Conjunctions
terdiri atas tiga jenis, yaitu :
1. Coordinating
Conjunctions
Sebaiknya, coordinate conjunctions tidak digunakan di awal kalimat kecuali untuk membuat kalimat menjadi lebih efektif.
Coordinating conjunctions terdiri dari :
a. But = Tapi
b. And = Dan
c. For = Untuk,
bagi, karena
d. So = Jadi,
demikian
e. Nor = Maupun,
begitu juga
f. Or = Atau
g. Yet = Namun
Keterangan :
Untuk kata and
dan or berfungsi menghubungkan antara dua kata sejenis, misalnya antara kata
benda dengan kata benda atau kata sifat dengan kata sifat.
Untuk kata but,
so, dan yet dapat diletakkan di awal kalimat.
Apabila
coordinating conjunctions digunakan untuk menghubungkan antara dua klausa, maka
harus dibubuhi tanda koma di antara dua klausa.
Saat ini ada kebijakan baru untuk menempatkan kata and, but dan or di awal kalimat. Kata and dan but yang diletakkan di awal kalimat dapat diikuti oleh tanda koma ataupun tidak, tergantung penekanan yang kita kehendaki.
Kata and di awal kalimat memiliki makna yang sama dengan in addition.
Kata but di awal kalimat memiliki makna yang sama dengan however.
Kata or di awal kalimat memiliki makna yang sama dengan in other words.
Contoh :
- She didn’t
pass the exam for she didn’t learn yesterday.
(Dia tidak dapat lulus ujian karena dia tidak
belajar kemarin).
- Rachel wouldn’t
go to the theater, nor would Gladys.
(Rachel tidak akan pergi ke teater, begitu juga Gladys).
- He was ready
to leave, yet suddenly rained.
(Dia sudah siap pergi, namun tiba-tiba hujan turun).
Coordination cunjunctions yang digunakan untuk menambahkan atau mengumpulkan sesuatu disebut cumulative conjunctions.
Cumulative conjunctions terdiri dari :
a. And = Dan
b. Also = Juga
c. And also = Dan Juga
d. Both....an.... = Baik...dan...
e. Again = Lagi pula
f. Now = Sekarang
g. Besides = Di samping itu juga
h. Furthermore = Selanjutnya, selain itu
i. As well as = Maupun
j. Likewise = Demikian juga
k. Moreover = Apalagi
l. In additon = Selain itu
m. Similarly = Demikian pula, sama halnya, begitu pula halnya
n. No less than = Tak kalah dengan
Contoh :
- Ruby canceled participating in the competition because she did not have money for the registration fee. Moreover, the location of the race is outside the city.
(Ruby batal mengikuti kompetisi karena tidak punya uang untuk biaya pendaftaran. Apalagi lokasi balapan berada di luar kota)
- This book tells about a detective. Similarly the case with the book by Arthur Conan Doyle.
(Buku ini bercerita tentang detektif. Begitu pula halnya dengan buku karya Arthur Conan Doyle)
- This snack is no less than other snacks made from chicken meat.
(Camilan ini tak kalah dengan camilan lain yang terbuat dari daging ayam)
2. Correlative
Conjunctions
Correlative
conjunctions atau paired conjunctions terdiri dari :
a. Both....and =
baik...maupun..., sekaligus
b. Either...or =
baik....atau....
c. Neither...nor
= tidak...maupun/ataupun...
d. Not...but...
= bukan...tapi...
e. Not
only...but also... = tidak hanya...tetapi juga...
f.
Whether...or... = apakah...atau...
g. As...as... =
se-....dengan..., sama...dengan..., betapapun
h. As
much...as... = sama...dengan...
i. Just
as...so... = seperti halnya....maka...
k. The...the...
= semakin....semakin...
l. No
sooner...than... = tidak lama...(suatu hal pun terjadi)
m.
Rather...than... = lebih suka....daripada...
Keterangan :
Either...or...digunakan
untuk menyatakan satu pilihan di antara dua kemungkinan. Either...or...
biasanya digunakan untuk kalimat positif. Apabila either diletakkan pada awal
kalimat maka diartikan "entah".
Neither....nor...digunakan
untuk menyatakan benar atau salah fakta tentang dua hal atau lebih.
Neither...nor...biasanya digunakan untuk kalimat negatif.
Setelah correlative
conjunctions the adalah kata sifat.
Correlative
conjunctions no sooner...than... digunakan untuk menghubungkan dua peristiwa
yang terjadi secara berurutan.
Contoh :
- I think we
either arrive to the village tommorow or tonight.
(Saya pikir kita akan tiba di desa besok atau malam
ini).
- She neither
likes papaya nor durian.
(Dia tidak suka papaya ataupun durian).
- Either they go
to cafe, or cinema tonight.
(Entah mereka pergi ke cafe atau bioskop malam ini).
- Neither Lisa
spoke with Emma, nor did she meet with her.
(Lisa tidak bicara dengan Emma, juga tidak bertemu
dengannya).
Klausa pertama
mengandung verb 2, yaitu spoke. Maka, klausa kedua juga harus menggunakan verb
2. Dan karena neither biasanya digunakan dalam kalimat negatif, maka anggap
saja kata did dalam kalimat di atas berbentuk negatif, didn’t.
- It doesn’t
matter whether you come early or late, i will be waiting you.
(Tidak masalah apakah kamu datang lebih awal atau
terlambat, aku akan menunggumu).
- You are as
much affraid as he is.
(Kamu sama penakutnya dengannya)
- The cheap the
price, the more people will buy it.
(Semakin murah harganya, semakin banyak orang yang
akan membelinya).
- You would
rather play games than study.
(Kamu lebih suka bermain games daripada belajar).
- No sooner had you come home than she came in my home.
(Tidak lama setelah kamu pulang, dia datang ke rumahku)
3. Subordinating
Conjunctions
Subordinating
conjunctions digunakan untuk menghubungkan antara induk kalimat (independent clause)
dengan anak kalimat (dependent clause). Kalimat utama adalah kalimat yang berisi pokok pikiran
utama dan menjadi dasar untuk mengembangkan paragraf. Kalimat utama dapat
berdiri sendiri.
Anak kalimat
adalah kalimat yang berfungsi sebagai kalimat pelengkap. Anak kalimat tidak
dapat berdiri sendiri.
Subordinating
conjunctions yang digunakan untuk menggambarkan hubungan waktu, antara lain :
a. After = Setelah
b. As soon as =
Sesegera
c. As long as =
Selama
d. Before =
Sebelum
e. By the time = Pada saat
f. Now that = Sekarang itu, sejak
g. Once = Sekali,
begitu
h. Still = Masih
i. Till = Sampai
j. Until =
Sampai
k. When = Kapan
l. Whenever =
Kapanpun, sewaktu - waktu
m. While =
Sementara
Contoh :
-
Once he gets home, he has to do homework because it’s night.
(Begitu dia pulang, dia harus mengerjakan pekerjaan
rumah karena hari sudah malam).
-
She will finish the report to her manager as soon as possible.
(Dia akan menyelesaikan laporan kepada managernya
sesegera mungkin).
- You can borrow
my book as long as you return it back next week.
(Kamu dapat meminjam bukuku selama kamu
mengembalikannya minggu ini).
Subordinating
conjunctions yang digunakan untuk menggambarkan hubungan tempat, antara lain :
a. Where =Di
mana
b. Wherever = Di
manapun
Contoh :
You can go
wherever you want.
(Kamu dapat pergi ke mana pun kamu inginkan).
Subordinating
conjunctions yang digunakan untuk menggambarkan hubungan kondisi atau syarat,
antara lain :
a. If = Jika
b. Even if =
Bahkan Jika
c. Only if =
Hanya jika
d. In case = Dalam hal, jika seandainya, karena mungkin
e. Provided that
= Asalkan, dengan ketentuan
f. Unless =
Kecuali jika, jika tidak
g. Otherwise =
Jika tidak, sebaliknya
h. Or else = Atau
(sesuatu akan terjadi)
i. Supposing that =
Seandainya, anggap
j. Assuming that = Berasumsi bahwa
k. Even though = Meskipun
Keterangan :
In case memiliki
arti yang sama dengan because it’s possible (karena mungkin). Sedangkan in case
of memiliki arti yang sama dengan if there is (jika ada).
Or else dapat
diletakkan di akhir kalimat untuk menyatakan bahwa akan ada kemungkinan lain.
Contoh :
- I'll cook for
you in case you get home early.
(Saya akan memasak untukmu jika kamu pulang lebih
awal).
- I will come
provided that no sudden work.
(Saya akan datang asalkan tidak ada pekerjaan
mendadak).
- Get up now
otherwise you will miss the flight.
(Bangun sekarang jika tidak kamu akan tertinggal
pesawat).
- I would come supposing it wasn't raining.
(Saya akan datang seandainya hujan tidak turun).
- Leave me alone, or else!.
(Tinggalkan aku sendiri, atau).
- We
would better go now, or else we will be disqualification.
(Kita lebih baik pergi sekarang, atau kita
akan didiskualifikasi).
Subordinating
conjunctions yang digunakan untuk menggambarkan hubungan sebab-akibat, antara
lain :
a. As = Karena, ketika
b. Because =
Karena
c. In order that/to = Agar
d. Since = Sejak
e. So that =
Sehingga, jadi itu, supaya, agar
Keterangan :
In order that
sama dengan in order to. Hanya saja jika menggunakan kata in order to, maka
setelah kata to adalah kata kerja (verb 1).
Contoh :
- He learns
English everyday so that he can speak English fluently.
(Dia belajar
bahasa Inggris setiap hari agar dia dapat dengan lancar berbicara bahasa
Inggris).
- He trainned
hard in order to improve his skills.
(Dia berlatih keras untuk meningkatkan
kemampuannya).
- In order that
you aren't late, i will pick you up by motorcycle.
(Agar kamu tidak terlambat, aku akan menjemputmu
dengan sepeda motor).
Subordinating
conjunctions yang digunakan untuk menggambarkan hubungan pertentangan, antara
lain :
a. Although =
Meskipun
b. Even though =
Meskipun
c. Lest = Jangan sampai
d. Though =
Meskipun
e. Whereas = Sedangkan, sebaliknya
f. While = Sementara
g. Whether = Apakah
h. Than = Daripada
i. Rather than = Daripada
Contoh :
- My sister will sweep the
floor, whereas i will iron clothes today.
(Adikku akan menyapu lantai, sedangkan aku akan menyetrika pakaian hari
ini).
- Though the company was
just established, they have been a big profit.
(Meskipun perusahaan baru saja berdiri, mereka sudah mendapat untung
besar).
Subordinating conjunctions yang digunakan untuk menyatakan cara, antara lain :
a. How = Bagaimana
b. As if = Seolah-olah, bagaikan
c. As though = Seperti, seolah-olah
Contoh :
- The boy spread his arms while running as if he was traveling the world in a plane.
(Anak laki-laki itu merentangkan lengannya sambil berlari seolah-olah dia sedang mengelilingi dunia dengan pesawat)
- I wonder how anyone can predict the weather tomorrow.
(Aku ingin tahu bagaimana orang bisa memprediksikan cuaca besok)
- He beat up the table with two pens as though he was playing drums.
(Dia memukuli meja dengan dua pulpen seolah-olah dia sedang bermain drum)
Komentar
Posting Komentar