Postingan

Posisi Adjective (Attributive, Predicative, Prepositive, Postpositive)

Berdasarkan perannya, kata sifat dapat menjadi attributive atau predicative. Predicative adjective biasanya diawali linking verbs. Tentang linking verbs lebih lanjut terdapat dalam artikel Macam-macam Verbs   Contoh : 1. She seems nervous. (Predicative adjective) 2. The building was very tall. (Predicative adjective) 3. The happy news has been conveyed to the public. (Attributive adjective) 4. The dark hallway was scary.     Dark = Attributive     Scary = Predicative   Kata sifat dapat mendeskripsikan subject, object atau infinitive. Subject dan object dapat berupa noun atau pronoun.   Contoh : 1. The sky was cloudy. (Mendeskripsikan subject) 2. Mother watered the withered flowers in her garden. (Mendeskripsikan object) 3. This film is interesting to watch. (Mendeskripsikan kegiatan/kata kerja)   Kata sifat yang mendeskripsikan noun atau pronoun terbagi menjadi dua jenis, yaitu :   1. Descriptive Adj...

Ragam Frasa Dalam Bahasa Indonesia

Frasa adalah rangkaian dua atau lebih kata yang bersifat nonpredikatif (tidak memiliki objek). Frasa dapat digunakan untuk membentuk kalimat kompleks. Setiap frasa memiliki unsur inti dan atribut. Untuk mengetahui unsur inti dan atribut sebuah frasa dapat menggunakan pola Diterangkan (D) dan Menerangkan (M). Unsur inti merupakan kata yang Diterangkan dan atribut merupakan kata yang Menerangkan.    Dalam sintaksis, unsur penyusun kalimat, terdiri dari : Subjek (S) adalah seseorang atau sesuatu yang melakukan kegiatan. Predikat (P) adalah pekerjaan/kegiatan yang dikenakan kepada subjek. Umumnya, unsur predikat berasal dari kelas kata kerja (verbia/verbal). Tetapi, kata sifat juga dapat menjadi predikat jika terletak setelah subjek dan berfungsi untuk menjelaskan sifat atau karakteristik subjek tersebut.    Contoh : Baju itu bagus. Anak itu pintar. Mangga ini manis. Kayu ini lapuk.   Objek (O) adalah seseorang atau sesuatu yang dikenai...