Penggunaan Still, Yet, Just, Already, Till dan Until
Still
Sebagai adjective : tenang,
diam.
Sebagai adverb : masih, tetap, lagi.
Sebagai conjunction : namun, tetapi, walaupun demikian.
Kata still dapat ditambahkan suffix -er atau -est, tetapi tidak lazim digunakan. Still sebagai adverb dapat digunakan dalam present perfect tense dan present continuous tense. Still terletak sebelum past participle (verb 3) atau present participle (verb-ing) Pada present perfect tense, kata still bermakna "masih belum". Pada present continuous tense, kata still bermakna "masih (sedang melakukan sesuatu)".
Stand still = Berdiri diam
Sit still = Duduk diam
Stiller = Lebih tenang
Stillest = Paling tenang
Remain still /Stay still = Tetap diam
Contoh :
1. I couldn't sit still,
while the time went on.
(Saya tidak bisa duduk diam, sementara waktu terus berjalan)
2. I couldn't stand still for a long time.
(Saya tidak bisa/kuat berdiri diam untuk waktu yang lama)
3. Would you rather sit still here or act?.
(Kamu lebih memilih duduk diam di sini atau bertindak?)
4. You can't sit still after knowing this problem.
(Kamu tidak bisa duduk diam setelah mengetahui masalah ini)
5. In his old age, he still works.
(Di usia tuanya, dia masih bekerja)
6. He remained still even though many people insulted him.
(Dia tetap diam meskipun banyak orang menghinanya)
7. The situation became stiller upon his arrival.
(Situasi menjadi lebih tenang setelah kedatangannya)
8. She hasn't still come home even though it was almost 09:00 pm.
(Dia masih belum pulang meski sudah hampir jam 9 malam)
9. They are still playing game since earlier.
(Mereka masih bermain permainan sejak tadi)
Yet
- Yet diletakkan setelah kata have, has atau to be untuk menyatakan sesuatu yang belum pasti. Dalam hal ini, yet bermakna "belum" dan diikuti dengan to infinitive. Yet dapat terletak setelah adjective dalam kalimat positif untuk menggantikan bentuk negatif (not).
Contoh :
1. He has yet to wake up.
(Dia belum bangun)
2. I'm ready yet to go on stage.
(Saya belum siap untuk naik ke atas panggung)
- Yet dapat bermakna "belum" dalam kalimat negatif atau kalimat tanya present perfect tense. Dalam hal ini, yet diletakkan di akhir kalimat.
Contoh :
1. She hasn't finished her sales report yet.
(Dia belum menyelesaikan laporan penjualannya)
2. Her family hasn't allowed her to go abroad yet.
(Keluarganya belum mengizinkannya untuk pergi ke luar negeri)
3. Has he returned your money yet?.
(Sudahkah dia mengembalikan uangmu?)
4. Have you broken your fast yet?.
(Sudahkah kamu berbuka puasa?)
- Dalam kalimat positif, yet juga dapat diletakkan di akhir kalimat untuk menyatakan suatu kejadian yang masih berlangsung atau belum ada perubahan. Untuk menyatakan "masih banyak", kalimat biasanya disertai dengan kata "a lot more".
Contoh :
1. Fortunately, we have savings yet.
(Untungnya, kami masih memiliki tabungan)
2. We have a lot more time yet.
(Kita masih punya lebih banyak waktu)
3. There is a lot more choice yet.
(Masih banyak pilihan)
- Yet dapat menggantikan in addition untuk kalimat penambahan suatu hal/kejadian (yet another) dan menekankan suatu hal/kejadian yang terjadi berulang-ulang (yet again). Kita hanya bisa menggunakan bentuk ini dalam kalimat pernyataan negatif (bukan bentuk negatif). Dengan kata lain, yet another dan yet again digunakan untuk menyatakan kekesalan atau kejenuhan.
Contoh :
1. Yet another tasks to be completed.
(Bertambah lagi tugas yang harus diselesaikan)
2. Yet another problem to be addressed.
(Bertambah lagi masalah yang harus ditangani)
3. Our washing machine broke down yet again.
(Mesin cuci kami lagi-lagi rusak)
4. She left yet again her wallet.
(Dia lagi-lagi meninggalkan dompetnya)
5. He got yet another anonymous letter.
(Dia mendapatkan surat kaleng lagi)
- Yet dapat digunakan untuk menunjukkan antusiasme dalam kalimat superlative (sesuatu yang paling)
Contoh :
1. That were their best performance yet!.
(Inilah penampilan terbaik mereka!)
2. Of all the paintings in this exhibition, this was the most beautiful yet!.
(Dari semua lukisan yang dipamerkan, inilah yang paling indah)
3. 700 goals, that was his highest record yet!.
(700 gol, itulah rekor tertingginya!)
- Yet dapat menggantikan "but" atau "nevertheless" sebagai conjunction antara dua klausa. Dalam hal ini, yet bermakna "tapi" atau "tetapi". Yet selalu diletakkan setelah tanda koma, kecuali jika subject pada klausa kedua dihapuskan karena subject sama dengan subject pada klausa pertama (seperti pada contoh nomor 2 di bawah ini).
Contoh :
1. He looked breathless, yet he keep running for the rest of the lap.
(Dia tampak terengah-engah/sesak nafas, tetapi ia tetap berlari selama sisa
putaran)
2. He looked bored, yet continued reading the thick book.
(Dia tampak bosan, tetapi terus membaca buku tebal itu)
3. He wanted to talk to her, yet he was embarrassed.
(Dia ingin berbicara dengannya, tapi dia merasa malu)
4. She's always been nervous about speaking in public, yet she wants to
audition for that singing.
(Dia selalu merasa malu berbicara di depan umum, tetapi ia ingin mengikuti
audisi menyanyi itu)
Namun, jika kalimat pada klausa pertama sudah bermakna "belum", maka sebaiknya menggunakan but sebagai conjunction.
Contoh :
He hasn't recovered yet, but he still comes to the office.
(Dia belum sembuh, tapi ia tetap datang ke kantor)
Perbedaan but dan nevertheless adalah :
- But digunakan untuk menambahkan informasi yang masih berhubungan dengan
subject.
- Nevertheless digunakan untuk menambahkan informasi yang bertolak belakangan
dengan subject.
- Yet dapat bermakna "mungkin belum" jika diletakkan setelah kata may atau might. May dan might adalah modal verbs yang selalu diikuti verb 1 (bare infinitive).
Contoh :
1. He didn't pick up my phone. He may yet wake up.
(Dia tidak mengangkat teleponku tadi. Dia mungkin belum bangun)
2. It might yet happen.
(Mungkin belum terjadi)
- Yet dapat diletakkan di awal kalimat sebagai conjunction antar kalimat. Dalam hal ini, yet bermakna "walaupun" atau "namun".
Contoh :
1. Yet, the company's sales figures didn't increase.
(Namun, angka penjualan perusahaan tidak meningkat)
2. Yet, the traffic was still jammed.
(Namun, lalu lintas masih macet)
- Yet dapat ditambahkan di akhir kalimat yang menyatakan ketidakmampuan. Umumnya, kita menggunakan can untuk menyatakan kemampuan dan ketidakmampuan.
I can't speak English fluently yet.
(Saya belum bisa berbicara bahasanya Inggris dengan lancar)
Kita juga dapat menggunakan just dalam past tense atau present tense untuk menyatakan sangat sebagai pengganti kata "very". Selain itu, just juga dapat digunakan untuk menunjukkan jarak yang sangat dekat dalam past tense, present tense, past continuous maupun present continuous tense.
Contoh :
2. They just showed us their new home.
(Mereka baru saja menunjukkan pada kami rumah baru mereka)
3. He has just had an accident.
(Dia baru saja mengalami kecelakaan)
4. She has just left for the airport.
(Dia baru saja pergi ke bandara)
5. Did you just fight?.
(Apakah kamu baru saja berkelahi?)
6. Have she just cried?.
(Apakah dia baru saja menangis?)
7. I just stopped by his house briefly.
(Saya hanya mampir sebentar ke rumahnya)
8. I just wanted to tell this to you.
(Aku hanya ingin memberitahu ini padamu)
9. He's just kidding.
(Dia hanya bercanda)
10. This stage is just majestic.
(Panggung ini sangat megah)
11. The person they were looking for was standing just behind me.
(Seseorang yang mereka cari berdiri tepat di belakangku)
12. Her eraser fell just below my desk.
(Penghapusnya jatuh tepat di bawah mejaku)
Stop by merupakan phrasal verbs dari kata mampir. Untuk phrasal verbs lainnya dapat di pelajari dalam artikel Daftar Phrasal Verbs A-Z
Kidding adalah bentuk present participle (verb-ing) dari kata kid. Sementara bentuk verb 2 dan past participle adalah kidded.
Contoh :
1. My mom's cooking is just as delicious as restaurant cooking.
(Masakan Ibuku sama enaknya dengan masakan restoran)
2. His voice is just as melodious as Judika's.
(Suaranya sama merdunya dengan Judika)
(Saya sudah makan tiga kali hari ini) tetapi tiba-tiba seseorang mengantarkannya makanan
2. I've signed up for insurance already.
(Saya sudah pernah mendaftar untuk asuransi)
3. Have you done your assignments already?.
(Sudahkah kamu menyelesaikan tugasnya?)
4. Have you already washed your shoes?.
(Sudahkah kamu mencuci sepatumu?)
- Tidak dapat digunakan untuk menyatakan suatu hal atau kejadian yang akan terjadi sebelum waktu tertentu. Kata yang tepat digunakan adalah by.
Contoh :
We have to collect assignments by November 12th.
(Kami harus mengumpulkan tugas pada tanggal 12 November)
- Tidak dapat digunakan untuk menyatakan jumlah. Kata yang tepat digunakan adalah up to.
Contoh :
This year, the company's profit up to 130 million.
(Tahun ini, keuntungan perusahaan mencapai 130 juta)
- Tidak dapat digunakan untuk menyatakan jarak. Kata yang tepat digunakan adalah as far as.
Contoh :
He accompanied me as far as the gate of the housing.
(Dia menemaniku sampai ke gerbang/gapura perumahan)
Contoh :
1. The motorcyclist hit the road divider until he fell.
(Pengendara motor itu menabrak pembatas jalan sampai dia terjatuh)
2. I queued for registration till bored and tired.
(Aku mengantri untuk pendaftaran sampai bosan dan lelah)
Kata queued tidak dapat digunakan dalam continuous tense. Kata yang tepat untuk menyatakan sedang mengantri dalam continuous tense adalah waiting in line.
3. No one has beaten his
running record until now.
(Tidak ada yang mengalahkan rekor larinya sampai sekarang)
4. I will always remember them till the end of time.
(Aku akan selalu mengingat mereka hingga akhir waktu)
5. Every day she works from 9 am until 5 pm.
(Setiap hari dia bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore)
Komentar
Posting Komentar