Akibat Toxic Positivity

Toxic positivity adalah suatu hal positif yang bisa memperburuk situasi. Toxic positivity biasanya berupa ucapan pemberi semangat. Terkadang kita berpikir bahwa ucapan pemberi semangat yang kita tujukkan kepada seorang teman yang sedang tertimpa masalah merupakan bukti rasa empati kita terhadapnya.

Contoh :

a. “Sabar ya, semua pasti ada jalan keluarnya!”.
b. “Berpikirlah positif agar kamu bisa mengatasi segala masalahmu!”.
c. “Setiap masalah pasti ada hikmahnya, kamu akan merasakannya nanti!”.
d. “Lebih banyak yang lebih susah dari kamu!”.
e. “Baru begitu saja sudah mengeluh, ayo bangkit!”.

Kelima kalimat pemberi semangat tersebut di atas tidak bersifat realistis, sehingga tidak bisa dijadikan bukti rasa empati kita terhadap seseorang yang tertimpa masalah dan juga bukan ucapan yang memberikan solusi atau dampak positif terhadap orang tersebut. Kelima kalimat tersebut dapat dengan mudah menjadi toxic bagi seseorang yang cenderung rendah diri.

Dengan mengucapkan kelima contoh kalimat tersebut di atas, justru kita telah mengabaikan perasaan sesungguhnya yang dirasakan orang tersebut dan kita akan dianggap telah meremehkannya karena ia tidak bisa berpikir positif terhadap masalah yang menimpanya. Padahal berpikir positif bukanlah hal yang mudah. Bahkan, kita sendiri yang mengucapkannya belum tentu bisa selalu berpikir positif.

Tidak semua orang butuh diberi semangat saat mereka menceritakan masalah mereka. Saat seseorang yang sedang tertekan memaksakan diri untuk tetap berpikir positif, maka ia cenderung akan menyalahkan dirinya sendiri atas semua masalah yang terjadi di sekitarnya.

Toxic positivity hanya akan membuat kita berada dalam kebahagiaan yang semu dan membuat kita menjadi seseorang yang tidak bisa menerima kenyataan. Toxic positivity dapat menjadi stigma (pandangan negatif seseorang terhadap pemikiran dan perbuatan kita) bagi seserorang untuk menunjukkan perasaannya, hingga seseorang itu dianggap lemah.

Akibat dari toxic positivity, antara lain :

1. Emosi negatif yang selalu ditekan oleh emosi positif hanya akan menyebabkan seseorang mencari pelarian yang tidak sehat, misalnya berprilaku agresif dan impulsif.

2. Emosi negatif yang diabaikan hanya akan tersimpan dan bisa meledak suatu saat karena tidak mengalami penyelesaian.

3.Emosi negatif yang diabaikan akan terkumpul dan bisa menyebabkan gangguan psikis seperti depresi.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime