Mamalia (Sistem Organ Dan Klasifikasi)
Tubuh Mamalia terdiri atas kepala (caput), leher
(serviks), badan (trunkus) dan ekor (kauda). Badan mamalia tertutup oleh
rambut. Antara rongga dada (cavum thoracis) dan rongga perut (cavum abdominis)
terdapat diafragma yang dilalui oleh aorta, pembuluh darah, saraf dan
kerongkongan.
Dinding rongga dada dilapisi oleh pleura,
sedangkan dinding rongga perut dilapisi oleh peritonium. Dinding rongga jantung
dibentuk oleh perikardium. Setiap Mamalia betina memiliki glandula mammae (kelenjar air susu) dan puting susu dan tempat
bermuaranya saluran-saluran glandula
mammae. Kelenjar susu biasanya terletak di bagian perut, dada atau ketiak.
Pada Mamalia yang bertelur (Monotremata), kelenjar susu tidak memiliki puting.
Pada kulit terdapat kelenjar minyak, sehingga
rambut pada permukaan kulit tidak kering. Selain itu, mamalia memiliki kelenjar
keringat.
Tipe-tipe gigi mamalia, antara lain :
- Incicivus (gigi seri)
- Caninus (gigi taring)
- Premolar (gigi geraham depan)
- Molare (gigi geraham)
Bentuk gigi Mamalia bersifat adaptif sesuai
jenis makanannya. Ada gigi yang berlapis enamel, tetapi ada pula yang tidak. Mamalia
akan mengalami pergantian gigi sebanyak satu kali.
Mamalia ada yang hidup di darat, di air atau di
pepohonan. Mamalia memiliki dua pasang anggota gerak yang digunakan untuk
berjalan, memegang, memanjat, menggali, berenang dan lain-lain. Tungkai depan
berjari lima, sedangkan tungkai belakang berjari empat. Tungkai belakang lebih
kuat dan lebih panjang sesuai digunakan untuk melompat.
Sistem rangka (skeletal) terdiri atas columna
vertebralis (ruas tulang belakang), sternum (tulang dada), costae (tulang
rusuk), scapula (tulang belikat), clavicula (tulang selangka) dan lain-lain.
Jumlah ruas tulang belakang pada bagian leher Mamalia adalah tujuh ruas.
Mamalia memiliki saluran pencernaan yang lengkap
dimulai dari mulut → faring → kerongkongan → lambung → usus halus → usus besar
→ anus. Anus terletak di bawah ekor. Di bagian anterior Anus terdapat lubang
urogenital (lubang tempat bermuaranya
saluran kelamin dan saluran urine). Di dalam mulut terdapat langit-langit atas
yang keras (di bagian belakang lunak). Mamalia memiliki lidah berlapis lendir
dan berpapila perasa.
Berikut ini adalah rumus gigi kelinci :
2 – 0 – 3 – 3
1 – 0 – 2 – 3
Berikut ini adalah rumus gigi marmut :
1 – 0 – 1 – 3
1 – 0 – 1 – 3
Jadi kelinci dan marmut sama-sama memiliki
diastema, yaitu celah tanpa gigi antara gigi seri dengan premolare karena tidak
memiliki taring.
Marmut memiliki gigi seri berjumlah 4, yaitu dua
buah pada rahang atas dan dua buah pada rahang bawah. Gigi premolare (geraham
kecil) pada marmut berjumlah empat buah, sedangkan gigi molare (geraham besar)
berjumlah 12 buah.
Kelinci memiliki gigi seri berjumlah enam buah,
yaitu dua buah pada rahang atas dan satu buah pada rahang bawah. Gigi premolare
pada kelinci berjumlah lima buah, yaitu tiga pada rahang atas dan dua pada
rahang bawah. Begitu pun dengan jumlah gigi molare pada kelinci, yaitu tiga
pada rahang atas dan dua pada rahang bawah.
Gigi seri pada kelinci akan terus tumbuh,
sehingga kelinci memiliki kebiasaan mengerat atau menggesekkan gigi serinya
pada media tertentu secara berkala agar tidak terjadi pertumbuhan yang
berlebih. Apabila terjadi pertumbuhan gigi seri yang berlebih, maka kelinci
akan kesulitan untuk makan. Hal ini juga terjadi pada hewan pengerat lainnya.
Gigi seri pada hewan pengerat disebut juga gigi elodont yang berarti terus
berkembang.
Kelinci tidak dapat bersiul. Umumnya, kelinci
betina dapat melahirkan 4 – 12 ekor anak sebanyak 4 kali selama setahun.
Kelinci termasuk hewan terrestrial (hidup di atas tanah).
Kelenjar pencernaan pada Mamalia berupa empat
pasang kelenjar ludah, hati dengan kantong empedu dan pankreas yang bermuara
pada duodenum. Pankreas juga berfungsi sebagai kelenjar buntu yang menghasilkan
hormon insulin.
Usus buntu (sekum) relatif besar, mempunyai
sebuah umbai cacing (apendiks vermiformis). Usus buntu berada pada perbatasan
antara usus kecil (usus halus) dan usus besar (kolon). Usus halus terdiri atas
tiga bagian, yaitu duodenum (usus 12 jari), jejenum (usus kosong) dan ileum
(usus pencerna).
Apendiks vermiformis berfungsi untuk
mempertahankan bakteri baik (bakteri yang diperlukan) dalam usus yang dapat
membantu proses pencernaan makanan dan menghasilkan zat anti kuman untuk
membunuh kuman penyakit.
Organ pernafasan Mamalia adalah dua lobus
paru-paru yang masing-masing berada dalam ruang pleura yang terletak terpisah.
Mamalia memiliki laring (kotak suara) yang beratap epiglotis sebagai alat
suara. Epiglotis adalah susunan tulang rawan yang terletak di bagian belakang
lidah dan di depan laring. Epiglotis biasanya menghadap ke atas, sehingga udara
dapat masuk ke dalam tubuh.
Sistem peredaran darah pada Mamalia ada yang
bersifat tertutup dan ada yang bersifat ganda. Mamalia memiliki dua buah vena
cava anterior (kanan dan kiri). Tetapi, pada manusia vena cava anterior hanya
berjumlah satu dan terletak di sebelah kiri.
Jantung beruang empat dengan sekat yang
sempurna, yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel). Sel darah merah
(eritrosit) tidak berinti. Pada tubuh Mamalia terdapat peredaran darah besar
dan peredaran darah kecil.
Peredaran darah besar, yaitu darah dari jantung
ke seluruh tubuh lalu kembali ke jantung. Peredaran darah kecil, yaitu darah
dari jantung ke paru-paru lalu kembali ke jantung).
Mamalia memiliki sepasang ginjal bertipe
metanefros dan berbentuk seperti kacang kapri. Ginjal tipe metanefros merupakan
ginjal yang tidak memiliki nefrostoma (corong bersilia yang terdapat pada
rongga tubuh) dan memiliki banyak glomerulus (anyaman
pembuluh darah, serat dan neuron).
Antara ruang ginjal (pelvis renalis) dan kandung kemih (vesika urinaria) dihubungkan oleh sepasang ureter. Ureter adalah
saluran yang terdiri dari serabut otot polos yang berfungsi mendorong urine
dari ginjal ke kandung kemih.
Kelinci tidak memiliki kloaka. Kelinci
mengeluarkan urine melalui lubang urogenital. Kelinci memiliki daun telinga
yang relatif panjang, mempunyai membran timpani dan tiga tulang telinga tengah,
yaitu malleus (tulang martil), incus (tulang landasan) dan stapes (tulang
sanggurdi).
Malleus berfungsi menghantarkan getaran suara
dari gendang telinga ke incus. Incus berfungsi merespond getaran suara yang
diterima oleh malleus. Stapes berfungsi merespond getaran suara yang diterima
oleh incus.
Mata Mamalia memiliki kelopak mata atas dan
kelopak mata bawah. Pada sudut mata terdapat plika semilunaris (sisa membran
niktitans atau sisa selaput tidur). Organ penciuman Mamalia lebih efektif.
Kulit Mamalia juga berperan sebagai organ ekskresi.
Sistem saraf pusat pada Mamalia terdiri dari
serebrum (otak besar) dan serebellum (otak kecil) yang relatif besar, serta 12
pasang saraf kranial. Selain itu, Mamalia memiliki neocortex pada otaknya.
Neocortex adalah lapisan setebal 2-4 mm pada otak yang dapat memengaruhi
kecerdasan. Neocortex terbagi menjadi dua bagian, yaitu otak kiri dan otak
kanan.
Otak Mamalia juga berperan dalam mengatur
peredaran darah dan suhu tubuh. Mamalia termasuk hewan berdarah panas, yaitu
dapat memproduksi panas tubuh sendiri. Saat suhu udara dingin, Mamalia dapat
mempertahankan panas tubuhnya pada suhu 36o C.
Saat suhu udara panas, Mamalia akan membuang atau
menurunkan panas tubuhnya. Suhu tubuh akan turun melalui keringat. Beberapa
jenis Mamalia melakukan hibernasi (tidur selama musim dingin berlangsung).
Umumnya, Mamalia berkembang biak secara vivipar
(melahirkan). Jumlah anak setiap kali melahirkan, yaitu satu ekor atau tiga
sampai delapan ekor. Akan tetapi, terdapat Mamalia yang yang berkembang biak secara
ovipar (bertelur).
Mamalia bersifat diesis (alat kelamin terpisah).
Organ reproduksi jantan meliputi penis, testis, vas deferens dan anus. Testis berjumlah
sepasang, berbentuk bulat telur dan dibungkus oleh skortum. Testis tersusun
atas epididimis yang menyerupai cacing. Selama berada dalam testis, sel spermatozoid
dibungkus oleh jaringan ikat fibrosa dan tunika albugenia (penis). Sel
spermatozoid sementara disimpan di dalam vas deferens.
Proses spermatogenesis (proses gametogenesis atau
proses pembentukan gamet dengan cara pembelahan meiosis dan mitosis) akan lebih
efisien pada suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh (< 37o C).
Organ reproduksi betina meliputi ovarium,
oviduk, uterus dan anus. Mamalia mengalami sistem mensturasi yang disebut fase
estrus.
Lubang genital dan anus juga terpisah. Mamalia
bereproduksi secara seksual melalui fertilisasi internal. Mamalia jantan
memiliki alat kopulasi berupa penis. Testis menghasilkan sel spermatozoid.
Testis dibungkus oleh saku skrotal atau skrotum atau kantung pelir. Skrotum
terdiri dari kulit dan otot. Ovum Mamalia berukuran sangat kecil.
Embrio berkembang di dalam dinding rahim
(uterus) dengan perantara tali pusat dan plasenta. Mamalia akan melahirkan anak
melalui vagina. Banyak Mamalia yang memiliki misai atau kumis (rambut-rambut
kaku di atas mulut).
Klasifikasi Mamalia
Mamalia terbagi atas 16 ordo, yaitu :
1. Monotremata
Monotremata adalah Mamalia berparuh dan
berkloaka, memiliki gigi sebelum dewasa, tubuh berambut, berekor pipih dan
tidak mempunyai daun telinga (auricula atau pinnae). Makanannya adalah hewan
invertebrata yang hidup di air.
Monotremata berkembang biak dengan bertelur.
Hewan ini akan mengerami telurnya, hingga menetas. Monotremata jantan memiliki
taji (berhubungan dengan kelenjar racun). Penis hanya berfungsi untuk melalui
sel spermatozoid. Urine tidak dapat melalui penis. Testis terletak dalam
abdomen (perut). Oviduk bermuara ke dalam kloaka.
Monotremata betina tidak beruterus, tidak
bervagina dan tidak memiliki puting susu, tetapi dapat menyusui anaknya.
Contoh :
- Ornithorhynchus
anatinus (itik platipus) terdapat di Australia dan Tasmania.
- Tachyglossus
aculeatus terdapat di Papua, Tasmania dan Australia. Semut dan anai-anai
dapat melekat pada lidahnya yang panjang. Hewan ini mengerami telur dalam
kantong di dinding perutnya. Pada dinding perut terdapat suatu cekungan yang
merupakan muara glandula mammae.
2. Insektivora
Insektivora adalah Mamalia pemakan serangga
(insekta). Berjari lima (pentadactylus) dan gigi runcing berjumlah banyak.
Contoh :
- Tupaja
javanica (tikus pohon seperti tupai).
- Crocidura
brunnea (tikus kesturi yang berbau busuk atau disebut juga celurut).
3. Carnivora
Carnivora adalah Mamalia pemakan daging yang
memiliki taring besar dan panjang, gigi sering kecil, serta bercakar tajam. Carnivora
betina memiliki uterus bicornis, yaitu memiliki dua rahim dalam tubuhnya.
Contoh :
- Felis
leo (singa).
- Felis
catus (kucing).
- Ailurus
sp. (panda).
- Canis
familiaris (anjing).
- Canis
lupus (serigala).
4. Rodentia
Rodentia adalah Mamalia pengerat, berjari lima
(pentadactylus), tidak memiliki taring dan gigi seri yang terus tumbuh.
Contoh :
- Mus
musculus (tikus mencit).
- Bandicota
indicasetifera (tikus wirok).
- Cavia
cobaya (marmut).
- Cricetus
griseus (hamster).
- Hystrix
brachyura (landak).
- Lutrinae
sp. (berang-berang).
5. Lagomorpha
Lagomorpha memiliki gigi seri yang terus tumbuh
berjumlah empat atau lebih, gigi molare juga terus tumbuh. Lagomorpha berekor
pendek, kuat dan dapat digerakkan.
Contoh :
- Oryctologus
cuniculus (kelinci domestik).
- Ochotona
sp. (pika).
6. Sirenia
Sirenia berbentuk mirip Cetacea (paus,
lumba-lumba atau pesut). Sirenia tidak berdaun telinga dan tidak memiliki
tungkai belakang. Tungkai depan berbentuk seperti dayung dengan kulit yang
tebal dan sedikit berambut. Sirenia hidup di laut maup-un air tawar.
Contoh :
- Tricheonus
(sapi laut).
- Halicore
dugong (dugong Australia).
7. Cetacea
Cetacea berbentuk mirip Sirenia. Cetacea tidak
berdaun telinga, tidak berambut, tidak memiliki kelenjar pada kulit, tidak
memiliki tungkai belakang dan memiliki lapisan tebal berupa lemak sebagai
insulasi (pengurang laju perpindahan panas tubuh).
Tungkai depan (flipper) berbentuk seperti
dayung. Cetacea memiliki bentuk gigi yang sama dan berlapisan enamel. Tetapi,
ada Cetacea yang tidak bergigi. Cetacea memiliki jari lebih dari lima
(hyperdactyli). Cetacea hidup di laut atau air tawar. Lambung pada Cetacea
beruang empat.
Contoh :
- Orcella
fluminalis (pesut).
- Balaenoptera
borealis (paus).
- Dolphinus
delphis (lumba-lumba).
8. Chiroptera
Chiroptera merupakan Mamalia bersayap tangan.
Chiroptera memiliki gigi runcing dan tajam, kaki belakang yang kecil dan
memiliki selaput di antara jari-jari tungkai depan dan tungkai belakang. Adanya
selaput atau lipatan kulit di antara jari-jari membantu Chiroptera untuk
terbang dengan gerakan seperti sayap burung. Oleh karena itu, Chiroptera
terkenal dengan julukan Mamalia terbang. Chiroptera merupakan hewan nokturnal
(hidup di malam hari).
Contoh :
- Pteropus
edulis (kalong). Makanannya berupa buah-buahan.
- Myotes
sp. (kelelawar). Kelelawar memakan insektivora.
- Desmodus
sp. (kelelawar vampir). Kelelawar ini mengisap darah sapi atau kuda dan lain-lain
sebagai makanannya.
9. Dermoptera
Dermoptera berambut dari bagian leher dan
memiliki selaput atau lipatan kulit atau patagium pada jemari tungkai depan dan
tungkai belakang. Keempat tungkainya (tungkai depan dan belakang) berukuran
sama panjang. Antar jari tungkai belakang, hingga bagian ekor berbentuk seperti
parasut berbulu. Giginya runcing dan tajam. Dermoptera terkenal dengan julukan
monyet terbang.
Contoh :
- Galeopterus
variegatus (kubung).
- Gakopithecus
sp. merupakan hewan pemakan daun dan buah-buahan yang hidup di Asia
Tenggara.
10. Marsupialia
Marsupialia memiliki kantung (marsupium) pada
dinding perut yang menutupi puting susunya. P Marsupium berfungsi sebagai
pelindung. ada Marsupialia betina terdapat sepasang uterus dan sepasang vagina.
Marsupialia betina tidak berplasenta.
Perkembangan ovum di dalam uterus terjadi sebelum
fetus (janin atau perkembangan ovum setelah fase embrio) terbentuk atau hingga
lahirnya bayi imatur. Bayi imatur akan merangkak masuk ke marsupium. Kemudian
menempel pada papilla mammae dengan mulutnya, hingga perkembangan selesai.
Contoh :
- Phalanger
sp. (kuskus).
- Macropus
sp. (kanguru).
- Phascolomys
sp. (wombat).
- Didelphia
marsupialis (oposum).
- Phascolarctus
sp. (koala).
11. Probosoidea
Probosoidea memiliki tubuh besar, proboscis
(hidung seperti belalai) dengan dua lubang hidung, kepala besar, leher pendek
dan telinga lebar. Proboscis dapat digunakan untuk memegang objek. Probosoidea
hanya memiliki gigi seri atas berjumlah dua buah yang tumbuh panjang disebut
gading. Gading tidak berlapis enamel.
Gigi molare berjumlah 12 buah dan berlapis
enamel, tetapi ada Probosoidea yang memiliki gigi molare kurang dari 12 buah.
Fungsi gigi molare untuk mengunyah makanan.
Kaki lurus seperti tiang dan dapat menapak
menggunakan jari-jari (digitigrad). Berat badan sekitar 300 – 350 kg. Umurnya
dapat mencapai 50 tahun. Probosoidea hidup berkelompok.
Contoh :
- Elephas
cyclotis (gajah Afrika).
- Elephas
maximus hidup di Sumatera.
12. Pinnipedia
Pinnipedia termasuk hewan karnivora. Pinnipedia
tidak hidup di Indonesia.
Contoh :
- Phoca
vitalina (anjing laut).
- Eumetopias
jubata (anjing laut).
- Mirounga
sp. (gajah laut).
- Zalophus
sp. (singa laut).
13. Pholidota
Pholidota memiliki tubuh yang bersisik dari zat
tanduk (modifikasi dari rambut), tak bergigi, tidak memiliki clavicula,
memiliki lidah panjang yang dapat dijulurkan dan bagian ventral tubuhnya
ditutupi rambut.
Makanannya berupa semut, anai-anai dan
lain-lain. Pholidota menangkap makanannya dengan lidahnya dan dapat berpegangan
dengan ekornya.
Contoh :
- Manis
javanica (trenggiling).
14. Perissodactyla
Perissodactyla memiliki telapak kaki berjari
ganjil, tidak bertanduk dan dibungkus kuku dari zat tanduk. Lambung sederhana,
tidak memiliki vesica fellea (kantong empedu).
Contoh :
- Equus
caballus (kuda).
- Equus
zebra (zebra).
- Equus
asinus (keledai).
- Rhinoceros
sondaicus (badak Jawa, bercula satu).
- Tapirus
indicus (tapir atau tenuk atau sipan) yang hidup di Asia Tenggara.
15. Artiodactyla
Artiodactyla terbagi menjadi dua golongan, yaitu
:
a. Ruminansia (Pecora)
Ruminansia merupakan hewan memamah biak, berkaki
panjang, berjari genap, bertanduk dan tidak bertaring. Ruminansia memiliki
lambung yang terbagi atas empat kompartemen, yaitu rumen (perut besar),
retikulum (perut jala), omasum (perut kitab-kitab) dan abomasum (perut masam).
Contoh :
- Bos
indicus (sapi) yang berasal dari India.
- Bison
bison (bison) yang hidup di Amerika.
- Anoa
depressi cornis (anoa) yang hidup di Sulawesi.
- Giraffa
camelopardalis (jerapah Afrika).
- Cervus
equinus (kijang).
- Tragulus
sp. (kancil).
b. Non-Ruminansia (Bunodontia)
Non-Ruminansia tidak memamah biak, lambung tidak
terbagi atas empat kompartemen dan tidak bertanduk. Non-Ruminansia memiliki
taring.
Contoh :
- Hippopotamus
amphibius (kuda nil) di Afrika.
- Sus
vittatus (babi hutan = celeng).
16. Primata
Umumnya, Primata hanya melahirkan satu anak.
Primata memiliki tangan dan kaki berjari lima, berkuku dan dapat digunakan
untuk memegang.
Primata terbagi atas tiga subordo :
a. Lemuroidea
Ciri - Ciri :
- Berbulu tebal.
- Berekor panjang.
- Hidup di pohon (arboreal).
- Aktif di malam hari (nokturnal).
Rumus gigi :
2 – 1 – 3 – 3
2 – 1 – 3 – 3
Contoh :
- Nycticebus
councang (kukang).
b. Tarsioidea
Ciri - Ciri :
- Berdaun telinga besar.
- Berekor panjang.
- Hidup di pohon (arboreal).
- Aktif di malam hari (nokturnal).
- Ujung jari melebar seperti batil pengisap
Rumus gigi :
2 – 1 – 3 – 3
2 – 1 – 3 – 3
Contoh :
- Tarsius
tarsius (kera hantu).
c. Anthropoidea
Ciri – Ciri :
- Jari berkuku.
- Hidup di tanah (terrestrial) atau di pohon
(arboreal).
- Aktif di siang hari (diurnal).
- Memiliki glandula mammae pectoral (pada
dinding ventral dada).
Anthropoidea terbagi atas tiga super famili,
yaitu :
·
Cercpithecoidea
Ciri – Ciri :
- Berkantong pipi.
- Berdiastema (ruang di antara dua buah gigi
yang berdekatan).
- Memiliki tulang duduk.
- Ekor tak dapat melilit.
Rumus gigi :
2 – 1 – 3 – 3
2 – 1 – 3 – 3
Contoh :
- Macaca
sp. (kera).
- Macaca
nemestrina (beruk).
- Cynipithecus
niger (dihe) berjambul.
- Presbytis
sp. (lutung).
- Presbytis
rubicunda (kalasi atau lutung merah).
- Presbytis
aygula (surili).
- Navalis
larvatus (bekantan).
·
Ceboidea
Ciri –Ciri :
- Tidak berkantong pipi.
- Memiliki sekat hidung yang relatif lebar.
Contoh :
- Cebus
sp. (kera) yang hidup di Amerika.
·
Hominoidea
Ciri – Ciri :
- Tak berekor.
- Tak berkantong pipi.
Hominoidea terbagi menjadi tiga famili, yaitu :
Ø Hylobatidae
Ciri – Ciri :
- Bertulang duduk.
- Bertaring panjang.
- Berlengan panjang.
Contoh :
- Hylobates leucistus (uwa-uwa).
- Hylobates syndactylus (siamang).
- Hylobates sp. (gibbon).
Ø Pongidae (Anthropomorphae)
Ciri – Ciri :
- Bertumit.
- Berlengan lebih panjang daripada
tungkai.
- Tidak memiliki tulang duduk.
Contoh :
- Pongo satyrus (orang utan).
-
Pongo pygmaeus (mawas).
- Gorilla gorilla (gorila).
- Panstonglodytes (simpanse).
Ø Hominidae
Contoh :
-
Homo sapiens
(manusia).
Peranan Mamalia Bagi Kehidupan Manusia
Beberapa peran Mamalia yang menguntungkan bagi
manusia, antara lain :
a. Kelinci, sapi dan kambing merupakan sumber
protein hewani.
b. Sapi, kambing dan kuda dapat diambil susunya.
c. Lembu, kambing, paus, domba, rubah,
berang-berang, oposum dan kelinci menjadi bahan pakaian dari kulit yang disemak
atau rambutnya.
d. Minyak dari lemak paus dan anjing laut
menjadi sumber bahan bakar.
e. Kuda, unta, gajah, kerbau, lembu dan
lain-lain untuk transportasi.
f. Anjing dijadikan hewan pemburu atau membantu
polisi dalam penyelidikan kasus kriminalitas.
g. Kera dijadikan pemetik buah kelapa.
h. Berbagai atraksi keterampilan, seperti gajah
bermain sepak bola, permainan matador banteng, atraksi lumba-lumba dan lutung.
i. Di bidang sains, sebagai bahan praktikum dan
penelitian bagi para mahasiswa.
j. Kelelawar dan mencit untuk memberantas
nyamuk.
k. Untuk bahan kerajinan tangan dari tulang,
tanduk dan kulit.
Beberapa Mamalia juga merugikan manusia, antara
lain mencuri ternak, mencuri buah-buahan dan perantara berbagai penyakit.
Komentar
Posting Komentar