Mamalia (Sistem Organ Dan Klasifikasi)

Tubuh Mamalia terdiri atas kepala (caput), leher (serviks), badan (trunkus) dan ekor (kauda). Badan mamalia tertutup oleh rambut. Antara rongga dada (cavum thoracis) dan rongga perut (cavum abdominis) terdapat diafragma yang dilalui oleh aorta, pembuluh darah, saraf dan kerongkongan.

Dinding rongga dada dilapisi oleh pleura, sedangkan dinding rongga perut dilapisi oleh peritonium. Dinding rongga jantung dibentuk oleh perikardium. Setiap Mamalia betina memiliki glandula mammae (kelenjar air susu) dan puting susu dan tempat bermuaranya saluran-saluran glandula mammae. Kelenjar susu biasanya terletak di bagian perut, dada atau ketiak. Pada Mamalia yang bertelur (Monotremata), kelenjar susu tidak memiliki puting.

Pada kulit terdapat kelenjar minyak, sehingga rambut pada permukaan kulit tidak kering. Selain itu, mamalia memiliki kelenjar keringat.

Tipe-tipe gigi mamalia, antara lain :

- Incicivus (gigi seri)
- Caninus (gigi taring)
- Premolar (gigi geraham depan)
- Molare (gigi geraham)

Bentuk gigi Mamalia bersifat adaptif sesuai jenis makanannya. Ada gigi yang berlapis enamel, tetapi ada pula yang tidak. Mamalia akan mengalami pergantian gigi sebanyak satu kali.

Mamalia ada yang hidup di darat, di air atau di pepohonan. Mamalia memiliki dua pasang anggota gerak yang digunakan untuk berjalan, memegang, memanjat, menggali, berenang dan lain-lain. Tungkai depan berjari lima, sedangkan tungkai belakang berjari empat. Tungkai belakang lebih kuat dan lebih panjang sesuai digunakan untuk melompat.

Sistem rangka (skeletal) terdiri atas columna vertebralis (ruas tulang belakang), sternum (tulang dada), costae (tulang rusuk), scapula (tulang belikat), clavicula (tulang selangka) dan lain-lain. Jumlah ruas tulang belakang pada bagian leher Mamalia adalah tujuh ruas.

Mamalia memiliki saluran pencernaan yang lengkap dimulai dari mulut → faring → kerongkongan → lambung → usus halus → usus besar → anus. Anus terletak di bawah ekor. Di bagian anterior Anus terdapat lubang urogenital  (lubang tempat bermuaranya saluran kelamin dan saluran urine). Di dalam mulut terdapat langit-langit atas yang keras (di bagian belakang lunak). Mamalia memiliki lidah berlapis lendir dan berpapila perasa.

Berikut ini adalah rumus gigi kelinci :

2 – 0 – 3 – 3
1 – 0 – 2 – 3

Berikut ini adalah rumus gigi marmut :

1 – 0 – 1 – 3
1 – 0 – 1 – 3

Jadi kelinci dan marmut sama-sama memiliki diastema, yaitu celah tanpa gigi antara gigi seri dengan premolare karena tidak memiliki taring.

Marmut memiliki gigi seri berjumlah 4, yaitu dua buah pada rahang atas dan dua buah pada rahang bawah. Gigi premolare (geraham kecil) pada marmut berjumlah empat buah, sedangkan gigi molare (geraham besar) berjumlah 12 buah.

Kelinci memiliki gigi seri berjumlah enam buah, yaitu dua buah pada rahang atas dan satu buah pada rahang bawah. Gigi premolare pada kelinci berjumlah lima buah, yaitu tiga pada rahang atas dan dua pada rahang bawah. Begitu pun dengan jumlah gigi molare pada kelinci, yaitu tiga pada rahang atas dan dua pada rahang bawah.

Gigi seri pada kelinci akan terus tumbuh, sehingga kelinci memiliki kebiasaan mengerat atau menggesekkan gigi serinya pada media tertentu secara berkala agar tidak terjadi pertumbuhan yang berlebih. Apabila terjadi pertumbuhan gigi seri yang berlebih, maka kelinci akan kesulitan untuk makan. Hal ini juga terjadi pada hewan pengerat lainnya. Gigi seri pada hewan pengerat disebut juga gigi elodont yang berarti terus berkembang.

Kelinci tidak dapat bersiul. Umumnya, kelinci betina dapat melahirkan 4 – 12 ekor anak sebanyak 4 kali selama setahun. Kelinci termasuk hewan terrestrial (hidup di atas tanah).

Kelenjar pencernaan pada Mamalia berupa empat pasang kelenjar ludah, hati dengan kantong empedu dan pankreas yang bermuara pada duodenum. Pankreas juga berfungsi sebagai kelenjar buntu yang menghasilkan hormon insulin.

Usus buntu (sekum) relatif besar, mempunyai sebuah umbai cacing (apendiks vermiformis). Usus buntu berada pada perbatasan antara usus kecil (usus halus) dan usus besar (kolon). Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu duodenum (usus 12 jari), jejenum (usus kosong) dan ileum (usus pencerna).

Apendiks vermiformis berfungsi untuk mempertahankan bakteri baik (bakteri yang diperlukan) dalam usus yang dapat membantu proses pencernaan makanan dan menghasilkan zat anti kuman untuk membunuh kuman penyakit.

Organ pernafasan Mamalia adalah dua lobus paru-paru yang masing-masing berada dalam ruang pleura yang terletak terpisah. Mamalia memiliki laring (kotak suara) yang beratap epiglotis sebagai alat suara. Epiglotis adalah susunan tulang rawan yang terletak di bagian belakang lidah dan di depan laring. Epiglotis biasanya menghadap ke atas, sehingga udara dapat masuk ke dalam tubuh.

Sistem peredaran darah pada Mamalia ada yang bersifat tertutup dan ada yang bersifat ganda. Mamalia memiliki dua buah vena cava anterior (kanan dan kiri). Tetapi, pada manusia vena cava anterior hanya berjumlah satu dan terletak di sebelah kiri.

Jantung beruang empat dengan sekat yang sempurna, yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel). Sel darah merah (eritrosit) tidak berinti. Pada tubuh Mamalia terdapat peredaran darah besar dan peredaran darah kecil.

Peredaran darah besar, yaitu darah dari jantung ke seluruh tubuh lalu kembali ke jantung. Peredaran darah kecil, yaitu darah dari jantung ke paru-paru lalu kembali ke jantung).

Mamalia memiliki sepasang ginjal bertipe metanefros dan berbentuk seperti kacang kapri. Ginjal tipe metanefros merupakan ginjal yang tidak memiliki nefrostoma (corong bersilia yang terdapat pada rongga tubuh) dan memiliki banyak glomerulus (anyaman pembuluh darah, serat dan neuron).

Antara ruang ginjal (pelvis renalis) dan kandung kemih (vesika urinaria) dihubungkan oleh sepasang ureter. Ureter adalah saluran yang terdiri dari serabut otot polos yang berfungsi mendorong urine dari ginjal ke kandung kemih.

Kelinci tidak memiliki kloaka. Kelinci mengeluarkan urine melalui lubang urogenital. Kelinci memiliki daun telinga yang relatif panjang, mempunyai membran timpani dan tiga tulang telinga tengah, yaitu malleus (tulang martil), incus (tulang landasan) dan stapes (tulang sanggurdi).

Malleus berfungsi menghantarkan getaran suara dari gendang telinga ke incus. Incus berfungsi merespond getaran suara yang diterima oleh malleus. Stapes berfungsi merespond getaran suara yang diterima oleh incus.

Mata Mamalia memiliki kelopak mata atas dan kelopak mata bawah. Pada sudut mata terdapat plika semilunaris (sisa membran niktitans atau sisa selaput tidur). Organ penciuman Mamalia lebih efektif. Kulit Mamalia juga berperan sebagai organ ekskresi.

Sistem saraf pusat pada Mamalia terdiri dari serebrum (otak besar) dan serebellum (otak kecil) yang relatif besar, serta 12 pasang saraf kranial. Selain itu, Mamalia memiliki neocortex pada otaknya. Neocortex adalah lapisan setebal 2-4 mm pada otak yang dapat memengaruhi kecerdasan. Neocortex terbagi menjadi dua bagian, yaitu otak kiri dan otak kanan.

Otak Mamalia juga berperan dalam mengatur peredaran darah dan suhu tubuh. Mamalia termasuk hewan berdarah panas, yaitu dapat memproduksi panas tubuh sendiri. Saat suhu udara dingin, Mamalia dapat mempertahankan panas tubuhnya pada suhu 36o C.

Saat suhu udara panas, Mamalia akan membuang atau menurunkan panas tubuhnya. Suhu tubuh akan turun melalui keringat. Beberapa jenis Mamalia melakukan hibernasi (tidur selama musim dingin berlangsung).

Umumnya, Mamalia berkembang biak secara vivipar (melahirkan). Jumlah anak setiap kali melahirkan, yaitu satu ekor atau tiga sampai delapan ekor. Akan tetapi, terdapat Mamalia yang yang berkembang biak secara ovipar (bertelur).

Mamalia bersifat diesis (alat kelamin terpisah). Organ reproduksi jantan meliputi penis, testis, vas deferens dan anus. Testis berjumlah sepasang, berbentuk bulat telur dan dibungkus oleh skortum. Testis tersusun atas epididimis yang menyerupai cacing. Selama berada dalam testis, sel spermatozoid dibungkus oleh jaringan ikat fibrosa dan tunika albugenia (penis). Sel spermatozoid sementara disimpan di dalam vas deferens.

Proses spermatogenesis (proses gametogenesis atau proses pembentukan gamet dengan cara pembelahan meiosis dan mitosis) akan lebih efisien pada suhu yang lebih rendah dari suhu tubuh (< 37o C).

Organ reproduksi betina meliputi ovarium, oviduk, uterus dan anus. Mamalia mengalami sistem mensturasi yang disebut fase estrus.

Lubang genital dan anus juga terpisah. Mamalia bereproduksi secara seksual melalui fertilisasi internal. Mamalia jantan memiliki alat kopulasi berupa penis. Testis menghasilkan sel spermatozoid. Testis dibungkus oleh saku skrotal atau skrotum atau kantung pelir. Skrotum terdiri dari kulit dan otot. Ovum Mamalia berukuran sangat kecil.

Embrio berkembang di dalam dinding rahim (uterus) dengan perantara tali pusat dan plasenta. Mamalia akan melahirkan anak melalui vagina. Banyak Mamalia yang memiliki misai atau kumis (rambut-rambut kaku di atas mulut).

Klasifikasi Mamalia

Mamalia terbagi atas 16 ordo, yaitu :

1. Monotremata

Monotremata adalah Mamalia berparuh dan berkloaka, memiliki gigi sebelum dewasa, tubuh berambut, berekor pipih dan tidak mempunyai daun telinga (auricula atau pinnae). Makanannya adalah hewan invertebrata yang hidup di air.

Monotremata berkembang biak dengan bertelur. Hewan ini akan mengerami telurnya, hingga menetas. Monotremata jantan memiliki taji (berhubungan dengan kelenjar racun). Penis hanya berfungsi untuk melalui sel spermatozoid. Urine tidak dapat melalui penis. Testis terletak dalam abdomen (perut). Oviduk bermuara ke dalam kloaka.

Monotremata betina tidak beruterus, tidak bervagina dan tidak memiliki puting susu, tetapi dapat menyusui anaknya.

Contoh :

- Ornithorhynchus anatinus (itik platipus) terdapat di Australia dan Tasmania.

- Tachyglossus aculeatus terdapat di Papua, Tasmania dan Australia. Semut dan anai-anai dapat melekat pada lidahnya yang panjang. Hewan ini mengerami telur dalam kantong di dinding perutnya. Pada dinding perut terdapat suatu cekungan yang merupakan muara glandula mammae.

2. Insektivora

Insektivora adalah Mamalia pemakan serangga (insekta). Berjari lima (pentadactylus) dan gigi runcing berjumlah banyak.

Contoh :

- Tupaja javanica (tikus pohon seperti tupai).
- Crocidura brunnea (tikus kesturi yang berbau busuk atau disebut juga celurut).

3. Carnivora

Carnivora adalah Mamalia pemakan daging yang memiliki taring besar dan panjang, gigi sering kecil, serta bercakar tajam. Carnivora betina memiliki uterus bicornis, yaitu memiliki dua rahim dalam tubuhnya.

Contoh :

- Felis leo (singa).
- Felis catus (kucing).
- Ailurus sp. (panda).
- Canis familiaris (anjing).
- Canis lupus (serigala).

4. Rodentia

Rodentia adalah Mamalia pengerat, berjari lima (pentadactylus), tidak memiliki taring dan gigi seri yang terus tumbuh.

Contoh :

- Mus musculus (tikus mencit).
- Bandicota indicasetifera (tikus wirok).
- Cavia cobaya (marmut).
- Cricetus griseus (hamster).
- Hystrix brachyura (landak).
- Lutrinae sp. (berang-berang).

5. Lagomorpha

Lagomorpha memiliki gigi seri yang terus tumbuh berjumlah empat atau lebih, gigi molare juga terus tumbuh. Lagomorpha berekor pendek, kuat dan dapat digerakkan.

Contoh :

- Oryctologus cuniculus (kelinci domestik).
- Ochotona sp. (pika).

6. Sirenia

Sirenia berbentuk mirip Cetacea (paus, lumba-lumba atau pesut). Sirenia tidak berdaun telinga dan tidak memiliki tungkai belakang. Tungkai depan berbentuk seperti dayung dengan kulit yang tebal dan sedikit berambut. Sirenia hidup di laut maup-un air tawar.

Contoh :

- Tricheonus (sapi laut).
- Halicore dugong (dugong Australia).

7. Cetacea

Cetacea berbentuk mirip Sirenia. Cetacea tidak berdaun telinga, tidak berambut, tidak memiliki kelenjar pada kulit, tidak memiliki tungkai belakang dan memiliki lapisan tebal berupa lemak sebagai insulasi (pengurang laju perpindahan panas tubuh).

Tungkai depan (flipper) berbentuk seperti dayung. Cetacea memiliki bentuk gigi yang sama dan berlapisan enamel. Tetapi, ada Cetacea yang tidak bergigi. Cetacea memiliki jari lebih dari lima (hyperdactyli). Cetacea hidup di laut atau air tawar. Lambung pada Cetacea beruang empat.

Contoh :

- Orcella fluminalis (pesut).
- Balaenoptera borealis (paus).
- Dolphinus delphis (lumba-lumba).

8. Chiroptera

Chiroptera merupakan Mamalia bersayap tangan. Chiroptera memiliki gigi runcing dan tajam, kaki belakang yang kecil dan memiliki selaput di antara jari-jari tungkai depan dan tungkai belakang. Adanya selaput atau lipatan kulit di antara jari-jari membantu Chiroptera untuk terbang dengan gerakan seperti sayap burung. Oleh karena itu, Chiroptera terkenal dengan julukan Mamalia terbang. Chiroptera merupakan hewan nokturnal (hidup di malam hari).

Contoh :

- Pteropus edulis (kalong). Makanannya berupa buah-buahan.
- Myotes sp. (kelelawar). Kelelawar memakan insektivora.
- Desmodus sp. (kelelawar vampir). Kelelawar ini mengisap darah sapi atau kuda dan lain-lain sebagai makanannya.

9. Dermoptera

Dermoptera berambut dari bagian leher dan memiliki selaput atau lipatan kulit atau patagium pada jemari tungkai depan dan tungkai belakang. Keempat tungkainya (tungkai depan dan belakang) berukuran sama panjang. Antar jari tungkai belakang, hingga bagian ekor berbentuk seperti parasut berbulu. Giginya runcing dan tajam. Dermoptera terkenal dengan julukan monyet terbang.

Contoh :

- Galeopterus variegatus (kubung).
- Gakopithecus sp. merupakan hewan pemakan daun dan buah-buahan yang hidup di Asia Tenggara.

10. Marsupialia

Marsupialia memiliki kantung (marsupium) pada dinding perut yang menutupi puting susunya. P Marsupium berfungsi sebagai pelindung. ada Marsupialia betina terdapat sepasang uterus dan sepasang vagina. Marsupialia betina tidak berplasenta.

Perkembangan ovum di dalam uterus terjadi sebelum fetus (janin atau perkembangan ovum setelah fase embrio) terbentuk atau hingga lahirnya bayi imatur. Bayi imatur akan merangkak masuk ke marsupium. Kemudian menempel pada papilla mammae dengan mulutnya, hingga perkembangan selesai.

Contoh :

- Phalanger sp. (kuskus).
- Macropus sp. (kanguru).
- Phascolomys sp. (wombat).
- Didelphia marsupialis (oposum).
- Phascolarctus sp. (koala).

11. Probosoidea

Probosoidea memiliki tubuh besar, proboscis (hidung seperti belalai) dengan dua lubang hidung, kepala besar, leher pendek dan telinga lebar. Proboscis dapat digunakan untuk memegang objek. Probosoidea hanya memiliki gigi seri atas berjumlah dua buah yang tumbuh panjang disebut gading. Gading tidak berlapis enamel.

Gigi molare berjumlah 12 buah dan berlapis enamel, tetapi ada Probosoidea yang memiliki gigi molare kurang dari 12 buah. Fungsi gigi molare untuk mengunyah makanan.

Kaki lurus seperti tiang dan dapat menapak menggunakan jari-jari (digitigrad). Berat badan sekitar 300 – 350 kg. Umurnya dapat mencapai 50 tahun. Probosoidea hidup berkelompok.

Contoh :

- Elephas cyclotis (gajah Afrika).
- Elephas maximus hidup di Sumatera.

12. Pinnipedia

Pinnipedia termasuk hewan karnivora. Pinnipedia tidak hidup di Indonesia.

Contoh :

- Phoca vitalina (anjing laut).
- Eumetopias jubata (anjing laut).
- Mirounga sp. (gajah laut).
- Zalophus sp. (singa laut).

13. Pholidota

Pholidota memiliki tubuh yang bersisik dari zat tanduk (modifikasi dari rambut), tak bergigi, tidak memiliki clavicula, memiliki lidah panjang yang dapat dijulurkan dan bagian ventral tubuhnya ditutupi rambut.

Makanannya berupa semut, anai-anai dan lain-lain. Pholidota menangkap makanannya dengan lidahnya dan dapat berpegangan dengan ekornya.

Contoh :

- Manis javanica (trenggiling).

14. Perissodactyla

Perissodactyla memiliki telapak kaki berjari ganjil, tidak bertanduk dan dibungkus kuku dari zat tanduk. Lambung sederhana, tidak memiliki vesica fellea (kantong empedu).

Contoh :

- Equus caballus (kuda).
- Equus zebra (zebra).
- Equus asinus (keledai).
- Rhinoceros sondaicus (badak Jawa, bercula satu).
- Tapirus indicus (tapir atau tenuk atau sipan) yang hidup di Asia Tenggara.

15. Artiodactyla

Artiodactyla terbagi menjadi dua golongan, yaitu :

a. Ruminansia (Pecora)

Ruminansia merupakan hewan memamah biak, berkaki panjang, berjari genap, bertanduk dan tidak bertaring. Ruminansia memiliki lambung yang terbagi atas empat kompartemen, yaitu rumen (perut besar), retikulum (perut jala), omasum (perut kitab-kitab) dan abomasum (perut masam).

Contoh :

- Bos indicus (sapi) yang berasal dari India.
- Bison bison (bison) yang hidup di Amerika.
- Anoa depressi cornis (anoa) yang hidup di Sulawesi.
- Giraffa camelopardalis (jerapah Afrika).
- Cervus equinus (kijang).
- Tragulus sp. (kancil).

b. Non-Ruminansia (Bunodontia)

Non-Ruminansia tidak memamah biak, lambung tidak terbagi atas empat kompartemen dan tidak bertanduk. Non-Ruminansia memiliki taring.

Contoh :

- Hippopotamus amphibius (kuda nil) di Afrika.
- Sus vittatus (babi hutan = celeng).

16. Primata

Umumnya, Primata hanya melahirkan satu anak. Primata memiliki tangan dan kaki berjari lima, berkuku dan dapat digunakan untuk memegang.

Primata terbagi atas tiga subordo :

a. Lemuroidea

Ciri - Ciri :

- Berbulu tebal.
- Berekor panjang.
- Hidup di pohon (arboreal).
- Aktif di malam hari (nokturnal).

Rumus gigi :

2 – 1 – 3 – 3
2 – 1 – 3 – 3

Contoh :

- Nycticebus councang (kukang).

b. Tarsioidea

Ciri - Ciri :

- Berdaun telinga besar.
- Berekor panjang.
- Hidup di pohon (arboreal).
- Aktif di malam hari (nokturnal).
- Ujung jari melebar seperti batil pengisap

Rumus gigi :

2 – 1 – 3 – 3
2 – 1 – 3 – 3

Contoh :

- Tarsius tarsius (kera hantu).

c. Anthropoidea

Ciri – Ciri :

- Jari berkuku.
- Hidup di tanah (terrestrial) atau di pohon (arboreal).
- Aktif di siang hari (diurnal).
- Memiliki glandula mammae pectoral (pada dinding ventral dada).

Anthropoidea terbagi atas tiga super famili, yaitu :

·      Cercpithecoidea

Ciri – Ciri :

- Berkantong pipi.
- Berdiastema (ruang di antara dua buah gigi yang berdekatan).
- Memiliki tulang duduk.
- Ekor tak dapat melilit.

Rumus gigi :

2 – 1 – 3 – 3
2 – 1 – 3 – 3

Contoh :

- Macaca sp. (kera).
- Macaca nemestrina (beruk).
- Cynipithecus niger (dihe) berjambul.
- Presbytis sp. (lutung).
- Presbytis rubicunda (kalasi atau lutung merah).
- Presbytis aygula (surili).
- Navalis larvatus (bekantan).

·      Ceboidea

Ciri –Ciri :

- Tidak berkantong pipi.
- Memiliki sekat hidung yang relatif lebar.

Contoh :

- Cebus sp. (kera) yang hidup di Amerika.

·      Hominoidea

Ciri – Ciri :

- Tak berekor.
- Tak berkantong pipi.

Hominoidea terbagi menjadi tiga famili, yaitu :

Ø  Hylobatidae

Ciri – Ciri :

- Bertulang duduk.
- Bertaring panjang.
- Berlengan panjang.

Contoh :

- Hylobates leucistus (uwa-uwa).
- Hylobates syndactylus (siamang).
- Hylobates sp. (gibbon).

Ø  Pongidae (Anthropomorphae)

Ciri – Ciri :

- Bertumit.
- Berlengan lebih panjang daripada tungkai.
- Tidak memiliki tulang duduk.

Contoh :

- Pongo satyrus (orang utan).
- Pongo pygmaeus (mawas).
- Gorilla gorilla (gorila).
- Panstonglodytes (simpanse).

Ø  Hominidae

Contoh :

-          Homo sapiens (manusia).

Peranan Mamalia Bagi Kehidupan Manusia
Beberapa peran Mamalia yang menguntungkan bagi manusia, antara lain :

a. Kelinci, sapi dan kambing merupakan sumber protein hewani.

b. Sapi, kambing dan kuda dapat diambil susunya.

c. Lembu, kambing, paus, domba, rubah, berang-berang, oposum dan kelinci menjadi bahan pakaian dari kulit yang disemak atau rambutnya.

d. Minyak dari lemak paus dan anjing laut menjadi sumber bahan bakar.

e. Kuda, unta, gajah, kerbau, lembu dan lain-lain untuk transportasi.

f. Anjing dijadikan hewan pemburu atau membantu polisi dalam penyelidikan kasus kriminalitas.

g. Kera dijadikan pemetik buah kelapa.

h. Berbagai atraksi keterampilan, seperti gajah bermain sepak bola, permainan matador banteng, atraksi lumba-lumba dan lutung.

i. Di bidang sains, sebagai bahan praktikum dan penelitian bagi para mahasiswa.

j. Kelelawar dan mencit untuk memberantas nyamuk.

k. Untuk bahan kerajinan tangan dari tulang, tanduk dan kulit.

Beberapa Mamalia juga merugikan manusia, antara lain mencuri ternak, mencuri buah-buahan dan perantara berbagai penyakit.

Komentar

Populer Minggu Ini

4 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengarang

Menilai Kepribadian Manusia Berdasarkan Tatapan Mata

Hambatan Shunt Dan Hambatan Muka Atau Depan

Cara Menghitung Perbedaan Waktu (WIB, WIT, WITA Dan GMT)

Analisis Sintaksis Dan Tree Diagram Syntax

Persen Dan Permil

Filosofi Kartu Joker

Penggunaan Enough, Quite, Pretty, Rather Dan Fairly

Stressed Syllable dan Unstressed Syllable

Penggunaan Besides, Apart From, In Addition, Than, Furthermore, Moreover, After that, Meanwhile dan Meantime