Penggunaan Do, Like, Unlikely, Likely, Likelihood, Ever dan Else

Kata do, like, ever dan else sering kita dengar atau temukan dalam kalimat-kalimat bahasa Inggris. Kata-kata tersebut dapat dirangkai dengan kata lain untuk membentuk makna lain. 


Penggunaan Do


Do merupakan verb yang umumnya diartikan melakukan atau menyelesaikan. Tetapi sebenarnya, do memiliki makna atau fungsi lain dalam sebuah kalimat.

Fungsi Do :
- Untuk menyatakan tentang melakukan pekerjaan dan tugas.
- Untuk menyatakan aktivitas secara umum atau tidak spesifik.
- Untuk mengganti kata kerja yang maknanya jelas dalam sebuah konteks kalimat.

Kata do dapat menjadi emphatic forms yang berfungsi untuk memberi penekanan pada main verbs. Dalam hal ini, kata do diletakkan sebelum main verbs dan diartikan "benar-benar", "memang", "sangat" atau "sungguh-sungguh". Bentuk past participle (V3) dari kata do tidak dapat digunakan untuk memberi penekanan pada main verbs.

Contoh :

- I do need their. (Saya benar-benar memerlukan mereka)
- I did meet her last night. (Saya benar-benar bertemu dengannya tadi malam)

Kita dapat menggunakan do have atau do has untuk menyatakan "memang punya".

Contoh :

- He did have plans to visit his grandmother's house.
- I do have the intention to beat him.

Dalam bahasa Inggris lisan, kata do sering digunakan untuk mencegah pengulangan kata kerja.

Contoh :

- She did the assignment as Lusy did.
- He plays drums better than Ronny does.
- She didn't forget to do the assignment, so did I.
- May I borrow your book ?. Please do it.

Kata do dapat menyertai WH Question untuk memberi penekanan pada hal yang ditanyakan.

Contoh :

- What did you do during the holidays?.
- Why don't you come to that place?.
- Why did you put it on the cupboard?.
- Where do you guys promise to meet?.
- How do you forget that?.
- When do we go there?.

Kata who pada kalimat tanya dapat menjadi subject atau object. Tetapi, WH questions lainnya biasanya berperan menjadi object pada kalimat tanya.

Jika who (seseorang yang ditanyakan) adalah subject, maka kalimat tanya tidak memerlukan auxiliary verb "do".

Jika who (seseorang yang ditanyakan) adalah object, maka kalimat tanya memerlukan auxiliary verb "do". 

Contoh :

- Who writes this book?. (Siapa yang menulis buku ini?)
- Who asked you to do this?. (Siapa yang memintamu melakukan hal ini?)
- Who do you ask to do this?. (Siapa yang kamu minta untuk melakukan hal ini?)
- Who do you invite to come there?. (Siapa yang kamu undang untuk datang ke sana?)

Mari kita coba membandingkan dengan bentuk pertanyaan lain yang bermakna hampir sama untuk mengetahui perbedaannya.

Contoh :

- What did you do during the holidays?. (Apa yang kamu lakukan selama liburan?)
- What have you done during the holidays?. (Apa yang telah kamu lakukan selama liburan?)
- What will you do during the holidays?. (Apa yang akan kamu lakukan selama liburan)
- What are you doing here?. (Apa yang sedang kamu lakukan di sini?)
- What are you eating?. (Apa yang sedang kamu makan?)

Dari beberapa contoh di atas, kalimat tanya untuk menyatakan suatu kejadian yang sedang berlangsung harus disertai dengan to be (am, is, are, was, were).

Lalu, perhatikan perbandingan dari pertanyaan di bawah ini :

- What brought you here?. (Apa yang membawamu ke sini? / Apa yang membuatmu datang ke sini?)
- What do you bring here?. (Apa yang kamu bawa ke sini?)
- What makes you forget?. (Apa yang membuatmu lupa?)

Contoh kalimat pertama dan kedua sama-sama menggunakan verb "bring", tetapi keduanya memiliki makna yang berbeda. Hal tersebut karena penempatan pronoun "you". Pada kalimat pertama "you" berperan sebagai object karena terletak setelah verb, sedangkan kalimat kedua "you" berperan sebagai subject karena terletak sebelum main verb meskipun terdapat auxiliary verb "do". Pada kalimat ketiga, kata "you" juga berperan sebagai object.

Kita bisa saja tidak menggunakan auxiliary verbs pada kalimat tanya dengan WH questions seperti contoh kalimat pertama dan ketiga atau contoh-contoh di bawah ini jika kita tidak membutuhkan penekanan pada suatu hal yang ingin ditanyakan karena kita belum menerima informasi yang diharapkan.

- Who accompanied you to go?.
- What attracted you to the film?.

Mengenai kalimat tanya dalam bahasa Inggris lebih lanjut dapat dalam artikel Cara Menulis Interrogative Sentences


Penggunaan Like, Unlikely, Likely dan Likelihood


Like sebagai verb yang memiliki makna "menyukai" dapat diikuti oleh to infinitive dan gerund. Kapan like diikuti to infinitive araut gerund?. Penjelasan mengenai hal tersebut terdapat dalam artikel To Infinitive dan Gerund


Like dapat digunakan sebagai conjunction untuk menggantikan as if. Dalam hal ini, like bermakna "seolah-olah" atau "seakan-akan". Selain itu, like juga memiliki makna "seperti" yang dapat digunakan untuk menyatakan perbandingan antara dua hal, serta menyatakan kemiripan antara dua hal atau lebih. Untuk menyatakan pendapat tentang sesuatu atau seseorang yang nampak seperti, kita dapat menggunakan look like.

Contoh :

- I like watching movies. (Saya suka menonton film)
- I used to like going to this place. (Saya dulu suka pergi ke tempat ini)
- I like to listen to music. (Saya suka mendengarkan musik)
- He chose silence like he didn't know the problem. (Dia memilih diam seolah-olah dia tidak mengetahui masalahnya)
- Your grades are good like she are. (Nilaimu bagus seperti nilainya)
- This painting is like the real face. (Lukisan ini seperti wajah aslinya)
- The crowd in the place was like a pack of ants surrounding their find. (Kerumunan di tempat itu seperti sekawanan semut yang mengelilingi temuan mereka)

Like dapat menjadi adverb atau adjective setelah mendapat akhiran -ly. Likely memiliki makna "kemungkinan" atau "sepertinya". Likely dapat bermakna "kemungkinan besar" jika diawali dengan kata most. Bentuk negatif dari likely, yaitu unlikely atau not likely. Unlikely termasuk kelas kata adjective. Unlikely memiliki makna "tidak sepertinya", "tidak mungkin", "tidak dapat dipercaya" atau "kemungkinan kecil".

Berikut ini aturan penggunaan likely dan unlikely :

- Likely dan unlikely dapat diletakkan sebelum verb atau noun.
- Likely dan unlikely dapat diletakkan setelah to be, seem, will atau appear.
- Likely dapat diletakkan setelah most atau more untuk menyatakan kemungkinan besar
- Unlikely dapat diletakkan setelah most untuk menyatakan paling tidak mungkin.
- Unlikely dapat diletakkan setelah more untuk menyatakan lebih tidak mungkin.

- Likely dapat diletakkan setelah less untuk menyatakan kemungkinan kecil.
- Unlikely dapat diletakkan setelah less untuk menyatakan kurang mungkin.
- Likely dan unlikely dapat diletakkan setelah least untuk menyatakan paling tidak mungkin.
- Likely dan unlikely dapat diikuti oleh to infinitive.
- Likely dan unlikely dapat diletakkan setelah very, quite, highly atau extremely.

- Likely dan unlikely dapat digunakan dalam clause dengan kata that + will. Clause ini biasanya untuk menyatakan sepertinya akan mungkin atau tidak mungkin tentang suatu hal.
- Likely dan unlikely dapat diletakkan di antara as....as untuk menyatakan kemungkinan seperti.

Contoh :

- He is likely to be home late.
- She was most likely selected to enter the grand finals.
- Her words is likely a lie.
- He is unlikely to know the truth yet.
- She was likely angry with him.
- Is it likely that he forgot his promise?.
- It seems likely rain a lot tonight.
- It seemed unlikely that he would come here.
- It appear likely that he will go on vacation to Bali this year.
- The police are very likely to catch the criminal.
- Ranny is quite likely to compete with Dimas.
- Isabelle is as likely to enroll in the school as Inka.
- Daniel is as unlikely to accept the offer as me.


Likelihood digunakan untuk menyatakan suatu kemungkinan yang akan terjadi. Likelihood digunakan untuk uncountable nouns dan singular nouns. Karena digunakan untuk singular nouns, likelihood hanya dapat diikuti oleh to be (is atau was).  Likelihood dapat diikuti dengan kata of untuk menyatakan "kemungkinan dari". Likelihood juga dapat diawali dengan quantifier untuk uncountable nouns.

Likelihood dapat menjadi kata benda jika diawali dengan articles. Sebagai kata benda perbedaan likelihood dan possibility adalah likelihood digunakan untuk menyatakan kemungkinan suatu hasil yang telah ditentukan atau kemungkinan sesuatu akan terjadi, sedangkan possibility digunakan untuk menyatakan suatu kualitas yang mungkin ada.


Contoh :
- The likelihood of success of this experiment isn't yet certain.
- There is a likelihood that the increase in the price of basic commodities is due to the increase in the price of fuel oil.
- The likelihood of damage caused by a virus.
- There is much likelihood for this area to become a shopping center.
- There is every likelihood that they will be touring.


Penggunaan Ever


Ever digunakan untuk memberikan penekanan pada suatu hal yang kita yakini. Ever merupakan kebalikan dari never. Kata never dapat diikuti dengan ever untuk menguatkan pernyataan yang tidak pernah dilakukan. Tetapi, never ever biasa digunakan dalam bahasa informal dan sering digunakan oleh anak-anak.  

Umumnya, ever diartikan "pernah" atau "sesungguhnya". Ever dapat digunakan untuk kejadian di masa lalu, masa sekarang atau masa depan. 

Contoh :
- Has this elevator ever been broken?.
- I've ever seen you guys walking together.
- The flower wilted from never being watered.
- Neither one of us had ever tried the food.

Kita dapat menggunakan ever sebagai pengganti always untuk situasi yang lebih formal. Ever memiliki makna "selalu" atau "semakin" jika diletakkan di depan kata sifat. Namun, penggunaan kata ever untuk menyatakan "selalu" tidak benar-benar bermakna sama dengan kata always. Always lebih bersifat faktual (faktanya), sedangkan ever lebih menunjukkan kepada sikap atau sifat yang diusahakan untuk selalu terjadi.

Misalnya, he is always busy menyatakan bahwa faktanya, dia selalu sibuk setiap waktu, sedangkan he is ever busy menyatakan bahwa dia mencoba untuk menyibukkan diri sehingga dia terlihat selalu sibuk.


Contoh lainnya, she is always friendly menyatakan bahwa faktanya, dia selalu ramah kapanpun dan di manapun, sedangkan she is ever friendly menyatakan dia mencoba untuk selalu bersikap ramah (bukan karena terpaksa, tetapi karena keinginan).

Ever juga dapat diletakkan sebelum comparative adjective (bentuk kata sifat yang digunakan untuk kalimat perbandingan). Dalam hal ini, ever berfungsi untuk menekankan bahwa suatu hal semakin mengalami perubahan.


Pada kalimat comparative, kata ever dapat diletakkan setelah kata than. Dalam hal ini, kata than ever bermakna "daripada sebelumnya".

Contoh :
- I see your business is ever progressive.

- His appearance is ever impressive.
- Egg prices are getting ever more expensive.
- I haven't seen her children in a long time, as if they are growing ever faster.
- Your body was getting ever slimmer.
- It's a better experiment than ever.


Ever dapat dirangkai bersamaan dengan kata if. If ever memiliki makna "jika seandainya" atau "jika pernah". Makna ini sama dengan almost never, yaitu hampir tidak pernah. Dalam hal ini, ever dapat diletakkan sesudah atau sebelum subject.

Contoh :
- If you've ever seen her, please tell me.
- If I ever made a mistake, I will definitely apologize.
- If ever I win the lottery, I'll buy a car.
- If you've ever worked there, you must already have a large amount of savings.
- If you've ever been deceived by him, you shouldn't believe him anymore.

Pada kalimat superlative, kata ever diletakkan setelah superlative adjective. Hal ini bertolak belakang dengan comparative adjective. Dalam hal ini, ever memiliki makna "yang pernah ada".

Contoh :
- This is the best news ever.
- This is the most interesting story ever.

Dalam kalimat negatif, ever diletakkan setelah no one, nobody, nothing atau hardly. Hardly ever memiliki makna yang sama dengan very rarely (sangat jarang) atau seldom (jarang). 

Nothing digunakan untuk menyatakan benda, sehingga konteks kalimat harus berisi suatu benda atau kata benda yang tidak pernah menyebabkan suatu hal.

Contoh :
- No one ever visited the place again after that terrifying incident.
- Nobody ever dared to approach him.
- Nothing ever seemed to get rid of him.
- He hardly ever got a reprimand from his superiors.
- She hardly never gets sick because she always maintains her diet and lifestyle.


Ever dapat diletakkan setelah WH questions untuk memberi penekanan pada suatu hal yang pernah terjadi. Kata ever berfungsi untuk memberi penekanan pada suatu hal yang ditanyakan jika hal tersebut benar-benar pernah terjadi. Kata ever dapat dikaitkan dengan WH question, sehingga terbentuk kata-kata dengan makna baru.

Whatever = Terserah, apa pun, apa saja
Whenever = Kapanpun, kapan saja
Wherever = Di manapun, di mana saja, ke mana saja
Whoever = Siapapun (untuk subject)
Whomever = Siapapun (untuk object)
Whyever = Kenapa
Whichever = Manapun, mana saja
However = Namun, tetapi, akan tetapi, meskipun demikian, biarpun, kiranya

Biasanya setelah kata which ever/whichever adalah kata benda. Whyever digunakan untuk menyatakan alasan, keterkejutan atau kebingungan.

Contoh :
- What ever did you experience as a child?.
- How ever did you forget that incident?.
- When ever can I take time off?.
- Who ever beat him in a tournament?.
- Why ever did you take the job?.
- Which ever clothes that are not used?.
- I don't care whatever they talk about.
- Whenever you need him, he's always ready.
- These aid will be given to whomever in need.
- I will accompany you wherever you go.
- State whichever game you like.
- I think you have everything whyever you still feel lacking.

Ever dapat digunakan untuk menyatakan larangan jika ever diletakkan setelah kata don't.

Contoh :
- Don't ever try to break the rules.
- Don't ever eat before washing your hands.

As ever

As ever memiliki arti "seperti biasa". Arti frasa ini sama seperti as usual atau as always. Namun, tentu ada perbedaan makna di antara ketiganya.

As usual dan as always digunakan untuk menyatakan suatu hal yang sering terjadi secara normal. Tetapi, as always memiliki frekuensi lebih besar daripada as usual.

As ever digunakan untuk menyatakan perilaku atau situasi yang sama seperti biasanya atau sama seperti sebelumnya. Frasa ini biasanya diletakkan di awal kalimat.


For ever atau forever

For ever atau forever memiliki arti "selamanya". Kata atau frasa ini digunakan untuk menyatakan suatu hal yang diharapkan dapat terus terjadi atau selamanya terjadi.


Ever after

Ever after memiliki makna mulai sekarang dan untuk selamanya. Frasa ini biasanya digunakan untuk menutup sebuah dongeng yang berakhir bahagia. Karena itu, frasa ini biasanya dikaitkan dengan kata happy. Happy ever after memiliki makna "bahagia selamanya".


Ever since

Ever since memiliki arti "semenjak". Frasa ini digunakan untuk menyatakan awal terjadinya suatu hal atau terjadinya suatu hal sejak periode waktu tertentu.


Ever so dan Ever such

Ever so dan ever such dapat diletakkan sebelum kata sifat. Tetapi, ever so tidak dapat disertai dengan kata benda setelah kata sifat, sedangkan ever such dapat disertai dengan kata benda, baik yang dapat dihitung maupun yang tidak dapat dihitung. Ever so juga dapat diletakkan sebelum adverb atau setelah verb. Kedua frasa ini memiliki arti "sangat" atau "sekali".


As … as ever

Kita dapat menggunakan kata ever setelah bentuk perbandingan as...as. Penambahan kata ever berfungsi untuk menyatakan karakteristik seseorang atau sesuatu yang tidak akan mengalami perubahan atau permanen.

Contoh :
- As ever, we pray before eating.
- As ever, Mr. Adhi brought home a large catch of fish.
- I think they will continue to live together forever.
- We can't stay on this island forever.
- We have made a promise to live and die ever after.
- He became a rebel ever since his parents divorced.
- Ever since the outbreak of the corona virus in this country, the economy has continued to decline.
- We haven't seen each other ever since.
- She felt the atmosphere of the night ever so terrible.
- It's ever such beautiful sight.
- She was ever such a patient person.
- Now this mall isn't as busy as ever.
- Your cooking is as delicious as ever.


Kata ever juga dapat digunakan sebagai salam penutup sebuah surat jika dikaitkan dengan kata yours. Yours ever atau ever yours digunakan untuk menggantikan Yours sincerely. Kita juga dapat menutup surat dengan here ever yours yang memiliki makna yang sama dengan always yours.


Penggunaan Else


Else memiliki arti "lain" atau "pula". Else biasanya digunakan untuk merujuk suatu hal, suatu tempat atau seseorang secara samar jika diawali dengan kata-kata berikut ini :


Someone/somebody/something + else

Anyone/anybody/anything + else

No one/nobody/nothing + else

Everyone/everything/everywhere + else


Kata else juga dapat diawali dengan kata much, what atau or.


Much else = banyak lagi


Ingat!. Kata much digunakan untuk kata benda yang tak dapat dihitung. Namun, dalam penggunaannya dengan kata else tidak dapat diikuti oleh kata benda. Untuk kata benda yang dapat dihitung, kita dapat menggunakan many more atau many others untuk menyatakan "banyak lagi". Many more dan many others dapat diikuti oleh kata benda.


What else = apa lagi


Apa lagi dan apalagi memiliki makna yang berbeda. Apa lagi lebih mengisyaratkan sebuah pertanyaan. Apa lagi merujuk pada suatu hal lain yang belum disebutkan atau dinyatakan, sedangkan apalagi merujuk pada kemungkinan lain yang akan terjadi atau sudah terjadi. Apalagi dalam bahasa Inggris adalah moreover. Moreover merupakan conjunction, sedangkan what else tidak dapat menjadi conjunction.

Or else = atau lainnya


Or else digunakan untuk menyatakan 
kesimpulan atas suatu hal yang tidak menyenangkan atau menyatakan dua kemungkinan yang belum dapat dipastikan. Karena itu, pernyataan kedua (yang disebutkan setelah else) biasanya lebih buruk daripada pernyataan pertama. Or else selalu diikuti oleh pronoun atau noun.

Selain itu, else dapat membentuk compound dengan kata where dan when.

Elsewhere = di tempat lain

Elsewhen = di lain waktu


Namun, kata elsewhen sudah jarang digunakan dibandingkan elsewhere.

Contoh :

- If you don't like something, don't force someone else to dislike it.

- We don't want to stay anywhere else because we feel comfortable here.

- There is nothing else I like besides football.

- I was asked to share these cookies to everyone else.

- No one else understands me better than her.

- What else do you want to have in this world?.

- He has disappointed you. What else do you expect from him?. 

- There is much else I want to tell you.

-  It's likely he will take this choice or else he will take the more risky thing.

- Make sure she's still waiting for you there, or else she's gone home.

- I'm sure he can handle it, or else someone can handle it better.

- He invited me to elsewhere that was more fun.

- But there is not elsewhere nicer than this.

- We have indeed failed this time. Can we try it elsewhen?.


Sebenarnya, masih banyak lagi bentuk compound untuk kata else, seperti elsehow, elsewhat, elsewho, elsewhence, elsewhither, elsewards dan elsewise, tetapi kata-kata tersebut juga sudah sangat jarang digunakan atau bahkan tidak digunakan lagi.


Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime