Masa Angsuran Dan Besar Tiap Angsuran
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Untuk mengetahui besarnya bunga atau premi risiko dalam jual beli angsuran, maka masa angsuran atau lama rata - rata dari angsuran tersebut harus diketahui.
3
1 + n
= Rp 310.000,00
12 x 100
1200
Masa angsuran atau lama rata – rata adalah suatu masa yang dapat menghasilkan bunga yang besarnya sama dari sejumlah modal yang dibungakan sekaligus atau beberapa modal yang dibungakan satu per satu dalam masa yang berlainan.
Contoh :
Robert memiliki uang Rp 1.500.000,00 akan dibungakan dengan bunga 15 % per tahun. Untuk membungakan uang tersebut terdapat dua pilihan, yaitu :
1. Pilihan Pertama
Dana Rp 1.500.000,00 dibungakan sekaligus dalam masa tertentu dengan bunga 15 %. Besarnya bunga per tahun adalah
15 % x Rp 1.500.000,00 = Rp 225.000,00
2. Pilihan Kedua
Dana Rp 1.500.000,00 dibungakan dengan cara dana tersebut dibagi rata dan dipinjamkan dengan waktu yang berbeda, tetapi tingkat bunga yang sama. Pembagian dana tersebut adalah sebagai berikut :
a. Rp 500.000,00 dipinjamkan dalam waktu 25 hari dengan bunga 15 %.
b. Rp 500.000,00 dipinjamkan dalam waktu 20 hari dengan bunga 15 %.
c. Rp 500.000,00 dipinjamkan dalam waktu 15 hari dengan bunga 15 %.
Pada pilihan pertama terdapat keterangan masa tertentu yang belum diketahui berapa lamanya untuk menghasilkan bunga yang sama besar seperti pada pilihan kedua. Masa tertentu tersebut yang dimaksud dengan lama rata – rata. Terdapat dua faktor yang perlu diperhatikan dalam menghitung lama rata – rata, yaitu modal (M) yang dipinjamkan dan tingkat bunga (P).
Dalam menghitung lama rata – rata terdiri atas dua macam, yaitu :
1. Modal dan tingkat bunga yang sama besar.
Lama rata – rata = L1 + L2 + L3
Atau
Lama rata – rata = L1 + Ln
Keterangan :
L1 adalah lama (waktu) pembungaan modal pertama.
L2 adalah lama (waktu) pembungaan modal kedua.
L3 adalah lama (waktu) pembungaan modal ketiga.
Ln adalah lama (waktu) pembungaan modal ke n.
Contoh :
Robert memiliki uang Rp 1.500.000,00 akan dibungakan dengan bunga 15 % per tahun. Pembagian dananya tersebut adalah sebagai berikut :
a. Rp 500.000,00 dipinjamkan dalam waktu 25 hari dengan bunga 15 %.
b. Rp 500.000,00 dipinjamkan dalam waktu 20 hari dengan bunga 15 %.
c. Rp 500.000,00 dipinjamkan dalam waktu 15 hari dengan bunga 15 %.
Hitunglah :
a. Besarnya bunga dari ketiga modal tersebut !.
b. Berapa lama pembungaan bila dana Rp 1.500.000,00 tersebut dibungakan sekaligus dengan bunga 15 % agar diperoleh bunga yang sama dengan yang pertama !.
Jawab :
360 adalah jumlah hari dalam setahun. Meskipun sebenarnya dalam setahun adalah 365 hari, tetapi biasanya dalam menghitung angsuran per bulan untuk mengetahui besarnya bunga setiap angsuran adalah per 360 hari.
a. Besar bunga dari modal pertama
Rp 500.000,00 x 25/360 x 15 %
= Rp 500.000,00 x 25 x 15 = Rp 5.208,33
= Rp 500.000,00 x 25 x 15 = Rp 5.208,33
360 x 100
Besar bunga dari modal kedua
Rp 500.000,00 x 20/360 x 15 %
= Rp 500.000,00 x 20 x 15 = Rp 4.166,67
= Rp 500.000,00 x 20 x 15 = Rp 4.166,67
360 x 100
Besar bunga dari modal ketiga
Rp 500.000,00 x 15/360 x 15 %
= Rp 500.000,00 x 15 x 15 = Rp 3.125,00
= Rp 500.000,00 x 15 x 15 = Rp 3.125,00
360 x 100
Jadi, jumlah bunga ketiga modal itu adalah
Rp 5.208,33 + Rp 4.166,67 + Rp 3.125,00 = Rp 12.500,00
b. Jika modal dibungakan sekaligus
Lama rata – rata =
L1 + L2 + L3 = 25 + 20 + 15 = 60 = 20 hari
L1 + L2 + L3 = 25 + 20 + 15 = 60 = 20 hari
3 3 3
Jadi, modal Rp 1.500.000,00 dibungakan dalam 20 hari dengan bunga 15 % akan menghasilkan bunga
Rp 1.500.000,00 x 20/360 x 15 %
= Rp 1. 500.000,00 x 20 x 15 = Rp 12.500,00
= Rp 1. 500.000,00 x 20 x 15 = Rp 12.500,00
360 x 100
2. Modal berlainan tetapi tingkat bunga sama besar.
Apabila sejumlah modal dibagi menjadi beberapa modal yang jumlahnya berbeda dan dibungakan dengan tingkat bunga yang sama, maka lama rata – rata dapat dihitung dengan rumus :
Lama rata – rata =
(M1 x L1) + (M2 x L2) + (M3 x L3)
(M1 x L1) + (M2 x L2) + (M3 x L3)
M1 + M2 + M3
Atau
Lama rata – rata = Æ©ML
ƩM
Keterangan :
M1 adalah besar modal pertama
M2 adalah besar modal kedua
M3 adalah besar modal ketiga
L1 adalah lama bunga modal pertama
L2 adalah lama bunga modal kedua
L3 adalah lama bunga modal ketiga
ƩML adalah jumlah perkalian M dengan L
ƩM adalah jumlah modal
Contoh :
Ibu Adelia memiliki modal Rp 15.000.000,00 dipinjamkan dalam tiga jenis modal yang berbeda, yaitu :
1. Modal 1 = Rp 6.000.000,00 dalam 27 hari dengan bunga 20 %.
2. Modal 2 = Rp 5.000.000,00 dalam 36 hari dengan bunga 20 %.
3. Modal 3 = Rp 4.000.000,00 dalam 54 hari dengan bunga 20 %.
Hitunglah :
a. Jumlah bunga untuk ketiga jenis modal tersebut !
b. Berapa lama pembungaan apabila modal Rp 15.000.000,00 itu dibungakan sekaligus dengan bunga 20 % akan menghasilkan bunga yang sama dengan besar bunga cara pertama !
Jawab :
a. Bunga modal 1
Rp 6.000.000, 00 x 27/360 x 20 %
= Rp 6.000.000,00 x 27 x 20 = Rp 90.000,00
= Rp 6.000.000,00 x 27 x 20 = Rp 90.000,00
360 x 100
Bunga modal 2
Rp 5.000.000, 00 x 36/360 x 20 %
= Rp 5.000.000,00 x 36 x 20 = Rp 100.000,00
= Rp 5.000.000,00 x 36 x 20 = Rp 100.000,00
360 x 100
Bunga modal 3
Rp 4.000.000, 00 x 54/360 x 20 %
= Rp 4.000.000,00 x 54 x 20 = Rp 120.000,00
= Rp 4.000.000,00 x 54 x 20 = Rp 120.000,00
360 x 100
Jumlah bunga ketiga jenis modal tersebut adalah Rp 310.000,00
b. Lama pembungaan dari jumlah ketiga modal atau
Lama rata – rata =
(M1 x L1) + (M2 x L2) + (M3 x L3)
(M1 x L1) + (M2 x L2) + (M3 x L3)
M1 + M2 + M3
= (Rp 6.000.000,00 x 27) + (Rp 5.000.000,00 x 36) + (Rp 4.000.000,00 x 54)
Rp 6.000.000,00 + Rp 5.000.000,00 + Rp 4.000.000,00
= Rp 162.000.000,00 + Rp 180.000.000,00 + Rp 216.000.000,00
Rp 15.000.000,00
Rp 15.000.000,00
= Rp 558.000.000,00 = 37,2 hari
Rp 15.000.000,00
Jadi, modal Rp 15.000.000,00 bila dibungakan dalam 37,2 hari dengan bunga 20 % akan menghasilkan bunga yang sama bila dibungakan dalam tiga kelompok pembungaan, yaitu sebesar Rp 310.000,00.
Mari kita buktikan :
Modal Rp 15.000.000,00
Besar bunga selama 37,2 hari dengan bunga 20 %
= Rp 15.000.000 x 37,2/360 x 20 % = Rp 15.000.000 x 37,2 x 20
= Rp 15.000.000 x 37,2/360 x 20 % = Rp 15.000.000 x 37,2 x 20
360 x 100
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung tingkat bunga dalam jual beli secara angsuran, yaitu :
- Tingkat bunga dasar harus selalu dalam waktu setahun.
- Sama atau tidaknya modal yang dibungakan dan besarnya tiap angsuran.
- Jenis rumus yang harus digunakan dalam menghitung lama rata – rata.
Contoh :
Toko Ny. Kamelia menjual barang – barang elektronik, menawarkan sebuah televisi berwarna dengan dua cara, yaitu :
a. Bila dibeli dengan kontan, maka dikenakan harga Rp 1.200.000,00
b. Bila dibeli dengan cara angsuran dengan uang muka Rp 200.000,00 pada saat barang diterima dan sisa diangsur 12 kali angsuran bulanan sebesar Rp 98.500,00 setiap kali angsuran. Angsuran pertama dibayar satu bulan setelah barang diserahkan. Berapa tingkat bunga pinjaman dengan angsuran tersebut ?.
Jawab :
Harga tunai televisi Rp 1.200.000,00
berwarna
Dibayar uang muka Rp 200.000,00 -
Sisa pembayaran Rp 1.000.000,00
Besarnya angsuran per bulan Rp 98.500,00 = 12 x Rp 98.500,00 = Rp 1.182.000,00
Jadi, besarnya bunga selama 12 bulan = Rp 1.182.000, 00 - Rp 1.000.000,00 = Rp 182.000,00
Lama rata – rata =
L1 + Ln = 1 + 12 = 13/2 = 6,5 bulan
L1 + Ln = 1 + 12 = 13/2 = 6,5 bulan
2 2
Keterangan :
Angsuran pertama 1 bulan setelah barang diserahkan, maka L1 = 1
12 kali angsuran berarti L12 = 12
Bunga rata – rata selama 6,5 bulan
= Rp 182.000,00
= Rp 182.000,00
Berarti bunga 1 tahun
= 12/ 6,5 x Rp 182.000,00 = Rp 336.000,00
= 12/ 6,5 x Rp 182.000,00 = Rp 336.000,00
Jadi, tingkat bunga
= Rp 336.000,00 x 100 % = 33, 6 %
= Rp 336.000,00 x 100 % = 33, 6 %
Rp 1.000.000,00
Atau dengan cara lain, yaitu dimasukkan ke rumus bunga bulanan sebagai berikut
Bunga selama 6, 5 bulan = Rp 182.000,00
Bunga bulanan = M x L x P
12 x 100
⟶ rumus menghitung bunga bulanan
12 x 100
⟶ rumus menghitung bunga bulanan
Rp 182.000,00 = Rp 1.000.000,00 x 6,5 x P
Rp 182.000,00 = Rp 6.500.000 P
218.400.000 = 6.500.000 P
Jadi, P = 218.400.000,00/ 6.500.000,00 = 33,6 %
Untuk menghitung besarnya tiap angsuran dapat menggunakan langkah – langkah berikut ini :
- Menghitung besarnya jumlah dana atau uang yang dipinjamkan atau dikreditkan.
- Menghitung lama rata – rata.
- Menghitung bunga selama lama rata – rata.
- Menghitung jumlah seluruh angsuran, yaitu pokok pinjaman ditambah dengan bunga selama rata – rata.
- Membagi jumlah seluruh angsuran dengan bilangan angsuran.
Contoh :
Ny. Indriana membeli sebuah mobil bekas BMW 318i pada dealer mobil Tn. Purwo dan Co. Pihak dealer menawarkan harga mobil itu dengan dua cara, yaitu :
a. Bila mobil itu dibeli dengan kontan, maka dikenakan harga Rp 27.500.000,00
b. Bila mobil itu dibeli dengan cara angsuran, maka pembeli harus memberikan uang muka sebesar Rp 2.500.000,00 dan sisanya dapat diangsur selama 30 bulan atau 2,5 tahun, 30 kali angsuran bulanan yang sama besarnya.
Angsuran pertama satu bulan setelah barang diserahkan. Dealer kendaraan itu memperhitungkan bunga 27 %. Berapa besar setiap angsurannya ?
Jawab :
Harga kontan mobil Rp 27.500.000,00
Uang mua Rp 2.500.000,00
Besar dana pinjaman Rp 25.000.000,00
Lama rata –rata
= L1 + Ln = 1 + 30 = 31/2 = 15,5 bulan
= L1 + Ln = 1 + 30 = 31/2 = 15,5 bulan
2 2
Bunga bulanan
= M x L x P = Rp 25.000.000,00 x 15,5 x 27
= M x L x P = Rp 25.000.000,00 x 15,5 x 27
12 x 100 1200
= Rp 10.462.500,00 = Rp 8.718.750,00
1200
Jumlah seluruh angsuran = pinjaman pokok + bunga selama – lama rata – rata
= Rp 25.000.000,00 + Rp 8.718.750,00 = Rp 33.718.750,00
= Rp 25.000.000,00 + Rp 8.718.750,00 = Rp 33.718.750,00
Jadi, besarnya setiap angsuran = Rp 33.718.750,00/30 = Rp 1.123.958,33
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar