Postingan

Larson's Idiomatic Level dan Contoh-Contoh Idiom

Menurut Mildred L Larson (1925-2014), penerjemahan merupakan pemindahan tanpa distorsi makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Penerjemah harus menjaga makna agar tetap konstan, serta menjaga struktur permukaan gramatikal dan struktur dalam semantik. Selain makna referensial dan struktural, makna situasional menjadi elemen penting yang membantu penerjemah menafsirkan informasi budaya dari bahasa sumber. Larson membagi metode penerjemahan menjadi dua jenis, yaitu terjemahan bentuk (form-based translation) dan terjemahan makna (meaning-based translation). Terjemahan bentuk disebut sebagai penerjemahan literal, sedangkan terjemahan makna disebut sebagai penerjemahan idiomatik. Menurutnya, seorang penerjemah harus dapat menerjemahkan secara idiomatik yang mana terjemahan benar-benar alami atau tidak terdengar seperti suatu hasil terjemahan. Pendapatnya ini bertolak belakang dengan Newmark. Menurut Newmark, penerjemahan idiomatik bukanlah penerjemahan yang harus benar-benar dicapai ole...

4 Metode Penerjemahan Brislin dan 3 Metode Penerjemahan Dryden

Penerjemahan Menurut Brislin Richard W Brislin berpendapat bahwa penerjemahan adalah pengalihan pesan dan gagasan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran secara lisan dan tulisan. Ia mengatakan bahwa penerjemah mengacu pada pemindahan pemikiran dan ide dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, baik dalam bentuk tertulis atau lisan, baik disusun secara ortografi atau belum standar, atau baik satu bahasa atau dua bahasa berdasarkan tanda atau simbol untuk bahasa isyarat. Metode Brislin merupakan metode kualitatif karena berfokus pada makna, pendapat dan tidak memerlukan data numerik. Brislin (1976) meminjam rumusan Casagrande (1954) dalam membagi penerjemahan menjadi empat kategori menurut tujuannya : a. Pragmatic Translation Pragmatic translation sangat mementingkan ketepatan pesan dan informasi yang terkandung dalam teks sumber dan disampaikan dalam teks sasaran. Metode ini biasanya digunakan untuk menerjemahkan dokumen-dokumen teknik, buku petunjuk (manual book), informasi produk dan lai...

8 Metode Penerjemahan Peter Newmark dan Tingkat Penerjemahan

Gambar
Peter Newmark (1916-2011), profesor di bidang penerjemahan di Universitas Surrey, Inggris, berpendapat bahwa menerjemahkan berarti mengalihkan makna teks dari satu bahasa ke bahasa lain dengan penekanan pada makna yang bersifat fungsional. Newmark memandang bahwa terjemahan literal atau harfiah merupakan proses terjemahan yang terbaik jika efek kesetaraan dapat diperoleh. Tetapi, Newmark juga mempertimbangkan proses terjemahan semantik dan terjemahan komunikatif jika terjemahan literal tidak mencukupi. Newmark mengatakan, "tidak ada terjemahan yang sempurna, ideal atau benar. Seorang penerjemah selalu berusaha untuk memperluas pengetahuannya dan meningkatkan sarana ekspresinya; penerjemah selalu mengejar fakta dan kata-kata". Dalam proses penerjemahan, kesepadanan (ekuivalensi) sangat penting. Bagi Newmark, kesepadanan harus dicapai dalam teks dan kata. Newmark mengklasifikasikan teks ke dalam kategori-kategori, seperti :  • Scientific-technological Texts • Institutional-cult...