10 Strategi Penulisan Subtitle Terjemahan Dari Gottlieb

Audiovisual adalah media yang membutuhkan komponen suara dan gambar, seperti video, film, iklan, atau acara-acara televisi lainnya. Untuk dapat memahami isi konten yang berisi bahasa selain bahasa Indonesia, kita terkadang membutuhkan subtitle atau sulih suara (dubbing). Subtitling dan dubbing termasuk dalam penerjemahan audiovisual.

Penerjemahan audiovisual adalah proses menginterpretasikan informasi yang di sampaikan dalam format audio dan video. 

Pengertian dan Aturan Dalam Subtitling

Umumnya, subtitle ditempatkan pada bagian tengah bawah layar dan tampil bersama dengan suara aktor atau pembicara dalam video. Kelemahan subtitling adalah penerjemah tidak dapat mentransfer setiap kata dari bahasa sumber atau video asli karena keterbatasan layar. Penerjemah harus menerapkan prinsip KISS (Keep It Short and Simple) dalam menerjemahkan video asli. Subtitle maksimal hanya dapat ditulis dua baris dalam sekali kemunculannya di layar. Setiap baris hanya dapat terdiri dari 35 karakter termasuk spasi. 

Penerjemah perlu mempertimbangkan kepadatan teks dan waktu penayangan subtitle. Setiap satu subtitle (yang terdiri dari satu baris atau dua baris) tidak boleh lebih dari 6 detik atau kurang dari satu detik. Subtitle harus tampil bersamaan dengan audio atau suara aktor. Jadi, penerjemah harus menyesuaikan waktu kemunculan subtitle dengan ucapan aktor dalam video. Hal lain yang perlu dipertimbangkan oleh penerjemah adalah penulisan huruf, seperti menggunakan huruf italic (miring) untuk suara, lagu dan perangkat, huruf kapital untuk poster, judul dan teks tertulis yang muncul di layar, tanda hubung untuk dialog dan lain-lain. 

Untuk subtitle atau teks dalam iklan, penerjemah mengalami tingkat kesulitan tersendiri. Dalam menerjemahkan iklan, mereka harus menjaga keringkasan teks karena durasi iklan lebih singkat daripada jenis video lainnya. Target seorang penerjemah dalam menerjemahkan iklan adalah membuat iklan tersebut dapat diingat dan dipahami oleh pemirsa. Penerjemah harus memilih kata-kata yang dapat membangkitkan minat pemirsa, sehingga mereka tertarik untuk mempelajari produk yang diiklankan dan bahkan membeli produk tersebut.

Ada banyak strategi penerjemahan audiovisual yang dikemukakan oleh para ahli, salah satunya adalah Gottlieb. Gottlieb memiliki 10 strategi dalam menulis subtitle. Berikut 10 strategi dari Gottlieb :

Expansion

Expansion adalah strategi yang menyediakan informasi tambahan untuk pengguna bahasa target lebih mudah memahami apa yang disampaikan dalam konten. Strategi ini dibutuhkan karena adanya perbedaan budaya antara bahasa sumber dan bahasa target.

Contoh :

1. Teks sumber: Kita tak pernah tahu hari esok.
     Teks terjemahan: We never know what will happen tomorrow. (Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok.)

Pada teks sumber 1, frasa "tahu hari esok" akan salah ditafsirkan oleh pengguna bahasa target. Mereka mungkin akan menafsirkan bahwa konteks merujuk pada "nama hari".

2. Teks sumber: Terlalu kecil kemungkinan terjual.

     Teks terjemahan: The product is a little chance to be sold. (Produk tersebut kecil kemungkinan untuk dijual/terjual).

Pada teks sumber 2, penerjemah menambahkan kata "the product" untuk menjelaskan apa yang kemungkinan kecil terjual.

Paraphrasing

Paraphrasing adalah strategi yang menghilangkan kata-kata yang tidak perlu dalam bahasa sumber atau mengganti seluruh frasa. Penerjemahan dengan strategi parafrase akan menghasilkan teks sasaran yang tidak identik dengan teks sumber, bahkan perubahan struktur internal teks sumber karena penerjemah seperti menulis ulang teks tersebut dengan pemilihan katanya.

Contoh :

1. Teks sumber: Buat apa susah.
     Teks terjemahan: No need to bother. (Tidak perlu bersusah payah.)

Teks sumber 1 mungkin akan sulit dipahami bagi pengguna bahasa target (bahasa Inggris) karena kalimat tersebut seperti sebuah pertanyaan. Penerjemah menerapkan parafrasa untuk menjelaskan maksud teks sumber.

2. Teks sumber: Aku menolak lupa kata-katanya.
     Teks terjemahan: I still remember his utterance. (Aku masih mengingat ucapannya.)

Teks sumber menggunakan dua kata kerja, yaitu menolak dan lupa. Selain itu, teks sumber menggunakan bentuk jamak untuk "kata-katanya". Penerjemah hanya menggunakan satu kata kerja, yaitu "remember". Still dapat menjadi kata kerja, tetapi kelas kata utama dari still adalah adverb. Dan penerjemah menggunakan bentuk tunggal untuk merujuk pada ucapan (utterance).

Transfer

Transfer adalah strategi menerjemahkan kata per kata, sehingga tidak terjadi perubahan struktur kalimat atau dialog  pada teks sumber.

Contoh :

1. Teks sumber: Komplotan musuh sedang menuju ke markas kita.
     Teks terjemahan: The enemy group is heading to our base.

2. Teks sumber: Donny tidak bisa mengelak lagi.
     Teks terjemahan: Donny can't dodge anymore.

Imitation

Imitation adalah strategi yang mempertahankan bentuk teks sumber. Strategi ini biasanya digunakan untuk menerjemahkan nama orang, tempat, negara, nama brand dan sapaan.

Contoh :

1. Teks sumber: Dia adalah pemilik Tasty Bakery.
     Teks terjemahan: She/he is the owner of Tasty Bakery.

Strategi imitation digunakan pada nama brand.

2. Teks sumber: Gue akan tetap pergi, Ram.
     Teks terjemahan: I'll still go, Ram.

Strategi imitation digunakan pada sapaan.

Transcription

Transcription adalah strategi yang digunakan untuk menerjemahkan istilah yang tidak biasa, bahasa ketiga (bahasa di luar bahasa sumber dan bahasa target) dan bahasa yang tidak masuk akal atau omong kosong.

Contoh :

1. Teks sumber: Astaganaga, gue lupa hari ini ulang tahunnya.
     Teks terjemahan: Astaganaga, I forgot today is his/her birthday.

Astaganaga adalah istilah yang tidak biasa dalam bahasa Indonesia.

2. Teks sumber: Gong Xi Fa Cai. Selamat merayakan Imlek.
     Teks terjemahan: Gong Xi Fa Cai. Happy Chinese new year.

Gong xi fa cai merupakan bahasa ketiga (bahasa di luar bahasa Indonesia (sumber) dan bahasa Inggris (target).

Dislocation

Dislocation adalah strategi yang mempertahankan efek khusus dari ekspresi atau kata, seperti kata umpatan, kata yang dianggap tabu atau lagu dengan lirik lucu. Jadi, strategi ini mengutamakan efek dari teks sumber daripada isi atau konteks teks tersebut.

Contoh :

1. Teks sumber: Dasarese', ah bete
Mau beli sate malah dapat pecel lele
Gara-gara gue nyuruh-nyuruh si bibi

     Teks terjemahan: Dasarese', ah annoyed
Want to buy satay, even get catfish pecel Because I order the aunty

2. Teks sumber: Brengsek, gue ketipu!.
    Teks terjemahan: Dammit, I cheated!.

Condensation

Condensation adalah strategi yang menghilangkan kata-kata untuk membuat teks lebih pendek, tetapi terjemahan tetap mempertahankan makna kontekstual dari teks sumber. 

Contoh :

1. Teks sumber: Ia hanya mempunyai sedikit sisa waktu untuk menjinakkan bom ini.
     Teks terjemahan: He has little time to defuse this bomb.

Kata "hanya" dan "sisa" dihilangkan atau tidak diterjemahkan.

2. Teks sumber: Dia tidak tahu persis penyebab kecelakaan di jalan raya itu.
     Teks terjemahan: He/She did not know the cause of the accident on the highway.

Kata "persis" dihilangkan atau tidak diterjemahkan.n adalah strategi yang mengurangi jumlah kata dari pesan atau informasi yang luas, sehingga mengurangi ekspresi dan menyebabkan struktur semantik dalam teks target menjadi hilang. Namun, strategi ini tetap berusaha menyampaikan makna dari teks sumber. Strategi ini biasanya digunakan ketika aktor berkelahi dengan berbicara cepat atau untuk mempercepat wacana.

Decimation

Decimation adalah strategi yang mengurangi jumlah kata dari pesan atau informasi yang luas, sehingga mengurangi ekspresi dan menyebabkan struktur semantik dalam teks target menjadi hilang. Namun, strategi ini tetap berusaha menyampaikan makna dari teks sumber. Strategi ini biasanya digunakan ketika aktor berkelahi dengan berbicara cepat atau untuk mempercepat wacana.

Contoh :

1. Teks sumber: Jangan ikut campur urusan kami!.
     Teks terjemahan: Don't interfere!.

2. Teks sumber: Gue pastikan elu menyesal udah berurusan sama gue.
     Teks terjemahan: You must be regret.

Deletion

Deletion adalah strategi yang menghilangkan satu atau lebih unit makna dari teks sumber. Strategi ini dapat menghilangkan pesan yang paling penting untuk diungkapkan sepenuhnya. Strategi ini digunakan pada dialog yang dianggap kurang efisien dan makna yang terkandung dalam dialog dapat disampaikan melalui gambar atau suara. Strategi ini juga digunakan untuk menghilangkan repetition (kata berulang), filler words dan question tags.

• Filler words adalah suara yang diucapkan sebagai jeda dalam berpikir tanpa memberi kesan bahwa pembicaraan telah berakhir. Contoh filler words, seperti umm, hmm, anu, mungkin, itu, eh, ng, oh iya dan lain-lain.

Contoh :

1. Teks sumber: Gue gak minta bantuan lu. Gue bisa atasinnya sendiri.
     Teks terjemahan: I can handle it.

2. Teks sumber: Oh iya, tadi dia bilang itu dia bakal pulang agak malam hari ini.
     Teks terjemahan: He/she said he/she would be home a bit late.

Resignation

Resignation adalah strategi yang menghilangkan makna teks sumber. Strategi ini digunakan ketika penerjemahan dihadapkan pada unsur atau pesan yang tidak dapat diterjemahkan sama sekali atau ketika penerjemah tidak dapat menciptakan efek yang sama dalam bahasa target.

Contoh :

1. Teks sumber: Kayak ayam sayur.
     Teks terjemahan: So lazy.

2. Teks sumber: Perut kantong beras.
     Teks terjemahan: Be diet!.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime