Perangkat Suara Puisi (Poetic Sound Devices) dan Metode Penerjemahan

Puisi adalah karya sastra yang bahasanya terikat oleh rima (rhyme), irama (rhythm) dan matra yang menyusun setiap bait.

Perangkat Suara (Sound Devices)

Perangkat suara dalam puisi membantu menghidupkan atau memberi nyawa sebuah puisi, sehingga pembaca dapat mendengar suara-suara yang disampaikan melalui kata-kata yang tertulis. Ada 7 perangkat yang menciptakan suara dalam sebuah puisi.

• Alliteration adalah pengulangan bunyi awal di setiap kata (kecuali preposition), biasanya kata berawalan huruf konsonan. Karena itu, alliteration disebut juga initial rhyme atau head rhyme. 

Contoh :

1. Generosities grab grand glory
2. Secret servants sowing seeds in stiff situation

• Assonance adalah pengulangan bunyi vokal yang diikuti bunyi konsonan yang sama yang letaknya berdekatan (tetapi tidak perlu bersebelahan atau bisa di mana saja dalam satu kalimat, frasa atau bait).

Contoh :

1. 1. He find out some kind of red gemstone.
2. A word is like a sword that pierces one's heart

• Consonance adalah pengulangan bunyi konsonan (terutama di akhir kata).

Contoh :

1. A swarthy coat and toothy grin cause her fear.
2. They cuddle her tightly and carried her out of the riddle.

• Onomatopoeia adalah kata-kata yang meniru suara dari sesuatu.

Contoh :

1. The phone beeped, she began to deliver the message.
2. Curry gravy sizzling in a heated pan.
3. In the silence in the forest, a cracking sound heard reciprocated.

• Rhyme adalah pengulangan bunyi di akhir setiap baris (external rhyme) atau dalam satu baris di beberapa kata (internal rhyme).

Rhyme scheme adalah pola pengulangan bunyi di setiap akhir baris atau bait. Meskipun ejaan berbeda, tetapi jika bunyi yang dihasilkan serupa, maka bait-bait puisi dianggap memiliki skema yang sama. Jika kalimat akhir bait menghasilkan bunyi yang berbeda, maka baris tersebut menggunakan skema yang lain. Skema-skema ini diwakili dengan huruf alphabet. Sebuah puisi dapat memiliki banyak jenis skema.

Contoh :

1. Full fathom five thy father lies;                A
    Of his bones are coral made;                     B
    Those are pearls that were his eyes:        A
    Nothing of him that doth fade                   B
    But doth suffer a sea-change                     C
    Into something rich and strange.              C
    Sea-nymphs hourly ring his knell:            D
    Ding-dong.                                                      E
    Hark! now I hear them,--ding-dong bell. D

(Full Fathom Five karya William Shakespeare)

Rhyme scheme : ABABCCDED

2. Orpheus with his lute made trees    A
    And the mountain tops that freeze  A
    Bow themselves when he did sing:  B
    To his music plants and flowers       C
    Ever sprung; as sun and showers    C
    There had made a lasting spring.     B
    
    Every thing that heard him play,      D
    Even the billows of the sea,                E
    Hung their heads and then lay by.    F
    In sweet music is such art,                 G
    Killing care and grief of heart           G
    Falll asleep, or hearing, die.               F

(Orpheus karya William Shakespeare)

Rhyme scheme : AABCCB DEFGGF

• Rhythm adalah pengulangan pola bunyi yang terbentuk dari suara dan diam, cepat dan lambat, keras dan lembut, panjang dan pendek atau naik dan turun. Rhythm memiliki tempo yang teratur. Tempo adalah cepat lambatnya lagu saat dinyanyikan. Semakin cepat sebuah irama dimainkan, semakin besar nilai temponya. 

• Meter adalah irama yang dimiliki oleh puisi yang ditandai dengan penekanan kuat atau lemah dan jeda yang diberikan setiap orang pada kata atau suku kata ketika membaca sebuah puisi. Suku kata yang ditekan (stressed) ditunjukkan dengan simbol (/), sedangkan suku kata yang tidak ditekan (unstressed) ditunjukkan dengan simbol lengkungan (U).

Setiap unit suku kata yang ditekan atau tidak ditekan disebut foot. Biasanya setiap foot terdiri dari dua atau tiga suku kata. Jumlah foot memengaruhi jumlah meter.

One foot = Monometer
Two feet = Dimeter
Three feet = Trimeter
Four feet = Tetrameter
Five feet = Pentameter

Six feet = Hexameter
Seven feet = Heptameter
Eight feet = Octameter

Meter terdiri dari dua jenis, yaitu qualitative meter dan quantitative meter.

• Qualitative meter mengacu pada suku kata yang ditekan yang datang secara berkala.
• Quantitative meter mengacu pada jumlah suku kata.


Jenis-jenis foot yang paling umum adalah iamb, trochee, spondee, dactyl, dan anapest.

Iamb (unstressed-stressed)

Iamb adalah pola foot dengan dua suku kata yang mana suku kata pertama tidak ditekan dan suku kata kedua ditekan.

Trochee (stressed-unstressed)

Trochee adalah pola foot dengan dua suku kata yang mana suku kata pertama ditekan dan suku kata kedua tidak ditekan.

Spondee (stressed-stressed)

Spondee adalah pola foot dengan dua suku kata yang ditekan.

Dactyl (stressed-unstressed-unstressed)

Dactyl adalah pola foot dengan tiga suku kata yang mana suku kata pertama ditekan, suku kata kedua dan ketiga tidak ditekan.

Anapest (unstressed-unstressed-stressed)

Anapest adalah pola foot dengan tiga suku kata yang mana suku kata pertama dan kedua tidak ditekan dan suku kata ketiga ditekan.

Beberapa jenis foot lainnya adalah sebagai berikut :

Molossus (stressed-stressed-stressed)

Molossus adalah pola foot dengan tiga suku kata yang ditekan.

Baccius (unstressed-stressed-stressed)

Baccius adalah pola foot dengan tiga suku kata yang mana suku kata pertama tidak ditekan dan suku kata kedua dan ketiga ditekan.

Antibaccius (stressed-stressed-unstressed)

Antibaccius adalah pola foot dengan tiga suku kata yang mana suku kata pertama dan kedua ditekan dan suku kata ketiga tidak ditekan.

Amphibrach (unstressed-stressed-unstressed)

Amphibrach adalah pola foot dengan tiga suku kata yang mana suku kata pertama tidak ditekan, suku kata kedua ditekan dan suku kata ketiga tidak ditekan.

Cretic atau Amphimacer (stressed-unstressed-stressed)

Cretic adalah pola foot dengan tiga suku kata yang mana suku kata pertama ditekan, suku kata kedua tidak ditekan dan suku kata ketiga ditekan.

Pyrrhic atau Dibrach (unstressed-unstressed)

Pyrrhic adalah pola foot dengan dua suku kata yang tidak ditekan.

Tribrach (unstressed-unstressed-unstressed)

Tribrach adalah pola foot dengan tiga suku kata yang tidak ditekan.

Contoh :

1. Iambic trimeter
   U          /          U           /        U    /
in deMAND | make a DE | ciSION 
     U       /           U      /            U    /
in seeKING | cultiVATE | feeLINGS

2. Trochaic trimeter
             /            U           /   U               /       U
    WHEN PAtience | BEyond | THE LImit 
         /      U         /        U                /           U
    HOPE the | WAIT will | NOT BE in vain

3. Anapestic trimeter
  U       U         /           U  U     /        U  U     /
his sound TEARS | apart MY | frozen HEART 

Metode Penerjemahan Robert Holmes

Sebelum metode penerjemahan yang dikemukakan oleh Newmark dan Larson, Robert Holmes (1970) mengemukakan bahwa ada empat metode penerjemahan.

• Metode 1 : Mempertahankan bentuk asli dari teks sumber.
• Metode 2 : Mencari fungsi teks sumber dalam budaya dan tradisi bahasa sasaran (penerima).
• Metode 3 : Mengambil makna asli dari teks sumber dan mengembangkannya menjadi bentuk yang unik dalam teks sasaran.
• Metode 4 : Mempertahankan kesamaan antara teks sumber dan teks sasaran untuk tujuan tertentu.


Metode Penerjemahan André Lefevere

André Lefevere (1975) mengembangkan metode versi Holmes yang dikutip dalam Gentzler (1993: 93). Menurut Lefevere, ada tujuh metode yang mengatur proses penerjemahan, khususnya penerjemahan puisi, sajak atau syair.

Terkadang dalam menerjemahkan puisi, lirik atau syair, kita mencoba untuk mempertahankan rima dan meteran dari teks sumber agar tidak mengubah makna dan jenis puisi atau syair tersebut, contohnya sajak berima menjadi tidak berima. Dan terkadang pembaca hanya membutuhkan makna dari puisi, lirik atau syair, bukan seni dari karya-karya sastra tersebut.

Menerjemahkan puisi memiliki tingkat kesulitan tertentu. Hal-hal yang menyebabkan kesulitan dalam menerjemahkan puisi, seperti :

a. Bentuk fisiknya yang mana sebuah bait bukan benar-benar merupakan sebuah kalimat. Dengan kata lain, sebuah puisi mungkin memiliki banyak bait-bait yang merupakan kalimat yang menggantung.

b. Menggunakan kata-kata yang imajinatif atau inventif yang dicitrakan oleh pengarangnya.

c. Puisi memiliki suara dalam setiap baitnya, sehingga penerjemah harus mempertahankan strukturnya.

d. Keterbukaan dalam menginterpretasi makna yang terkandung dalam setiap barisnya.

e. Harus dibaca secara non-pragmatis.


Phonemic Translation

Phonemic translation adalah proses penerjemahan dengan mencoba mereproduksi suara yang mirip dari teks sumber ke bahasa sasaran, namun tetap mempertahankan makna teks sumber.

Jenis penerjemahan ini agak sulit digunakan untuk menerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia karena sulit untuk menemukan kata-kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki bunyi atau suara serupa dengan kata-kata dalam bahasa Inggris.

Contoh :

Tell me when you will come home
Translate : Beri tahu aku kapan kamu akan padam

Jika frasa "come home" merujuk pada kemarahan seseorang yang sudah mereda, hingga memutuskan untuk datang, maka kata "padam" boleh menjadi terjemahan dari kata tersebut. 

Literal Translation

Literal translation adalah proses penerjemahan kata per kata dengan mengabaikan rima dan meter.

Contoh :
If there is no heaven and you are in it,
What does that make me? An idiot?
Your paradise was never the afterlife,
Only the usual after hours party,
The one with beer and marijuana

(Potongan puisi berjudul Elegy for a bad example karya Rodney Jones)

Translate :

Jika tidak ada surga dan kamu di dalamnya,
Apa yang membuatku? Seorang yang idiot?
Surgamu tidak pernah berupa akhirat,
Hanya sesuatu yang biasa setelah jam-jam pesta,
Seseorang dengan bir dan mariyuana

Metrical Translation

Metrical translation adalah proses penerjemahan dengan mempertahankan meter dari teks sumber. Jika teks sumber memiliki empat foot, maka terjemahan dari teks sumber tersebut juga harus terdiri dari empat foot.

Contoh :

I am strong | like a coral reef
Aku kuat | seperti batu karang

Teks sumber dan teks sasaran memiliki dua foot atau disebut dimeter.

Untuk mengetahui jumlah meter, kita perlu mencoba membaca bait-bait puisi tersebut dengan intonasi yang sesuai dengan maknanya.

Poetry Into Prose

Poetry into prose adalah proses penerjemahan dengan mendistrosi nalar, pesan yang disampaikan dan sintaksis dari teks sumber. Dengan kata lain, metode ini dapat mengabaikan segala fitur yang berhubungan dengan puisi dan menerjemahkannya menjadi sesuatu yang lebih logis dan mudah dipahami. Untuk menerjemahkan puisi menjadi prosa, kita mungkin perlu menambahkan atau mengurangi tanda baca, memisahkan dan memperbaiki kalimat run-on, menambahkan subjek atau kata kerja atau mengubah urutan kata. 

Kalimat run-on adalah dua kalimat yang dipisahkan oleh tanda koma atau tidak dipisahkan oleh tanda baca apa pun. Kita dapat memperbaiki kalimat run-on dengan memisahkan dua kalimat menggunakan tanda titik koma atau titik atau dengan menambahkan konjungsi, seperti "and," "but," "because," "so" atau "when".

Prosa adalah karya sastra yang memiliki plot dan disampaikan menggunakan narasi. 

Contoh :

Saya mencoba mengubah puisi berjudul "The Good Life" karya Tracy K Smith menjadi prosa.

When some people talk about money

They speak as if it were a mysterious lover

Who went out to buy milk and never

Came back, and it makes me nostalgic

For the years I lived on coffee and bread,

Hungry all the time, walking to work on payday

Like a woman journeying for water

From a village without a well, then living 

One or two nights like everyone else

On roast chicken and red wine.


Sebelum menerjemahkan puisi tersebut kita perlu membagi bait-baitnya menjadi kalimat-kalimat yang yang memiliki kata kerja dan subjek dan membentuknya menjadi sebuah paragraf. Jika kalimat belum mengalir dengan baik, kita perlu menambah atau mengurangi beberapa kata seminimal mungkin agar tidak mengubah makna puisi.

Bentuk prosa :

When some people talk about money, they speak as if it were a mysterious lover who went out to buy milk and never came back. It makes me nostalgic. 

For the years I lived on coffee and bread. 
I am hungry all the time when I am walking to work on payday like a woman who journeying to get water from a village without a well. Then I live for one or two nights like everyone else on roast chicken and red wine. 

Translate :

Ketika beberapa orang berbicara tentang uang, mereka berbicara seolah-olah itu adalah kekasih misterius yang pergi membeli susu dan tidak pernah kembali. Itu membuatku bernostalgia.

Selama bertahun-tahun aku hidup dengan kopi dan roti. Aku merasa lapar sepanjang waktu ketika aku pergi untuk bekerja pada akhir bulan seperti seorang wanita yang melakukan perjalanan untuk mendapatkan air dari desa tanpa sumur. Kemudian aku hidup selama satu atau dua malam seperti orang lain dengan ayam panggang dan anggur merah. 

Note : 

Kata "payday" memiliki makna hari bayaran atau habis bulan. Untuk memudahkan pembaca memahami kata tersebut, kita dapat mengubahnya menjadi "akhir bulan" yang mana dalam budaya bahasa sasaran, sebagian besar orang biasanya menerima gaji.

Rhymed Translation

Rhymed translation adalah proses penerjemahan dengan mempertahankan skema rima dari teks sumber, tetapi mengabaikan makna teks sumber.

Contoh :

Full fathom five thy father lies;               
Of his bones are coral made;           
Those are pearls that were his eyes:    
Nothing of him that doth fade                  
But doth suffer a sea-change                     
Into something rich and strange.              
Sea-nymphs hourly ring his knell:            
Ding-dong.                                                      
Hark! now I hear them,--ding-dong bell. 

Dengan menggunakan contoh puisi yang sama karya William Shakespeare, saya mencoba menerjemahkan dengan menggunakan metode rhymed translation. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, puisi berjudul Full fathom five ini memiliki rhyme scheme ABABCCDED. 

Translate :

Pahami sepenuhnya lima kebohongan ayahmu;                                                             A
Tulangnya terbuat dari karang;                    B
Mutiara yang menjadi mata ayahmu:         A
Tak ada apa pun dari dia yang melindang B  
Tapi menderita dalam perubahan lautan  C
Menjadi sesuatu yang kaya dan mengherankan.                                                C
Nimfa laut setiap jam membunyikan pertanda buruknya:                                        D
Ding dong.                                                         E
Dengar! sekarang aku mendengar mereka,--bel ding-dongnya.                                            D

Note : 

Frasa "doth fade" memiliki makna "memudar". Saya menggunakan persamaan dari kata "memudar", yaitu melindang agar skema yang digunakan sama dengan bait kedua.

Free Verse Translation

Free verse translation adalah proses penerjemahan dengan mempertahankan ritme dan flow, tetapi mengabaikan rima dan meter untuk mendapatkan padanan kata yang tepat dalam teks sasaran.

Flow dalam puisi adalah ketukan dan suku kata untuk menghasilkan puisi yang mengalir dengan indah, alami dan benar.

Contoh :

Over hill, over dale,
Thorough bush, thorough brier,
Over park, over pale,
Thorough flood, thorough fire!
I do wander everywhere,
Swifter that the moon's sphere;
And I serve the Fairy Queen,
To dew her orbs upon the green;

The cowslips tall her pensioners be;
In their gold coats spots you see;
Those be rubies, fairy favours;
In those freckles live their savours;
I must go seek some dewdrops here,
And hang a pearl in every cowslip's ear.

(A fair song karya William Shakespeare)

Translate :

Di atas bukit, di atas lembah,
Semak saksama, duri saksama,
Di atas taman, di atas batas,
Banjir menyeluruh, api menyeluruh!
Aku mengembara ke mana-mana,
Lebih cepat dari bola bulan;
Dan aku melayani Ratu Peri,
Mencurahkan air orbitnya di atas hijau;

Cowslips yang menyombongkan pensiunannya;
Dalam bintik-bintik mantel emas mereka kamu melihat;
Itu batu rubi, bantuan makhluk imajiner kecil;
Dalam bintik-bintik itu hidup cita rasa mereka;
Aku harus mencari titik-titik embun di sini,

Dan menggantungkan mutiara di setiap telinga cowslip.

Note :

• Kata "thorough" pada bait kedua dalam paragraf pertama diterjemahkan ke "saksama" agar membentuk skema yang berbeda dengan terjemahan pada bait keempat dalam paragraf pertama.

• Kata "fairy" pada bait ketiga dalam paragraf kedua diterjemahkan ke "makhluk imajiner kecil" agar membentuk skema yang berbeda dengan terjemahan pada bait ketujuh dalam paragraf pertama.

Interpretation

Interpretation adalah proses penafsirkan tema puisi, syair atau lirik pada teks sumber dan menuliskan ulang ke bahasa sasaran dengan keterampilan menulis yang dimiliki setiap orang. Interpretation bertujuan untuk membuat teks lebih mudah diterima dalam bahasa sasaran.

Contoh :

Orpheus with his lute made trees     
And the mountain tops that freeze   
Bow themselves when he did sing:   
To his music plants and flowers         
Ever sprung; as sun and showers     
There had made a lasting spring.       
    
Every thing that heard him play,     
Even the billows of the sea,               
Hung their heads and then lay by.   
In sweet music is such art,                 
Killing care and grief of heart           
Fall asleep, or hearing, die

Translate :

Orpheus dengan kecapinya membuat pohon
Dan puncak gunung yang membeku
Menundukkan diri saat dia bernyanyi:
Tanaman dan bunga musiknya
Pernah bermunculan; seperti matahari dan hujan
Yang telah membuat musim semi abadi.

Semuanya mendengarkan dia bermain,
Bahkan ombak besar di laut,
Menopang kepala mereka lalu berbaring.
Dalam musik yang manis seperti seni,
Kepedulian yang mengagumkan dan kesedihan hati
Tertidur, atau mendengar, atau telah mati

Note :

• Frasa "every thing" diterjemahkan ke satu kata yang merupakan makna dari "everything", yaitu semuanya atau segala sesuatu.

• Kata "hung" pada bait ketiga dalam paragraf kedua diterjemahkan ke "menopang" karena terdapat kata "lay" pada bait yang sama. Saya menafsirkan "menggantungkan kepala" yang dimaksud dalam bait ini adalah menopang kepala dengan tangan sambil berbaring.

• Kata "killing" pada bait kelima dalam paragraf kedua merupakan adjective karena ditempatkan sebelum noun. Killing sebagai adjective memiliki makna "lucu sekali" atau "mengagumkan".



Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime