 hari. Setelah fase larva, lalat akan menjadi pupa (kepompong) sebelum akhirnya menjadi imago (lalat dewasa).

Ayam

Ayam termasuk jenis hewan yang melakukan fertilasi secara internal. Ayam jantan memiliki sepasang testis berwarna kekuningan yang terletak di dekat ginjal. Testis berfungsi untuk menghasilkan sel spermatozoa. Pada dinding testis terdapat saluran pendek yang disebut epididimis. Selain itu, ayam jantan juga memiliki vas deferens (saluran sperma). Saluran sperma keluar dari epididimis untuk menyalurkan sperma yang telah matang menuju kloaka.

Baik ayam jantan maupun betina memiliki alat kopulasi berupa kloaka yang dapat membantu proses fertilasi. Kloaka ayam juga disebut sebagai muara tiga saluran, yaitu saluran urine, saluran kelamin dan saluran pencernaan. Ketika akan mengeluarkan sperma, kloaka ayam jantan yang menuju saluran urine dan saluran pencernaaan akan tertutup.

Pada ayam betina terdapat ovarium yang mengandung 1000-3000 folikel telur yang siap untuk dimatangkan. Masing-masing folikel memiliki kuning telur. Ovarium terhubung pada oviduk. Oviduk akan menangkap sel telur yang matang melalui fimbrae struktur yang berbentuk seperti tangan.

Pada masa fertilasi, hanya satu sel spermatozoa ayam jantan yang dapat membuahi satu sel telur dalam tubuh ayam betina. Setelah masa fertilasi, akan terbentuk zigot lalu menjadi embrio. Embrio pada saluran oviduk kuning telur akan dibungkus dengan cairan putih selama 3,5 jam. Setelah itu, permukaan telur akan disekresikan (diselimuti zat berupa lendir atau enzim dan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar dan sel) membran atau selaput telur. Kemudian, permukaan telur yang telah disekresikan akan menuju uterus untuk dilengkapi dengan cangkang.

Cangkang tersusun dari zat kapur yang dapat melindungi telur embrio agar tidak kekurangan air. Selain itu, cangkang juga memiliki pori-pori untuk membantu pernapasan. Di dalam telur embrio terdapat kantung kuning (yolksacs) untuk menyuplai nutrisi yang dapat membantu perkembangan embrio. Fase telur ayam berlangsung selama 21 hari tergantung suhu udara di sekitarnya. Jika tidak mendapat suhu yang hangat, ayam betina akan mengerami telurnya sampai menetas.


Kambing

Sama halnya dengan sapi, kambing juga memiliki tanda-tanda birahi pada masa pembiakan. Kambing betina yang sudah memasuki umur 10-12 bulan telah siap untuk pembiakan, sedangkan untuk kambingnya jantan ketika memasuki umur di atas satu tahun baru akan siap untuk pembiakan. Kambing betina dapat melahirkan anak setiap 7 bulan sekali. Tanda-tanda birahi pada kambing kurang lebih sama dengan sapi, yaitu vulva membengkak, merah dan agak basah, terlihat gelisah, mengibaskan ekor dan sering buang air kecil. Lamanya masa birahi pada kambing adalah sekitar 24-25 jam. Tanda-tanda birahi ini yang selalu dijadikan pedoman bagi peternak. Lama masa kehamilan kambing adalah sekitar 144-156 hari. Kambing betina dapat melahirkan anak 1-2 ekor. Kambing betina akan menyusui anaknya selama 3 bulan.


Kepiting


Kepiting jantan akan mengeluarkan suara yang keras menggunakan chelipeds (pasangan kaki depan yang dapat menjadi besar dan berfungsi sebagai alat penjepit atau melindungi diri) untuk menakuti pejantan lain. Kepiting jantan akan menggetarkan kaki jalannya untuk menarik perhatian kepiting betina.Kepiting memiliki ruas-ruas di tubuhnya yang tertutup oleh kulit tebal dan keras yang terbentuk dari zat kapur. Kepiting mempunyai alat kelamin yang disebut thelycum. 

Fase pergantian kulit pada kepiting disebut fase moulting. Menjelang masa pembiak, kepiting akan mengalami fase moulting, sehingga kulit kepiting betina menjadi lunak. Hal ini memudahkan kepiting jantan untuk melakukan fertilasi.  Sel spermatozoa akan masuk ke dalam thelycum kepiting betina. Telur yang telah dibuahi tidak akan dilepaskan ke dalam air oleh kepiting betina. Telur-telur tersebut akan menempel pada rambut-rambut yang terdapat pada umbai-umbai bagian bawah abdomen kepiting.

Kepiting betina umumnya akan mencari tambak atau hutan bakau yang berair tidak terlalu dangkal untuk bertelur. Kepiting betina akan mengerami telur-telurnya selama 20-23 hari. Semakin besar tubuh kepiting betina, maka semakin banyak telur yang bisa dihasilkan. Bahkan, dapat mencapai 1,5 juta butir telur. Ketika sedang mengeram, kepiting betina sesekali akan menggerak-gerakan kaki renangnya atau tampak berdiri tegak pada kaki dayungnya. Hal ini dilakukan agar telur-telur mendapat aliran air segar yang cukup oksigen.

Ketika telur menetas, kepiting betina akan menggerak-gerakan kaki-kaki jalan dan kaki dayungnya dengan cepat untuk memudahkan keluarnya larva dari cangkang telur. Jika kepiting betina tidak memiliki jumlah kaki-kaki jalan yang lengkap atau cacat, proses keluarnya larva dari cangkang telur akan berlangsung lama atau sulit. Proses ini biasa akan berlangsung selama 3-5 jam.


Bebek

Pada masa pembiak, bebek jantan akan mengepak-kepakkan sayapnya untuk menarik perhatian bebek betina. Namun terkadang, bebek betina lebih dulu berusaha menarik perhatian bebek jantan. Bebek betina yang sudah siap berkembang biak akan berenang ke permukaan air sambil memanjangkan lehernya untuk menarik perhatian bebek jantan. Terkadang, bebek betina akan langsung mendekati bebek jantan sambil berkwek dan menggetarkan paruhnya. Bebek jantan yang tertarik akan melakukan berkopulasi dengan bebek betina tersebut. Setelah masa fertilasi, zigot yang tumbuh menjadi embrio akan dibungkus oleh kuning telur dan cangkang. Ketika akan bertelur, bebek betina akan mencari tanah sepanjang 6-9 inchi sebagai sarang telurnya. Pada beberapa jenis bebek, terdapat bebek jantan yang bersedia menemani bebek betina untuk menjaga telur-telur sampai menetas.

Jika bebek betina tidak ingin melakukan pembiakan dengan bebek jantan, bebek betina akan membuang sperma yang masuk ke dalam saluran telurnya dari dalam tubuhnya dan hanya menyisakan sperma yang diinginkannya.


Demikian penjelasan tentang perkembiakan hewan-hewan tersebut. Mungkin salah satunya ada yang menarik simpati kamu. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime