30 Teori Penerjemahan Andrew Chesterman (English to Indonesian)

Penerjemahan adalah proses merubah makna dari teks sumber (source text) ke teks target (target text). Penerjemah harus cermat dalam menggunakan strategi yang tepat untuk menghasilkan terjemahan yang baik.

Andrew Chesterman adalah seorang penerjemah yang tinggal di Finlandia. Ia terkenal dengan karyanya yang berjudul Translation Studies. Teori yang dikemukakan oleh Chesterman diakui dan sering digunakan dalam proyek-proyek penerjemahan.  
 
30 Teori Penerjemahan Dari Andrew Chesterman
 
Andrew Chesterman's Translation Theory

1. Literal Translation
 
Literal translation adalah penerjemahan dengan menerjemahkan kata demi kata, sehingga hasil terjemahan tidak gramatikal.
 
Contoh :

English

Indonesian

I only have to pass a few gates to reach the scruffy field called the Meadow.

Aku hanya perlu melewati beberapa pagar untuk tiba di lapangan tak terurus yang disebut Padang Rumput.


Penjelasan : Perhatikan kalimat dalam teks sumber diterjemahkan kata demi kata dalam teks target, seperti ‘I’ diterjemahkan ke ‘aku’, ‘only’ diterjemahkan ke ‘hanya’, have to diterjemahkan ke ‘perlu’, ‘pass’ diterjemahkan ke ‘melewati’ dan seterusnya.

2. Borrowing Translation
 
Borrowing translation adalah penerjemahan dengan meminjam kata dari bahasa sumber. Ada dua teknik borrowing translation yang dapat digunakan, yaitu :
 
   Loan
 
Loan adalah proses peminjaman kata yang sama persis dengan teks sumber. Kata-kata yang merupakan loan, biasanya dicetak miring dalam hasil penerjemahan.
 
Contoh :

English

Indonesian

Each tessera is worth a meager year’s supply of grain and oil for one person.

Setiap tessera bisa ditukar sekadarnya dengan persediaan setahun gandum dan minyak untuk satu orang.


Penjelasan : ‘Tessera’ merupakan kata pinjaman dari teks sumber yang digunakan dalam teks target.

   Calque
 
Calque adalah kata serapan dari teks sumber yang diterjemahkan secara harfiah dalam teks sasaran untuk memenuhi unsur keberterimaan dalam teks sasaran. Biasanya kata-kata yang merupakan calque memiliki pengucapan yang mirip dengan teks sumber.

 

Contoh :

English

Indonesian

The camera crews, perched like buzzards on rooftops, only add to the effect.

Kru-kru kamera yang nangkring di atap-atap seperti elang menambah efek suram yang sudah ada.


Penjelasan : 'Kru' merupakan kata serapan dari ‘crew’.

3. Transposition
 
Transposition adalah penerjemahan dengan cara mengubah kelas suatu kata, misalnya dari kata benda menjadi kata kerja, dari kata sifat menjadi keterangan, dari kata kerja menjadi kata benda dan lain-lain.
 
Contoh :
a.

English

Indonesian

The new boy took two broad coppers out of his pocket and held them out with derision.

Anak baru itu mengeluarkan dua keping uang dari sakunya dan mempermainkannya sambil mencemooh.

 
Penjelasan : 'Derision' adalah kata benda yang diterjemahkan ke ‘mencemooh’ yang merupakan kata kerja.
 
b.

English

Indonesian

We all exchange terse nods then focus our attention on the temporary stage that is set up before the Justice Building.

Kami saling mengangguk cepat lalu memusatkan perhatian kami pada panggung non-permanen yang dibangun di depan gedung pengadilan.

 
Penjelasan : 'Terse' adalah kata sifat yang diterjemahkan ke ‘cepat’ yang mana merupakan keterangan cara karena ditempatkan setelah kata kerja. 

c.

English

Indonesian

My real name is Katniss, but when

I first told him, I had barely whispered it.
Nama asliku Katniss, tapi ketika pertama kali aku menyebutkan namaku padanya, suaraku tidak lebih keras daripada bisikan.
 
Penjelasan : 'Whispered' adalah kata kerja yang diterjemahkan menjadi kata benda, yaitu 'bisikan'.
 
4. Unit Shift
 
Unit shift adalah penerjemahan dengan cara pergeseran atau perubahan unit kata, misalnya dari frasa menjadi kata atau dari kalimat menjadi klausa dan lain-lain.
 
Contoh :
a.

English

Indonesian

At one o’clock, we head for the square

Pada pukul satu, kami menuju alun-alun.

 
Penjelasan : 'Head for' merupakan frasa yang diterjemahkan menjadi kata, yaitu ‘menuju’.

 b.

English

Indonesian

Latecomers are directed to the adjacent streets, where they can watch the event on screens as it’s televised live by the state.

Orang-orang yang datang belakangan diarahkan menuju jalan-jalan di dekat alun-alun, di sana mereka bisa menonton peristiwa yang berlangsung di layar-layar televisi karena acara ini disiarkan langsung oleh negara.


Penjelasan : 'Latecomers' merupakan kata yang diterjemahkan menjadi frasa, yaitu ‘orang-orang yang datang belakangan’.

5. Phrase Structure Change
 
Phrase structure change adalah perubahan pada tingkat frasa, seperti perubahan jumlah, kepastian dan modifikasi pada frasa kata benda (noun phrase), perubahan tenses pada frasa kata kerja (verb phrase) atau perubahan mood (subjunctive, imperative, indicative, interrogative dan conditional) pada frasa kata kerja.
 
Contoh :
a.

English

Indonesian

She went to the open door and stood in it and looked out among the tomato vines and "jimpson weeds" that constituted the garden.

Dia pergi ke pintu yang terbuka dan berdiri di tengahnya dan memandang di antara belukar tomat dan apel berduri yang memenuhi kebun itu.

 
Penjelasan : ‘Jimpson weeds’ adalah jenis tanaman berbentuk bulat, berduri dan berwarna hijau. Karakteristik buah tersebut digunakan untuk memodifikasi kata ‘Jimpson weeds’ dalam teks target menjadi ‘apel berduri’.
 
b.

English

Indonesian

Still, just throwing me the bread was an enormous kindness that would have surely resulted in a beating if discovered.

Namun, melemparkan roti-roti itu kepadaku adalah kebaikan tak terkira yang bisa membuatnya dipukul jike ketahuan.
 
Penjelasan : ‘The bread’ pada teks sumber tidak diketahui jumlahnya meskipun article ‘the’ dapat digunakan untuk kata benda jamak (plural nouns), tetapi pada teks sumber ‘be’ yang digunakan adalah ‘was’ yang mana biasanya digunakan untuk singular noun. Sementara pada teks target, kata ‘the bread’ diterjemahkan ke ‘roti-roti itu’ yang merupakan kata benda jamak.
 
6. Clause Structure Change
 
Clause structure change adalah perubahan unit klausa, seperti perubahan kalimat aktif (active voice) menjadi kalimat pasif (passive voice), transitive menjadi intransitive, finite menjadi nonfinite dan lain-lain.
 
Contoh :
a.

English

Indonesian

I can hardly recognize myself in the cracked mirror that leans against the wall.

Aku nyaris tidak mengenali diriku sendiri saat memandang bayanganku di cermin retak yang disandarkan di dinding.

 
Penjelasan : Frasa ‘leans against’ merupakan active voice yang diterjemahkan ke ‘disandarkan’ yang merupakan passive voice.
 
b.

English

Indonesian

I dropped my gaze, embarrassed, and that’s when I saw it.

Aku menunduk, malu, dan saat itulah aku melihatnya.

 
Penjelasan : ‘Dropped’ adalah transitive verb. Kata ini diterjemahkan ke ‘menunduk’ yang merupakan intransitive verb.

7. Sentence Structure Change
 
Sentence structure change adalah perubahan unit kalimat, seperti perubahan dari kalimat majemuk menjadi kalimat kompleks, kalimat simpleks menjadi kalimat kompleks dan lain-lain. Perubahan tersebut mempengaruhi perubahan jenis konjungsi yang digunakan antara anak kalimat (subordinate clause) dan induk kalimat (main clause).
 
Contoh :
a.

English

Indonesian

Concealed by a clump of bushes, I flatten out on my
belly and slide under a two-foot stretch that’s been loose for years.
Kukempiskan perutku dan kusorongkan tubuhku ke bawah bagian pagar yang longgar sekitar setengah meter. Celah itu sudah ada selama bertahun-tahun, namun
tertutup di bawah sesemakan.
 
Penjelasan : Teks sumber adalah kalimat kompleks. Teks sumber diterjemahkan menjadi dua kalimat. Kalimat pertama, ‘kukempiskan perutku dan kusorongkan tubuhku ke bawah bagian pagar yang longgar sekitar setengah meter’ adalah kalimat simpleks yang menggunakan predikat majemuk (compound predicate), yaitu kempis dan sorong. Kalimat kedua ‘celah itu sudah ada selama bertahun-tahun, namun tertutup di bawah sesemakan’ adalah kalimat kompleks.
 
b.

English

Indonesian

Pretty clever, the way she played it

Caranya bermain sangat cerdik.

 
Penjelasan : Teks sumber ‘pretty clever, the way she played it’ adalah kalimat kompleks yang diterjemahkan menjadi kalimat simpleks yaitu ‘caranya bermain sangat cerdik’. 
 
8. Cohesion Change
 
Cohesion change adalah perubahan yang memengaruhi referensi intratekstual, elipsis, substitusi, pronominalisasi, pengulangan atau penggunaan konjungsi.
 
Referensi intratekstual terdiri dari anaphoric (merujuk pada sesuatu atau seseorang yang telah diidentifikasi sebelumnya) dan cataphoric (merujuk pada sesuatu yang diperkenalkan secara abstrak sebelum diidentifikasi).

Elipsis adalah penghilangan kata-kata ketika terjadi pengulangan frasa.

Substitusi adalah penggantian suatu kata atau frasa agar tidak terjadi pengulangan.

Pronominalisasi adalah penggunaan kata ganti.

 
Contoh :
a.
English

Indonesian

But today the black cinder streets are empty.

Tapi hari ini jalan-jalan yang hitam karena sisa arang tampak kosong.

 
Penjelasan : Teks target menggunakan konjungsi ‘karena’ agar teks sumber memiliki kohesi.
 
b.

English

Indonesian

It is a pretty dress, but she would never be wearing it ordinarily. She presses her lips together and then smiles.

Gaun itu memang cantik, tapi dia takkan memakainya pada hari biasa. Madge mengatupkan kedua bibirnya rapat-rapat kemudian tersenyum.

 
Penjelasan : ‘She’ dalam teks sumber merupakan alat kohesi dalam salah satu jenis referensi intratekstual, yaitu anaphoric. ‘She’ diterjemahkan menjadi sebuah nama (kata benda), yaitu ‘Madge’.
 
9. Level Shift
 
Level shift adalah pergeseran pada tingkat fonem, morfem, leksis atau sintaksis, misalnya pergeseran dari morfem menjadi leksis, morfem menjadi sintaksis, leksis menjadi sintaksis dan lain-lain.
 
Fonem adalah unit terkecil sebuah kata yang menunjukkan perbedaan makna melalui bunyi. Contohnya, fonem [b] pada kata buas dan fonem [p] pada kata puas yang menunjukkan perbedaan makna, atau fonem [e] pada kata mental dan fonem [É™] pada kata mental.

Morfem adalah unit gramatikal terkecil yang mempunyai makna. Contohnya, re-, un-, -ly, -ness, -ing, -ed, -s dan lain-lain.

Leksis adalah tingkat bahasa yang terdiri dari kosakata atau kata yang telah memiliki makna.


Sintaksis adalah tingkat bahasa yang terdiri dari kata dan morfem untuk membentuk unit yang lebih besar, seperti frasa atau kalimat.
 
Contoh :
a.

English

Indonesian

A thicket of berry bushes protects it from unwanted eyes.

Semak- semak berry yang tebal melindunginya dari mata orang-orang yang tak diinginkan.
 
Penjelasan : Morpheme ‘un’ pada kata ‘unwanted’ diterjemahkan menjadi leksis ‘tak’.
 
b.

English

Indonesian

Gale knows his anger at Madge is misdirected.

Gale tahu kemarahannya pada Madge salah alamat.

 
Penjelasan : Misdirected memiliki morpheme ‘mis’ dan ‘ed’ dan membentuk sebuah kata baru. Misdirected diterjemahkan ke ‘salah alamat’, yang mana merupakan sintaksis yang terdiri dari adjective dan noun.
 
10. Scheme Change
 
Scheme change adalah perubahan pada skema retoris, seperti paralelisme, aliterasi,  ritme metrik atau rima.
 
Paralelisme adalah pengulangan suatu kata agar sejajar.

Aliterasi adalah pengulangan huruf konsonan pada beberapa suku kata awal setiap kata.

Ritme metrik adalah pola suku kata yang ditekankan (stressed syllable) atau suku kata yang tidak ditekankan (unstressed syllable) dalam setiap baris.

Rima adalah kata atau suku kata yang memiliki suara atau ejaan yang identik dengan kata atau suku kata lain. Contohnya pick dan pack atau stack dan sack.

 
Empat pola scheme change adalah sebagai berikut :
 
Source Text Scheme A = Target Text Scheme A

Contoh :

English

Indonesian

We half-lead half-carry Haymitch back to his compartment.

Kami setengah membopong setengah menyeret Haymitch kembali ke gerbongnya.

 
Penjelasan : Teks sumber dan teks target sama-sama merupakan paralelisme. Karena 'half' dalam teks target diterjemahkan dalam arti yang sebenarnya. 

Source Text Scheme A = Target Text Scheme B

Contoh :

English

Indonesian

The more likable he is, the more deadly he is.

Semakin memikat dia, semakin mematikan pula dirinya.

 
Penjelasan : Teks sumber menggunakan scheme paralelisme, sedangkan teks target menggunakan scheme aliterasi.

Source Text Scheme A = Target Text No Scheme

Contoh :

English

Indonesian

Eating lunch, sitting next to
each other at assemblies,
partnering for sports activities.

Makan siang, duduk berdampingan di ruang pertemuan, berpasangan

untuk kegiatan olahraga.
 
Penjelasan : Teks sumber menggunakan gerund di awal frasa sebagai scheme, sedangkan teks target tidak menggunakan scheme.

Source Text No Scheme = Target Text Scheme B
 
Contoh :

English

Indonesian

I take it in my hands, pull out

the arrow, and hold the puncture in the crust to my nose, inhaling the fragrance that makes my mouth flood with saliva.

Kuambil roti itu, kutarik lepas panahnya, dan

kutempelkan hidungku pada
bagian roti yang berlubang, kuhirup aroma yang membuat mulutku dibanjiri liur.
 
Penjelasan : Teks sumber tidak menggunakan skema (scheme), sedangkan teks target menggunakan skema dengan awalan 'ku' pada klausa atau mendahului kata kerja.

11. Synonym
 
Synonym adalah penerjemahan dengan menggunakan persamaan kata dari teks sumber.
 
Contoh :

a.

English

Indonesian

I didn’t pick it up for fear I would keel over and be unable to regain my feet.

Aku tidak memungutnya karena aku takut aku bakal jatuh terjungkal dan tak bakalan sanggup lagi bangkit berdiri.

 
Penjelasan : Keel over memiliki makna 'terjungkir', tetapi penerjemah memilih menggunakan persamaan kata dari 'terjungkir', yaitu 'terjungkal'.
 
b.

English

Indonesian

Gale spreads the bread slices with the soft goat cheese, carefully placing a basil leaf on each while I strip the bushes of

their berries.

Gale mengoleskan keju kambing yang halus di atas potongan-potongan roti, dengan hati-hati menaruh daun basil di atas setiap roti sementara aku mengobrak-abrik sesemakan untuk mencari buah berry.

 
Penjelasan : Placing bermakna 'menempatkan', tetapi penerjemah memilih menggunakan persamaan kata dari 'menempatkan', yaitu menaruh.
 
12. Antonym
 
Antonym adalah penerjemahan dengan menggunakan lawan kata dari teks sumber.
 
Contoh :

English

Indonesian

No amount of pleading from Prim seemed to affect her.

Permohonan Prim yang bertubi-tubi tampaknya tidak berpengaruh padanya.

 
Penjelasan : No amount bermakna 'tidak ada jumlah', tetapi penerjemah memilih menggunakan lawan kata dari 'tidak ada jumlah', yaitu 'bertubi-tubi'. Dalam kalimat ini, bertubi-tubi dapat ditafsirkan sebagai sesuatu yang tidak pasti, tidak terhitung atau berjumlah banyak.

13. Hyponym
 
Hyponym adalah penerjemahan dengan menggunakan hubungan antara kata khusus (hyponym) dengan superordinatenya.
 
Tiga struktur penerjemahan dengan teknik hyponym adalah sebagai berikut :
 
Source Text Superordinate = Target Text Hyponym

Contoh :

English

Indonesian

Tools are scattered around the cars parked in the workshop.

Screwdrivers, pliers and wrenches were strewn around the parked car in the repair shop.

 
Penjelasan : Teks sumber menggunakan superordinate, sedangkan teks target menggunakan hyponym dari kata 'tools'.

Source Text Hyponym = Target Text Superordinate

Contoh :

English

Indonesian

After we’d harvested those, we scrounged along inside the fence for probably a mile until we’d filled the bucket with the dandelion greens, stems, and flowers.

Setelah kami memanen bunga-bunga, kami mencari-cari di sekitar bagian dalam pagar sampai sejauh satu mil hingga ember kami penuh dengan dandelion.

 
Penjelasan : Teks sumber menggunakan hyponym untuk menyebutkan bagian-bagian dari dandelion. Sementara teks target menggunakan superordinate dari dandelion.

Source Text Hyponym = Target Text Hypernym
 

Contoh :

English

Indonesian

Another year, they tossed everybody into a landscape of nothing but boulders and sand and scruffy bushes.

Pada tahun yang lain, mereka melempar semua orang ke daerah yang hanya ada batu-batu besar, pasir dan semak-

semak.
 
Penjelasan : 'Boulders and sand and scruffy bushes’ diterjemahkan ke 'batu-batu besar, pasir dan semak-semak'. Kata-kata dalam teks sumber dan teks target ini adalah hiponimi dari bioma gurun.

14. Converses
 
Converses adalah penerjemahan dengan menggunakan pasangan suatu kata yang mengungkapkan keadaan yang sama dari sudut pandang yang berlawanan.
 
Contoh :
a.

English

Indonesian

His voice was that beautiful, high and clear and so filled with life it made you want to laugh and cry at the same time.

Suaranya begitu indah, bernada tinggi dan jernih dan penuh dengan getar kehidupan sehingga membuat orang yang mendengarnya ingin tertawa dan menangis pada saat yang bersamaan.

 
Penjelasan : 'Laugh and cry' diterjemahkan ke 'tertawa dan menangis'. Kata-kata dari teks sumber dan teks target ini memiliki sudut pandang yang berlawanan.
 
b.

English

Indonesian

We are each given our own chambers that have a bedroom, a dressing area, and a private bathroom with hot and cold running water.

Masing-masing orang diberi kamar sendiri lengkap dengan kamar tidur, ruang pakaian, dan kamar mandi pribadi dengan air keran yang bisa mengucurkan air panas dan dingin.

 
Penjelasan : 'Hot and cold' diterjemahkan ke 'panas dan dingin'. Kata-kata dari teks sumber dan teks target ini memiliki sudut pandang yang berlawanan.
 
Kata kerja dan kata benda juga dapat memiliki sudut pandang yang berlawanan, seperti buka dan tutup, keramaian dan kesunyian, dan lain-lain.
 
15. Abstraction Change
 
Abstraction change adalah perubahan tingkat abstraksi suatu kata menjadi lebih konkret atau dari konkret menjadi abstrak.
 
Contoh :
a.

English

Indonesian

The sheets are made of soft, silky fabric.

Seprainya terbuat dari bahan yang halus seperti sutra.

 
Penjelasan: 'Sheet' adalah abstract noun yang diterjemahkan menjadi concrete noun, yaitu 'seprai'.
 
b.

English

Indonesian

We sit somewhat formally on the love seat.

Kami duduk dalam posisi formal di kursi cinta itu.

 
Penjelasan : 'Seat' adalah abstract noun yang bermakna 'tempat duduk'. Kata ini diterjemahkan menjadi concrete noun, yaitu 'kursi'.
 
16. Distribution Change
 
Distribution change adalah perubahan distribusi komponen semantik yang sama. Distribution change dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu expansion atau compression.
 
Expansion adalah perubahan distribusi komponen semantik menjadi lebih panjang atau memiliki jumlah kata yang lebih banyak.

Compression adalah perubahan distribusi komponen semantik menjadi lebih pendek atau memiliki jumlah kata yang lebih sedikit.
 
Contoh :

Expansion

a.

English

Indonesian

Not the slightly wobbly kind, but the kind that sends the trees swooping around you and causes the earth to move in waves under your feet.

Bukan jenis pening yang membuatku berjalan terhuyung-huyung, tapi jenis pening yang membuatmu merasa pohon-pohon berputar-putar cepat mengelilingimu dan menyebabkan tanah yang kupijak bergerak bergelombang.
 
Penjelasan : 'swooping' terdiri dari satu kata, tetapi kata ini diterjemahkan menjadi dua kata, yaitu 'berputar-putar cepat'. Ini menunjukkan terjadinya expansion pada kata 'swooping'.
 
b.

English

Indonesian

In sleep, my mother looks younger, still worn but not so beaten-down.

Dalam tidurnya, ibuku tampak lebih muda, masih kelihatan capek tapi tidak tampak kelelahan setengah mati.

 
Penjelasan : Kata 'younger' mengalami expansion karena diterjemahkan menjadi dua kata, yaitu 'lebih muda'. Kata 'worn' juga mengalami hal yang sama karena diterjemahkan ke 'kelihatan capek'. Sementara, 'not so beaten-down' terdiri dari tiga kata yang diterjemahkan menjadi lima kata, yaitu 'tidak tampak kelelahan setengah mati'.
 
Compression

a.

English

Indonesian

The fish and greens are already cooking in a stew, but that will be for supper.

Ikan dan sayuran sudah direbus, tapi itu disimpan untuk makan malam.

 
Penjelasan : Frasa 'are already cooking in a stew' diterjemahkan ke 'sudah direbus'. Ini menunjukkan bahwa frasa ini mengalami compression.
 
b.

English

Indonesian

And then I see her, the blood drained from her face, hands clenched in fists at her sides, walking with stiff, small steps up toward the stage, passing me, and I see the back of her blouse has become untucked and hangs out over her skirt.

Kemudian aku melihat Prim, wajahnya pias, kedua telapak tangannya terkepal keras di samping tubuhnya, jalannya kaku, dengan langkah-langkah kecil menuju panggung, melewatiku, kemudian aku melihat bagian belakang blusnya lagi-lagi keluar dan menggantung di atas roknya.

 
Penjelasan : Frasa 'the blood drained from her face' mengalami compression karena diterjemahkan menjadi kata yang lebih pendek, yaitu 'wajahnya pias'. Frasa 'walking with stiff' juga mengalami compression, dari berjumlah tiga kata menjadi dua kata, yaitu 'jalannya kaku'.
 
c.

English

Indonesian

So instead of acknowledging applause, I stand there unmoving while they take part in the boldest form of dissent they can manage.

Jadi bukannya menerima tepuk tangan, aku berdiri tak bergerak di panggung sementara mereka menunjukkan penolakan terberani yang bisa mereka lakukan.

 
Penjelasan : Frasa 'in the boldest form of dissent' diterjemahkan ke 'penolakan terberani'. Ini adalah teknik compression.
 
17. Emphasis Change
 
Emphasis change adalah strategi penerjemahan dengan menambah, mengurangi atau mengubah penekanan suatu kata karena suatu alasan.
 
Contoh :

a.

English

Indonesian

Family members line up around the perimeter, holding tightly to one another’s hands.

Anggota-anggota keluarga berkerumun di dekat garis batas, berpegangan tangan dengan orang-orang di sebelah mereka.
 
Penjelasan : Kata 'tightly' yang menunjukkan penekanan pada kata 'holding' tidak diterjemahkan oleh penerjemah, sehingga terjadi perubahan penekanan dalam teks target.
 
b.

English

Indonesian

Then her eyes dart around as if she’s said something totally outrageous.

Kemudian Effie memandangi sekeliling meja seakan dia telah
mengatakan sesuatu yang keterlaluan.
 
Penjelasan : Kata 'totally' tidak diterjemahkan, sehingga terjadi perubahan penekanan pada kata 'something outrageous'.
 
18. Paraphrase
 
Paraphrase adalah penerjemahan dengan cara menghilangkan ekspresi idiomatik pada teks sumber.
 
Contoh :

a.

English

Indonesian

When I sit on the couch, I can’t help running my fingers over the fabric repeatedly.

Sewaktu duduk di sofa, aku tidak tahan untuk tidak mengelus beludru itu berkali-kali.

 
Penjelasan : 'Running over' adalah separable phrasal verbs. Phrasal verbs adalah suatu ekspresi idiomatik. 'Running over' diterjemahkan ke 'mengelus' yang mana merupakan ekspresi non idiomatik.
 
b.

English

Indonesian

On the way home, we swing by the Hob, the black market that operates in an abandoned warehouse that once held coal.

Dalam perjalanan pulang, kami mampir di Hob, pasar gelap yang terdapat di gudang terbengkalai yang dulu jadi tempat penyimpanan batu bara.

 
Penjelasan : 'Swing by' termasuk phrasal verbs. Dalam kalimat ini, swing by diterjemahkan ke 'mampir' yang mana tidak memiliki ekspresi idiomatik.
 
19. Trope Change
 
Trope change adalah penerjemahan suatu ekspresi kiasan. Strategi ini terbagi menjadi tiga subkelas, yaitu :
 
Source Text Trope X = Target Text Trope X

English

Indonesian

The sadness, the marks of angry hands on their faces, the hopelessness that curled their shoulders forward.

Aku melihat kesedihan, tangan yang marah menyisakan bekas di wajah mereka, ketidakberdayaan yang membuat mereka lemah lunglai.


Penjelasan : 'The marks of angry hands on their faces' termasuk kiasan (trope) dalam teks sumber. Klausa ini diterjemahkan ke 'tangan yang marah menyisakan bekas di wajah mereka', yang mana juga termasuk kiasan dengan makna yang sama.

Source Text Trope X = Target Text Trope Y

English

Indonesian

There are still a few lights inside, but outside it’s as if night has fallen again.

Masih ada sedikit cahaya di dalam, tapi di luar seakan-akan malam kembali menelan bumi.


Penjelasan : 'Night has fallen again' adalah metafora yang apabila diterjemahkan ke kiasan yang sama atau sesuai dengan arti sebenarnya akan menjadi 'malam telah turun lagi'. Tetapi, penerjemah memilih untuk menggunakan kiasan lain, yaitu 'malam kembali menelan bumi'.

Source Text Trope X = Target Text Trope 0 (tidak ada)
 

English

Indonesian

The supper comes in courses.

Makan malam disajikan satu demi satu.


Penjelasan : 'The supper comes in courses' adalah kiasan. Klausa ini diterjemahkan ke 'makan malam disajikan satu demi satu', yang mana bukan kiasan dalam teks target.
 
20. Other Semantic Changes
 
Other semantic changes mencakup perubahan panca indera yang digunakan atau arah deiktik suatu kata.
 
Contoh :

a.

English

Indonesian

I can tell from their words their minds are elsewhere.

Dari kata-kata yang mereka ucapkan aku bisa mendengar pikiran mereka berada di tempat lain.

 
Penjelasan : Teks sumber tidak mengaitkan kalimat dengan indera apa pun, tetapi penerjemah memasukkan indera pendengaran melalui kata 'mendengar'.

b.

English

Indonesian

We seem to be leaving a trail of fire off the flowing capes.

Mantel kami yang berkibar seakan meninggalkan jejak-jejak api.

 
Penjelasan : Pada teks sumber, deiksis yang digunakan adalah 'we', tetapi terjadi perubahan arah deiksis pada teks target, menjadi 'mantel kami'.
 
21. Culture Filtering
 
Culture filtering adalah penerjemahan dengan menggunakan padanan budaya atau istilah-istilah khusus dalam bahasa target, sehingga sesuai dengan norma bahasa target. Tiga strategi culture filtering, antara lain naturalization, domestication, adaption, exoticization, foreignization dan estrangement.
 
Contoh :

Naturalization
 

English

Indonesian

Most of the stylists are familiar, constants in the ever-changing pool of tributes.

Kebanyakan penata gaya tidak asing lagi, mereka yang mendampingi peserta yang berbeda setiap tahun biasanya itu-itu saja.

 
Penjelasan : Kata 'constants' dalam teks sumber terlalu formal atau tidak natural. Kata ini diterjemahkan menjadi natural dalam teks target, yaitu  'itu-itu saja'. Kata 'familiar' juga diterjemahkan menjadi natural, yaitu 'tidak asing lagi'.

b.

English

Indonesian

I was actually just hoping to get a good solid stick, but it lodges in the seam between two panels, making me look a lot better than I am.

Sebenarnya aku cuma berharap pisau itu bisa tertancap kuat di dinding, tapi pisau itu tersangkut di ruang sempit di antara dua papan, membuatku tampak jauh lebih jago.

 
Penjelasan : Penerjemah menerjemahkan frasa 'a lot better than I am' ke 'jauh lebih jago' untuk membuat frasa ini menjadi natural.

Domestication
 

English

Indonesian

The square’s quite large, but not enough to hold District 12’s population of about eight thousand.

Alun-alun ini lumayan luas, tapi tidak cukup untuk menampung sekitar delapan ribuan warga Distrik 12.

 
Penjelasan : 'Square' diterjemahkan ke 'alun-alun', yang mana merupakan bahasa Jawa, salah satu budaya dalam teks target.

 b.

English

Indonesian

I dig through the first-aid kit I got from the boy from District 1 and find pills that reduce your temperature.

Aku mencari-cari di dalam tas P3K yang kuambil dari anak lelaki dari Distrik 1 dan menemukan pil penurun panas.

 
Penjelasan : 'The first-aid kit' diterjemahkan ke 'tas P3K' yang mana adalah istilah yang biasa digunakan di Indonesia untuk merujuk pada tas atau kotak berisi kumpulan obat-obatan dan alat kesehatan lainnya.

Adaptation

 a.

English

Indonesian

When we get to my door, he leans against the frame, not

blocking my entrance exactly but insisting I pay attention to him.

Ketika kami sampai ke depan pintu kamarku, Peeta bersandar di kusen pintu, bukan bermaksud menghalangi masuk, tapi berkeras agar aku memperhatikannya.

 
Penjelasan : 'Frame' diterjemahkan ke 'kusen pintu'. Kusen adalah material konstruksi  bangunan di Indonesia.

b.

English

Indonesian

Stinking and scorched, at least a foot of the back beyond repair.

Bau dan bekas terbakar, paling tidak sekitar tiga puluh sentimeter di bagian punggungnya tidak bisa diperbaiki lagi.

 
Penjelasan : 'Foot' diterjemahkan ke 'sentimeter' yang mana merupakan satuan panjang dalam bahasa Indonesia.
 
Perbedaan teknik adaptation dan domestication adalah adaptation berhubungan dengan istilah dari berbagai bidang yang telah ditetapkan dan disepakati bersama, sedangkan domestication berhubungan dengan kehidupan sehari-hari atau sesuatu yang tidak formal, yang mana penyebutannya dapat berubah-ubah.

Exoticization
 

English

Indonesian

Through a vote of lawyers conducted in hushed hallway whispers, it was determined that the Judge was actively, if incrementally, imposing strict Mosaic Law upon the whole lot of them.

Melalui pemungutan suara para pengacara yang dilakukan dengan berbisik di lorong yang sunyi, diputuskan bahwa hakim secara aktif, jika secara bertahap, memaksakan Mosaic Law yang ketat atas mereka semua.

 
Penjelasan : 'Mosaic Law' tidak ada dalam budaya hukum di Indonesia, sehingga penerjemah tetap menggunakan istilah aslinya.
 
Foreignization
 

English

Indonesian

Hurray for us,” I get out, but there’s no joy of victory in my voice.

"Hore untuk kita," kataku, tapi dalam suaraku tidak tersirat kegembiraan karena menang.

 
Penjelasan : 'Hurray' diterjemahkan menjadi 'hore'. Kata 'hurray' berkaitan dengan konteks kegembiraan atau kemenangan. Begitupun dalam budaya teks target, sehingga kata 'hurray' diterjemahkan dengan mengubah huruf-hurufnya, tetapi suara yang dihasilkan hampir sama.
 
Estrangement
 

English

Indonesian

Tis part of the house-elf’s enslavement, Sir.

Itu bagian dari perbudakan peri rumah, Sir.

 
Penjelasan : 'Tis' adalah kata kuno dalam teks sumber. Saat ini kata 'tis' sudah jarang digunakan, maka ini disebut estrangement.

22. Explicitness Change
 
Explicitness change adalah perubahan ke arah lebih eksplisit atau lebih implisit dalam bahasa target. Dengan kata lain, penerjemah dapat menafsirkan makna tersirat dalam teks sumber atau membuatnya menjadi tersirat.

Eksplisit ke Implisit

English

Indonesian

I lifted the lid to the baker’s trash bin and found it spotlessly, heartlessly bare.

Aku mengangkat penutup tong sampah tukang roti dan melihat isinya kosong melompong.


Penjelasan : Teks sumber 'I lifted the lid to the baker's trash bin and found it spotlessly, heartlessly bare' seharusnya diterjemahkan ke 'Aku mengangkat penutup tong sampah tukang roti dan melihat isinya kosong melompong, tanpa perasaan'. Frasa 'heartlessly bare' diterjemahkan secara tersirat karena a makna tersirat dalam frasa ini telah diwakili dengan frasa 'kosong melompong'.

Implisit ke Eksplisit

English

Indonesian

By the end of the session, I am no one at all. Haymitch started drinking somewhere around witty, and a nasty edge has crept into his voice.

Pada akhir sesi, aku tidak jadi siapa-siapa. Haymitch mulai minum saat aku di bagian cerdas, dan kekesalan mulai merasuki suaranya.


Penjelasan : Frasa 'somewhere around witty' memiliki makna tersirat. Frasa ini diterjemahkan ke 'saat aku di bagian cerdas', yang mana makna tersirat dalam teks sumber telah diperjelas oleh penerjemah. Begitu pun dengan frasa 'a nasty edge' yang diterjemahkan secara eksplisit oleh penerjemah menjadi 'kekesalan'. Ini menunjukkan perubahan dari implisit ke eksplisit.

23. Information Change
 
Information change adalah penerjemahan dengan menambahkan informasi baru yang dianggap relevan dalam bahasa target, tetapi tidak ada dalam bahasa sumber. Information change juga dapat berarti penerjemahan dengan menghilangkan informasi dalam bahasa sumber yang tidak relevan bagi bahasa target.
 
Contoh :

English

Indonesian

Then when this crazy lynx started following me around the woods looking for handouts, it became his official nickname for me.

Kemudian ketika ada lynx - kucing liar berukuran sedang - yang sinting dan mulai mengikutiku selama di hutan menunggu sisa buruanku, maka nama Catnip resmi jadi nama julukanku.


Penjelasan : Teks target menyediakan informasi tambahan untuk kata 'lynx' pada teks sumber, yaitu 'kucing liar berukuran sedang'.

24. Interpersonal Change
 
Interpersonal change adalah penerjemahan dengan mengubah tingkat formalitas, tingkat emotif, tingkat keterlibatan, tingkat leksis teknis dan lain-lain yang melibatkan perubahan hubungan antara teks sumber dan teks target.
 
Contoh :

English

Indonesian

“There’s always hand-to-hand combat. All you need is to come up with a knife, and you’ll at least stand a chance. If I get jumped I’m dead!” I can hear my voice rising in anger.

"Biasanya selalu ada perkelahian satu lawan satu. Hanya dengan bersenjatakan pisau, kau masih punya kesempatan. Kalau aku disergap oleh lawan, aku pasti mampus!" aku bisa merasakan suaraku makin lama makin terisi kemarahan.


Penjelasan : Kata 'dead diterjemahkan ke 'mampus', yang mana memiliki tingkat emosi lebih tinggi daripada kata 'mati'. Penerjemah memilih kata 'mampus' untuk meningkatkan emosi pembaca.

25. Illocutionary Change
 
Illocutionary change adalah perubahan ilokusi (tindak tutur), seperti perubahan mood kata kerja dari indicative menjadi imperative, dari statement menjadi request dan lain-lain.
 
Contoh :

English

Indonesian

“It’s okay, ” Peeta says to me. “I’ll take it from here.”

"Sudah, tinggalkan saja," kata Peeta padaku. "Biar kuurus dia."

 
Penjelasan : Ujaran pada teks sumber merupakan kalimat deklaratif. Penerjemah mengubah ujaran menjadi kalimat imperatif dengan menambahkan frasa 'tinggalkan saja' setelah kata 'sudah' yang merupakan terjemahan dari 'it's okay'. Selain itu, ujaran 'I'll take it from here' yang seharusnya diterjemahkan ke 'aku akan membawanya dari sini', tapi diterjemahkan ke 'biar kuurus dia'. Jadi, penerjemah mengubah gaya ujaran atau tuturan dari teks sumber.

26. Coherence Change
 
Coherence change adalah perubahan dengan menggabungkan paragraf dalam teks target dengan cara yang berbeda dari teks sumber.
 
Contoh :

English

Indonesian

     Will they take their few belongings, or send my mother to prison and Prim to the community home, or kill them? They wouldn’t kill them,

would they? Why not? What do they care?.

     I should have stayed and apologized. Or laughed, like it was

a big joke.

      Apakah mereka akan merampas harta milik ibuku dan Prim yang tak seberapa, atau memenjarakan ibuku lalu menaruh Prim di panti asuhan, atau bahkan membunuh mereka? Mereka takkan membunuh ibuku dan Prim, kan? Ah, kenapa tidak? Kenapa pula mereka harus peduli pada nyawa keluargaku?.

     Seharusnya aku tetap tinggal dan minta maaf. Atau tertawa, seakan-akan yang kulakukan hanyalah lelucon konyol.

 
Penjelasan : Penerjemah memperjelas makna dari kalimat 'what do they care?' yang seharusnya diterjemahkan ke 'apa peduli mereka?', namun lebih memilih menerjemahkan ke 'kenapa pula mereka harus peduli pada nyawa keluargaku?', sehingga pembaca mengetahui apa yang dimaksud kalimat itu sebenarnya.


27. Partial Translation

Partial translation adalah penerjemahan sebagian teks. Beberapa bagian teks pada teks sumber dibiarkan tidak diterjemahkan atau hanya dimasukkan ke dalam teks target. Teknik ini digunakan dalam menerjemahkan ringkasan, transkripsi, translasi bunyi, lirik lagu atau puisi.
 
Contoh :
 

English

Indonesian

Goin' out tonight, changes into something red

Her mother doesn't like that kind of dress

Everything she never had she's showin' off

Keluar malam ini, berubah menjadi sesuatu yang merah

Ibunya tidak menyukai gaun seperti itu

Segala sesuatu yang tidak pernah dia miliki, dia tunjukkan


Penjelasan : Setiap baris pada lirik lagu ini tampak tidak diterjemahkan sampai jelas makna yang terkandung di dalamnya. Setiap baris masih menyimpan makna tersirat. Terutama adanya simbol 'red' yang jika dihubungkan dengan lirik berikutnya merujuk kepada 'kemarahan seorang Ibu'.

28. Visibility Change
 
Visibility change adalah penerjemahan dengan menghadirkan penulis teks sumber dengan cara menambahkan catatan kaki atau komentar di dalam kurung oleh penerjemah. Teknik ini digunakan untuk membuat review atau ulasan.
 
Contoh :

English

Indonesian

Our house is almost at the edge of the Seam. I only have to pass a few gates to reach the scruffy field called the Meadow.

Rumah kami nyaris berada di ujung Seam. Aku hanya perlu melewati beberapa pagar untuk tiba di lapangan tak terurus yang disebut Padang Rumput. (terjemahan oleh Hetih Rusli 2009)


29. Transediting
 
Transediting adalah penerjemahan untuk menata ulang teks sumber yang ditulis dengan buruk.
 
Contoh :

Untuk contoh teknik ini, saya membuat kalimat sebagai teks sumber yang buruk.

English

Indonesian

Vehicles still seem to be milling about on major roads ahead of the turn of the year.

Banyak kendaraan masih tampak meramaikan jalan-jalan besar di malam pergantian tahun.

 
Penjelasan : Frasa 'mill about' bermakna 'berseliweran'. Frasa ini kurang tepat untuk menggambarkan kendaraan, sehingga penerjemah memilih untuk mengubahnya menjadi 'meramaikan'.

30. Other Pragmatic Changes

Other pragmatic changes adalah perubahan tata letak antara teks sumber dan teks target, serta pemilihan penggunaan aksen British atau aksen American dalam penerjemahan dokumen sesuai dengan permintaan klien atau perusahaan.

31. Modulation
 
Modulation adalah penerjemahan dengan mengubah sudut pandang teks sumber.
 
Contoh :

English

Indonesian

All of the pieces are still fitting together, but I sense he has a
plan forming.

Semua potongan itu kini masih berusaha kusatukan, tapi kurasakan Peeta sedang menyusun rencana.

 
Penjelasan : Frasa 'still fitting together' seharusnya diterjemahkan ke 'masih cocok' atau 'masih pas'. Tetapi di sini terjadi perubahan sudut pandang dari frasa tersebut dengan menerjemahkannya ke 'masih berusaha kusatukan', yang mana menunjukkan bahwa sesuatu belum benar-benar pas atau cocok.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime