5 Strategi Penerjemahan Film Menurut Delabastita

Definisi dubbing, voice-over dan subtitling menurut Jorge Diaz Cintas, profesor studi penerjemahan dan direktur pendidi
Center for Translation Studies (CenTraS) di Universitas College London adalah sebagai berikut:

• Dubbing adalah proses penggantian soundtrack asli yang berisi dialog aktor dengan rekaman dalam bahasa target (TL). Penerjemah mereproduksi pesan dari bahasa sumber sekaligus memastikan bahwa suara dari bahasa target telah sinkron dengan gerakan bibir aktor. 

• Voice-over adalah proses menurunkan volume sountrack asli ke tingkat yang sangat rendah, sehingga terjemahan yang ditambahkan di atas soundtrack asli dapat didengar dengan jelas. Biasanya soundtrack asli diputar selama beberapa detik sebelum mengecilkan volume dan menambahkan terjemahan. Terjemahan dibacakan dengan lantang selama beberapa detik sebelum soundtrack asli berakhir. Ini memungkinkan penonton mendengar suara orang di layar lagi dengan volume normal.

• Subtitling adalah proses terjemahan dengan menampilkan teks tertulis di bagian bawah layar. Teks ini memberikan penjelasan tentang dialog para aktor dan informasi linguistik yang merupakan bagian dari gambar visual (huruf, grafiti, dan teks), atau soundtrack (lagu).

Keunggulan Dubbing

Dubbing lebih mahal daripada subtitling karena dubbing tidak hanya membutuhkan penerjemah, tetapi juga orang-orang bertalenta khusus dan terlatih untuk men-dubbing soundtrack asli. Dubbing juga menghabiskan waktu lebih lama daripada subtitling. Di era kemajuan teknologi saat ini, subtitling dinilai sebagai proses penerjemahan yang relatif sederhana.
 
Di negara-negara yang penduduknya tidak memiliki beragam linguistik (kebahasaan) atau orang-orang berbicara dalam bahasa yang sama, dubbing menjadi pilihan utama untuk menerjemahkan konten-konten audiovisual. Dubbing dapat membantu audiens target yang masih sangat muda, terutama anak-anak atau audiens target yang buta huruf dan tunanetra. Dubbing dapat menyampaikan maksud dan emosi pembicara asli lebih baik daripada subtitling, sehingga efek terjemahan tidak terasa dan ini membuat konten-konten audiovisual terasa lebih menghibur.

5 Strategi Penerjemahan Film

Faktanya, film tidak hanya diproduksi untuk pasar dalam negeri, tetapi juga untuk pasar internasional. Melalui film dapat terjadi transfer budaya.

Menurut artikel Cintas dan Orero, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum men-dubbing sebuah terjemahan, antara lain :

a. Jumlah maksimum baris (biasanya tidak lebih dari sepuluh).
b. Jangka waktu maksimum yang dapat digunakan untuk menjeda antar pengambilan gambar sesuai urutan, tidak lebih dari 15 detik.

Dirk Delabastita (1989), seorang profesor sastra Inggris dan teori sastra di Universitas Namur, mengemukakan lima strategi untuk penerjemahan film.

a. Repetition

Repetition adalah pengulangan beberapa teks atau kata-kata dari bahasa sumber tanpa ada perubahan. Strategi ini biasanya digunakan untuk judul, nama karakter, kata-kata khusus, seperti onomatopoeia, suara benda dan lain-lain. Strategi repetition membantu orang-orang atau anak-anak belajar mempelajari budaya bahasa sumber. Tetapi, strategi ini terkadang menyebabkan kebingungan atau orang-orang dalam budaya bahasa target sulit memahami maksud kata-kata tersebut.

Contoh :

Bahasa sumber: Aku mendengar biib biib dari dalam kamarnya.

Bahasa target: I heard biib biib from inside his room.

b. Addition

Addition adalah strategi dengan menambahkan informasi dalam bahasa target untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada audiens terutama anak-anak.

Contoh :

Bahasa sumber: Saingannya adalah sang juara.
Bahasa target: His rival was the boxing champion.

Kata "boxing" merupakan informasi tambahan. Kata ini didapat sesuai dengan tokoh dalam film terutama jika dalam film tersebut terdapat profesi lain.

c. Deletion

Deletion adalah proses mengurangi beberapa bagian dalam teks sumber ketika diterjemahkan, sehingga teks sasaran kurang eksplisit.

Contoh :

1. Bahasa sumber: She is getting married next month.
    Bahasa target: Dia menikah bulan depan.

Kata "getting tidak diterjemahkan". Dalam kasus lain, seringkali kata kerja yang terdapat sebelum kata sifat tidak diterjemahkan.

2. Bahasa sumber: He didn't go to school because he had the flu.
    Bahasa target: Dia tidak sekolah karena flu.

Kata "go", "to", "he" dan "had" tidak diterjemahkan.

d. Substitution

Substitution adalah strategi menggantikan teks sumber dengan padanan kata yang paling sesuai dengan bahasa target. Substitution biasanya digunakan untuk menerjemahkan teks yang terkait dengan fenomena budaya dan masalah politik.

Menurut Moh. Supardi dan Dea Amanda Putri (2018), strategi substitution juga dapat mengubah bahasa sumber menjadi paralinguistik atau sebaliknya. Paralinguistik adalah ilmu kebahasaan yang mengkaji tentang vokalisasi, nada bicara, volume suara, dan intonasi. Dengan kata lain, substitution dapat mengubah teks pernyataan, narasi atau deklaratif menjadi dialog.

Contoh :

1. Bahasa Sumber: People call him a loser.
     Bahasa Target: Orang-orang menyebutnya pengecut.

Loser berarti pecundang. Kata "pengecut dipilih untuk menggantikan kata "loser" karena pengecut lebih halus daripada pecundang terutama untuk audiens adalah anak-anak.

2. Bahasa Sumber: Zee selalu menghindar.
     Bahasa Target: "I don't want to meet him".

Pernyataan dalam bahasa sumber diterjemahkan menjadi paralinguistik. Dialog yang diciptakan harus sesuai dengan adegan dalam film.

e. Transmutation

Transmutation adalah strategi yang menghasilkan terjemahan yang artifisial (tidak alami atau buatan), tetapi teks terjemahan tetap memiliki makna yang sama dengan teks sumber. Contohnya kata "ugly" diterjemahkan ke "buruk rupa". Buruk rupa memiliki makna yang sama dengan "jelek". Ini yang membedakan metode transmutation dengan metode literal.

Contoh :

1. Bahasa sumber: According to rumors, he has been corrupt.
     Bahasa target: Menurut kabar burung, dia telah melakukan penggelapan uang.

Kata "rumor" memiliki makna literal, yaitu "kabar angin". Dengan menggunakan strategi transmutation, kata ini diterjemahkan ke "kabar burung". Sementara kata "corrupt" diterjemahkan ke "penggelapan uang" dengan menggunakan strategi transmutation.

2. Bahasa sumber: He wasn't the leader of the company.
     Bahasa target: Dia tidak lagi menjadi pemimpin di perusahaan itu.

Kata "wasn't" secara literal dalam konteks kalimat tersebut memiliki makna "tidak". Dengan menggunakan strategi transmutation, kata "wasn't" diterjemahkan ke "lagi menjadi".





Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime