Ciri-Ciri, Perkembangbiakan dan Kegunaan Kelapa Sawit
Kelapa sawit adalah tumbuhan yang menjadi bahan baku pembuatan minyak. Biji kelapa sawit dibawa dari Afrika ke Indonesia oleh Belanda. Biji kelapa sawit yang berjumlah 4 buah itu ditanam pada di Kebun Raya Bogor tahun 1848. Pada tahun 1910, kelapa sawit mulai dibudidayakan secara komersial di pulau Sumatera. Kelapa sawit merupakan sektor industri yang diyakini tidak akan mengalami krisis, seperti pada masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020, hasil produksi kelapa sawit mencapai 51,58 juta ha.
Pada suhu ruangan, minyak sawit berwujud setengah padat. Sebagian minyak sawit mengalami oksidasi saat pemrosesan. Minyak sawit mengandung beberapa jenis asam lemak, seperti asam miristat jenuh, asam palmitat jenuh, asam stearat jenuh, asam oleat tak jenuh tunggal dan asam linoleat tak jenuh ganda. Minyak sawit berwarna merah karena mengandung alfa-karoten, beta-karoten dan likopen yang tinggi.
Minyak sawit ditemukan di sebuah makam di kota paling tua Abydos, Mesir Hulu oleh para arkeolog pada abad ke-19. Mereka memperkirakan bahwa minyak sawit dibawa oleh para pedagang Arab ke kota ini.
Kelapa sawit berasal dari genus Elaesis dan ordo Arecaceae. Kelapa sawit dapat tumbuh di daerah beriklim tropis dengan curah hujan 1500 - 4000 mm per tahun, di dataran setinggi 0 - 500 meter dari permukaan laut, semak belukar dan daerah dengan tingkat kelembapan 80 - 90%. Kelapa sawit termasuk tumbuhan yang tahan terhadap cuaca panas yang ekstrem dan oksidasi. Suhu udara yang cocok untuk kelapa sawit sekitar 24 - 28 °C. Kelapa sawit membutuhkan penyinaran selama 5 - 7 jam per hari.
Indonesia merupakan negara terbesar di dunia sebagai penghasil kelapa sawit. Ada berbagai spesies kelapa sawit tersebar di Indonesia, seperti Elaesis guineensis Jacq., Elaesis odora, Elaeis idolatrica dan Elaesis oleifera. Spesies Elaesis oleifera dikenal juga dengan nama Elaesis melanococca.
Spesies Elaesis guineensis Jacq. merupakan spesies yang paling produktif atau paling tinggi menghasilkan minyak per hektare (ha). Elaesis guineensis Jacq. dapat digunakan sebagai bahan bakar (biofuel).
Spesies Elaesis melanococca dapat dikawinkan dengan Elaesis guineensis Jacq. untuk menghasilkan hibrida yang sangat unik.
Elaesis oleifera merupakan jenis kelapa sawit yang memiliki tinggi paling rendah. Ada tiga jenis Elaesis oleifera yang diketahui, seperti :
• Suriname
Elaesis oleifera yang berasal dari Suriname memiliki pertumbuhan yang sangat lambat, produksi dan kualitas tandan bunga yang kurang baik dan mutu minyak yang baik.
• Brazil
Elaesis oleifera yang berasal dari Brazil memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, tingkat aborsi yang tinggi, parthenocarpi (gejala terbentuknya buah tanpa melalui proses pembuahan inti generatif terhadap sel telur) yang banyak, mutu minyak yang baik dan lebih tahan terhadap penyakit daripada jenis yang berasal dari Suriname.
• Columbia
Ciri-ciri morfologi kelapa sawit adalah sebagai berikut :
Batang
Akar
Kelapa sawit memiliki akar serabut, tebal dan berkayu.
Akar kelapa sawit terdiri atas empat bagian, yaitu :
• Akar primer adalah akar yang tumbuh ke bawah dan ke samping dari pangkal batang. Akar primer berfungsi sebagai bagian penyokong utama tumbuhan kelapa sawit. Akar primer kurang dapat menyerap air. Akar primer memiliki diameter sekitar 5 - 10 mm dan panjang yang mencapai 21 m pada kedalaman 1 meter.
• Akar sekunder adalah akar yang tumbuh sebagai cabang dari akar primer. Akar sekunder memiliki diameter sekitar 2 - 4 mm dan panjang yang mencapai 10 - 15 cm.
• Akar tersier adalah akar yang tumbuh sebagai cabang dari akar sekunder. Akar tersier memiliki diameter sekitar 1 - 2 mm dan panjang kurang dari 15 cm atau sekitar 2 cm.
• Akar kuarter adalah akar yang tumbuh sebagai cabang dari akar tersier. Akar kuarter memiliki diameter kurang dari 0,1 - 0,3 mm dan panjang kurang dari 3 cm.
Akar tersier dan akar kuarter merupakan akar yang paling aktif dalam menyerap air. Kedua jenis akar ini berada dalam kedalaman 0 - 60 cm dan jarak 2 - 2,5 m dari pangkal pohon.
Daun
Daun majemuk, berwarna hijau tua, memiliki pelepah berwarna sedikit lebih muda dan memiliki duri yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu tajam. Spesies Elaesis idolatrica memiliki daun yang menyatu atau anak daunnya tidak terpisah.
Pelepah daun tersusun dalam bentuk spiral dan berjajar. Pada tanaman kelapa sawit muda, tiga pelepah tumbuh setiap bulan. Semakin tua usia tanaman, jumlah pelepah yang tumbuh semakin berkurang atau lebih tepatnya sekitar dua pelepah tumbuh setiap bulan. Panjang pelepah dapat mencapai 9 meter dengan jumlah anak daun sekitar 250 - 300 buah. Panjang anak daun mencapai sekitar 1 - 1,2 m.
Jumlah stomata (bukaan atau mulut daun selebar 0,0001 mm yang berfungsi sebagai lubang untuk pertukaran gas pada proses fotosintesis) sekitar 145 mm². Apabila daun terserang penyakit atau mengalami kekeringan, stomata daun tidak akan berkembang menjadi daun yang sempurna.
Buah
Buah sawit berukuran kecil, dagingnya padat dan berminyak dan kulitnya juga mengandung minyak (perikarp). Buah-buah berkumpul pada tandan yang muncul dari masing-masing pelepah.
Warna buah sawit terbagi menjadi tiga tipe, yaitu :
• Nigrescens
Belum matang : buah sawit berwarna ungu di bagian ujung dan jingga di bagian pangkal.
Sudah matang : buah sawit berwarna merah di bagian ujung dan jingga di bagian pangkal.
• Virescens
Belum matang : buah sawit berwarna hijau di bagian ujung dan kuning pucat di bagian pangkal
Sudah matang : buah sawit berwarna merah kekuningan (jingga).
• Albescens
Belum matang : buah sawit berwarna hitam di bagian ujung dan kuning pucat di bagian pangkal.
Sudah matang : buah sawit berwarna hitam di bagian ujung dan kuning menyala di bagian pangkal.
Albescens dapat ditembus oleh cahaya karena mengandung sedikit karoten. Nigrescens dan virescens memiliki bagian carpel atau carpelum tambahan yang disebut diwakka-wakka. Carpel adalah daun buah yang menjadi penyusun putik pada bunga.
Buah sawit terdiri dari tiga lapisan, yaitu :
• Eksokarp adalah bagian lapisan terluar atau kulit buah yang licin dan dapat dikupas. Tetapi, eksokarp yang keras tidak dapat dikupas dengan tangan. Eksokarp yang keras dapat disebut cangkang.
• Mesokarp adalah lapisan tebal dan berserabut.
• Endokarp adalah lapisan paling dalam yang keras dan tebal. Endokarp berfungsi untuk melindungi endosperm dan embrio (kentos) yang memiliki kandungan minyak yang tinggi. Endokarp disebut juga tempurung. Kentos adalah embrio kecil yang baru membesar dan berkecambah.
Bagian buah sawit terdiri dari :
• Daging buah yang banyak mengandung minyak dan serat.
• Cangkang berwarna hitam dan keras. Cangkang berfungsi membungkus inti buah. Tebal tipisnya cangkang terbagi menjadi tiga jenis, yaitu :
• Inti (kernel) berwarna putih dan mengandung banyak minyak. Inti sawit merupakan endosperma dan embrio.
• Lembaga berwarna putih, berukuran 3 mm dan terletak di dalam inti, tepatnya di dekat lubang cangkang.
Bunga
Bunga jantan dan bunga betina terletak terpisah. Proses pematangan antara bunga jantan dan bunga betina terjadi secara bergantian, sehingga tumbuhan ini tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri (self pollination). Proses penyerbukan dilakukan dengan bantuan angin, kumbang (Elaeidobius kamerunicus Fst.) atau manusia dengan mengeluarkan biaya yang cukup tinggi dan tenaga yang cukup besar. Kecepatan angin yang optimal untuk membantu penyerbukan adalah 5-6 km/jam. Bunga jantan berbentuk lancip dan panjang. Bunga betina berbentuk lebih mekar dan besar.
Bunga sawit tersusun membentuk tandan bunga yang keluar dari ketiak pelepah daun. Mulanya, bunga yang keluar dari ketiak pelepah daun dibungkus oleh seludang atau spathe (daun pelindung) berwarna hijau kekuningan. Seludang akan pecah ketika bunga mulai mekar atau mengalami proses anthesis. Setiap pelepah daun biasanya terdapat tandan bunga berbentuk spadik (tongkol bunga) yang berpermukaan licin dan mempunyai rachis (bagian ibu tangkai bunga) dengan diameter 5 - 10 cm. Seiring perkembangannya, tandan bunga akan mati dan gugur, hingga tumbuhan ini tampak tidak mempunyai tandan bunga.
Munculnya tandan bunga sekitar 18 - 26 bulan atau mengikuti pola pertumbuhan pelepah daun. Umumnya, tandan bunga muncul pada akhir musim hujan. Setiap tandan bunga memiliki cabang sekunder yang disebut spikelet (bulir). Spikelet tersusun melingkar di sekitar sumbu utama mengikuti pola duduk daun atau filotaksis (susunan daun pada batang). Pada umur 1 - 1,5 tahun, kelapa sawit biasanya sudah mulai berbunga. Lamanya siklus pembungaan sekitar 4 - 5 bulan atau lebih.
Kelapa sawit dapat diolah menjadi minyak goreng (minyak sawit). Minyak goreng yang sudah selesai digunakan dapat diproses menjadi metil ester yang dapat digunakan sebagai biodiesel.
Minyak sawit dapat menjadi bahan bakar biodiesel. Biodiesel digunakan pada kendaraan niaga, kendaraan pertambangan dan pembangkit listrik.
Minyak sawit dapat menjadi bahan baku pembuatan sabun, detergen, mentega, pasta gigi, pomade, dempul, cat tembok, cat mobil, vernis, bahan untuk pemolesan body mobil dan lilin. Minyak sawit dapat diformulasikan dengan serum dan berbagai jenis vitamin untuk menjaga kesehatan kulit.
Selain itu, minyak sawit dapat digunakan sebagai pelumas, menetralisir rasa pedas, membuat besi dan baja menjadi tahan karat atau korosi dan mendinginkan kulit yang terkena luka bakar.
Minyak kelapa sawit juga digunakan dalam proses penyamakan kulit sapi atau kambing sebelum diolah menjadi tas atau dompet.
Ampas dari buah dan daun kelapa sawit dapat diolah menjadi pupuk kompos atau pakan ternak ayam. Tempurung kelapa sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar atau arang.
Komentar
Posting Komentar