Postingan

Teori Ekuivalensi Menurut Jakobson dan Nida

Dalam ilmu linguistik, ekuivalensi adalah kesepadanan atau kesetaraan kata. Dalam penerjemahan, ekuivalensi bertujuan untuk mencari terjemahan yang setara atau memiliki makna paling dekat dengan kata dari bahasa sumber. Berikut para ahli yang mencetus tentang teori ekuivalensi: Roman Jakobson Dalam karyanya, On Linguistic Aspects of Translation (1959, 2000), Roman Jakobson menjelaskan tiga jenis penerjemahan, yaitu:  Penerjemahan Intralingual Penerjemahan intralingual adalah proses menerjemahkan teks ke dalam bahasa yang sama. Proses memparafrasekan kalimat termasuk penerjemahan intralingual. Penerjemahan ini dapat dilakukan dengan menyederhanakan suatu kata atau memperjelas suatu kata dengan menambah kosakata atau mengganti dengan kosakata lain yang lebih mudah dipahami. Contoh: 1. Pasar tradisional di jalan itu akan direlokasikan . Terjemahan: Pasar tradisional di jalan itu akan dipindahtempatkan ke tempat baru. 2. Don't let it  happen !. Knock on wood !. Terjemahan: Don't l...

Diglossia, Polyglossia, Code Mix Dan Code Switching Dalam Sosiolinguistik

Dalam bidang sastra, terdapat ilmu yang mengkaji hubungan antara masyarakat dan bahasa, yaitu sosiolinguistik. Bahasa yang digunakan saat terjadi interaksi antar individu dapat berubah karena dipengaruhi faktor budaya, status atau peran sosial, pendidikan, jenis kelamin, usia dan konteks bahasan. Berikut istilah-istilah yang dipelajari dalam ilmu sosiolinguistik: Diglossia (Diglosia) Diglossia adalah fenomena sosiolinguistik dalam masyarakat yang menggunakan dua ragam bahasa sesuai situasi dan kondisi, yaitu ragam tinggi untuk situasi formal dan ragam rendah untuk situasi informal. Diglossia dapat terjadi dalam bahasa lisan maupun tulisan. Ragam tinggi digunakan dalam karya sastra, karya ilmiah, proposal, dokumen dan lain-lain. Sementara, ragam rendah digunakan dalam karya fiksi terutama pada bagian dialog antar tokoh.  Menurut Sumarsono (2007:192), ragam rendah lebih dulu diperoleh atau dikuasai oleh penutur karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sedangkan ragam tinggi dip...

Teori Pergeseran Catford Dalam Proses Penerjemahan

Catford, J.C (1965) mengatakan bahwa penerjemahan adalah "the replacement of textual material in one language by equivalent textual material in another language". Menurut Catford, penerjemahan biasa tidak mengalihkan seluruh textual material ke dalam bahasa target, seperti sintaksis dan leksikon tidak dialihkan dengan mencari padanan katanya, melainkan hanya dalam bentuk transference. Catford juga menegaskan bahwa equivalence (kesepadanan) merupakan kunci dalam penerjemahan.  Untuk mencapai kesepadan biasanya terjadi pergeseran  kata-kata. Berdasarkan luasnya (extent), Catford membagi teori penerjemahan menjadi dua macam, yaitu: • Full Translation Penerjemahan di mana seluruh teks sumber dialihbahasakan ke bahasa target. • Partial Translation   Penerjemahan yang hanya menerjemahkan beberapa bagian teks sumber ke bahasa target. Berdasarkan level, Catford membagi teori penerjemahan menjadi dua macam, yaitu: • Total Translation Penerjemahan yang menerjemahkan seluruh level d...

Jenis Paradoks, Proposisi dan Premis

Paradoks adalah sebuah kebenaran yang belum diyakini kebenarannya oleh banyak orang dan dapat menjadi kebenaran umum jika banyak orang yang mempercayainya. Paradoks termasuk majas (figure of speech). Sebagai majas, paradoks adalah majas yang menyatakan dua hal yang bertentangan atau tidak masuk akal, tetapi keduanya benar atau nyata. Contoh: Kita harus pintar memilih bisnis yang sedikit pengeluaran, tetapi besar pemasukannya. Willard Van Orman Quine adalah seorang filsuf dan ahli logika matematika dari Amerika. Dia adalah salah seorang filsuf ternama pada abad ke-20. Quine (1966) menyatakan bahwa paradoks adalah argumen yang terpercaya, yang premisnya adalah pernyataan atau proposisi yang tampaknya salah atau tidak masuk akal.  Premis adalah landasan dalam menarik kesimpulan secara deduktif dari proposisi. Premis juga dapat didefinisikan sebagai pernyataan yang digunakan sebagai dasar dalam menarik kesimpulan.  Silogisme adalah proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Berd...

Metafora : Jenis dan Prosedur Penerjemahan

Metafora adalah majas perbandingan yang menggambarkan sesuatu dengan sesuatu yang memiliki sifat, karakteristik atau bentuk yang sama tanpa menggunakan kata layaknya, bagaikan, seperti, ibarat dan lain-lain.  Kata-kata yang sering kita temukan sebagai metafora, seperti jago merah, dewi malam, kutu buku, buaya darat, kuli tinta, meja hijau, tikus kantor, bunga desa dan lain-lain. Kata-kata tersebut biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang alih-alih membandingkan orang tersebut dengan benda-benda yang memiliki sifat atau karakteristik yang sama. Peter Newmark, seorang profesor di bidang penerjemahan dari University of Surrey, menyebut dua benda atau hal yang memiliki kesamaan dalam metafora sebagai objek dan bayangan. Objek (object) merujuk pada sesuatu yang dijelaskan, sedangkan gambar (image) merujuk pada sesuatu yang digunakan untuk menjelaskan objek. Kesamaan antara objek dan gambar disebut rasa (sense). Jenis-Jenis Metafora Dead Metaphor Dead metaphor adalah metafora yan...

5 Strategi Penerjemahan Film Menurut Delabastita

Definisi dubbing, voice-over dan subtitling menurut Jorge Diaz Cintas, profesor studi penerjemahan dan direktur pendidi Center for Translation Studies (CenTraS) di Universitas College London adalah sebagai berikut: • Dubbing adalah proses penggantian soundtrack asli yang berisi dialog aktor dengan rekaman dalam bahasa target (TL). Penerjemah mereproduksi pesan dari bahasa sumber sekaligus memastikan bahwa suara dari bahasa target telah sinkron dengan gerakan bibir aktor.  • Voice-over adalah proses menurunkan volume sountrack asli ke tingkat yang sangat rendah, sehingga terjemahan yang ditambahkan di atas soundtrack asli dapat didengar dengan jelas. Biasanya soundtrack asli diputar selama beberapa detik sebelum mengecilkan volume dan menambahkan terjemahan. Terjemahan dibacakan dengan lantang selama beberapa detik sebelum soundtrack asli berakhir. Ini memungkinkan penonton mendengar suara orang di layar lagi dengan volume normal. • Subtitling adalah proses terjemahan dengan menampi...

10 Strategi Penulisan Subtitle Terjemahan Dari Gottlieb

Audiovisual adalah media yang membutuhkan komponen suara dan gambar, seperti video, film, iklan, atau acara-acara televisi lainnya. Untuk dapat memahami isi konten yang berisi bahasa selain bahasa Indonesia, kita terkadang membutuhkan subtitle atau sulih suara (dubbing). Subtitling dan dubbing termasuk dalam penerjemahan audiovisual. Penerjemahan audiovisual adalah proses menginterpretasikan informasi yang di sampaikan dalam format audio dan video.  Pengertian dan Aturan Dalam Subtitling Umumnya, subtitle ditempatkan pada bagian tengah bawah layar dan tampil bersama dengan suara aktor atau pembicara dalam video. Kelemahan subtitling adalah penerjemah tidak dapat mentransfer setiap kata dari bahasa sumber atau video asli karena keterbatasan layar. Penerjemah harus menerapkan prinsip KISS (Keep It Short and Simple) dalam menerjemahkan video asli. Subtitle maksimal hanya dapat ditulis dua baris dalam sekali kemunculannya di layar. Setiap baris hanya dapat terdiri dari 35 karakter term...