18 Jenis Aspek Dalam Tata Bahasa

Aspek adalah istilah dalam tata bahasa yang berhubungan dengan waktu dan jenis tindakan.

18 jenis aspek adalah sebagai berikut :

Aspek Augmentatif

Aspek augmentatif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan yang meningkat atau bertambah.

Contoh :

1. Sang orator meninggikan volume suaranya agar perhatian penonton tetap terfokus padanya.
2. Kami akan memasok beberapa roll kain flanel untuk persediaan.
3. Aku memompa ban motor yang kempes.


Aspek Diminutif

Aspek diminutif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan yang menurun atau berkurang.

Contoh :

1. Panas tubuhnya menurun setelah ia minum aspirin.
2. Ayah memotong ranting-ranting tanaman hias pucuk merah yang sudah mulai tinggi dan tidak berbentuk.
3. Lastri bertugas untuk menurunkan bendera saat upacara penurunan bendera merah putih.


Aspek Progresif

Aspek progresif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan yang mengalami kemajuan secara bertahap dalam waktu tertentu.

Contoh :

1. Bang Anwar sedang memperbaiki laptop pelanggan yang rusak.
2. Akhirnya, kue matang setelah dipanggang selama 15 menit.
3. Penyakit stroke ringan yang dideritanya berangsur-angsur pulih.

Aspek Repetitif

Aspek repetitif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan yang berulang. Perbuatan dapat terjadi berulang kali yang mana perbuatan yang terakhir kali baru saja terjadi atau sedang berlangsung.

Contoh :

1. Aku sudah menonton series ini tiga kali.
2. Film ini sudah pernah ditayangkan tahun lalu di stasiun televisi yang sama.
3. Aku bertemu dengan teman lamaku lagi tadi.


Aspek Iteratif

Aspek iteratif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan yang telah diulang. Perbuatan dalam aspek iteratif telah terjadi dan diulang untuk kedua kalinya.

Contoh :

1. Saya telah membaca ulang naskah film karyanya.
2. Dia pernah menceritakan tentang kejadian di masa lalunya tadi.
3. Saya sudah mengirim kembali email untuk revisi laporan purchasing bulan lalu.

Aspek Frekuentatif

Aspek frekuentatif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan yang sering terjadi. Perbuatan bisa sering terjadi di luar kehendak ataupun atas kehendak sendiri. 

Contoh :

1. Aku sering ke pasar malam sejak masa kanak-kanak.
2. Jalan ini sering kali mengalami kemacetan.
3. Cahaya sering membantu ibunya membuat kue untuk dijual di warung.

Aspek Habituatif

Aspek habituatif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan yang telah menjadi kebiasaan. Perbuatan dalam aspek habituatif cenderung tetap atau sulit diubah karena sudah menjadi suatu kebiasaan.

Contoh :

1. Aku terbiasa menggosok gigi sebelum tidur.
2. Dia selalu berolahraga setiap akhir pekan.
3. Dia hobi bermain game online.


Aspek Imperfektif

Aspek imperfektif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan yang tidak diselesaikan.

Contoh :

1. Dia belum memotong seluruh rumput pekarangan rumahnya.
2. Tiba-tiba ia tertidur saat ia sedang membaca buku.
3. Sebulan berlalu, tetapi bangunan rumah ini belum juga diselesaikan.

Aspek Perfektif

Aspek perfektif adalah aspek yang menggambarkan yang menggambarkan perbuatan yang telah selesai.

Contoh :

1. Aku sudah mengantar Paman dan Bibiku ke bandara.
2. Windy sudah selesai berbenah ketika Angga datang menjemput.
3. Ibu sudah mencatat bahan-bahan yang harus dibeli oleh Bella.

Note : 
Frasa kata kerja 'sudah merencanakan untuk' bukan termasuk aspek perfektif karena perbuatan yang dibicarakan atau digambarkan sebenarnya masih bersifat rencana.

Aspek Permansif

Aspek permansif adalah aspek yang menggambarkan keadaan yang permanen sebagai akibat dari perbuatan yang telah selesai.

Contoh :

1. Aku tidak menyadari bahwa uangku terjatuh di suatu tempat.
2. Adikku memecahkan guci kesayangan nenekku.
3. Shaka telah menghabiskan bekal terakhir kami dalam perjalanan pulang.

Aspek Resultatif

Aspek resultatif adalah aspek yang menggambarkan hasil dari suatu perbuatan.

Contoh :

1. Setelah beberapa menit, air membeku di dalam freezer.
2.  Dia membuat gelas menjadi retak karena terkena air yang sangat panas.
3. Printer ini berdebu karena sudah lama tidak digunakan.


Aspek Kausatif

Aspek kausatif adalah aspek yang menggambarkan sebab-akibat dari suatu perbuatan.

Contoh :

1. Dia memutuskan untuk lembur karena harus menyelesaikan laporan-laporan akhir tahun.
2. Tanaman-tanaman di kebunku tumbuh subur karena diberi pupuk oleh ayah.
3. Karena adikku rewel, ibu jadi terlambat pergi ke kantor.


Aspek Desideratif

Aspek desideratif adalah aspek yang menggambarkan keinginan terhadap sesuatu.

Contoh :

1. Adikku minta dibelikan mobil-mobilan baru.
2. Aku ingin makan nasi goreng untuk sarapan.
3. Aku mau cerita di film ini berakhir bahagia.


Aspek Inkoaktif

Aspek inkoaktif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan yang baru dimulai. Kata kerja biasanya disertai dengan partikel pun atau -lah.

Contoh :

1. Ibunya berteriak pun dari luar kamar, dia tidak terbangun.
2. Bergabunglah dalam grup kami, kamu akan mendapat banyak pengalaman.
3. Aku memohon pun tetap tidak diizinkan untuk pergi.


Aspek Kontinuatif

Aspek kontinuatif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan yang terus berlanjut atau masih berlangsung.

Contoh :

1. Danny masih mengerjakan proyeknya ketika aku datang ke rumahnya.
2. Ibu Lidia sedang memasak saat Lidia mengirim pesan melalui ponselnya.
3. Dia kehujanan saat sedang melaju di atas sepeda motornya.


Aspek Momentan

Aspek momentan adalah aspek yang menggambarkan perbuatan yang berlangsung sementara. Biasanya perbuatan-perbuatan yang digambarkan dalam aspek ini, tidak memiliki jeda, sehingga tidak dapat dilanjutkan, tetapi mungkin dapat terjadi di hari berikutnya.

Contoh :

1. Dia izin ke toilet saat jam mata pelajaran Matematika.
2. Siswa-siswa yang datang terlambat dihukum berlari mengelilingi lapangan tiga kali putaran.
3. Hujan deras membasahi bumi dari jam 7.00 hingga jam 10.00 pagi.


Aspek Pungtiliar

Aspek pungtiliar adalah aspek yang menggambarkan perbuatan yang terjadi pada titik waktu tertentu. Perbuatan-perbuatan yang digambarkan dalam aspek ini berlangsung lebih singkat daripada perbuatan-perbuatan yang digambarkan dalam aspek momentan. Selain itu, perbuatan-perbuatan yang digambarkan dalam aspek ini tidak dapat berulang dalam waktu dekat.

Contoh :

1. Pada malam pergantian tahun, banyak kembang api meletup-letup di langit.
2. Dia membuka hadiah-hadiah yang didapat di hari ulang tahunnya.
3. Akhirnya, ibuku melahirkan adik keduaku.


Aspek Simulfaktif

Aspek simulfaktif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan-perbuatan yang berlangsung secara serentak. Seseorang yang multitasking juga dapat digambarkan dalam aspek ini.

 Contoh :

1. Kami bertarung dalam game online yang sama.
2. Rachel mengerjakan tugas presentasi sambil mengemil keripik kentang kesukaannya.
3. Dia menunggu kue matang di dalam oven sambil mencuci piring.
4. Rika menyiram tanaman, sementara Ricky memotong rumput.


Aspek Futuratif

Aspek futuratif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan yang akan berlangsung.

Contoh :

1. Clara dan Dava akan menikah bulan depan.
2. Para siswa angkatan 2017/2018 akan diwisuda tahun ini.
3. Dia akan memasak bubur untuk ibunya yang sedang sakit.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime