5 Strategi Penerjemahan Film Menurut Delabastita
Faktanya, film tidak hanya diproduksi untuk pasar dalam negeri, tetapi juga untuk pasar internasional. Melalui film dapat terjadi transfer budaya.
Menurut artikel Cintas dan Orero, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum men-dubbing sebuah terjemahan, antara lain :
a. Jumlah maksimum baris (biasanya tidak lebih dari sepuluh).
b. Jangka waktu maksimum yang dapat digunakan untuk menjeda antar pengambilan gambar sesuai urutan, tidak lebih dari 15 detik.
Dirk Delabastita (1989), seorang profesor sastra Inggris dan teori sastra di Universitas Namur, mengemukakan lima strategi untuk penerjemahan film.
a. Repetition
Repetition adalah pengulangan beberapa teks atau kata-kata dari bahasa sumber tanpa ada perubahan. Strategi ini biasanya digunakan untuk judul, nama karakter, kata-kata khusus, seperti onomatopoeia, suara benda dan lain-lain. Strategi repetition membantu orang-orang atau anak-anak belajar mempelajari budaya bahasa sumber. Tetapi, strategi ini terkadang menyebabkan kebingungan atau orang-orang dalam budaya bahasa target sulit memahami maksud kata-kata tersebut.
Contoh :
Bahasa sumber: Aku mendengar biib biib dari dalam kamarnya.
Addition adalah strategi dengan menambahkan informasi dalam bahasa target untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada audiens terutama anak-anak.
Contoh :
Bahasa sumber: Saingannya adalah sang juara.
Bahasa target: His rival was the boxing champion.
Kata "boxing" merupakan informasi tambahan. Kata ini didapat sesuai dengan tokoh dalam film terutama jika dalam film tersebut terdapat profesi lain.
c. Deletion
Deletion adalah proses mengurangi beberapa bagian dalam teks sumber ketika diterjemahkan, sehingga teks sasaran kurang eksplisit.
Contoh :
1. Bahasa sumber: She is getting married next month.
Bahasa target: Dia menikah bulan depan.
Kata "getting tidak diterjemahkan". Dalam kasus lain, seringkali kata kerja yang terdapat sebelum kata sifat tidak diterjemahkan.
2. Bahasa sumber: He didn't go to school because he had the flu.
Bahasa target: Dia tidak sekolah karena flu.
d. Substitution
Substitution adalah strategi menggantikan teks sumber dengan padanan kata yang paling sesuai dengan bahasa target. Substitution biasanya digunakan untuk menerjemahkan teks yang terkait dengan fenomena budaya dan masalah politik.
Menurut Moh. Supardi dan Dea Amanda Putri (2018), strategi substitution juga dapat mengubah bahasa sumber menjadi paralinguistik atau sebaliknya. Paralinguistik adalah ilmu kebahasaan yang mengkaji tentang vokalisasi, nada bicara, volume suara, dan intonasi. Dengan kata lain, substitution dapat mengubah teks pernyataan, narasi atau deklaratif menjadi dialog.
Contoh :
1. Bahasa Sumber: People call him a loser.
Bahasa Target: Orang-orang menyebutnya pengecut.
Loser berarti pecundang. Kata "pengecut dipilih untuk menggantikan kata "loser" karena pengecut lebih halus daripada pecundang terutama untuk audiens adalah anak-anak.
2. Bahasa Sumber: Zee selalu menghindar.
Bahasa Target: "I don't want to meet him".
e. Transmutation
Transmutation adalah strategi yang menghasilkan terjemahan yang artifisial (tidak alami atau buatan), tetapi teks terjemahan tetap memiliki makna yang sama dengan teks sumber. Contohnya kata "ugly" diterjemahkan ke "buruk rupa". Buruk rupa memiliki makna yang sama dengan "jelek". Ini yang membedakan metode transmutation dengan metode literal.
Contoh :
1. Bahasa sumber: According to rumors, he has been corrupt.
Bahasa target: Menurut kabar burung, dia telah melakukan penggelapan uang.
Kata "rumor" memiliki makna literal, yaitu "kabar angin". Dengan menggunakan strategi transmutation, kata ini diterjemahkan ke "kabar burung". Sementara kata "corrupt" diterjemahkan ke "penggelapan uang" dengan menggunakan strategi transmutation.
2. Bahasa sumber: He wasn't the leader of the company.
Bahasa target: Dia tidak lagi menjadi pemimpin di perusahaan itu.
Kata "wasn't" secara literal dalam konteks kalimat tersebut memiliki makna "tidak". Dengan menggunakan strategi transmutation, kata "wasn't" diterjemahkan ke "lagi menjadi".
Komentar
Posting Komentar