Actionsart adalah istilah yang menggambarkan tentang aspek-aspek yang melekat pada suatu peristiwa. Actionsart merujuk pada kata kerja. Actionsart disebut juga aspek leksikal.
Banyak peneliti mengklaim bahwa peristiwa dapat diklasifikasikan ke dalam lima kelas dasar dari actionsart, seperti :
• States
• Activites
• Accomplishments
• Achievements
• Semelfactives
Botne menyatakan bahwa kata kerja accomplishments atau achievements memiliki temporalitas yang kompleks. Kata kerja yang termasuk accomplishments dapat memiliki fase onset dan fase coda. Fase onset merujuk pada peristiwa sebelumnya. Fase coda merujuk pada peristiwa berikutnya.
Semelfactive menyatakan tindakan yang tidak bisa diulang atau dilanjutkan.
Aspek-Aspek Pendukung Actionsart
Aspek-aspek pendukung actionsart adalah static, telicity, punctuality, dynamic, durative, atelicity. Ini merupakan aspek-aspek lexical.
Static Vs Dynamic
Static adalah aspek kata kerja yang menggambarkan aktivitas yang tidak mengalami perubahan atau tetap. Kata kerja static menggambarkan pada emosi, panca indera, perasaan, pikiran dan keadaan. Kata kerja static tidak dapat digunakan dalam continuous tense. Static verb lebih menyatakan keadaan daripada aksi.
Dynamic adalah aspek kata kerja yang menggambarkan pergerakan atau perubahan termasuk dynamic verbs. Selain itu, dynamic juga dapat merujuk pada aktivitas yang masih berlangsung atau akan berlangsung atau dapat diulang di masa depan, sehingga kata ini dapat digunakan pada continuous verbs. Dynamic lebih menyatakan aksi daripada keadaan. Dynamic verbs disebut juga action verbs.
Contoh :
1. She always looked at the painting as if she had an affinity for it. (static)
2. He was reading a book when his mother called. (dynamic)
3. He promised not to repeat his mistake again. (static)
4. She cleans her room. (dynamic)
5. They reprimanded him for giving up to the situation. (static)
6. They are discussing plans for the weekend. (dynamic)
Telicity Vs Atelicity
Telicity adalah aspek kata kerja yang memiliki goal atau titik akhir. Kata kerja yang menggambarkan pencapaian atau prestasi termasuk dalam aspek ini. Tindakan yang telah selesai atau berlalu termasuk memiliki aspek telicity.
Atelicity adalah aspek kata kerja yang tidak memiliki goal atau titik akhir. Kata kerja yang menggambarkan kebutuhan, tetapi bukan merupakan tindakan yang tidak dapat diganggu gugat. Jadi, seolah-olah tindakan tersebut terjadi secara alami dan terus-menerus.
Telicity dan atelicity termasuk dynamic verbs.
Contoh :
1. She has completed her education at a top university in the United States. (telicity)
2. Fish breathe with gills. (atelicity)
3. He won the tender for his company. (telicity)
4. Satellites transmit signals on television, navigation systems and communication systems. (atelicity)
5. Mr. Davis harvested corn in the garden. (telicity)
6. Humus soil provides nutrients and minerals that can fertilize plants. (atelicity)
7. Water flows downstream. (telicity)
8. Mother warms rice in the microwave. (atelicity)
Punctuality Vs Durative
Punctuality adalah aspek kata kerja yang menggambarkan aktivitas sementara dan tidak memiliki titik akhir, serta memiliki sifat yang berulang.
Durative adalah aspek kata kerja yang menggambarkan aktivitas yang berlangsung atau bertahan dalam periode waktu tertentu atau aktivitas yang berhubungan dengan durasi.
Punctuality dan durative termasuk dynamic verbs.
Contoh :
1. I heard someone knocking on the door. (punctuality)
2. The teacher reprimands the students who make a fuss during class time. (durative)
3. The swing in the garden swinging in the strong wind. (punctuality)
4. Airplane flying over the Atlantic ocean. (durative)
5. A bird pecks a tree trunk. (punctuality)
6. We are waiting for the train at the station. (durative)
7. The car alarm suddenly went off at night. (punctuality)
8. The hen incubates the eggs. (durative)
9. He looks like he has the flu since he's been sneezing since earlier. (punctuality)
10. Soybeans are soaked overnight for the fermentation process. (durative)
11. Without us knowing it, our eyelids never stop blinking. (punctuality)
12. Father rides his motorbike to the office. (durative)
Dari aspek-aspek tersebut, kita ambil tiga aspek untuk menggambarkan setiap kelas actionsart. Setiap kelas actionsart dapat memiliki atau tidak memiliki aspek-aspek tersebut.
State [+static], [-telic], [-punctual]
State memiliki apsek static karena kata kerja dalam kelas ini berhubungan dengan pikiran dan panca indera, tidak dapat berulang dan tidak memiliki titik akhir. Sebuah pernyataan tidak mungkin atau tidak perlu dinyatakan berulang kali, sehingga kata kerja dalam kelas ini tidak memiliki aspek punctual. Dan sebuah pernyataan belum dapat menunjukkan goal atau tidak memiliki titik akhir.
Recognize, remember, imagine, guess, think, realize, impress, concern, understand, agree dan kata lainnya yang berhubungan dengan pikiran tidak memiliki titik akhir, terutama ketika kita memikirkan suatu tindakan. Maka, kata kerja state dianggap tidak memiliki aspek telic karena tindakan yang dipikirkan belum dilakukan.
Activity [-static], [-telic], [-punctual]
Aktivitas adalah kegiatan atau perilaku yang dilakukan oleh manusia. Aktivitas tidak memiliki aspek static karena aktivitas lebih terkait dengan fisik, bukan perasaan. Meskipun kita merasa setiap aktivitas memiliki goal, jika aktivitas tersebut telah selesai dilakukan, akan tetapi goal yang dimaksud dalam aspek telicity adalah pencapaian yang besar. Karena itu, aktivitas tidak memiliki aspek telicity. Aktivitas juga tidak memiliki aspek punctuality karena aktivitas tidak bisa dilakukan berulang kali dalam waktu berdekatan atau periode waktu tertentu, berhubungan dengan proses dan tenaga.
Achievement [-static], [+telic], [+punctual]
Achievement adalah tujuan diri seseorang yang telah dicapai. Achievement tidak memiliki aspek static karena aspek ini menggunakan kata kerja yang tidak berkaitan dengan pencapaian. Achievement memiliki aspek telicity karena kelas kata ini menggambarkan tujuan yang tercapai. Dan karena pencapaian bisa terjadi berulang kali dalam waktu dekat, maka achievement dinyatakan memiliki aspek punctuality.
Accomplishment [-static], [+telic], [-punctual]
Accomplishments adalah prestasi yang didapat oleh seseorang setelah mengerjakan tugas atau tanggung jawab. Accomplishments tidak memiliki aspek static karena kata kerja yang digunakan berkaitan dengan tindakan untuk meraih prestasi. Accomplishments juga tidak memiliki aspek punctuality karena secara logis, prestasi sulit diraih dalam kurun waktu berdekatan. Accomplishments memiliki aspek telicity karena berkaitan dengan goal.
Semelfactive [-static], [-telic], [+punctual]
Semelfactive adalah kelas kata yang menggambarkan tindakan yang berlangsung dalam waktu singkat dan mendadak. Karena itu, semelfactive memiliki aspek punctuality. Tetapi, semelfactive tidak memiliki aspek telicity karena kata kerja yang digunakan tidak memiliki titik akhir dan semelfactive tidak memiliki aspek static karena kata kerja yang digunakan tidak berhubungan dengan emosi ataupun pikiran.
Mari kita mencoba untuk menganalisa kelas kata dari kata kerja berikut :
1. The pendulum clock stopped ticking.
Analisa:
Ticking: [-static], [+dynamic], [-telic], [+atelic], [+punctual], [-durative]
Kata 'ticking' memiliki aspek punctuality karena menggambarkan aktivitas yang berulang dalam periode waktu tertentu. Kata 'ticking' juga memiliki aspek dynamic karena kata kerja ini menggambarkan suatu aktivitas yang sedang berlangsung sebab aktivitas tersebut dapat berhenti kapan saja. Namun, ticking tidak memiliki aspek telicity karena kata kerja ini tidak memiliki titik akhir dan tidak merujuk pada sebuah tujuan. Ticking tidak memiliki aspek static karena tidak berhubungan dengan emosi, perasaan atau pikiran.
Berdasarkan aspek-aspek yang dimiliki, 'ticking' termasuk kelas kata semelfactive. Secara logika, 'ticking' menggambarkan aktivitas jarum jam yang bergerak per detik dan terjadi secara mendadak, tanpa ada dorongan dari dalam diri atau pihak luar.
2. Kendra suspects that Robert is hiding his book.
Analisa:
Suspect: [+static], [-dynamic], [-telic], [+atelic], [-puctual], [+durative]
Suspect memiliki aspek static karena berhubungan dengan pikiran. Suspect tidak memiliki aspek telicity karena tidak memiliki titik akhir dan tidak memiliki aspek punctuality karena tidak berulang dalam periode waktu yang berdekatan. Jadi, suspect termasuk kelas kata state.
Hiding: [-static], [+dynamic], [-telic], [+atelic], [-puctual], [+durative]
Hiding tidak memiliki aspek static, telicity dan punctuality. Hiding merupakan kata kerja yang bisa digunakan untuk menyatakan suatu aktivitas yang sedang berlangsung, sehingga kata ini memiliki aspek dynamic. Hiding tidak memiliki titik akhir dan tidak menggambarkan suatu tujuan, sehingga kata ini memiliki aspek atelicity. Hiding berhubungan dengan durasi, sehingga kata ini memiliki aspek durative. Jadi, hiding termasuk kelas kata activity.
3. Most of the students who have been studying for four years have passed.
Analisa:
Studying: [-static], [+dynamic], [-telic], [+atelic], [-puctual], [+durative]
Studying lebih menggambarkan aksi daripada keadaan, sehingga kata ini tidak memiliki aspek static. Studying juga tidak memiliki aspek telicity karena tidak memiliki titik akhir. Tetapi, studying memiliki durasi, sehingga kata ini memiliki aspek durative. Jadi, studying termasuk kelas kata activity.
Passed: [-static], [+dynamic], [+telic], [-atelic], [-puctual], [+durative]
Passed adalah kata kerja yang menyatakan aksi, sehingga kata ini memiliki aspek dynamic. Passed memiliki titik akhir, sehingga kata ini memiliki aspek telicity. Dan passed tidak dapat berulang, sehingga kata ini tidak memiliki aspek punctuality. Jadi, passed termasuk kelas kata accomplishments.
Komentar
Posting Komentar