4 Jenis Tipologi Bahasa
Tipologi adalah konsep pembagian objek-objek ke dalam sebuah kelompok berdasarkan kesamaan sifat-sifat dasarnya. Dalam menganalisa berbagai bahasa, kita mengkategorikan setiap bahasa ke dalam kelompok yang memiliki konsep atau fenomena yang sama, seperti inflection dan jenis morfem.
Inflection adalah proses perubahan kata secara gramatikal. Tetapi, inflection tidak mengubah kelas kata dan tidak membentuk kata baru.
Inflection terjadi ketika sebuah kata mendapat akhiran -es/-s, -ing untuk progressive atau continuous tense, -ed untuk past tense atau past participle, -en untuk past participle, -'s untuk possessive, -er untuk comparative dan -est untuk superlative.
Tipologi bahasa berdasarkan morfologinya terbagi menjadi empat kelompok, yaitu :
• Analytical language adalah bahasa yang menggunakan free morpheme dengan tata bahasa tertentu, menunjukkan sedikit inflection dan urutan kata yang cukup tetap. Bahasa yang termasuk kelompok analytic language adalah Mandarin atau Chinese, English, Vietnamese, Thai, Khmer (bahasa resmi negara Kamboja) dan Lao (bahasa resmi negara Laos). Dalam bahasa Inggris, analytical language membentuk hubungan antara sebuah kata atau morfem bebas dengan numbers, modifiers (penjelas kata benda), articles, prepositions, particles dan lain-lain.
Contoh untuk bahasa Inggris :
1. A ball (article + free morpheme)
2. In the sky (preposition + article + free morpheme)
3. Gray hair (modifier + free morpheme)
4. Seven dwarfs (number + free morpheme)
5. Set up (free morpheme + particle)
• Agglutinative language adalah bahasa yang menggunakan bound morpheme, menunjukkan banyak inflection dan memiliki satu makna per morfem. Bahasa yang termasuk kelompok analytic language adalah Tamil (bahasa yang digunakan oleh suku Tamil di India dan Sri Lanka), Secwepemc (bahasa yang digunakan oleh suku Secwepemc di Kanada), Turkish, Japanese, Finnish (bahasa resmi negara Finlandia), Basque (bahasa yang digunakan oleh suku Basque di Pirenia di bagian Utara-Tengah Spanyol) dan Hungarian.
Sama dengan bahasa Inggris, bahasa Turki juga terdiri dari tiga jenis tenses berdasarkan perbedaan waktu. Dalam bahasa Turki juga terdapat imbuhan, pronoun, perbedaan kelas kata, bentuk comparative dan superlative, bentuk possessive, morfem dan lain-lain.
Contoh untuk bahasa Turki :
1. El = Hand
2. Eli = Her/his hands
3. Elim = My hand
4. Elimiz = Our hands
5. Elimize = In our hands
• Fusional language adalah bahasa yang menggabungkan morfem yang digunakan dalam proses inflection untuk memodifikasi makna atau membentuk berbagai makna, hingga morfem tersebut sulit dikenali dan dapat merujuk pada berbagai mode gramatikal, seperti past tense, singular, plural, third person, dan lain-lain. Bahasa yang termasuk fusional language adalah Sansekerta, Spanish, Romanian (bahasa resmi negara Romania), German dan bahasa Inggris modern.
Contoh untuk bahasa Spanyol :
1. O = Or/Either
2. Habl = I spoke
3. Hablo = I speak
• Polysynthetic language
Polysynthetic language adalah bahasa yang menggabungkan sejumlah besar morfem dari berbagai kelas kata alih-alih mengatakan artinya secara terpisah karena morfem-morfem tersebut memiliki makna masing-masing. Bahasa yang termasuk polysynthetic language adalah Mohawk (bahasa yang digunakan oleh suku Mohawk yang bermukim di kawasan Lembah Mohawk di wilayah negara bagian New York), Inuktitut (bahasa yang digunakan oleh suku Inuit yang berada di wilayah Kutub Utara), Cherokee, Athabaskan, Chimakuan (bahasa yang digunakan oleh rumpun kecil yang berada di negara bagian Washington, Amerika Serikat) dan Wakashan (bahasa yang digunakan oleh rumpun yang berada di British Columbia).
Contoh :
1. Angyasqughhalgunghitukung (Angyagh-squghhagh-leg-ngu-nghite-tu-kung) = We don't have a small boat
2. Takkannalgənkuwwatavətkən (T-akka-n-nalgə-n-kuww-at-avə-tk-ən) = I'm making a son dry a skin
3. Savaqatigiiguugaluaqtuaguk (savak-qatigi-guu-galuaq-tu-a-guk) = We used to work together but....
Contoh kata-kata untuk jenis bahasa ini sulit untuk dicari tahu dan dipelajari. Namun sebenarnya, bahasa Inggris juga sering menggabungkan sejumlah morfem meskipun tidak dalam jumlah besar.
Contoh :
1. Unbelievably (un-believe-able-ly)
2. Unexceptional (un-except-ion-al)
3. Encountered (en-count-er-ed)
Komentar
Posting Komentar